Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.79.BERNUANSA BIRU LAUT.


__ADS_3

Wina menepikan mobilnya untuk di


jajarkan dengan barisan mobil parkir


lainnya.


"Kita, sudah sampai, ayo masuk,"


Seru Wina kepada Bima dan Seila, yang


kemudian membuat Bima dan Seila


membuka pintu mobil dan keluar bersama.


Seila membantu wina membawa barang


bawaannya.melihat sang istri membawa barang dengan sigap Bima menawarkan


jasa.


"Boleh aku bantu membawa," Tanya Bima


pada Seila.


Tidak mau berdebat Seila segera mengulur


kan barang bawaannya, kemudian dia


masuk dengan cara melenggang karena


tanpa membawa apapun.


Suasana sangat meriah dengan beraneka


kerlap kerlip lampu, serta nuansa dekorasi


yang cukup memukau di mana semua


bernuansa biru laut, seolah olah berada


dalam kerajaan, dengan iringan musik yang


sangat syahdu.


Seila dan Wina segera menemui mempelai


wanita sedang kan Bima, Seila tinggalkan


begitu saja.


"Aih...,cantiknya, bagaikan putri raja,"


Sapa Seila memuji kecantikan sahabat nya.


"Benar sekali, kamu hari ini bener bener


cantik," Timpal Wina.


"Ah, yang benar ?"Apakah pangeran ku


akan terpesona melihat ku Nanti ?"


"Tentu saja, bahkan pangeran mu tidak akan


bisa jauh jauh dari mu,"Ucap Seila mantap.


"Dag..dig, dug, nih...!"Apa kamu dulu juga


begitu?"Tanya sang pengantin Wanita pada


Seila, tentu saja pada Seila karena kalau


pada Wina, tidak cocok, karena Wina masih


belum menikah, sedangkan Seila yang di


tanya kelabakan, pasalnya saat menikah


dulu, Seila dalam kondisi tidak baik di mana


menikah karena terpaksa demi Aib yang


dia bawa.


Entah mengapa Bima yang bodoh itu mau


menikahinya, sedangkan Bima juga tau


kala itu, Seila bukan gadis lagi.


Kedekatan antara Bima dan Ayahnya Seila


membuat sang Ayah menerima tanpa

__ADS_1


syarat lamaran dari Bima, sedangkan Seila


mau tidak mau harus menerima perintah


dan keputusan dari sang Ayah.


Karena Aib yang dia lakukan membuat Seila


tidak memiliki pilihan lain, selain menerima.


Tidak sulit bagi Seila untuk mendapatkan


jodho atau suami meskipun Seila bukan


gadis lagi, pasalnya Seila anak dari orang


Nomor satu di kampung itu, Ayah Seila


seorang kepala desa, di samping itu wajah


Seila yang cukup cantik mampu membuat


siapapun yang melihatnya tertarik.


Namun begitu seharusnya Bima bukan


termasuk orang yang harus ikut suka


kepada nya, Bima salah satu cowok yang


cukup Tampan dengan banyak pengemar


cewek yang siap melabuhkan hatinya


pada Bima, di tambah dengan keadaan


keluarga Bima yang cukup terbilang kaya.


Untuk itu Seila, selalu mengaggap Bima


menikahinya karena rasa kasian atau rasa


sungkan kepada Ayahnya yang sangat


respek padanya sejak masih sekolah.


"Hey..!" Di tanya kok diam,"Ucap Wina


membuyarkan lamunan Seila yang beberapa


"Iya, apa ?"


"Di tanya tuh..!"sama Rini, apa kamu dulu


dag dig dug juga, saat mau Nikah?"


Ucap Wina.


"Oh, iya..pasti itu..!"sangat dag dig dug


dan berdebar debar, bahkan tegang,"


Ucap Seila mantap, meskipun dalam hati


Seila tersenyum karena sudah berbohong


apa yang Seila ucap kan itu adalah salah satu


cuplikan dari buku Novel yang pernah dia


baca, tentang saat saat pernikahan.


Dalam hati Seila bergumam." Ada untungnya


juga baca Novel, jadi bisa jawab jika


di tanya orang,"Desis Seila sambil senyum


senyum.


"Wah, kalau begitu sama dengan perasaan


yang sekarang aku alami, terus pas malam


pertama bagaimana?" Tanya Rini Antusias.


Mendengar pernyataan kedua dari sahabat


nya Rini, Seila menelan ludahnya dengan


kasar, yang mana sangat sangat Seila tidak


tau, pasalnya pas malam pertama di mana

__ADS_1


kesucian nya di renggut sang kekasih


Seiila dalam keadaan antara sadar dan tidak


bisa di bilang pingsan, karena pengaruh


dinginnya Air yang mereka lewati ketiika


menyebrang Sungai yang sangat panjang.


Ketika dirinya dan sang kekasih telah


memilih jalan yang salah saat mendapat


tugas dalam kemping.


Daya tahan tubuh Seila yang tidak mampu


menahan dinginnya air dan rasa ketakutan


yang dalam membuat nya menggigil dan


membiru membuat sang kekasih kala itu


di landa kebinggungan agar mampu


menetralkan dan menyalurkan hawa


hangat dalam tubuhnya maka terjadilah


peristiwa itu, dan sial nya lagi sang kekasih


di jodhokan dengan gadis pilihan orang


tuannya.


"Seila..!"kok bengong lagi, Rini tanya tuh,


sekalian aku juga kepo, ingin tau ceritanya


orang habis Nikah pas malam pertama,"


Ucap Wina sambil terkekeh.


Mendengar ucapan Wina yang kepo


Seila membulatkan kedua bola matanya.


"Hussst...!",kalau belum Nikah tidak boleh


itu penasaran apalagi kepo kepo, sudah deh


Rin, Nanti kamu juga, tau gimana rasanya


malam pertama, jadi ngak usah tanya,


tanya, kak malam pertama kita pasti


rasanya beda beda, lha wong suami kita


juga berbeda,"Ucap Seila sambil tertawa.


"Seila, suami kamu mana..?" katanya


Wina kamu kesini dengan nya, kok ngak


di kenalin ke kita sih,"


"Oh, ya Seila...Kamu tinggal suami mu tadi?"


Tanya Wina yang tiba-tiba ingat suami Seila.


Dengan mimik lucu cengar cengir plus


sambil meringis Seila menjawab.


"Aku tidak tau, di mana dia sekarang?"


"Yaaa, cepat cari suami mu, entar ada


yang ngambil, kamu ngak tau, ingat lho


ya..!" di sini itu juga banyak cewek cewek


cantik,"Ucap Rini menggingatkan.


"Iya, Nanti aku cari?"


"Jangan, Nanti sekarang gih, kita tunggu


di sini,"Timpal Wina.


Dengan sedikit malas Seila, keluar mencari

__ADS_1


Bima.


__ADS_2