
Wina menepikan mobilnya untuk di
jajarkan dengan barisan mobil parkir
lainnya.
"Kita, sudah sampai, ayo masuk,"
Seru Wina kepada Bima dan Seila, yang
kemudian membuat Bima dan Seila
membuka pintu mobil dan keluar bersama.
Seila membantu wina membawa barang
bawaannya.melihat sang istri membawa barang dengan sigap Bima menawarkan
jasa.
"Boleh aku bantu membawa," Tanya Bima
pada Seila.
Tidak mau berdebat Seila segera mengulur
kan barang bawaannya, kemudian dia
masuk dengan cara melenggang karena
tanpa membawa apapun.
Suasana sangat meriah dengan beraneka
kerlap kerlip lampu, serta nuansa dekorasi
yang cukup memukau di mana semua
bernuansa biru laut, seolah olah berada
dalam kerajaan, dengan iringan musik yang
sangat syahdu.
Seila dan Wina segera menemui mempelai
wanita sedang kan Bima, Seila tinggalkan
begitu saja.
"Aih...,cantiknya, bagaikan putri raja,"
Sapa Seila memuji kecantikan sahabat nya.
"Benar sekali, kamu hari ini bener bener
cantik," Timpal Wina.
"Ah, yang benar ?"Apakah pangeran ku
akan terpesona melihat ku Nanti ?"
"Tentu saja, bahkan pangeran mu tidak akan
bisa jauh jauh dari mu,"Ucap Seila mantap.
"Dag..dig, dug, nih...!"Apa kamu dulu juga
begitu?"Tanya sang pengantin Wanita pada
Seila, tentu saja pada Seila karena kalau
pada Wina, tidak cocok, karena Wina masih
belum menikah, sedangkan Seila yang di
tanya kelabakan, pasalnya saat menikah
dulu, Seila dalam kondisi tidak baik di mana
menikah karena terpaksa demi Aib yang
dia bawa.
Entah mengapa Bima yang bodoh itu mau
menikahinya, sedangkan Bima juga tau
kala itu, Seila bukan gadis lagi.
Kedekatan antara Bima dan Ayahnya Seila
membuat sang Ayah menerima tanpa
__ADS_1
syarat lamaran dari Bima, sedangkan Seila
mau tidak mau harus menerima perintah
dan keputusan dari sang Ayah.
Karena Aib yang dia lakukan membuat Seila
tidak memiliki pilihan lain, selain menerima.
Tidak sulit bagi Seila untuk mendapatkan
jodho atau suami meskipun Seila bukan
gadis lagi, pasalnya Seila anak dari orang
Nomor satu di kampung itu, Ayah Seila
seorang kepala desa, di samping itu wajah
Seila yang cukup cantik mampu membuat
siapapun yang melihatnya tertarik.
Namun begitu seharusnya Bima bukan
termasuk orang yang harus ikut suka
kepada nya, Bima salah satu cowok yang
cukup Tampan dengan banyak pengemar
cewek yang siap melabuhkan hatinya
pada Bima, di tambah dengan keadaan
keluarga Bima yang cukup terbilang kaya.
Untuk itu Seila, selalu mengaggap Bima
menikahinya karena rasa kasian atau rasa
sungkan kepada Ayahnya yang sangat
respek padanya sejak masih sekolah.
"Hey..!" Di tanya kok diam,"Ucap Wina
membuyarkan lamunan Seila yang beberapa
"Iya, apa ?"
"Di tanya tuh..!"sama Rini, apa kamu dulu
dag dig dug juga, saat mau Nikah?"
Ucap Wina.
"Oh, iya..pasti itu..!"sangat dag dig dug
dan berdebar debar, bahkan tegang,"
Ucap Seila mantap, meskipun dalam hati
Seila tersenyum karena sudah berbohong
apa yang Seila ucap kan itu adalah salah satu
cuplikan dari buku Novel yang pernah dia
baca, tentang saat saat pernikahan.
Dalam hati Seila bergumam." Ada untungnya
juga baca Novel, jadi bisa jawab jika
di tanya orang,"Desis Seila sambil senyum
senyum.
"Wah, kalau begitu sama dengan perasaan
yang sekarang aku alami, terus pas malam
pertama bagaimana?" Tanya Rini Antusias.
Mendengar pernyataan kedua dari sahabat
nya Rini, Seila menelan ludahnya dengan
kasar, yang mana sangat sangat Seila tidak
tau, pasalnya pas malam pertama di mana
__ADS_1
kesucian nya di renggut sang kekasih
Seiila dalam keadaan antara sadar dan tidak
bisa di bilang pingsan, karena pengaruh
dinginnya Air yang mereka lewati ketiika
menyebrang Sungai yang sangat panjang.
Ketika dirinya dan sang kekasih telah
memilih jalan yang salah saat mendapat
tugas dalam kemping.
Daya tahan tubuh Seila yang tidak mampu
menahan dinginnya air dan rasa ketakutan
yang dalam membuat nya menggigil dan
membiru membuat sang kekasih kala itu
di landa kebinggungan agar mampu
menetralkan dan menyalurkan hawa
hangat dalam tubuhnya maka terjadilah
peristiwa itu, dan sial nya lagi sang kekasih
di jodhokan dengan gadis pilihan orang
tuannya.
"Seila..!"kok bengong lagi, Rini tanya tuh,
sekalian aku juga kepo, ingin tau ceritanya
orang habis Nikah pas malam pertama,"
Ucap Wina sambil terkekeh.
Mendengar ucapan Wina yang kepo
Seila membulatkan kedua bola matanya.
"Hussst...!",kalau belum Nikah tidak boleh
itu penasaran apalagi kepo kepo, sudah deh
Rin, Nanti kamu juga, tau gimana rasanya
malam pertama, jadi ngak usah tanya,
tanya, kak malam pertama kita pasti
rasanya beda beda, lha wong suami kita
juga berbeda,"Ucap Seila sambil tertawa.
"Seila, suami kamu mana..?" katanya
Wina kamu kesini dengan nya, kok ngak
di kenalin ke kita sih,"
"Oh, ya Seila...Kamu tinggal suami mu tadi?"
Tanya Wina yang tiba-tiba ingat suami Seila.
Dengan mimik lucu cengar cengir plus
sambil meringis Seila menjawab.
"Aku tidak tau, di mana dia sekarang?"
"Yaaa, cepat cari suami mu, entar ada
yang ngambil, kamu ngak tau, ingat lho
ya..!" di sini itu juga banyak cewek cewek
cantik,"Ucap Rini menggingatkan.
"Iya, Nanti aku cari?"
"Jangan, Nanti sekarang gih, kita tunggu
di sini,"Timpal Wina.
Dengan sedikit malas Seila, keluar mencari
__ADS_1
Bima.