Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.118.MENCINTAIMU SAMPAI AKHIR HAYAT.


__ADS_3

"Sayang, aku mandi dulu, ya,"ucap Bima seraya bangkit dari duduknya dan melangkah ke dalam kamar mandi. Dua puluh menit kemudian


Suara gemericik air shower di dalam kamar mandi sudah tidak terdengar lagi, itu artinya Bima sudah selesai mandi. Tak lama kemudian terdengar suara pintu kamar mandi terbuka.


"Sayang, sekarang kau mandilah, jangan pakai air yang dingin gunakan air hangat saja biar tidak dingin,"


"Iya, kak,"


Seila bangkit dari tempat duduknya dan hendak berjalan menuju kamar mandi, tapi tiba-tiba Seila merasa badannya terbang karena kakinya tak lagi menginjak ke lantai.


"Turunkan, kak, aku bisa ke kamar mandi sendiri,"


"Ngak, papa sayang,"


Dengan hati-hati Bima menurunkan Seila di depan pintu kamar mandi.


"Kak Bima cepat berangkat kerja saja, ngak usah nungguin aku selesai mandi,"


"Iya, sayang,"


Tak lama kemudian Seila pun keluar dari dalam kamar mandi dengan rambut yang basah dan badan yang sudah segar. Bima menatap Seila tanpa berkedip, merasa di perhatikan Seila mengkrucutkan bibirnya.


"Kok belum berangkat sih kak,"


"Masih, nungguin istriku,"


"kenapa?"


"Iya, cuma mau berpesan, hari ini jangan kemana mana ya, tunggu sampai aku pulang,"


"Cuma, mau ke rumah Wina kak, hari ini mau lihat model baju terbarunya, kali aja ada yang cocok,"


"Besok saja, sama aku,"


"Tapi, kak,"


"Sayang, kali ini, nurut sama suami ya! berjanjilah kau tidak akan pergi,"


"Kok gitu sih,"


"Ya, sudah kalau tidak mau berjanji aku tidak akan kerja, aku temani di rumah,"


"Tapi, aku mau lihat bajunya,"


"Akan aku telpon kan Wina agar mengirim semua baju baju terbarunya Bagaimana?"


Dengan wajah kesal Seila membuang muka dan menarik selimut lalu tidur dengan membelakangi Bima. Melihat sikap istrinya yang ngambek Bima hanya menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan, kali ini Bima tidak memperdulikan dirinya jika Seila marah ada satu perasaan aneh yang hadir sejak kemarin malam terlebih Bima bermimpi yang aneh di tambah dengan sikap Vira yang tiba-tiba sama Seila jadi aneh semua membuat Bima was-was. Di dekatinya Seila dengan penuh kasih sayang di belainya rambut indah Seila yang masih sedikit menyisakan basah.


"Jangan marah, semua ku lakukan karena aku peduli dan sangat mencintai mu,"

__ADS_1


"Tapi, seperti anak kecil jika sekarang sedikit sedikit di larang, enakan ngak bales cinta kak Bima aku bisa bebas ke manapun aku mau,"Grutu Seila kesal.


Mendengar ucapan istrinya yang mengatakan lebih enak tidak mencintai nya agar bisa lebih bebas membuat Bims mendelik.


"Jadi, mencintai ku itu, ngak enak menyebalkan begitu."


"Tentu, saja, masak cuma pergi ke butik Wina tidak boleh, dulu enak pergi sama siapa saja dan kapan saja ngak perlu minta izin juga ngak di larang, bosen di rumah."


Bima menarik nafas panjang dan menghebuskan nya dengan kasar, melarang Seila dengan tiba-tiba memang bukan hal yang baik karena hal itu sama saja dengan menghalangi kebebasan dan kebahagiaan nya meskipun sedikit berat akhirnya Bima mengalah.


"Baiklah, aku mengijinkan, tapi jangan lama-lama dan cepat pulang."


Mendengar Bima mengginjinkan Seila yang tadinya sedih, kini wajahnya kembali bersinar, dengan gerakan cepat dan manja Seila melingkarkan tangannya di leher Bima.


"Trimakasih, kak, 1 love you," ucap Seila seraya mendaratkan kecupan bibinya di bibir Bima membuat Bima mendelik tak percaya, ada rasa senang dan haru gadis yang di cintainya kini telah mencair dan membalas cintanya. Dengan penuh kasih sayang dan cinta Bima pun membalas paugutan bibir Seila.


"Jangan tinggalkan aku."


"Tidak, aku tidak akan meninggalkan mu kak Bima aku juga mencintaimu."


"Benarkah,"


Seila mengagguk setelah melepaskan pagutannya Bima, meskipun tangan nya masih melingkar manis di leher suaminya.


"Jika, mantan kekasihmu memintamu kembali akankah kau meninggalkanku dan memilih dia,"tanya Bima dengan tatapan mata sayu menatap ke arah istrinya.


Dengan malu malu Bima tersenyum dan meyebut satu nama.


"Hendrato,"


"Oh,dia."


"Jawablah, apakah kau akan meninggalkan ku?"


"Tidak, aku akan selalu bersama suamiku,"


"Benarkah,"tanya Bima tak percaya.


"Aku, berjanji, aku hanya akan mencintai Kak Bima sampai akhir hayatku."


Bima benar benar terharu mendengar ucapan Seila membuat rasa was-was dan keresahan hatinya yang beberapa hari terakhir mengusiknya hilang sudah. Bima menciumi pipi dan kening istrinya berkali kali rasa bahagia yang tak bisa di lukiskan dengan kata kata membuat nya terlena.


"Kak Bima, sudah dong ngecup nya rusak nih, meke up ku," sungut Seila pura-pura kesal.


Bima terkekeh mendengar ucapan Seila.


"Baiklah, sayang, kau berias lagi aku ngak akan merusak nya, setelah itu kita berangkat."


Tidak berapa lama Seila dan Bima pun menuruni tangga dan berangkat keluar bersama-sama Seila pergi mengunakan mobil ke tempat butik Wina sedangkan Bima mengendarai motor pergi ke tempat kerjanya.

__ADS_1


Bima membiarkan Seila berangkat lebih dulu baru kemudian setelah Seila jauh dan tak lagi terlihat oleh mata, Bima segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kantor tempat di mana dia bekerja.


Perjalanan hidup anak manusia tidak pernah tau awal dan akhir jika suatu takdir kehidupan telah berbicara dan tertulis maka tidak ada yang bisa dan mampu menghentikan nya.


Tidak pernah Seila sadari jika kepergian nya dari dalam rumah selalu di awasi beberapa pasang mata yang kemudian menggikuti nya dengan diam diam.


Ketika mobil Seila berhenti di pinggir jalan dan sang pemilik kendaraan pun pergi menuju supermarket, mungkin ada sesuatu yang ingin


Seila beli sehingga dia meninggalkan mobilnya begitu saja, diam diam orang yang sedari tadi menggikuti turun dan mendekati mobil Seila.


"Gimana, orang nya lagi ngak ada, cepat beraksi."


"Ok, akan aku kerjakan sekarang."


Tidak menunggu berapa lama orang itupun sudah keluar lagi.


"Beres, tinggal menunggu hasilnya,ayo kita pergi."


Sementara Seila yang hanya membeli makanan ringan sudah sampai di depan mobilnya dan segera masuk tanpa curiga di lajukan nya mobil itu dengan kecepatan sedang, sementara beberapa pasang mata mengawasinya dari jarak yang sedikit jauh. Mula mula laju mobil biasa saja tapi ketika hendak mengurangi kecepatan karena akan melewati jalanan yang menurun Seila kebinggungan pasalnya rem mobil yang di kendarai nya tak lagi berfungsi.


"Kenapa, tidak bisa di Rem, ada apa ini," tanya Seila dalam hati binggung.


"Woi, minggir!"


Sebuah suara keras dari si pengendara mobil Poso berukuran besar berteriak meminta Seila meminggirkan mobilnya. Karena rem Seila tak berfungsi dia diam saja.


"Bagaimana, bro! kau sudah siap,"


"Siap, ayo, kita mulai."


"Satu..dua..tiga..! tancap gas."


Kedua si pengendara Poso yang ternyata adalah orang yang diam diam selalu mengawasi gerak gerik Seila menancap gas mobilnya dengan keras yang sengaja di arahkan untuk mendorong laju mobil Seila sehingga dengan sendirinya mobil yang tak lagi memiliki rem itu meluncur dengan cepat kearah bawah, melihat mobil incarannya sudah meluncur manis dengan cepat tanpa terkendali kedua pengemudi Poso menggikuti dari belakang dengan kecepatan tinggi berniat akan menabrak mobil Seila ke arah jurang.


Sementara Seila yang duduk di dalam mobil berterik panik.


"Tolong...!tolong...tolong...!"


lewat kaca sepion mobil Seila dapat melihat mobil Poso di belakang nya, Seila segera melambaikan tangan agar mereka bisa membantu dan menolong nya, tapi tak ada respon bahkan sempat terlihat salah satu dari mereka yang ada di dalam mobil poso mengeluarkan kepala nya dengan tertawa lebar, hal itu membuat Seila yakin mereka bukan orang baik- baik dan percuma berteriak meminta tolong kepada mereka.


"Tidak ada jalan lain, aku harus bisa keluar dari dalam mobil ini, secepatnya,"


Seila yang sedikit banyak bisa karate dan memiliki tenaga dalam yang cukup kuat mendobrak pintu mobilnya dengan keras, ketiika Seila mengeluarkan kekuatan nya mendobrak pintu mobil dari arah belakang dengan kekuatan yang sangat cepat menghantam mobil Seila masuk dan jatuh ke jurang.


"Aaaaaaaaaaa......kak Bima... !"


"Bruaaaaaakk, mobil itupun jatuh kedalam jurang dan tak lama kemudian.


"Buuuuuuumm, mobil itupun terbakar.

__ADS_1


__ADS_2