Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.166.RESAH


__ADS_3

Seila masuk ke dalam supermarket tapi setelah Mobil Bima pergi, Seila segera keluar mencari taksi dan meminta pada sopir taksi untuk menggikuti Mobil Bima. Seila merasa penasaran Bima ingin menemui siapa karena sikap nya begitu aneh tanpa membantah dan menolak sedikit pun Bima langsung menemui si penelpon.


Wajah Seila semakin di buat terkejut dan tak percaya, mobil Bima berhenti di depan Hotel mewah.


"Ngapain ke hotel?' siapa yang di temui di sini, apakah ada pertemuan antara pembisnis, bisa jadi Kak Bima bertemu dengan rekan rekan kerja nya, kalau menemui cewek kayaknya ngak mungkin deh, Kak Bima kan cinta banget sama aku," lirihnya PD yakin pada keyakinan nya sendiri. Tapi karena sudah sampai di sini tidak ada salahnya juga dia masuk dan melihat sendiri.


Suasana Hotel yang sangat ramai untuk sesaat Seila binggun harus berbuat apa dan bagaimana namun dia ingat tujuan nya untuk mencari tau dengan siapa suaminya mengadakan pertemuan kenapa pula harus di sebuah hotel.


Sungguh tidak mungkin jika harus mencari satu persatu dari semua kamar yang ada di dalam hotel ini, lagi pula Kak Bima tak terlihat ada di sekitar hotel, Seila menyapu seluruh ruangan sebelum akhirnya memutuskan untuk bertanya langsung kepada petugas.


"Permisi mbak..?"ada di kamar berapa tamu bernama Bima Arzeta Alzaq."


"Sebentar saya lihat dulu mbak."


Untuk beberapa saat hening, sang petugas sibuk membolak balikkan buku yang dia pegang untuk mencari satu nama dan tak lama kemudian.


"Ini mbak, ada di nomor 231."


"Trimakasih, mbak!"


Bergegas Seila menuju kamar hotel nomor 231,sampai di depan pintu Seila termangu antara masuk dan tidak jika masuk itu tidak benar jika Bima tau dia pasti tidak suka, tapi jika duduk dan diam di sekitar sini belum tentu mereka keluar juga.


"Aku tidak mungkin masuk ke dalam apa lebih baik aku tunggu saja lah, ngak bakalan Kak Bima sama perempuan di dalam pasti dia menemui teman kerja nya yang juga sama sama cowok.


Seila memutuskan duduk di sekitar hotel kamar 231. Sementara di dalam kamar tampak seorang gadis sedang tersenyum sumringah melihat orang yang di tunggu nya sudah datang, tanpa rasa canggung sedikit pun gadis itu langsung menghampiri dan memeluk tubuh Bima.


"Kak Bima aku rindu sekali padamu?"seru gadis itu dengan manjanya.


Bima yang tak menyangka mendapatkan pelukan dari gadis di depannya sedikit terkesiap kaget, ternyata gadis ini masih saja sama seperti dulu.


"Nafa..tolong lepaskan jangan seperti ini malu di lihat orang." ucap Bima menggingat kan.

__ADS_1


"Malu sama siapa kak?" kan kita di dalam kamar cuma berdua."


"Ya, kan kita bukan muhrim.'


"Hemmm, selalu begitu! kak Bima gimana kabarnya apa masih sama mbak Seila."tanya Nafa seraya melepaskan pelukannya dan meraih kursi untuk duduk.


"Ya, masih dong, masak dah pindah sama cewek lain, oh, ya, kamu memanggil ku ada apa?"waktu ku cuma satu jam sebentar lagi aku harus menjemput seseorang."


"Halah, kak!" kita kan sudah lama tidak bertemu masak iya Kak Bima cuma satu jam, memangnya kak Bima ngak rindu padaku."ucap Nafa cemberut.


"Lain kali aku akan datang menemui mu lagi, oh ya kenapa kamu menginap di hotel kenapa tidak pulang ke rumah kamu yang dulu saja."


"Rumah itu sudah di sewakan, jadi mana bisa aku ke sana, Kak Bosan keluar yuk."


"Berhubung masih ada waktu boleh,"


"Tunggu sebentar aku ambil tas ku."


Ketika Bima dan Nafa sampai di luar entah mengapa hati Bima merasakan seolah-olah ada yang mengamati gerak-gerik nya, Bima menghentikan langkah kakinya dan mengedarkan seluruh pandangan nya pada ruangan di sekitar tempat itu, Melihat Bima seperti orang bingung Nafa mengeryitkan dahinya dan menatap heran pada Bima.


"Ada apa kak?" kenapa berhenti."


Bima tidak menjawab tapi tangan nya menepis perlahan tangan Nafa yang masih bergelayut manja, karena Bima diam saja kembali Nafa berseru.


"Kak ada apa?' Kak Bima mencari siapa?"


"Tidak ada apa-apa ayo."Seru Bima mempercepat langkah kakinya dan tak lagi membiarkan Nafa bergelayut manja pada lengan nya.


"Mungkin ini hanya perasaan ku, tidak mungkin Seila ada di tempat ini, tapi kenapa aku seperti merasakan ada yang mengawasi ku, mungkin aku terlalu kepikiran padanya sehingga aku berfikir Seila ada di tempat ini." Gumam Bima dalam hati.


Sampai di luar Bima segera menuju mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


"Kita mau ke mana?"


"Makan dan jalan jalan aku juga mau beli sesuatu yang bisa menghilangkan bosan nanti temani aku masuk mall ya ?"


Bima tidak menjawab cuma menggaguk saja.


Sementara di dalam Hotel Seila menatap kepergian Bima dengan tatapan sendu hatinya hancur dan sakit dia tidak pernah menyangka jika Suaminya ternyata mampu dan bisa membagi cinta sangat mesra dan sangat romantis itulah yang terlihat di depan matanya.


Menggandakan pertemuan di dalam hotel dan hanya berdua apa itu namanya jika tidak ada hubungan spesial di antara mereka, tak terasa buliran bening jatuh di pelupuk matanya. Seila segera keluar dari dalam Hotel dan memanggil taksi.


Tidak memiliki semangat dan merasakan kepala sedikit pusing Seila memutuskan untuk kembali pulang ke rumah nya.


Sementara Bima yang melihat jam sudah merasa gelisah di mana Nafa masih saja sibuk memilih semua yang di perlukan nya.


"Fa..! aku pergi duluan ini sudah satu jam lebih lima belas menit aku terlambat kamu pulang ke Hotel dengan taksi ya?"


"Apa?" Kak Bima menyuruhku pulang dengan taksi tunggu sebentar Kak ini sebentar lagi juga kelar."


"Ngak bisa fa maaf, kamu pulang pakai taksi dan jika kamu tidak ada uang rupiah ini ambil untuk bayar taksi, aku pergi dulu."ucap Bima seraya menggulurkan beberapa lembar uang merah sekitar satu juta pada Nafa.


"Tapi kak?"


"Sudah trima, aku pergi dulu."tanpa menunggu jawaban apapun dari Nafa Bima segera berlari ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hatinya betul betul khawatir karena waktu yang di janjikan sudah lewat.


"Smoga Seila belum pergi dari tempat itu,"


Setelah mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi dalam sepuluh menit Bima sudah sampai di depan supermarket di mana Seila masuk dan belanja di situ. Bima semakin resah dan was-was ketika tak melihat Seila ada di tempat itu, dengan sedikit keberanian Bima masuk ke dalam supermarket dan bertanya pada salah seorang di sana tapi tentu saja itu pertanyaan yang konyol, tapi tidak tau kenapa perasaan tak enak itu begitu kuat di dalam kalbunya hingga membuat Bima nekat bertanya untuk melihat CCTV yang ada di sana, tentu saja Bima melakukan dengan tidak cuma cuma Karena hal itu membuat mereka kehilangan waktu berharga nya.


Di dalam CCTV Bima sedikit tercengang tak percaya, pasalnya Bima tak melihat Seila membeli sesuatu dia masuk ke dalam supermarket tapi dalam jarak sepuluh menit dia keluar dengan menggunakan taksi.


"Pergi kemana Seila menggunakan taksi?"jangan...jangan Seila menggikuti ku, oh tidak jangan sampai hal itu terjadi tapi ketika aku keluar kamar hotel aku merasa ada yang mengawasi ku jangan jangan itu Seila, tidak ini tidak boleh terjadi tapi jika itu terjadi mampuslah aku tidak ada pilihan lain untuk melihat kebenaran nya aku harus kembali ke hotel itu dan melihat CCTV di sana."

__ADS_1


Bima terus bergumam dalam hati, pikiran nya begitu resah dan berkelana menerka neraka apa yang terjadi.


__ADS_2