
Malam yang sepi dan dingin itulah malam yang pertama kalinya Seila alami dan rasakan tanpa Bima sang suami yang mana kebahagiaan yang baru saja dia raih dimana sekian lama menderita lupa ingatan dan lupa keluarga kini Seila bisa tersenyum bahagia, akan tetapi cobaan muncul lagi tanpa dia dan suaminya mengerti mengapa putri mereka yang kini menjadi incaran kejahatan dari orang orang yang tak di kenal.
"Kira-kira siapa yang menjadi dalang dan menyuruh menculik Putri ku, apakah semua ini juga dilakukan Arina, apa dia masih ingin mencoba menghancurkan Aku sehingga dia kini mengunakan jalan dengan cara menculik putriku, jika semua benar Arina benar-benar wanita tak berhati, bukankah seharusnya dia bersyukur karena Kak Bima sudah menarik tuntutan nya, sehingga kini dia bisa bebas, bener bener kurang ajar wanita itu, kali ini Aku tidak akan memaafkan mu, besok Aku akan mencari dan meminta penjelasan darimu, dasar wanita tidak tau rasa trimakasih, bukankah sudah bagus jika Aku sudah tidak lagi menuntut nya sekarang kenapa masih menggangu keluarga ku, kali ini Aku sendiri yang akan membuat perhitungan dengan mu." Sungut Seila dengan wajah geram kemudian merebahkan tubuhnya di atas Ranjang.
Di tempat lain di sudut kota dengan hinggar binggar keadaan kota yang cukup ramai tepatnya di salah satu Rumah yang cukup megah tampak seorang Wanita paruh baya sedang duduk di depan teras Rumah bersama dengan salah satu wanita yang cukup cantik, dengan rambut dia ikat menjadi satu sedang duduk dengan manis di depannya.
"Kenapa Nenek belum tidur, ini sudah malam lho Nek,"ucap gadis yang duduk di sampingnya.
Sang Nenek menyungingkan sebuah senyuman.
__ADS_1
"Kemari lah mendekat padaku,"Wanita paruh baya meminta gadis itu itu mendekati dirinya.
Tanpa menunggu sang wanita paruh baya mengulang perintah nya dengan cepat gadis itu mendekat pada wanita paruh baya yang memanggil nya.
"Apakah kamu bisa bersabar,"gadis itu terkejut dengan pertanyaan aneh dari wanita paruh baya yang ada di depannya.
"Maksud Nenek apa, Aku sungguh tidak mengerti."tanya gadis itu bingung, dia mendekat pada sang Nenek yang sedang duduk di kursi sementara dirinnya memilih duduk berjongkok didepan nya.
"Apa kamu bisa bersabar dalam menunggu cucuku membuka hati untuk mu."
__ADS_1
"Maksud Nenek apa?'
"Maukah kamu menjadi istri kedua dari cucuku, Aku sangat ingin Arya memiliki istri yang baik namanya tidak tercemar karena perbuatannya, kamu kan tau jika Arina bukan lah wanita baik-baik dia wanita jahat yang tega dan Ingin membunuh dan mencelakakan suaminya demi ingin merubah wajahnya dan mengikat mantan kekasih nya, dulu Aku begitu bangga dan senang memiliki menantu seperti dia tapi setelah tau jika wanita itu ternyata tidak mencintai putraku dan hanya memanfaatkannya terlebih dia tega membuat cucuku menderita Aku tidak akan memaafkannya, Aku mau kamu yang akan menggantikan posisi Arina, kamu hanya butuh waktu untuk bisa membuat Arya mencintai mu apakah kamu bersedia.,"tanya wanita paruh baya kepada gadis yang ada di depannya."
Gadis itu mengangguk dia menerima semua yang diinginkan wanita paruh baya yang ada di depannya karena sesungguhnya tanpa diminta Gadis itu yang tak lain adalah Novi memang sudah sejak lama sangat mencintai Arya, bahkan berharap Arya menyadari dan mengerti jika dirinya sangat mencintainya karena hal itulah yang membuat Novi begitu sabar membantu penyembuhan dari Arya yang ketika itu mengalami lumpuh akibat dari serangan Arina yang membuat dirinya dan mobilnya masuk ke dalam jurang beruntung ketika itu Novi segera mengetahui sehingga nyawa Arya bisa diselamatkan.
sang nenek tersenyum senang melihat Novi menganggukkan kepala sebagai tanda bahwa dia menerima semua yang dia inginkan.
"Baiklah sekarang sudah malam sebaiknya kamu pergi tidur dan kamu harus memikirkan Bagaimana caranya agar Arya bisa secepatnya mencintaimu dan secepatnya menceraikan Arina secepatnya, Novi kamu harus bisa membuat Arya sadar bahwa sesungguhnya Arina tidak pernah mencintai dirinya Apa kamu mengerti."tanya wanita paruh baya menggingatkan.
__ADS_1
"iya Nek, aku mengerti Aku akan berusaha sebisaku agar Arya bisa mencintaiku dan melupakan Arina karena sesungguhnya Arina hanya mencintai mantan kekasihnya dan Arina hanya mempergunakan dirinya sebagai alat untuk membalas dendamnya kepada Bima."
setelah mengucapkan itu Novi bergegas pergi masuk ke dalam kambarnya untuk beristirahat hatinya berbunga-bunga di dalam kamar, meskipun sampai saat ini Arya belum merasakan cinta yang dia berikan dan sampai saat ini Arya masih belum menerima dirinya akan tetapi Arina yakin cepat atau lambat Arya akan bisa mencintai dirinya." gumam Novi bermonolog sendiri dalam hati.