
Arya tertegun dengan perkataan yang di katakan Bima, ada rasa kecewa bahkan binggung, entah harus bagaimana dan dengan jalan apa lagi istrinya bisa bebas.
"Maaf mas, jika tidak ada lagi yang akan kita bicarakan dan bahas lagi, saya permisi dulu kasian istri saya sendir di sana" Ujar Bima seraya bangkit sari duduknya. Arya menatap binggung, wajahnya kusut terlihat satu kekecewaan yang tiba-tiba menyelinap hadir di dalam relung hatinya, tapi tidak bisa berbuat apa-apa bibirnya kini terasa keluh dan pandangan matanya terlihat kosong.
Bima bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kursi di mana istrinya sedang menunggu.
"Sayang, maaf lama menunggu!"Ucap Bima sambil mendudukkan bokongnya di depan Seila yang masih asik dengan makanannya, Seila mrngaggkat wajahnya dan tersenyum.
"Memangnya bicara apa sih kak, kok Rahasia sekali, sampai aku tidak boleh ikut tau," tanya Seila penasaran dengan menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Tidak ada, cuma pembicaraan tidak penting saja, habis ini kita pulang kasian ibu Menunggu.' ajak Bima pada Seila yang seperti nya masih penasaran dengan jawaban yang Bima berikan tidak memuaskan hatinya, hal itu bisa terlihat dari sikap Seila yang tiba-tiba pamit mau ke kamar kecil.
"Kak, Seila ke kamar kecil bentar ya...?"Melihat Tatapan mata Bima yang seolah tidak percaya Seila Kembali memberikan penjelasan." mau pipis nih,"Mau tidak mau akhirnya Bima mengagguk meskipun entah mengapa hatinya mengatakan kalau Istri nya kali ini lagi berbohong.
Sudah mendapatkan izin dari Bima cepat cepat Seila bangkit dari duduknya dan beranjak pergi, menuju toilet wanita, tapi beberapa menit kemudian setelah menengok ke meja makan di mana Bima lagi menunduk dan asik dengan makanannya cepat cepat Seila pergi dari toilet dan mata indahnya langsung menyapu seluruh ruangan, dari arah samping yang mana pastinya Bima tidak akan tau.
Mata indah Seila seketika berbinar ketika apa yang dia cari sudah bisa dia temukan.
"Itu, dia!"seru Seila dalam hati yang cepat cepat langkah kakinya menghampiri satu meja paling ujung dan hanya ada satu orang laki-laki di sana.
"Maaf, boleh aku ikut duduk di sini?" tanya Seila hati-hati takut mengagetkan si epunya tempat duduk.
Laki-laki itu segera menengadakan wajahnya menatap lurus ke depan di mana sudah berdiri sosok gadis cantik di sana, yang mana kehadiran dari gadis itu membuat laki-laki itu sedikit terkejut, saking terkejutnya dia sampai menelan ludahnya dua kali berturut turut dan dengan gerakan refleks laki-laki itupun bangkit dari tempat nya berdiri.
"Kau..!'
__ADS_1
Seila tersenyum sambil menganggukkan kepala.
"Apa aku boleh duduk di sini?" tanya Seila untuk yang ke dua kali nya karena pertanyaan pertama nya tadi, belum mendapatkan jawaban dan anehnya laki-laki di depan Seila bukannya langsung mempersilahkan duduk dia justru menengok ke kiri dan ke kanan. Hal itu membuat Seila sedikit binggung hingga dia harus mengeryitkan dahinya sebagai tanda suatu pertanyaan yang meminta suatu penjelasan.
"Anda sendiri!"tanya laki-laki itu kemudian.
"Apakah saya harus berdiri saja." tanya Seila kemudian yang mana membuat laki-laki itu tersenyum sambil menepuk jidatnya.
"Oh, iya maaf kelupaan, silahkan duduk," ucap nya sambil tersenyum.
"Aku cuma ingin tau apa yang kau bicarakan dengan Suamiku kenapa aku tidak boleh tau apakah kamu dan suamiku ada Rahasia yang mana mungkin Suamiku selingkuh di belakang ku dan hanya kamu yang tau."
"Mbaknya jangan berfikir terlalu negatif begitu, ini tidak ada dan tidak seperti yang mbak nya bayangkan."
"Lalu apa yang kalian bicarakan sehingga sangat Rahasia dan di rahasiakan dari ku." tanya Seila yang masih sangat penasaran.
"Sebenarnya masalah ini tidak perlu mbknya tanyakan, karena akan menyakiti hati mbak nya."
"Akan menyakitiku, ayolah jangan makin membuat ku penasaran, katakan apa yang kalian bicarakan di belakang ku sehingga aku tidak boleh tau." Desak Seila yang sudah tidak sabar ingin menggetahui pembicaraan spa yang di lakukan orang di depannya bersama Bima suaminya.
"Saya hanya meminta untuk memberikan kebebasan berdasarkan jaminan pada istri saya yang ada di dalam penjara."
"istrimu ada di dalam penjara, lalu apa hubungannya dengan suamiku, apakah suamiku yang memenjarakan istrimu?"tanya Seila penasaran.
"Benar, karena istriku telah berbuat salah."
__ADS_1
Aku tidak pernah tau jika suamiku bermasalah dengan istrimu juga dan bahkan sampai memenjarakan nya, emangnya kesalahan nya apa?"
"Istriku menggaku sebagai istri dari suamimu,"
"Apa? Apakah yang merubah Wajah nya seperti wajahku dulu?"ucap Seila penasaran karena hanya wanita yang merubah wajah seperti dirinya yang di penjarakan suaminya.
"Benar."jawab laki-laki itu dengan suara pelan.
"Jadi gadis yang menggaku istri dari Suamiku dia punya suami?" ini aneh sekali kenapa dia nekad merubah wajahnya demi ingin mendapatkan pengakuan agar Suamiku bisa menerimanya, jangan.... jangan kamu suami yang tidak baik yang suka mengganiaya istri, Sehingga istrimu tidak tahan dengan mu dan dia kabur dengan cara merubah wajah nya agar kamu tidak bisa menggenali nya begitu."
Laki-laki di depan Seila terkekeh kecil mendengar ucapan Seila yang sangat menyudutkannya.
"Ke-kenapa, kamu justru tertawa apa kau pikir ucapanku lucu begitu," sinis Seila yang kesal karena ucapan nya justru mendapat kan balasan di tertawakan.
"Tidak... tidak mbak nya jangan suka berfikiran Negatif melulu, pemikiran mbak nya itu berlebihan aku suami yang tidak baik bahkan suka mengganiaya istri, aku itu justru hampir mati karena ulah istri ku, karena obsesi nya yang besar ingin mendapatkan cinta dan ingin memiliki Mas Bima, istriku rela mencelakakan ku dan aku memgalami kelumpuhan dalam beberapa bulan tapi karena semangat dan tekad ku untuk sembuh aku bisa kembali berjalan dengan normal." jawab laki-laki itu menjelaskan membuat Seila menelan air ludah nya dengan kasar.
"Apa?" istrimu mencelakakan mu sampai kau lumpuh."tanya Seila tak percaya."Masak iya sampai sebegitunya."
"Ini hal yang wajar,"ucap laki-laki itu datar.
"Apa?"aku benar benar tidak mengerti jalan pikiran mu, kau bilang wajar....hello...ini kriminal, jejak kriminal, kau bilang wajar aku benar benar tidak mengerti istri sudah begitu melakukan kesalahan besar tapi masih bisa di bilang wajar." Grutu Seila yang merasa kesal dan geram sendiri , dia tidak pernah membayangkan jika gadis yang merubah wajah mirip dengan nya pun bisa melakukan kejahatan pada suaminya sendiri dan aneh nya sang Suami mengaggap semua itu wajar, bener bener di luar akal.
"Aku maklum jika mbak nya pasti merasa saya itu aneh saya sangat mencintai istri saya, tapi sayangnya istri saya sangat mencintai Mas Bima dan hal itu saya menggetahui jauh sebelum kami menikah dia pernah menolak saya karena dia bilang dia tidak akan bisa mencintai saya, karena hatinya hanya mencintai Mas Bima dan saya menerima karena saya yakin cepat atau lambat istri saya akan bisa mencintai saya, untuk itu saya tidak marah ataupun kaget dengan sikap kenekatannya."
"Kau sungguh tulus mencintai istrimu, lalu apa yang kau inginkan dari Suamiku," tanya Seila ingin tau.
__ADS_1
"Aku ingin istri saya bisa di berikan kesempatan sekali lagi ijinkan dia bisa bebas dengan jaminan berapapun dan apapun syaratnya dar mbak dan Mas Bima saya siap melakukan nya."