Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 101. Tanpa Akmal.


__ADS_3

Handphone ustadz Mustafa berkali-kali berbunyi dan masuk pesan, ustadz Mustafa segera berbicara kepada Kyai ia memikirkan anak-anak Syubban yang sudah bersiap.


" Maaf Kyai, kita harus segera ke acara itu, anak-anak juga pasti sudah menunggu di sana, " ustadz Mustafa.


Kyai masih memandang Akmal dan belum menjawab ucapan ustadz Mustafa, ibu Akmal yang duduk disamping Akmal mengetahui hal itu dan segera bangun menghampiri Kyai dan ustadz Mustafa.


" Kyai dan ustadz ada acara ya, tidak apa-apa, kalian pergi saja. Ada saya yang akan menjaga Akmal disini, " ibu Akmal.


" Sebelumnya kami mohon maaf bu, kami tidak bisa menjaga Akmal dengan baik sehingga Akmal bisa mengidap penyakit bahaya seperti ini," Kyai.


Ibu Akmal menggelengkan kepalanya ia tidak menyalahkan Kyai dan ustadz Mustafa untuk keadaan Akmal saat ini.


" Tidak Kyai, ini bukanlah salah kalian. Akmal sudah ditakdirkan mengidap penyakit ini, tapi saya akan terus berdoa agar ada keajaiban sehingga Akmal bisa sembuh. " ibu Akmal dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


" Aamiin, " ucap Kyai dan ustadz Mustafa.


" Kalau begitu saya dan Mustafa pergi dulu bu, Insya Allah saya akan kembali setelah acara." Kyai.


" Iya Kyai, " ibu Akmal.


" Assalamualaikum, " Kyai diikuti dengan ustadz Mustafa.


Ketika ibu Akmal ingin menjawab salam, suara Akmal yang bergetar dan serak mengejutkan semua orang.


" Tunggu Kyai! " ucap Akmal yang berusaha menahan sakitnya dan berusaha bersuara keras.


Seketika semua menoleh ke arah Akmal dan terdiam membisu melihat Akmal yang terlihat sangat lemah dengan wajah yang pucat.


" Kyai, saya ikut ke acara itu, saya ingin sholawat bersama teman-teman lagi, Kyai." Akmal memandang dalam Kyai dengan matanya yang merah.


Semuanya menjadi kaget setelah mendengar semua itu. Ibu Akmal mendekati anaknya dan berusaha menjelaskannya.


" Akmal, untuk saat ini kamu jangan ikut dulu ya nak, kondisi kamu saat ini sangat lemah dan Akmal juga merasa sangat sakit ketika berbicara. " jelas ibu Akmal mengelus kepala Akmal dengan lembut.


" Tidak bu, Akmal..." Akmal terbata-bata.


" Ibu kamu benar Akmal, kamu harus cepat sembuh supaya kamu bisa bersholawat bersama teman-temanmu, " sambung Kyai.


" Akmal, kamu harus istirahat dulu, nanti kalau kamu sudah sehat baru kamu bisa ikut sholawat lagi, oke." ustadz Mustafa.


Akmal memang sangat sulit untuk berbicara ketika ia ingin mengatakan sesuatu tiba-tiba suaranya hilang dan Akmal tidak bisa berbicara. Akmal memandang ibunya, Kyai dan ustadz Mustafa secara bergantian hingga akhirnya ia menganggukkan kepalanya.


" Nah, sekarang Akmal istirahat ya nak, Kyai dan ustadz Mustafa silakan pergi, nanti telat lagi Kyai, " ibu Akmal.


" Baik bu, kita pamit pergi dulu, assalamualaikum. " Kyai begitu juga dengan ustadz Mustafa yang mengucap salam.


" Wa'alaikumsalam, " jawab ibu Akmal, sementara Akmal yang sudah tidak tahan dan sulit berbicara menjawabnya dalam hati.


" Sekarang Akmal makan ya nak, ibu sekarang ada disini dan akan nyuapin kamu, " ibu Akmal.


Akmal menganggukkan kepalanya perlahan, dibantu ibunya Akmal bangun dan melepas oksigen yang terpasang pada hidung dan mulutnya.


Dengan penuh perhatian ibu Akmal menyuapi Akmal makan. Banyak pertanyaan dalam pikiran Akmal tetapi ia tidak bisa mengeluarkannya ia sungguh merasa sedih dan berusaha menahan kesedihan itu.


❣️Ponpes❣️

__ADS_1


Para anggota Syubban masih menunggu di tempat latihan dengan wajah mereka yang terlihat kusam karena sudah lelah menunggu.


" Ayo semuanya, segera masuk! Kita harus cepat! " teriak ustadz Mustafa.


" Ayo anak-anak, segera atur dan masuk kedalam mobil! " teriak Kyai dari dalam mobil.


Semuanya mulai bangun dan melangkah masuk menuju mobil ustadz Mustafa dan Kyai dengan cepat. Setelah semua anggota masuk mulailah mereka berangkat menuju tempat acara.


Azmi duduk paling pojok bersama Aban yang duduk disampingnya dan hanya terdiam tanpa sepatah kata apapun.


" Ban, " panggil Azmi memandang Aban yang enggan menoleh ke arahnya.


" Apa? " jawab Aban ketus.


" Eee, apa, ya? Lupa aku Ban, sek bentar-bentar, " Azmi mencoba memikirkan sesuatu.


Ahkam yang ada di samping Aban merasa kasihan dengan Azmi yang mencoba berbicara kepada Aban yang masih kecewa dengannya.


Tiba-tiba mobil Kyai berhenti.


" Udah sampai, Kyai? " tanya Azmi sesekali ia memandang ke arah luar.


" Iya, ayo turun! Kita harus cepat! " perintah Kyai.


Azmi membuka pintu mobil dan turun begitu juga dengan yang lainnya. Mereka melangkah menghampiri ustadz Mustafa dan anggota yang lain.


" Ayo, kita langsung masuk saja, " ustadz Mustafa.


" Ayo anak-anak, " Kyai.


Dengan langkah cepat mereka mulai masuk ke tempat acara yang sangat mewah dan besar itu.


" Wa'alalikumsalam, tim hadroh Syubbanul Muslimin, kan? " tanya seorang bapak yang merupakan pemilik acara itu.


" Betul pak, maaf kami datang agak telat, " Kyai.


" Tidak Kyai, untung saja kalian datang tepat waktu, ayo anak-anak langsung saja naik ke atas panggung, semua orang sudah menunggu kalian semua. " Pemilik acara.


Anggota Syubban menganggukkan kepala mereka.


" Semangat ya, tampilkan yang terbaik! " ustadz Mustafa.


" Pasti ustadz, " Ahkam.


" Kita naik dulu ustadz, Kyai. " tambah Ali.


" Iya, jangan lupa bismillah, " Kyai.


Mereka semua mulai melangkah mendekati panggung.


Mc yang sudah mengetahui kedatangan mereka segera memberitahu para jama'ah.


" Harap tenang semua!" ucap Mc dengan tegas.


Seketika semua jama'ah terdiam dan sedikit lebih tenang.

__ADS_1


" Yang kita tunggu sudah datang, " Mc.


Mendengar hal itu membuat para kaum hawa teriak histeris karena tim Syubban sudah mulai dikenal di daerah mereka.


" Tenang semua, tenang! " Mc.


Mereka mulai tenang dan sangat tidak sabar menunggu penampilan dari anggota Syubban.


" Silakan naik semua, ayo! " ucap Mc kepada tim Syubban yang menunggu dibawah.


Tim Syubban menganggukkan kepala mereka dan satu-persatu dari mereka mulai naik ke atas panggung. Setelah semua naik mereka mulai duduk dan membentuk barisan seperti biasa dan hari ini mereka kehilangan satu vocalis yaitu Akmal.


Sorakan kembali hadir untuk mereka dan membuat suasana semakin ramai.


Para panitia terus menenangkan para kaum hawa yang terpesona dengan tim Syubban.


" Ingat semuanya harus kompak! Masalah Azmi jangan kita bawa ke panggung ini! Kita harus menampilkan yang terbaik!" ucap Ahkam kepada semua tim Syubban.


Mereka mulai mengerti dan menganggukkan pelan kepala mereka.


Senyuman manis Azmi membuat kaum hawa semakin berteriak histeris.


" Aduh ganteng parah tuh vocalis, " cewek 1.


" Iya, iya, habis acara ini, aku harus minta nomer wa nya, " cewek 2.


" Heh, mimpi aja kamu tuh, mana mungkin dapat nomer wa nya, dia itu tinggal di pesantren, " cewek 3.


" Udah-udah, percuma kalian rebutin dia karena dia cuma punya aku, " cewek 1 dengan pd nya.


Serentak semua temannya menyoraki dirinya.


" Mas, mulai mas, " ucap Azmi kepada Ahkam yang ada di sampingnya.


Ahkam menganggukkan kepalanya dan menepatkan mikrofonnya pada mulutnya.


" Bisa kita mulai, " ucap Ahkam kepada semua jama'ah.


" Bisaaaa... " jawab semua jama'ah.


Dengan mengucap bismillah para tim Syubban memulai penampilan mereka. Para jama'ah begitu menikmati dan ikut melantunkan sholawat mereka.


Banyak yang mengambil video mereka dan dijadikan sebagai story di WhatsApp, Instagram ataupum Facebook hal itu membuat banyak mata yang melihat penampilan mereka termasuk teman Mufti yang sedang nongkrong di sebuah warung makan.


" Eh, ini, ini kan.. " teman Mufti begitu kaget.


" Apa sih? " tanya Mufti memandang temannya.


" Gebetan gue lagi buat story wa dan ini kan anggota rebana yang kampungan itu, kan? Coba lihat deh, nih. " teman Mufti menunjukkan video story yang ia lihat.


" Wah iya tuh, ini muka-muka mereka, gue ingat banget, " ucap salah anggota Band.


" Belagu banget mereka sekarang, ini gak bisa di biarin! Ayo, kita ke acara itu! " Mufti terlihat wajahnya yang sangat marah.


" Tapi Muf, ini makanannya, gimana? " tambah anggota Band lainnya.

__ADS_1


" Udah gak usah mikirin makanan, ayo! " Mufti mulai melangkah menuju motornya, melihat itu semua anggota Band juga ikut melangkah menaiki motor mereka dan pergi menuju tempat acara itu.


Bersambung...


__ADS_2