
Malam ini tim Syubbanul Muslimin baru saja selesai tampil mengisi sebuah acara hajatan di sebuah kampung yang lumayan jauh dari pondok pesantren. Mendapat informasi tentang keberadaan tim Syubban, Mufti bersama teman-temannya langsung melaju ketempat kejadian. Walau jarak yang cukup jauh, Mufti tetap saja kekeh memerintahkan semua anggotanya untuk ikut dengannya.
Para anggota Syubban melangkah bersama dan seperti biasanya Kyai dan Ustadz Mustafa selalu menyempatkan diri untuk berbincang dengan pemilik acara.
Greng...Greng... Greng....
Suara motor terdengar semakin dekat ke arah tim Syubban yang tengah berjalan bersama, sudah dari kejauhan Mufti menargetkan Ali yang berdiri membawa rebana dan berjalan paling pojok untuk menyerempetnya ia semakin mengegas motornya di jalan yang sudah sepi tapi, Azmi yang mengetahui kedatangan Mufti yang ingin menyerempet Ali segera bergerak mendorong Ali dan menghalangi semua teman-temannya.
Akhirnya Azmilah yang terserempet cukup keras hingga ia terjatuh, kepala Azmi terbentur cukup keras, pecinya terlepas, Azmi berteriak kesakitan. Para anggota Syubban bergerak cepat untuk menolong Azmi.
Anggota Band masih belum melarikan diri, mereka berhenti dan malah mendekati semua anggota yang sedang menolong Azmi.
Ali segera berdiri mendekati Mufti.
" Maksud kamu apa buat kaya gini? Kamu sama teman-teman kamu sengaja, kan? Kalian mau buat kami semua celaka? " ucap Ali ia sangat kesal dan meluapkan semua amarahnya.
Sementara Azmi masih memegangi tangan kanannya yang terdorong oleh badan motor cukup keras sehingga membuat tangannya tergores.
" Kalau iya kenapa? " jawab Mufti sama sekali tidak merasa bersalah dan malah tersenyum licik kepada Ali.
" Kalian jahat banget, sih? Salah kita apa sama kalian? " tambah Muhklis yang sudah sangat kesal melihat wajah-wajah anggota Band itu.
" Pakai nanya lagi, salah kalian itu banyak, " jawab salah seorang anggota Band.
" Huft, cuma tim rebana kampungan, cita-citanya tinggi banget. Gue saranin kalian berhenti mimpi deh, kalau jatuh sakit entar, " sambung anggota Band yang berdiri di sebelah Mufti dengan tangan yang ia lipat dengan wajah yang sangat meledek anggota Band.
Melihat rebana yang berserakan, Mufti mengode kepada semua anggotanya untuk menghancurkan semua rebana yang sudah jatuh akibat para anggota yang kaget dan saling dorong mereka kaget dan berusaha menyelamatkan diri karena anggota Band yang terus melaju ke arah mereka.
Tanpa berpikir panjang, semua anggota Band segera menghancurkan rebana-rebana milik tim Syubban. Tim Syubban berusaha melawan tapi rebana-rebana mereka telah habis tidak berbentuk.
Rebana-rebana itu di lempar keras setelah dihancurkan dengan cara di injak-injak, di pukuli dengan batu dan di banting.
__ADS_1
Setelah selesai anggota Band itu malah tertawa dengan kerasnya mereka sangat senang melihat wajah-wajah tim Syubban yang sedih dan kusut meratapi semua alat musik mereka yang telah hancur.
Azmi yang biasanya selalu sabar kali ini sudah tidak tahan lagi, tatapannya begitu tajam dan mengerikan mengarah kepada Mufti, tangannya mengepal keras hendak menyerang Mufti dan benar saja satu pukulan keras ia hantamkan tepat di wajah Mufti yang sedang asyiknya tertawa.
" Kalian gak berhak atas semua ini! Dan aku minta buat kalian semua ganti rugi atas apa yang telah kalian perbuat! Kalian gak malu apa? Bisanya cuma ngehancurin dan ini semua kalian buat cuma karena kalian benci, kan? Melihat kami sukses!" Azmi kata-katanya begitu jelas di telinga Mufti ia masih memegangi bagian bawah bibirnya yang baru saja di pukul Azmi.
Lagi-lagi Mufti tersenyum licik ia berdiri tegak dan menatap Azmi penuh kebencian.
" Berani juga lo, ya? Tapi lo, bukan tandingan gue!" Mufti di akhir kalimatnya ia mengangkat tangannya hendak memukul Azmi tapi itu di hentikan oleh Ahkam yang ingin melindungi Azmi.
" Jangan berani sama anak kecil! Lagian semua yang kalian lakuin ini gak ada gunanya dan kalian gak akan dapat keuntungan apapun!" tegas Ahkam dengan tatapan tajam sembari menggenggam erat tangan Mufti setelah itu ia lepaskan dengan cukup keras.
Sedari tadi ternyata ada yang memvideokan aksi Azmi dan Ahkam yang mencoba melawan untuk membela diri mereka.
" Eh, lo ngapain hah? " tanya Mufti mendekati anggotanya yang asyik mengarahkan layar hape kepada Azmi, Ahkam dan Mufti.
Pemuda Band itu mematikan videonya dan memberikan senyuman kepada Mufti.
" Wah, ide bagus juga tuh. Nama mereka kita bikin jelek aja, " sambung anggota Band lainnya.
" Mas, jangan jadi penyebar berita hoaks! Itu cuma dilakuin sama orang yang gak punya hati! " tegas Azmi.
" Pintar juga lo, ide bagus. Kita buat mereka ini dibenci sama semua orang! " Mufti.
Ahkam menggelengkan kepalanya dan hendak merampas hape yang ada di tangan anggota Band yang telah menyimpan video itu tapi ia malah di dorong dengan keras hingga terjatuh.
Azmi dan Aban segera membantu Ahkam berdiri perlahan.
" Sampai jumpa lagi tim hadroh kampung! tungguin aja hadiah spesial gue buat kalian! " ucap Mufti tersenyum licik mendekati Azmi.
" Kalian jangan sembarangan, ya! Kita gak punya salah sama kalian!" sentak Ali penuh kemarahan.
__ADS_1
" Iyo, bener. Kalian gak boleh sebarin berita gak benar iku! " sambung Udin.
Semua anggota Syubban juga melawan agar para anggota Band tidak menyebarkan video hoaks.
" Bodo amat. Yang penting sekarang gue udah punya cara buat ngehancurin kalian semua! Ayo guys, kita cabut!" Mufti mengajak semua teman-temannya untuk segera pergi.
Azmi sempat mengejar tapi semua anggota Band itu melaju dengan kecepatan super ngebut dan Ali juga sempat meneriaki anggota Band.
" Wah, benar-benar gawat nih! Mereka semua kenapa gak suka banget, sih? Sama kita, salah kita apa coba? " Firman penuh keheranan.
" Aku udah gak tau lagi harus gimana? Sekarang semua alat musik kita hancur." sambung Ali dengan keluhan.
" Azmi, mas Ahkam, kalian gak papa? tanya Aban mengkhawatirkan keadaan Azmi dan Ahkam yang terluka.
Azmi dan Ahkam hanya menggelengkan kepalanya wajah mereka tampak murung terus berpikir apa lagi yang akan terjadi selanjutnya.
Di saat semua anggota Syubban tengah bersedih dan bingung, Kyai dan Ustadz Mustafa masih terlihat sibuk dengan urusan mereka hingga hal buruk terjadi.
Video telah diedit, seakan-akan tim Syubbanlah yang telah mencelakakan semua anggota Band.
...Isi video...
Di awal video terlihat Mufti dengan wajah penuh luka ia berkata bahwa semua ini tingkah dari anggota Syubban.
" Halo guys, ini gue baru aja di pukul sama anak santri, tim hadroh yang sekarang terkenal di kampung ini. Gue gak tau salah gue apa dan tiba-tiba aja mereka nyerang gue sama teman-teman gue. Gue tau mereka santri, tapi apakah ini perilaku seorang santri?" ucap Mufti dalam videonya tidak hanya itu ia juga menambahkan video Azmi yang memukulnya dan video Ahkam yang sedang menggenggam erat tangannya.
Video itu memang terlihat seolah-olah tim Syubbanlah yang telah mencelakai anggita Band.
Dan tepat sekali pemilik acara melihat video itu ia langsung memasang wajah kecewa kepada Kyai dan Ustadz Mustafa.
Bersambung...
__ADS_1