
Assalamualaikum, kembali lagi sama author, Alhamdulillah bisa up terus karena lagi libur daring. Ikutin updatenya terus ya, kerena kisahnya masih panjangggg 😊.
Oke langsung aja mulai, Selamat membaca ❣️.
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Azmi bingung dengan apa yang Akmal lakukan, yaitu terus-menerus menyuruh Azmi untuk kembali menerima uang yang ia berikan.
"Mas Akmal, Azmi ikhlas ngasihnya kok, lagi pula ustadz kan pernah bilang sesuatu yang udah kita kasih gak boleh kita ambil lagi, benar kan mas Akmal." Azmi.
Akmal hanya terdiam dan menurunkan amplop yang ia letakkan di tangan Azmi.
"Iya mas,Azmi benar ,kalau kita ngambil barang yang udah kita kasih sama aja kita ngejilat ludah yang udah kita keluarin,eh gimana sih?, aku benar kan Mi," Aban.
Azmi tertawa kecil sembari memandang Aban dan Akmal bergantian.
"Iya ,kamu benar Ban, "Azmi.
"Tapi Azmi, kenapa kamu kasih uang sebanyak ini ke aku?,Azmi, mas udah banyak salah sama kamu. " Akmal.
"Kita gak perlu kasih alasan mas, kalau niat kita baik buat nolong orang, udah mas Akmal,Azmi mohon terima uang Azmi ya, " Azmi.
"Iya Mi, aku hutang budi banget sama kamu, terimakasih ya, " Akmal.
"Sama-sama mas, " Azmi.
Adzan duhur terdengar dari Masjid pesantren, dan seperti biasa Ahkam yang selalu mengumandangkan adzan duhur.
"Mi, kita harus cepat wudhu nih,"Aban.
"Iya, kalau gitu kita duluan mas,assalamualaikum." Azmi.
"assalamualaikum,mas Akmal duluan." Aban.
"Wa'alaikumsalam,iya. " Akmal.
Azmi dan Aban pergi meninggalkan Akmal. Akmal memandangi amplop yang ia pegang sembari tersenyum memandang kembali langkah Aban dan Azmi yang sudah menjauh.
Setelah sholat duhur berjama'ah, seperti biasa para santri diberi waktu untuk tidur siang selama kurang lebih 55 menit.
Azmi dan Aban sudah mengganti baju mereka.Azmi duduk melepas pecinya ,meletakkannya di atas lemari kecil tempat Azmi menaruh pakaiannya. Azmi mulai merebahkan dirinya dan menatap semua teman kamarnya.
"Mas Ahkam, Azmi lihat dari tadi mas cuek banget sama Azmi,kenapa mas?, Azmi punya salah, ya mas."tanya Azmi kembali duduk sembari menatap Ahkam yang sedang membaca kitabnya.
Ahkam menutup bukunya dan memandang Azmi yang tersenyum kepada dirinya.
" Azmi, kamu ngasih apa sama Akmal?." tanya Ahkam dengan tatapan tajam.
"Jadi mas Ahkam udah tau,Azmi ngasih sebagian tabungan Azmi mas." jawab Azmi.
"Kamu merasa udah banyak uang Mi, sampai kamu ngasih uang ke Akmal." Ahkam.
"Bukan gitu mas, Azmi cuman mau bantuin mas Akmal. " jawab Azmi tenang sembari senyuman yang terus saja terlukis di wajahnya.
Mendengar itu Ahkam hanya terdiam memandang Azmi.
"Udah-udah Ahkam,Azmi,tidur cepat,lihat Aban udah lelap banget dia." Muhklis.
"Ya udah Mi, kamu tidur." Ahkam.
Azmi mengangguk.
__ADS_1
" Iya mas." Azmi,ia mulai merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya.
Ahkam tersenyum melihat Azmi yang mulai tidur, Ahkam juga merebahkan dirinya dan memejamkan matanya.
*************
Pelajaran setoran hafalan sudah selesai, para santri di persilahkan untuk pergi ke ruang makan para santri dan menikmati makanan mereka.
Azmi dan Aban duduk bersama di meja makan mereka membawa makanan dan minuman mereka. Rifki yang melihat Azmi dan Aban juga datang menghampiri Ami dan Aban.
"Akhirnya, waktu makan datang juga." Rifki sembari duduk di sebelah Azmi.
Azmi dan Aban tersenyum memandang Rifki yang dengan lahap menyantap makanannya.
"Pelan-pelan Ki," Aban.
"Udah baca doa belum, di barengin setan entar. " Azmi.
"Eh iya Mi, aku belum baca doa." Rifki menghentikan makannya.
"Nah hayo, udah sama setan tuh makannnya. " ledek Aban.
"Ban, jangan gitu,kayak orang indigo aja ngomongnya. " Rifki.
Aban dan Azmi tertawa kecil.
"Ya udah berdoa aja lagi. " Azmi.
"Iya, iya Mi, aku doa lagi. " Rifki, ia mulai membaca doa makan.
" Eh Ki,bukan doa itu. " Azmi.
"Hah?, salah Mi, emang doa apa?. " Rifki.
"Gak kok Ban, aku cuman lupa aja. " Rifki.
"Masaa. " ledek Aban lagi.
"Udah, doa kalau kita lupa baca doa makan waktu pertengahan makan itu, Bismilahi awwalahu wa akhiruhu(mohon maaf jika penulisan salah),gitu Ki, " Azmi.
"Oh iya Mi, makasih udah ngingetin aku." Rifki,ia mulai membaca doa yang Azmi beritahu dan melanjutkan makannya.Begitu juga dengan Azmi dan Aban yang mulai memakan makanannya.
Setelah makan, Azmi, Aban dan Rifki berjalan bersama menuju kamar mereka.
"Ya udah Ban, Mi, aku mau ke kamar ku, assalamualaikum." Rifki.
"Wa'alaikumsalam. " Azmi dan Aban bersamaan.
"Azmi, besok kita udah mulai lombanya ,kamu udah siap Mi, " Aban.
" Ya pasti siap lah Ban, kamu gimana?." Azmi.
"Aku,aku siap kok. " Aban.
"Bagus deh, aku yakin kamu pasti menang Ban, "Azmi.
"Aamiin,aku juga yakin Mi, kalau kamu menang. " Aban.
"Aamiin, pokoknya kita harus semangat Ban, buat besok. " Azmi.
"Iya Mi, " Aban.
__ADS_1
"Gimana kalau sekarang kita sholawatan?." Azmi.
"Oke," Aban.
Azmi tersenyum, ia merangkul Aban.
Azmi dan Aban berjalan menuju kamar mereka sembari melantunkan sholawat mereka.
Helmi yang sedari tadi berpura-pura berbincang dengan seorang santri menguping pembicaraan Azmi dan Aban.
"Ini gak bisa dibiarin, mereka semangat banget buat lomba besok, aku harus bilang ini ke Zakir." Helmi, ia melangkah hendak pergi dan menghampiri Zakir.
"Eh Hel,mau kemana?. "tanya santri yang sedari tadi diajak bicara.
"Mau ke kamar, udah dulu ya, assalamualaikum." Helmi.
"Ya udah, wa'alaikumsalam. "santri itu.
Terlihat Zakir dan Sihin yang sedang berada di depan pintu Uks.Helmi menghentikan langkahnya ketika melihat Zakir dan Sihin.
"Nah itu dia, ngapain berdiri disitu. " Helmi, ia melanjutkan langkahnya menghampiri Zakir dan Sihin.
"Kir." ucap Helmi menepuk pundak Zakir.
"Huh, kamu Hel, ngagetin aja. " Zakir.
"Ngapain sih, lihatin orang yang lagi sakit?." Helmi.
"Udah ,kamu lihat aja nanti. " Zakir.
Ali yang bertugas sebagai pengurus orang yang sakit keluar dari ruangan itu. Zakir yang mengetahui itu segera menghampiri dan menghentikan langkah Ali.
"Mas Ali. " Zakir.
"Zakir, ngapain di sini?. " Ali.
Helmi dan Sihin hanya bisa terdiam melihat kelakuan Zakir.
"Mas, aku mau minta obat yang mas kasih ke santri itu dong." Zakir menunjuk ke arah santri yang tertidur pulas.
"Obat ini, buat apa?, dia itu lagi pusing, jadi mas kasih obat ini pengaruhnya itu buat dia ngantuk berat dan akhirnya dia tidur, entar waktu dia bangun udah hilang pusingnya." Ali.
"Nah itu mas, temanku ada yang sakit, Zakir mau minta obatnya mas. " Zakir.
"Ada yang sakit, kenapa gak bawa kesini Kir?," Ali.
"Emmm, dia gak mau, obatnya aja mas,kasih aku. " Zakir.
"Ya udah ini, kalau masih sakit bawa kasini aja. " Ali.
"Iya mas, pasti, makasih mas Ali. " Zakir.
"Sama-sama, aku pergi dulu Kir,assalamualaikum." Ali.
"Wa'alaikumsalam. " Zakir.
Helmi dan Sihin segera menghampiri Zakir.
"Kir, buat apa sih obatnya?."Helmi.
"Iya Kir,emang kamu pusing?."Sihin.
__ADS_1
"Kalian lihat aja nanti. " Zakir tersenyum licik memandang obat yang ia pegang.
Bersambung........