Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 57. Di Bawa Kerumah Sakit.


__ADS_3

Para santri beramai-ramai turun dari Masjid pesantren. Azmi dan Aban berjalan bersama turun dari pesantren mereka bertemu dengan Zakir, Helmi dan Sihin yang berpapasan dengan mereka.


" Azmi, " ucap Sihin menyapa Azmi.


" Iya Hin. " Azmi membalas sapaan Sihin.


" Hin,gak usah nyapa-nyapa dia, ayo. " Zakir terus menarik tangan Sihin pergi dari sana.


" Heh Mi, jangan mimpi ya bisa jadiin Sihin itu teman kamu. " ucap Helmi dan pergi begitu saja.


" Apaan sih tuh orang ?,gak jelas banget. " Aban yang merasa sangat kesal.


" Udahlah Ban, biarin aja. " Azmi.


Mereka kembali melanjutkan langkah mereka menuju kamarnya. Sampainya dikamar terlihat Ahkam dan Muhklis yang memperlihatkan ekspresi sedih.


" Assalamualaikum. " ucap Azmi dan Aban.


" Wa'alaikumsalam. " jawab Ahkam dan Muhklis lemas.


" Pada kenapa semua?, " tanya Azmi bingung.


" Azmi, Aban, Akmal dibawa ke rumah sakit." Muhklis dengan sangat sedih.


" Mas Akmal, kenapa mas Akmal?." Azmi ikut khawatir.


" Mas Akmal sakit apa mas?. " Aban.


" Kita juga gak tau, tadi kita lihat ustadz Abdullah dan teman-teman yang lain bawa Akmal, kata Ali dari tadi Akmal batuk terus dan waktu mau ke Masjid Akmal pingsan,hidung sama mulutnya banyak ngeluarin darah. " ucap Ahkam.


" Kalau Akmal masih seperti ini, besok dia gak bisa ikut. " Muhklis.


" Ya Allah,mas Akmal. "Aban.


" Enggak bang, kita harus berdoa buat mas Akmal, semoga mas Akmal cepat sembuh dan semoga gak terjadi apa-apa sama mas Akmal. " Azmi.


" Aamiin. " Ahkam, Muhklis dan Aban.


Semua terlihat sangat bersedih dan berharap Akmal bisa ikut dalam acara besok .


Teng... Teng... Teng...


Bel ngaji kitab berbunyi.


" Ayo kita ngaji dulu Mi, Ban. "Ahkam.


" Iya mas, ayo Mi. " Aban.


Azmi menganggukkan kepalanya.


Mereka berangkat bersama menuju Masjid pesantren untuk mengaji kitab. Dengan langkah kaki yang pelan dan lemas karena khawatir dengan Akmal.


Sesampainya disana Kyai juga meminta doa untuk Akmal agar di sembuhkan penyakitnya.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. " Kyai.

__ADS_1


" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. " jawab semua santri termasuk santri putri yang ikut mendengarkan dengan di batasi tembok pesantren.


" Saya tadi dapat kabar, bahwa santri yang bernama Muhammad Akmal Kholilul Rahman dibawa kerumah sakit karena terkena sakit yang cukup parah, Akmal banyak mengeluarkan darah dari hidung dan mulutnya.Karena takut terjadi apa-apa ustadz Abdullah segera membawanya kerumah sakit. Saya minta kita semua berdoa untuk nak Akmal, supaya tidak terjadi apa-apa." Kyai.


" Aamiin. " Semua santri.


Mendengar nama Akmal membuat santri putri yang bernama Aisyah tergetar hatinya dan merasa sangat sedih.


Aisyah meneteskan air mata ketika Kyai membacakan doa.Semua santri mengaminkan doa dari Kyai dan melanjutkan pelajaran ngaji kitab mereka.


......Di Rumah sakit.. ......


Dokter keluar dari rumah sakit dan menghampiri ustadz Abdullah dan juga ustadz Ridwan yang ikut mengantarkan Akmal.


" Bagaimana Dokter keadaannya santri saya?." ustadz Abdullah dengan sangat khawatir.


" Saudara Akmal mengidap penyakit yang sangat berbahaya yaitu Pneumonia atau radang paru-paru,yang bisa menyebabkan kematian." Dokter.


" Astaghfirullah, " ustadz Abdullah dan ustadz Ridwan bersamaan dan saling pandang.


" Tapi Akmal masih bisa disembuhkan kan, Dokter." ustadz Abdullah.


" Saya belum bisa memastikan, tapi saya akan memberikan obat yang harus ia minum setiap hari, Akmal tidak boleh terlalu lelah atau berada di tempat yang dingin, ini bisa membuat keadaannya makin parah. " Dokter.


" Baik Dok, terimakasih." ustadz Abdullah.


" Sama-sama, mari. " Dokter melangkah pergi.


" Iya Dok,mari." ustadz Abdullah dan ustadz Ridwan.


" Sebaiknya kita beritahukan ketika kondisi Akmal sudah cukup baik . " ustadz Ridwan.


" Iya, kamu benar, ayo kita masuk. " ustadz Abdullah.


Ustadz Ridwan menganggukkan kepalanya. Terlihat Akmal yang belum juga membuka matanya terpasang oksigen di hidungnya dan infus ditangannya. Mata ustadz Abdullah dan ustadz Ridwan berkaca-kaca karena tidak tahan melihat kondisi Akmal yang sangat lemas.


" Kasihan Akmal, dia anak yang sangat baik. " ustadz Abdullah.


" Iya mas, saya juga kenal sekali sama anak ini, dia anak yang sangat berbakat. " ustadz Ridwan.


Perlahan Akmal membuka matanya dan melihat ustadz Ridwan dan ustadz Abdullah yang ada dihadapannya.


" Ustadz," ucap Akmal dengan suara yang bergetar.


" Akmal, bagaimana?, apa ada yang sakit?." ustadz Abdullah.


" Tidak ustadz, ustadz, Akmal sakit apa?. " tanya Akmal.


" Emmm, kamu...... "ustadz Abdullah.


" Akmal, kamu istirahat dulu ya, kamu baik-baik saja kok, oh iya, kamu harus banyak minum. Ayo nak,bangun dulu. " ustadz Ridwan memotong pembicaraan ustadz Abdullah.


Ustadz Abdullah memandang ustadz Ridwan, ustadz Ridwan menganggukkan kepalanya dan tersenyum sembari membantu Akmal duduk dan melepas oksigen yang ada di hidung Akmal. Ustadz Abdullah segera mengambil sebotol air yang baru saja ia beri dan Memberikannya kepada ustadz Ridwan.


" Ayo Akmal, minum dulu yang banyak. " ustadz Ridwan.

__ADS_1


"Ustadz, tenggorokan saya sakit sekali, saya tidak kuat bicara ustadz. " ucap Akmal dengan suara bergetar.


Ustadz Abdullah dan ustadz Ridwan saling pandang dan merasa kasihan kepada Akmal.


" Nah, maka dari itu kamu yang banyak minumnya. " ustadz Abdullah.


Akmal menganggukkan kepalanya, ia menerima sebotol air yang sudah terbuka dari tangan ustadz Ridwan. Mulailah Akmal meminum air dengan cukup banyak.


Dokter datang untuk memeriksa Akmal kembali.


" Sebentar ya, saya akan periksa lagi. " Dokter.


" Baik Dok. " ustadz Abdullah.


Dokter mulai memeriksa keadaan Akmal, ia juga menyuruh Akmal untuk membuka mulutnya.


" Baiklah, ini obatnya, ingat di minum dua kali sehari tepatnya setelah makan, dan nak Akmal, tidak boleh ke cepek'an. " Dokter.


" Baik Dok. " ustadz Abdullah menerima obat yang di berikan Dokter.


" Kalau gitu saya permisi ,mari. " Dokter.


" Iya Dok, terimakasih. " ustadz Abdullah.


" Ustadz,kenapa Dokter nyuruh saya buat minum obat ?,Akmal kan sakit apa-apa. " Akmal.


Ustadz Abdullah dan ustadz Ridwan saling pandang.


" Emm, Akmal,kamu harus minum obat,supaya kejadian seperti tadi tidak terulang lagi dan keadaan kamu bisa membaik. " ustadz Ridwan.


" Iya Akmal, kamu harus minum obat, " ustadz Abdullah.


" Baik ustadz. " Akmal.


" Ayo, Dokter sudah memperbolehkan kamu pulang. " ustadz Ridwan.


Akmal menganggukkan kepalanya. Perlahan mereka berjalan menuju mobil untuk pulang.


...Pesantren......


Pelajaran mengaji kitab sudah selesai. Azmi dan Aban turun dari Masjid dan tiba-tiba dihentikan oleh Zakir.


" Azmi, penyebab mas Akmal itu kamu. " ucap Zakir.


" Eh Kir, ngomong apa sih kamu? , apa hubungannya sama Azmi?. " Aban.


" Iya, aku tau, mas Akmal sakit itu gara-gara kamu Mi, " Zakir semakin berbicara yang tidak jelas membuat Azmi dan Aban bingung.


" Bukan Azmi Kir, Akmal memang udah sakit, kamu ngapain sih ngomong gak jelas kayak gitu?,ngantuk? 9. " Ali yang mendengar semuanya.


" Ustadzah, saya ingin bertemu kakak saya, dia sakit. " ucap Aisyah dari gerbang dekat pesantren yang memaksa agar dirinya bisa masuk ke tempat santri putra.


Mendengar suara tangisan itu membuat Azmi, Aban, Zakir dan Ali terdiam dan memandang ke arah gerbang.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2