Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 61. Di Puji.


__ADS_3

" Gawat, kita bakal dimarahin lagi nih," Ali mendekati Akmal.


" Iya pak, ada apa?. " ucap Kyai memandang pemilik acara yang sudah berdiri dihadapannya.


" Tidak, tidak apa-apa, ayo makan dulu Kyai. " pemilik acara.


" Tadi,marah-marah, sekarang nyuruh kita makan. " bisik Ali sekali lagi kepada Akmal, Akmal hanya bisa tersenyum kecil dan menganggukkan kepala.


" Ali, kamu mau ngomong. " ucap Kyai memandang ke arah Ali.


"Hah?,enggak kok Kyai, . " ucap Ali menunduk.


" Pasti kamu lapar kan nak,ayo ,mari Kyai,ustadz." pemilik acara.


" Siahhh, todus can pak(malu katanya pak)." Firman menyenggol Ali.


" Saya mohon pak, ini sebagai permohonan maaf saya, acara saya jadi tidak lancar sekarang ,para tamu saya sudah pulang itu semua karena saya tidak menunggu kalian, mohon maafkan saya. " pemilik acara tersebut merasa sangat bersalah.


" Tidak, jangan bilang acara bapak tidak lancar gara-gara bapak tidak menunggu kami, kami tau kami juga sudah terlambat, kalau begitu saya mau menerima tawaran bapak untuk makan bersama santri-santri saya. "Kyai.


"Alhamdulillah, mari saya antarkan. " pemilik acara.


" Kalau gitu, apakah boleh saya memanggil sopir saya?, pasti dia juga lapar. " Kyai.


" Tentu Kyai, silahkan. " pemilik acara.


Kyai melangkah, memanggil pak sopir yang sedari tadi hanya menunggu di mobil.


" Assalamualaikum. " Kyai.


" Wa'alaikumsalam, Kyai, ada apa Kyai?,kita akan pulang?. " pak sopir.


" Bukan itu pak, ayo, kita makan dulu, bapak pasti sudah kelaparan.


" Kyai tau aja, saya pasti tidak akan menolak kalau soal makan, ayo Kyai. " pak sopir.


Kyai tertawa kecil mendengar ucapan pak sopir.


" Ya sudah ayo, " Kyai.


Kyai dan pak sopir melangkah menuju pemilik acara dan anggota Syubban yang sudah menunggu.


Para anggota Syubban mengikuti langkah pemilik acara tersebut menuju rumahnya. Mereka disuguhkan makanan dan minuman yang diletakkan dengan rapi khusus untuk Kyai, ustadz Mustafa ,pak sopir dan para anggota Syubban.


" Ayo makan, saya ke dalam dulu."pemilik acara.


" Iya pak, " Kyai.


" Alhamdulillah, dari tadi perutku emang udah keroncongan nih, " Firman.


" Iya mas, aku juga, alhamdulillah. " Azmi.


Sedangkan Akmal terdiam ia merasakan sakit di dadanya Akmal mencoba untuk kuat dan tidak memperlihatkan rasa sakitnya.


" Akmal, kamu gak papa kan. " Ahkam yang duduk disamping Akmal.


" Kenapa nak?, sakit lagi? ." tanya Kyai yang ikut khawatir.


" Tidak Kyai, saya baik-baik saja. " jawab Akmal dengan suara yang kecil.


" Ya sudah, kalau gitu,ayo makan. " ustadz Mustafa.


"Ingat baca doa. " Kyai memandang para anggota Syubban yang sudah tidak sabar untuk menyantap makanan mereka.

__ADS_1


Para anggota Syubban menikmati makanan mereka dengan lahap mereka semua memakan makanannya.


Waktu sholat duhur sudah tiba, para anggota Syubban, Kyai dan ustadz, melaksanakan sholat jama'ah di Masjid besar dan mewah itu.


Tepat pukul 1:00 siang, Kyai berpamitan untuk pulang.


" Baiklah, saya dan anak-anak pamit pulang, terimakasih atas semuanya. " Kyai.


" Sama-sama, Kyai, harusnya saya yang minta maaf atas kejadian tadi. " pemilik acara.


" Tidak pak, saya lah yang harusnya minta maaf. " Kyai.


" Saya masih menyimpan nomer pesantren dan ustadz Mustafa, jadi kalau ada acara lagi,saya pasti akan mengundang tim hadroh yang sangat hebat ini." pemilik acara memegang pundak Azmi yang ada di sampingnya.


Azmi tersipu malu dan menunduk.


" Alhamdulillah, terimakasih pak. " ucap Azmi sembari menunduk dan tersenyum.


" Azmi, Azmi," Ahkam yang tertawa melihat ekspresi Azmi.


Semua anggota Syubban ikut tertawa melihat tingkah Azmi.


" Nama kamu siapa nak?. " pemilik acara kepada Azmi.


" Saya pak?. " ucap Azmi kaget mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah pemilik acara.


" Iya, kamu. " pemilik acara.


" Azmi pak, " ucap Azmi.


" Azmi, Masya Allah,nama yang sangat bagus. " pemilik acara.


" Terimakasih pak, " Azmi.


" Saya ,Aban pak. " ucap Aban yang juga kaget.


Pemilik acara menanyai satu persatu nama para anggota Syubban.Kyai dan ustadz Mustafa hanya bisa tersenyum melihat para anggota Syubban yang di tanyai namanya.


" Nama vocalnya awalan A semua ya, 4A ,saya sangat kagum sekali pak dengan mereka.Saya juga tadi melihat kemampuan mereka, Masya Allah sangat indah sekali, suara mereka sangat lantang dan merdu. Tim hadrohnya juga sangat kompak menebuh rebana mereka. " pemilik acara tersenyum memandangi satu-pesatu para anggota Syubban.


" Alhamdulillah, saya juga sangat kagum dengan semangat mereka." Kyai.


" Iya pak, saya ingin sekali mereka memenangkan setiap perlombaan nanti dan mengharumkam nama pesantren. " ustadz Mustafa.


" Aamiin. " ucap semuanya ikut mengaminkan termasuk pak sopir yang masih ada disana.


" Ya sudah pak, hari sudah semakin siang, saya pamit pulang." Kyai.


" Baik Kyai, " pemilik acara.


" Ayo,semuanya salim. " ustadz Mustafa.


Satu-persatu anggota Syubban menyalim tangan pemilik acara hingga Kyai menyuruh mereka untuk masuk ke dalam mobil.


" Mari pak, assalamualaikum. " Kyai, pemilik acara menyalam tangan Kyai .


" Pamit pak, assalamualaikum. " ustadz Mustafa yang juga menyalam tangan pemilik acara.


" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, hati-hati. " pemilik acara.


Para anggota Syubban berangkat pulang menuju pesantren begitu senang mereka bisa tetap tampil di walaupun bukan di acaranya.


" Ban, aku senang walaupun kita terlambat dan gak tampil di acara itu, tapi kita masih bisa sholawat di hadapan orang banyak. " Azmi.

__ADS_1


" Iya Mi, aku juga senang hari ini. " Aban.


" Alhamdulillah, kalian harus tetap semangat dalam bersholawat," Kyai.


" Iya Kyai, kita pasti akan selalu semangat." Azmi.


Akmal mulai semakin lemah ia berusaha untuk tetap terseyum ketika Azmi, Aban, dan Ahkam memandangnya.


" Akmal,nak,dari tadi kamu diam saja, ada apa?. " Kyai merasa khawatir.


" Tidak apa-apa Kyai. " jawab Akmal.


" Mas Akmal ,muka mas pucat banget. " Aban.


Akmal hanya terdiam dan memalingkan wajahnya.


" Mal, kamu yakin baik-baik saja. " Ahkam.


" Akmal, kita kerumah sakit dulu ya, Kyai khawatir dengan keadaan kamu. " Kyai.


" Tidak usah Kyai, saya tidak apa-apa kok. " Akmal.


" Beneran mas Akmal, tidak apa-apa ?." Azmi memandang Akmal.


" Iya Mi, aku gak papa. " Akmal.


" Kalau ada apa-apa, bilang ya nak, " Kyai.


" Baik Kyai. " jawab Akmal.


" Aku jadi ingat Azmi tadi. " salah satu anggota Syubban yang duduk di belakang.


" Kenapa mas?. " Azmi.


" Enggak, gak apa-apa. " jawab anggota Syubban itu menahan tawanya.


" Ayo, ada apa. " Azmi bangun dan menoleh ke belakang.


" Hushh,ada Kyai, jaga sikap. " ucap salah anggota Syubban lainnya.


" Udah Azmi, duduk. " Kyai.


" Baik Kyai. " ucap Azmi kembali duduk.


" Lihat Ban, tangan ku merah. " Azmi menunjukkan tangannya yang merah kepada Aban.


" Kok bisa gitu Mi?." tanya Aban.


" Itu, tadi,masa gak tau Ban, para ehem, ganas banget." Azmi dengan wajah kesalnya mengingat kejadian tadi di mana Azmi terus di tarik tangannya.


Ahkam dan Aban tertawa kecil mengetahui apa yang dimaksud Azmi.


Sedangkan Akmal sudah semakin lemas, darah keluar dari hidung dan mulutnya,Akmal mulai batuk dan terus-menerus mengeluarkan darah dari hidung dan mulutnya. Karena sudah tidak kuat Akmal terjatuh di pundak Ahkam.


" Akmal, Kyai, Akmal pingsan. " ucap Ahkam panik sembari memegangi Akmal.


" Astagfirullah, pak sopir segera kerumah sakit. " ucap Kyai.


" Baik Kyai. " pak sopir segera melajukan mobil.


" Mas Akmal, mas. " Azmi yang juga merasa khawatir dengan Akmal,Azmi mencoba membersihkan darah yang terus keluar dari hidung dan mulut Akmal dengan tisu yang Kyai berikan kepada Azmi.


Semua merasa khawatir dengan keadaan Akmal.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2