
Setelah mengaji kitab tepatnya pukul 11 malam ,Akmal dan Zakir di panggil ustadz Abdullah untuk menjalankan hukuman mereka.
"Akmal, di panggil ustadz Abdullah." ujar Ali menghampiri Akmal.
" Iya, "jawab Akmal. Ali melangkahkan kakinya hendak pergi, seketika ia berhenti karena panggilan Akmal.
"Ali, makasih. " ucap Akmal kepada Ali yang membelakangi dirinya.
"Iya sama-sama. " Ali tanpa menoleh ke arah Akmal. Ali melanjutkan langkah kakinya meninggalkan Akmal.
Akmal berjalan menuju kantor ustadz.Azmi dan Aban yang hendak menuju kamar tiba-tiba berhenti melihat Akmal yang berjalan menuju kantor.
"Ban, itu mas Akmal. "tunjuk Azmi ke arah Akmal.
"Iya, mas Akmal sama Zakir dihukumnya sekarang. Udah lah kita tidur aja. " ajak Aban menarik tangan Azmi menuju kamar mereka.
Akmal dan Zakir duduk di kursi dihadapan ustadz Abdullah yang sudah menunggu mereka.
" Baik,daripada ke malaman mending sekarang kalian langsung saja, hukumannya baca surat yasin di depan Masjid. Ini Al-Qur'annya, ustadz sudah tandai surat yasin." ustadz Abdullah menyodongkan dua Al-Qur'an kepada Akmal dan Zakir.
" Ustadz, besok aja deh hukumannya,masa baca surat yasin di depan Masjid ustadz. Emmm... Nyikat kamar mandi saya juga mau, tapi besok aja ustadz. " bantah Zakir tidak mau menjalankan hukumannya.
Ustadz Abdullah tersenyum memandang Zakir.
" Zakir, ini sudah keputusan ustadz.Lagi pula cuma baca surat yasin, mau ustadz suruh baca surat Al-Baqarah?. " ustadz Abdullah.
" Hah?.Jangan ustadz, iya saya mau. " Zakir pasrah menerima hukuman dari ustadz Abdullah.
" Ya sudah ayo, ustadz juga akan mendampingi kalian. " ustadz Abdullah.
Akmal dan Zakir mengangguk. Mereka melangkah bersama ustadz Abdullah menuju depan Masjid.
" Masih punya wudhu kan?. " tanya ustadz Abdullah.
" Saya masih ustadz. " Akmal.
" Saya juga ustadz. " Zakir.
Ustadz Abdullah memberikan kedua Al-Qur'an itu bergantian kepada Akmal dan Zakir. Mulailah ustadz menyuruh mereka untuk membaca surat yasin. Akmal dan Zakir akhirnya mau melakukan hal itu. Banyak santri yang lalu lalang dan mentertawakan Akmal dan Zakir. Ustadz Abdullah menyuruh para santri itu untuk tidak mentertawakan Akmal dan Zakir.Para santri yang tadinya menontoni Akmal dan Zakir pergi atas perintah ustadz Abdullah.
Sementara, Azmi dan Aban yang masih duduk santai di bangku yang ada di depan kamar mereka sembari adu vocal berhenti karena Mendengar para santri yang membicarakan Akmal dan Zakir sembari tertawa.
" Kenapa mereka Ban?. " tanya Azmi kepada Aban yang juga memperhatikan para santri yang berjalan sembari membicarakan nama Zakir dan Akmal.
Aban menoleh ke arah Azmi.
" Yah kalau kamu tanya aku, aku tanya ke siapa Mi?. " Aban.
Azmi tertawa kecil memandang Aban.Azmi menghentikan langkah salah satu santri culun yang juga tertawa sendiri.
__ADS_1
" Ehhh, tunggu,mau nanya dong, ini kenapa pada ketawa-ketawa habis dari sana?. " Azmi , sembari menunjukkan arah datangnya santri-santri.
" Wah, belum tau ya, itu mas Akmal sama Zakir dihukum, kamu lihat sendiri deh. " ucap santri itu.
"Oh, oke, makasih sob. " Azmi menepuk pundak santri itu.
"Ahmad Azmi,kita kan sekelas. " Aban berdiri menghampiri Azmi.
" Emang iya, ya. " Azmi memandang Ahmad.
" Iya Azmi,aku Ahmad,masa gak tau. " ucap Ahmad sembari membenarkan kaca matanya.
" Oooo, iya Ahmad,." Azmi tersenyum kepada Ahmad.
" Kalau gitu aku jalan lagi, assalamualaikum. " Ahmad.
" Wa 'alaikumsalam. " Azmi. Ahmad melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.
Azmi dan Aban terdiam dan saling pandang.
" Mi, diam aja. " Aban menepukkan kedua tangannya ke wajah Azmi.
" Enggak, aku heran aja. Kok aku bisa gak kenal sama Ahmad. " Azmi.
" Kamu aja yang kurang bergaul tuh. " Aban.
" Enak aja, aku banyak bergaul kok. " bantah Azmi kesal.
" Bentar Ban, kita lihat mas Akmal dulu, yuk." ajak Azmi menarik tangan Aban.
" Ya udah ,ayo. " Aban dengan terpaksa mengikuti Azmi.
Azmi dan Aban melangkah menuju Masjid dimana Akmal dan Zakir dihukum oleh ustadz Abdullah.
" Nah, itu dia." Azmi menunjuk ke arah Akmal dan Zakir.
" Iya, terus kita ngapain?. " tanya Aban malas.
" Tungguin aja, entar lagi selesai. " Azmi.
" Gak ada kerjaan banget sih Azmi,nungguin mereka yang dihukum. " Aban.
" Udah Ban, aku minta tolong, tungguin aja." Azmi.
" Iya, iya. " Aban.
Azmi dan Aban menunggu Akmal dan Zakir hingga selesai dihukum.
Tidak lama kemudian ustadz Abdullah memperbolehkan Akmal dan Zakir untuk ke kamar.
__ADS_1
" Ya sudah,hukuman kalian sudah selesai, ingat jangan lakukan hal itu lagi. "ustadz Abdullah.
" Baik ustadz. " Akmal.
" Baik ustadz. " Zakir.
" Ya sudah ,kalian istirahat, sudah malam ini."ustadz Abdullah.
Akmal dan Zakir bergantian mencium tangan ustadz Abdullah.
" Assalamualaikum. " ustadz Abdullah.
" Wa'alaikumsalam. " Akmal dan Zakir.
" Ban, udah selesai tuh,yuk." Azmi, ia menarik tangan Aban menghampiri Akmal dan Zakir. Dengan waktu yang sama Helmi dan Sihin juga datang menghampiri Zakir.
" Udah selesai Kir,"tanya Helmi.
Zakir tidak menjawab dan menatap Azmi sinis.Membuat Helmi dan Sihin bingung dan saling pandang.
" Mas Akmal, udah selesaikan. " Azmi.
" Udah Mi, kalian ngapain disini?. " Akmal.
"Enggak ada mas, Azmi cuman mau ngasih ini. " Azmi memberikan sebuah amplop.
" Apa ini Mi?."tanya Akmal bingung dan ingin membukanya.
"Eh mas, buka di kamar aja. " Azmi.
"Oh,ya udah, terimakasih ya,tapi ini apa Mi, " Akmal.
"Nanti juga mas tau. " Azmi.
"Hebat ya Azmi,padahal udah dipukulin habis-habisan sama mas Akmal,Masih aja baik." Helmi.
Azmi hanya tersenyum memandang Akmal. Sedangkan Zakir merasa panas akan perkataan Helmi.
"Heh Azmi,udahlah gak usah cari muka jadi orang. Aku tau kok kalau kamu pasti mau balas dendam kan sama kita. " Zakir mendekati Azmi.
"Kir, kamu ngomong apa sih?, aku gak ada niat buat.... " Azmi.
"Ah udahlah Mi, gara -gara kamu,aku jadi dimarahin sama abah,dan sekarang aku dihukum ,semua itu gara-gara kamu Mi, sampai kapanpun aku benci banget sama orang yang sok baik kayak kamu. Kamu lihat aja Azmi aku akan buat kamu keluar dari pondok ini. " ucap Zakir penuh amarah sembari menunjuk-nunjuk Azmi.
"Zakir kamu tenang,aku gak ada niat buat balas dendam kok. " Azmi coba menjelaskan.
Zakir tertawa kecil memandang Azmi.
" Emang ya, kamu itu sok suci." Zakir,ia menjatuhkan amplop yang ada ditangan Akmal.Zakir pergi begitu saja, Helmi dan Sihin mengikuti langkah Zakir.
__ADS_1
Azmi hanya bisa menggelengkan kepala dan memegang dahinya memandang langkah Zakir yang selalu membenci dirinya.
Bersambung......