
Setelah melaksanakan sholat subuh, Azmi pergi begitu saja mengejar Ahmad yang hendak turun dari Masjid. Melihat itu Aban juga menyelesaikan doanya dan mengikuti Azmi. Sedangkan Akmal dan Ali yang ingin menghampiri Azmi bingung ketika melihat hanya ada Ahkam dan Muhklis.
"Azmi mana?. "tanya Akmal kepada Ali.
"Udah turun mungkin,"jawab Ali.
Ahkam yang mendengar pembicaraan Akmal dan Ali segera menghampiri mereka.
"Mau ngapain lagi kamu Mal, nyariin Azmi?. " tanya Ahkam yang berdiri dihadapan Akmal.
"Mas Ahkam, ini mas aku mau bilang makasih sama Azmi karena dia sudah ngasih uang." ucap Akmal.
"Iya benar mas Ahkam, Azmi ngasih uang lumayan banyak,bener-bener tuh anak." Ali.
"Azmi ngasih uang ke kamu Mal?. "Ahkam.
Akmal dan Ali sama-sama mengangguk.
Muhklis yang mendengar segera menghampiri Ahkam dan berdiri disampingnya.
"Apa Kam,Azmi ngasih uang sama dia.Jangan-jangan itu uang yang Azmi sisihin lagi buat...... Buat apa ya?. " Muhklis terlihat berpikir memegangi dahinya.
"Buat apa Klis?." tanya Ahkam
"Gak tau lupa, yang aku ingat Azmi pernah bilang kalau dia harus nyisihin uang yang dikirim sama orang tuanya,tapi aku lupa buat apa. " Muhklis.
Ahkam memandang Akmal yang bingung dengan apa yang di bicarakan Ahkam dan Muhklis.
"Mal, kamu dengar kan, Azmi itu punya impian juga Mal, dan kesalahan yang kamu udah buat sama Azmi itu banyak ,dari kamu marah-marah pas latihan sama Azmi ,sampai kamu nyelakain Azmi.Tapi lihat, Azmi malah ngasih kamu uang, harusnya kamu sadar Mal,dan kalau kamu punya rasa malu, harusnya kamu gak terima uang dari Azmi. " Ahkam.
"Tapi mas Ahkam, aku.... " Akmal mencoba menjelaskan.
"Kenapa Kam,aku tau Azmi itu ngefans banget sama kamu gara-gara kamu multitalen, tapi kamu kan lebih dewasa dari Azmi, masa kamu terima uangnya. " Ahkam.
"Udah Kam,uang itukan Azmi yang kasih." Muhklis coba menenangkan Ahkam.
__ADS_1
"Iya, aku tau, tapi kalau Akmal punya rasa malu harusnya dia gak nerima uang dari Azmi. " Ahkam, ia menatap Akmal dengan tajam dan pergi begitu saja.
"Akmal, sudah jangan di masukkan kehati ya, omongannya Ahkam, ya sudah aku duluan,assalamualaikum." Muhklis pergi meninggalkan Akmal dan Ali.
"Wa'alaikumsalam. "jawab Akmal dan Ali bersaman.
Akmal menunduk mengingat perkataan Ahkam yang sudah terlanjur ia masukkan ke hati.
"Udah Mal, kita ngomong aja sama Azmi entar." Ali menepuk pundak Akmal.
Akmal menoleh ke arah Ali dan hanya tersenyum.
Sementara Azmi terus mencari Ahmad.Azmi juga bertanya pada santri lain dimana kamar Ahmad. Aban sudah sangat kelelahan mengejar Azmi yang sangat cepat langkahnya.
"Azmi. " teriak Aban yang sudah kelelahan. Mendengar suara sahabatnya Azmi menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.
"Aban, dia ngikutin aku. " Azmi,ia melangkah menghampiri Aban.
"Aban, kamu ngapain ngikutin aku sih." Azmi.
"Kamu mau kemana Mi?." tanya Aban.
Azmi terus mengikuti suara Zakir dan sesampainya Azmi disana ia melihat Ahmad yang sedang menunduk diganggu oleh Zakir dan kedua temannya. Melihat itu Azmi segera menghampiri Zakir dan melepaskan tangan Zakir dari buku Ahmad.
"Ada pahlawan kesiangan nih."ucap Zakir tertawa kecil memandang Azmi.
"Kir, gak usah gangguin Ahmad, kasihan dia. " Azmi.
"Ya elah Azmi, kamu kenapa sih?, sok peduli banget. " Helmi menambahkan.
"Iya Mi,mending urusin masalah kamu sama mas Akmal. " Sihin.
"Kamu tenang aja Hin,aku sama mas Akmal udah baikkan, aku gak terima kalau kalian ganggu Ahmad. " Azmi.
Zakir menatap sinis Azmi dan mendorongnya hingga mengenai Ahmad.
__ADS_1
"Maaf Mad. " Azmi.
"Iya Mi, kamu gak papa. " Ahmad.
"Heh Azmi, ini urusan aku sama Ahmad, dia udah janji buat ngasih buku pr nya ke aku." Zakir.
"Tapi Kir, kamu kan udah pernah ketahuan, lagi pula ustadz bilang aku gak boleh ngelakuin itu lagi. " Ahmad.
Aban yang baru datang segera menghampiri Azmi dan berdiri disampingnya.
"Ah,kalau kamu gak ngadu sama ustadz pasti aku gak akan ditegur waktu itu, sini bukunya. " Zakir, ia berusaha merebut buku itu dari tangan Ahmad.
Melihat kelakuan Zakir, Azmi segera bertindak dan melepaskan tangan Zakir dari buku Ahmad.
"Kir, kamu kok maksa banget sih jadi orang,kayak anak SD aja. "Aban.
"Iya Kir, mendingan kamu belajar bareng sama kita. " Azmi.
"Apa Mi?, belajar bareng?.Gak akan Mi, kamu itu musuhku, jadi ngapain aku belajar bareng sama kamu. " Zakir.
Suara bel berbunyi yang menunjukkan pelajaran mengaji kitab sesuai kelas masing-masing akan segera dimulai.
"Mi, udah mau masuk nih. " Aban.
"Iya, Ahmad, kamu ikut kita, ayo." Azmi, ia pergi menarik tangan Ahmad.
" Azmi, main pergi aja,urusan kita belum selesai. " teriak Zakir.
"Udah Kir, urusin nanti aja. "jawab Azmi berteriak sembari terus berjalan.
"Dasar Azmi, kenapa sih,dia selalu buat masalah sama aku?. " Zakir sangat kesal.
"Benar tuh Kir, ini gak bisa dibiarin, kita harus buat Azmi kapok." Helmi.
" Gimana kalau kita buat Azmi di dis besok,dia kan ikut lomba adzan?. " Sihin.
__ADS_1
Mendengar ucapan Sihin, Zakir dan Helmi menoleh ke arah Sihin dan tersenyum.
Bersambung.......