Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 73. Bersaing Antar Ponpes.


__ADS_3

Sekitar 2 jam berjalan sampailah mereka di kota Surabaya pemandangan kota Surabaya membuat senang para santri.Baik santriwan maupun santriwati, mereka sangat senang sudah sampai di kota Surabaya dan sebentar lagi mereka akan sampai di pesantren Al-Hidayah yang mana di sanalah mereka akan berlomba untuk menjadi yang terbaik.


Azmi mulai mempersiapkan dirinya dengan merapikan rambutnya dan memasang benar pecinya karena sedari tadi ia memasang peci jomplang dengan rambut sedikit ia perlihatkan.Dimas yang ada di sampingnya hanya bisa diam dan memandang Azmi dengan tatapan sinis.


" Mas, " sapa Azmi dengan ramah dan senyuman manisnya ketika mengetahui Dimas memandang dirinya.


Dimas memalingkan wajahnya dengan wajah yang menunjukkan rasa kesalnya kepada Azmi.


" Ini pesantrennya ya, " salah satu santri.


" Iya, bisa baca tuh ada bacaannya ,ponpes Al-Hidayah. " Farist.


" Mi, aku kok deg-degan ya, " ucap Aban menggenggam tangan Azmi yang ada di sampingnya.


" Tenang aja Ban, bismillah, " Azmi menenangkan Aban.


" Ustadz, banyak santri yang ikut lomba ya?, " Farits.


" Cukup banyak, ada sekitar 20 pesantren ,ada yang dari Surabaya, Jember, dan Banyuwangi. " ustadz Abdullah.


" Aduh, banyak banget ustadz, saya kok panas dingin gini ya, tiba-tiba. " ucap salah satu santri.


" Cuman 20,itu sedikit. " ucap Dimas dengan gayanya yang sombong.


Ustadz Abdullah hanya tersenyum mendengar ucapan Dimas.


" Kalian tenang aja, serahkan semuanya kepada Allah, pesantren ini cukup besar dan akan ada banyak juri dan panitia di setiap perlombaan. " ustadz Abdullah dengan suaranya yang lembut menenangkan semua santrinya yang merasa gugup.


"Nah, sekarang turun, " ustadz Ridwan menghentikan mobilnya dan menyuruh semua untuk turun.


" Ayo, Dimas turun dulu. " ustadz Abdullah.


Di mulai dari Dimas, satu-persatu dari mereka turun dan terlihat banyak juga mobil dari 19 pesantren yang terpakir di pesantren besar itu.


Ustadzah Lily terlihat kebingungan karena keramaian yang ada.


" Itu ustadzah Lily kan ustadz. " ucap Azmi yang melihat ustadzah Lily.


" Iya benar, kayaknya dia kebingungan. " ustadz Abdullah.


" Kalau gitu biar saya urus santriwati, sebentar ya ustadz. " ustadz Ridwan.


" Ehem, " Farist.


" Cie, ustadz Ridwan mau apa namanya ,pendekatan dalam bahasa gaul. " salah satu santri.


" Pdkt mas, " jawab Azmi.


" Nah betul, ustadz mau pdkt ya, " ledek santri itu.


" Astagfirullah, hush, apa yang kalian bicarakan?, sudah tau kayak begituan. " tegur ustadz Abdullah.


" Saya kesana dulu ustadz, kasihan ustadzah Lily. " ustadz Ridwan.


" Iya sana cepat, anak -anak ikut saya. " ustadz Abdullah.


" Hati-hati ustadz. " Farist.


" Iya, assalamualaikum. " ustadz Ridwan yang segera melangkah menghampiri ustadzah Lily.

__ADS_1


" Wa'alaikumsalam. " jawab semuanya.


" Ayo, kita masuk dan urus semuanya. " ustadz Abdullah.


" Baik ustadz. " semua santri mulai mengikuti langkah ustadz Abdullah masuk pesantren.


Sedangkan ustadz Ridwan mulai mendekati ustadzah Lily, ustadzah Fatim yang mempunyai tubuh gemuk dan para santriwati.


" Assalamualaikum, " ustadz Ridwan.


" Wa'alaikumsalam. " jawab semuanya yang ada di sana termasuk pak sopir yang juga kebingungan.


" Nah, untung ada ustadz Ridwan sekarang, kita lagi kebingungan nih. " cerocos ustadzah Fatim yang mendekati ustadz Ridwan.


" Astagfirullah, ustadzah, jangan terlalu dekat. " tegur ustadzah Lily.


" Astagfirullah, iya maaf. " ustadzah Fatim mulai mundur.


" Saya lihat ustadzah Lily kebingungan jadi saya mau bantu. " ustadz Ridwan.


" Alhamdulillah, iya ustadz,pesantrennya besar sekali jadi saya bingung. " ustadzah Lily.


" Ustadz Ridwan tau, tempatnya santriwati." salah satu santriwati.


"Iya ustadz tau, saya tau semua tempat di pesantren besar ini. " jawab ustadz Ridwan.


" Kalau begitu, ayo ustadz antarkan kami." ustadzah Lily.


" Mari, saya antar, " ustadz Ridwan.


" Pak sopir, tolong tunggu disini dulu ya, " ustadzah Lily.


" Ayo ustadz. " ustadzah Lily.


Ustadz Ridwan mulai melangkah menuju pesantren putri yang jalannya cukup melingkar dan agak jauh dari tempat santri putra.Tidak lama kemudian sampailah mereka di tempat santriwati.


" Ini tempatnya, lumayan jauh ya dari santriputra. " ucap salah satu santriwati.


" Terimakasih banyak ustadz, karena sudah mengantarkan kami. " ucap ustadzah Lily sembari tersenyum kepada ustadz Ridwan.


" Sama-sama ustadzah, ini sudah tugas saya. " ustadz Ridwan.


Melihat ustadz Ridwan yang memandang ustadzah Lily yang hanya nenunduk dan tersenyum, ustadzah Fatim segera menegur mereka.


" Ehem, ayo, jangan lama-lama sama yang bukan mukhrim,ayo Lily kita masuk. " ustadzah Fatim yang merasa cemburu.


" Iya ustadzah, ustadz Ridwan saya dan anak-anak masuk dulu, assalamualaikum." ustadzah Lily.


" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarkatuh. " ustadz Ridwan.


" Ayo anak-anak, " ustadzah Lily mulai mengajak para santri masuk ke dalam pesantren.


" Masya Allah, adem banget senyumnya, coba aja bisa lebih lama..... " ustadz Ridwan yang masih saja memandang langkah ustadzah Lily.


" Ustadz Ridwan. " ucap ustadz Abdullah yang tiba-tiba berada di samping ustadz Ridwan.


" Ustadz, dari kapan ada di sini?." tanya ustadz Ridwan yang kaget dengan kehadiran ustadz Abdullah.


" Dari tadi, fokus banget ngelihatin ustadzah Lily.Ayo,anak-anak sudah mau lomba. " ustadz Abdullah.

__ADS_1


" Iya, ayo. " ustadz Ridwan.


*******


Azmi sudah duduk di bangku peserta, sembari menggosok-gosok kedua tangannya tanda gerogi.


" Bismillah. Ya Allah, semoga hamba bisa menampilkan yang terbaik. " ucap Azmi sembari menepatkan kedua tangannya pada wajahnya.


" Azmi, " Aban menepuk pundak Azmi.


" Aban, kok kamu ada disini?. " Azmi.


" Iya, juga lombanya belum di mulai, aku lihat kamu kayak gelisah gitu ,makanya aku kesini. " ucap Aban mulai duduk disamping Azmi.


" Tau aja kamu Ban, aku emang lagi gerogi." Azmi.


" Udah kamu tenang aja, " Aban.


" Untuk para peserta diharapkan sudah bersiap di tempat perlombaan sesuai lomba yang akan diikuti. " terdengar suara yang jelas menggunakan mikrofon.


" Ya udah,aku kesana dulu, semangat. " Aban.


" Iya Ban, kamu juga semangat. " teriak Azmi kepada Aban yang sudah melangkah pergi.


" Siap Mi, " jawab Aban berteriak.


Para ustadz ataupun ustadzah di persilakan untuk duduk di tempat yang sudah di sediakan. Ustadz Abdullah dan ustadz Ridwan selalu mendoakan santrinya supaya bisa menampilkan yang terbaik.


Perlombaan pun dimulai, para ustadz dari pesantren Al-Hidayah mulai mengumumkan peraturan lomba yang harus ditaati, tidak hanya itu mereka juga membicarakan maksud lomba yang tidak lain untuk mengembangkan bakat para santri dan juga untuk silaturahmi.


Perlombaan dakwah dimulai satu-persatu peserta maju dan menunjukkan kemampuan mereka dalam berdakwah.Azmi semakin gerogi melihat semua penampilan peserta yang sangat bagus.


Azmi semakin merasa gelisah sesekali ia menggosok kedua tangannya dan membaca kembali teksnya.


" Mereka semua hebat-hebat, " ucap Azmi yang masih menonton para peserta dengan sangat fokus.


Di sisi lain, Aisyah juga ada untuk mewakilkan lomba dakwah untuk santriputri.


" Aisyah, kamu sudah siap kan?." ustadzah Lily yang datang menghampiri Aisyah.


" Insya Allah, saya siap ustadzah." ucap Aisyah dengan suara lembutnya.


" Ingat kata ustadzah ya, jangan lihat mata semua orang tapi pikirlah kalau Aisyah sedang berbicara kepada orang yang ingin mendengarkan Aisyah. " ustadzah Lily sembari memegang pundak Aisyah.


" Iya ustadzah ." Aisyah.


Ustadz Abdullah juga datang karena ingin melihat penampilan Azmi.


" Azmi, semangat, bismillah. " teriak ustadz Abdullah kepada Azmi.


Azmi menoleh dan menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.


" Untuk peserta selanjutnya, Muhammad Ulul Azmi Askandar Al-Abshor dari ponpes Nurul Qadim, probolinggo. " ucap juri dari dakwah santriwan


" Untuk peserta berikutnya, Habibah Aisyah Khalilul Rahman dari ponpes Nurul Qadim, probolinggo." ucap juri dari lomba dakwah santriwati.


Secara kebetulan Azmi dan Aisyah di panggil di waktu yang sama tetapi tempat yang berbeda.Azmi dan Aisyah mulai berdiri dan melangkah maju menuju panggung.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2