
Begitu khawatirnya semua orang yang ada di dalam mobil.Ahkam terus memegangi Akmal dengan erat sedangkan, Azmi terus membersihkan darah yang keluar dari hidung dan mulut Akmal.
" Astagfirullah, mas Akmal kenapa?, darah dari hidung dan mulutnya terus keluar Kyai." Azmi dengan sangat khawatir, ia membersihkan darah yang keluar dari hidung dan mulut Akmal dengan sangat lembut dan hati-hati.
"Azmi ,ini ambil semua." Kyai memberikan sekotak tisu yang memang sudah tersedia di dalam mobil Kyai.
" Iya Kyai. " Azmi sembari menerima tisu dari Kyai dengan kedua tangannya.
Akmal sangat lemas tubuhnya mulai panas,untung saja Ahkam mengenakan jaket dan memberikannya kepada Akmal.
Pak sopir semakin cepat menyetir mobil menuju rumah sakit.
...Sampai di Rumah Sakit.........
Dengan sigap para suster membawa Akmal menggunakan kereta pasien. Akmal terlihat sangat tidak berdaya dadanya kembang kempis menahan rasa sakit. Azmi yang mengikuti memegang erat tangan Akmal ,Azmi merasa sangat sedih melihat keadaan Akmal begitu juga dengan Ahkam yang takut dengan apa yang terjadi dengan Akmal.Semuanya mengikuti langkah cepat kedua suster begitu juga Kyai dan pak sopir yang berjalan cepat di belakang.
" Harap adek-adek tunggu diluar ya, " ucap salah satu suster.
" Baik sus, " Azmi mundur perlahan dan melepas tangan Akmal.
Dokter datang dan Akmal di bawa keruangan.
" Kalian semua berdoa untuk Akmal. " Kyai.
" Iya Kyai. " ucap semua anggota Syubban yang ada disana.
" Ya Allah, sembuhkan penyakit mas Akmal. " Azmi yang duduk di bangku rumah sakit menepatkan kedua tangannya mentupi sebagian wajahnya.
" Aamiin, semoga mas Akmal gak papa. " Aban yang duduk di samping Azmi.
" Aaminn ,aamiin." Ahkam, semua ikut mengaminkan dan duduk di bangku rumah sakit secara bersamaan.
Telepon Kyai berdering, Kyai yang juga sedari tadi berdoa segera melangkah menjauh untuk menerima telepon.
...Pembicaraan di telepon 📱........
" Assalamualaikum ,maaf Kyai,Kyai ada dimana?, saya sudah sampai di pesantren." ustadz Mustafa.
" Wa'alaikumsalam, iya, saya dan anak-anak ada dirumah sakit.Tadi tiba-tiba saja Akmal pingsan dan mengeluarkan banyak sekali darah dari hidung dan mulutnya.
" Astagfirullah, bagaimana keadaan Akmal sekarang Kyai?," ustadz Mustafa dengan nada khawatir.
" Ini kita masih menunggu Mustafa, tolong kamu minta yang lain untuk mendoakan Akmal, " Kyai.
" Baik Kyai, saya akan lakukan,semoga Akmal baik-baik saja Kyai. " ustadz Mustafa.
"Aamiin, " Kyai.
__ADS_1
" Kalau gitu saya tutup Kyai,Assalammualaikum ." Akmal.
" Wa'alaikumsalam. " Kyai menurunkan teleponnya , pembicaraan sudah selesai.
Kyai kembali melangkah menuju bangku rumah sakit menghampiri anak-anak Syubban yang ada disana.Tepat sekali saat Kyai sudah berada di sana Dokter datang dan akan memberitahukan keadaan Akmal. Azmi, Aban, Ahkam dan dua teman lainnya segera berdiri.
" Bagaimana Dok?," Kyai.
" Penyakit pneumonia pasien semakin parah, bukannya saya sudah bilang kalau pasien tidak boleh lelah dan banyak bicara." Dokter.
" Maaf Dok, sebenarnya santri saya kenapa?, apa penyakit itu sangat parah Dokter?. " tanya Kyai yang bingung.
" Iya Kyai, penyakit pneumonia atau radang paru-paru ini sangat berbahaya, ini adalah penyakit yang bisa menyebabkan kematian bahkan diluar negri penyakit ini sulit sekali untuk disembuhkan selain penyakit itu ternyata pasien juga mengidap bronkitis itulah yang menyebabkan pasien banyak mengeluarkan darah dari hidung dan mulutnya .Tapi dengan pola hidup sehat dan melakukan apa yang pihak rumah sakit suruh ,pasien Insya Allah akan baik-baik saja." Dokter.
" Astagfirullah, kenapa Abdullah dan Ridwan tidak memberitahu hal ini?,kalau begitu terimakasih Dok, " Kyai.
" Sama-sama, mari. " Dokter.
" Iya Dok. " Kyai.
" Kasihan mas Akmal, " Aban.
" Kenapa penyakit berbahaya itu bisa terjadi sama mas Akmal?, semoga ada keajaiban dari Allah, supaya mas Akmal bisa sembuh. " Azmi.
" Aamiin. " semua ikut mengaminkan termasuk Kyai yang sangat sedih dan pak sopir yang ikut khawatir.
" Iya Kyai, kita akan pastikan Akmal sembuh dari penyakitnya. " Ahkam.
" Afwan Kyai,apa kita harus memberitahukan ini kepada Akmal?. " tanya salah satu santri.
" Iya Kyai,takutnya Akmal jadi tidak semangat dan kehilangan rasa percaya dirinya Kyai. " ucap salah satu santri lainnya menambahkan.
" Sebaiknya kita beritahukan ini saat Akmal sudah membaik kondisinya, " Kyai.
" Na' am Kyai." ucap semuanya.
" Pak, saya minta tolong belikan air untuk Akmal. " ucap Kyai sembari memberi uang kepada pak sopir.
" Baik Kyai. " pak sopir menerima uang dari Kyai dan melangkah pergi untuk membeli air.
" Ayo kita masuk. " Kyai.
Mereka masuk menuju ruangan Akmal, Akmal terlihat masih terbaring lemas dengan oksigen yang terpasang di hidungnya dan alat infus yang terpasang di tangan kirinya. Kyai dan semuanya menghampiri Akmal, Kyai sangat sedih melihat keadaan santrinya.Kyai mendekati Akmal dan mengelus-ngelus kepala Akmal.
" Syafakallah fii umrik( semoga Allah memberikanmu kesembuhan) nak Akmal, " ucap Kyai menahan tangisnya sembari mengelus -ngelus kepala Akmal.
Azmi sudah tidak tahan lagi,tanpa ia sadari air mata jatuh dan membasahi pipinya. Ahkam mendekati Kyai dan menggenggam tangan Akmal.
__ADS_1
" Mal, aku yakin kamu pasti sembuh, kamu kan orang yang kuat Mal. " Ahkam dengan suara bergetar menggenggam tangan Akmal.
" Mas Akmal cepat sembuh. " Aban, ia juga tidak tahan melihat Akmal.
Azmi dan Aban saling rangkul dan menghapus air mata mereka sedangkan, dua orang santri yang juga ikut disana hanya bisa memandangi Akmal yang masih memejamkan matanya.
" Assalamualaikum, " pak sopir segera menghampiri Kyai.
" Wa'alaikumsalam. " jawab semuanya.
" Ini Kyai, airnya. " pak sopir memberikan sebotol air kepada Kyai.
" Terimakasih pak, " Kyai menerima sebotol air itu.
" Kenapa Akmal belum membuka matanya?." salah satu santri.
" Uhuk...Uhuk.. Uhuk..." Akmal tiba-tiba batuk.
" Nak Akmal, " Kyai.
Perlahan Akmal membuka matanya dan melihat semua orang yang bersedih.
" Kyai,tenggorokan saya sakit sekali dan dada saya juga sesak,Akmal juga sulit untuk bernafas Kyai." Akmal dengan suara bergetar dan berusaha untuk berbicara.
"Minum dulu ya nak, " Kyai membuka tutup botol air memberikan air itu kepada Akmal.
Akmal menganggukkan kepalanya ,Kyai membantu Akmal untuk bangun dan melepas oksigen dari hidung Akmal. Akmal mulai minum dengan perlahan.
" Kalian kenapa menangis?, aku gak papa kok. " ucap Akmal setelah minum memandang Ahkam dan semua teman-temannya.
" Iya Akmal, kita semua khawatir sama kamu. " Ahkam.
" Udah, tadi itu cuman mimisan, itu biasa terjadi mas Ahkam. " Akmal,ia masih saja tersenyum karena tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi sebenarnya.
" Iya nak Akmal, kamu baik-baik saja dan Allah pasti akan selalu melindungi kamu." Kyai.
Akmal mengangguk dan tersenyum. Dokter kembali datang untuk memeriksa Akmal.
" Dok, apa Akmal harus dirawat?." tanya Kyai memandang Dokter.
Dokter ingin menjawab tetapi Akmal bicara duluan.
" Dirawat?,kenapa saya harus dirawat?, tidak Kyai, saya ingin pulang ke pesantren dan saya tidak mau berada dirumah sakit ini. " Akmal.
Kyai dan Dokter terdiam atas jawaban Akmal mereka saling pandang dan Dokter juga bingung. Kyai menganggukkan kepalanya kepada Dokter menyerahkan semuanya kepada Dokter.
Bersambung........
__ADS_1