Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 83. Terlihat Bahagia.


__ADS_3

Setelah sholat duhur berjama'ah Azmi yang sudah mengganti seregammya merebahkan diri di kasurnya dan melepas pecinya ia terlihat sangat lelah sembari menghapus keringat diwajahnya dengan tangannya.


" Alhamdulillah, akhirnya dapat istirahat. "ucap Azmi sembari merentangkan tangannya memenuhi kasurnya.


" Anggota Syubban kumpul. " teriak Ali dari depan pesantren membuat Azmi seketika bangun dan kaget dengan apa yang ia dengar.


" Astagfirullah, baru aja mau tidur . " keluh Azmi membungkukkan tubuhnya sembari memegang pecinya.


Aban yang juga sudah merebahkan diri di kasur ikut terbangun dan segera memasang pecinya.


" Mi, aku gak salah dengerkan?." Aban.


" Iya Ban, mungkin kita salah denger. " Azmi.


" Enggak kalian gak salah denger, ayo latihan. " ajak Ahkam berdiri di hadapan Azmi yang terlihat sangat mengantuk.


" Kenapa sekarang sih mas?, biasanya kan habis ashar. " Azmi.


" Bener tuh, aku masih ngantuk benget nih," keluh Aban mengusap-ngusap matanya.


" Anggota Syubban, cepetan kumpul. " teriak Firman.


" Ayo, ayo, semangat,ojok podo turu " teriak Udin ikut menambahkan membuat Ali dan Akmal tertawa kecil.


" Udah Din, entar lagi mereka datang. " Akmal.


" Lama banget Mal, aku teriak lagi nih," Udin.


" Eh, jangan-jangan, biarin aja, mereka pasti datang bentar lagi, tunggu aja. " Ali.


" Ayo Mi, Ban, semangat. " Muhklis menghampiri Azmi sembari menepuk pundak Azmi.


" Iya bang, ayo Ban, " Azmi mengajak Aban sembari mengusap wajahnya dan memasang pecinya ia dan Aban akhirnya mau bangun dan pergi ketempat latihan.


" Ayo Mi, " Aban.


" Ayo cepetan, lama banget kalian jalannya." Ahkam yang sudah berdiri di depan pintu bersama dengan Muhklis.


" Iya Mas, seng sabar toh, " Azmi menghampiri Ahkam dan Muhklis ia mencoba untuk menahan rasa kantuknya.


Sesampainya di tempat latihan semua para anggota Syubban sudah berkumpul tapi ustadz Mustafa tidak ada di sana.


" Assalamualaikum. " ucap Ahkam, Azmi, Aban dan Muhklis yang baru datang.


" Wa'alaikumsalam. " jawab semua teman-teman Syubban.


" Ustadz Mustafa mana mas?. " tanya Azmi menghampiri Ali dan Akmal untuk duduk disamping mereka.


"Masih ada di kantor, entar lagi datang. " Akmal.


" Aban, bawa air gak?. " tanya Azmi sembari memegang tenggorokannya.


" Enggak Mi, " jawab Aban yang duduk bersama Ahkam.

__ADS_1


" Haus Mi,nih air, " ucap Ali mengambil air dari dalam kardus yang sudah tersedia di tempat latihan.


" Makasih mas, " Azmi.


" Iya sama-sama. " Ali.


Azmi mengambil 2 gelas air dan memberikannya kepada Aban.


" Nih Ban, " Azmi memberikan air kepada Aban.


" Makasih Mi, " Aban.


" Sama-sama. " Azmi ia meminum air itu dengan sangat lahap.


" Haus banget Azmi, " Akmal kepada Ali yang ada disampingnya.


Ali tertawa kecil memandang Azmi.


" Ini Mi, kalau kurang." Ali.


" Iya mas, tapi aku udah gak haus." Azmi.


" Oh ya, selamat ya Azmi, Aban, atas kemenangan kalian. " Akmal memberi jabatan tangannya kepada Azmi dan Aban.


" Makasih mas, " ucap Azmi dan Aban setelah menerima jabatan tangan Akmal.


" Eh, emang iya, Azmi sama Aban ikut lomba apa sih?. " tanya Udin.


" Gak denger kabar nih anak, mereka menang lomba kemarin yang di Surabaya itu lo Din. " jawab Firman.


" Makasih mas ," Azmi dan Aban.


" Wishh hebat, aku kok gak tau ya, selamat ya, buat kalian berdua ingat jangan sombong dan terus berusaha untuk menjadi yang lebih baik. " ucap Udin dengan logat jawanya dan ekspresi lucunya membuat semua orang tertawa kecil.


" Iya pak ustadz, " Akmal.


" Eh, opo'o toh, bener kan aku, " Udin yang bingung ,Ali yang sudah tidak bisa menahan tawanya menurunkan peci Udin tepat menutupi wajah Udin.


" Iya ,iya ,kamu bener kok Din, " Ali sembari terus tertawa.


Azmi dan Aban juga ikut tertawa melihat kelakuan Ali dan Udin.


" Assalamualaikum. " ucap ustadz Mustafa memasuki tempat latihan.


" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. " jawab semuanya.


" Kelihatannya bahagia banget, hayo, lagi ngomongin apaan kalian semua?. " tanya ustadz Mustafa kepada semuanya.


" Enggak ada kok ustadz, " jawab Ali.


" Ayo ustadz, kita langsung latihan aja. " Azmi dengan semangat.


" Semangat sekali Azmi, bagus. " ustadz Mustafa.

__ADS_1


" Tumben sih Azmi, bukannya tadi ngeluh karena belum dapat tidur. " ledek Ahkam.


" Hushh, mas Ahkam jangan ngomong gitu, ada ustadz. " Azmi sembari menepatkan jari telunjuk pada mulutnya dan memukul pelan pundak Ahkam.


Semuanya ikut tertawa kecil melihat kelakuan Azmi.


" Ya udah, sudah bercandanya, ayo baris seperti biasanya." ustadz Mustafa.


Tim hadroh mulai duduk dengan rapi dibelakang para vocal yang sudah siap dengan mikrofonnya yang diberikan ustadz Mustafa.


" Ahkam sama Akmal vocal 1 sama 2 ya, Azmi dan Aban 3 sama 4 jadi kalian setelah mas, mas, ini. " ustadz Mustafa.


" Baik ustadz." ucap Azmi, Aban, Ahkam dan Akmal.


" Hadroh ada yang mau ditanyakan?. " ustadz Mustafa kepada tim hadroh yang sudah siap dengan rebana mereka.


Para tim hadroh saling pandang bertanya satu sama lain.


" Tidak ada ustadz, " jawab salah satu hadroh.


" Sholawatnya ini ya, " ustadz Mustafa memberi para vocal kertas yang berisi sholawat .


" Azmi, ini kasih salah satu hadroh ya, " ustadz Mustafa kepada Azmi yang ada dihadapannya.


" Baik ustadz, " Azmi menerima kertas itu.


" Ini mas, " Azmi memberikan kertas itu kepada tim hadroh yang ada dibelakangnya.


" Ayo, tim hadroh latihan dulu, baru nanti sama vocalnya. " ustadz Mustafa.


" Baik ustadz, " semua hadroh.


Mereka mulai memukul rebana mereka dengan arahan ustadz Mustafa. Para vocal diminta untuk diam terlebih dahulu mereka tersenyum melihat aksi tim hardroh yang kompak dan ustadz Mustafa yang melantunkan sholawatnya dengan suaranya yang lantang.


" Bagus, sekarang ayo vocalnya. " ustadz Mustafa setelah melatih para hadroh yang sangat kompak dan mahir memainkan rebana mereka.


Ahkam dan Akmal mulai bersiap mereka mulai melantunkan sholawat mereka dengan suara yang sangat indah sedangkan Azmi dan Aban juga mempersiapkan diri mereka setelah Ahkam dan Akmal menyelesaikan sholawatnya.


Mulailah Azmi melantunkan sholawatnya dengan sangat merdu dan mengkhayati sholawat tersebut begitu juga dengan Aba yang melantunkan sholawatnya setelah Azmi. Terakhir para vocal bersholawat bersama dengan iringan tabuhan rebana yang mulus membuat mereka semakin semangat.Tiba-tiba Akmal merasakan sakit di dadanya ia berusaha untuk menahannya dan terus melantunkan sholwatnya hingga selesai.


" Alhamdulillah, kalian semakin bagus, terus berlatih dan jangan pernah menyerah untuk menjadi yang terbaik. " ustadz Mustafa.


" Iya ustadz, " ucap semuanya.


" Ustadz,acaranya kapan?. " tanya Firman.


" Besok sehabis maghrib. " ustadz Mustafa.


" Aseek, keluar kita... " Udin dengan sangat senangnya.


" Hushh, ada ustadz ini lo," Ali.


Udin terdiam seketika sembari menuduk membuat semuanya tertawa kecil termasuk Azmi .Sementara semuanya tidak ada yang tau bahwa Akmal sedang merasa sakitnya yang amat sakit sesekali ia menarik nafasnya agar sakitnya bisa membaik,Akmal tetap tersenyum kepada Azmi yang ada disebelahnya ia mencoba menyembunyikan rasa sakitnya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2