
" Lama banget sih cuman sholawatan aja, mereka minta lagi,gue aja sama temen-temen gue satu lagu aja udah untung. " ucap Mufti dengan sangat kesal, ia terus saja ngomong sendiri dan duduk di atas mobil mewahnya itu.
Tiba-tiba ada tiga teman Mufti yang melihat Mufti yang sedang menunjukkan kekesalannya.
" Eh itu Mufti kan, " salah satu temannya.
" Iya benar, dia ngapain datang ke tempat pengajian kayak gini?. " teman lainnya.
" Ya udah kita samperin aja, yuk. " salah satu teman.
Ketiga teman Mufti datang menghampiri Mufti.
" Halo bro,lo ngapain datang kesini?.teman 1.
" Iya, udah tobat lo. " teman 2.
" Ah,bersik banget si kalian, udah gue pengen sendiri. " ucap Mufti sangat kesal.
" Woles Muf,ini ada apa sih sebenarnya?." teman 3.
Datanglah anggota Syubban yang sudah selesai membawa sholawat mereka. Dengan gembira mereka berjalan sembari tertawa. Mufti dan ketiga temannya memandang anggota Syubban yang sangat senang itu.
" Aku gak nyangka ternyata kita dapat upah,100 ribu lumayan pakai jajan. " Firman.
" Alhamdulillah,ini uang pertama kita biasanya kan dapat makan doang. " Ali.
" Heh, gak boleh gitu, bersyukur aja. " Ahkam.
" Iya mas ,aku bersyukur kok. " Ali.
Mereka semua melanjutkan langkah mereka menuju dua mobil mewah milik ustadz Mustafa.
" Senang banget kalian, kak Mustafa mana?. " tanya Mufti kepada semua anggota Syubban.
" Jadi, kamu beneran adeknya ustadz Mustafa. " Ali seperti tidak terima.
" Ustadz Mustafa masih berbincang sama pemilik acara ini. " ucap Azmi.
" Eh, kok ada tiga perusuh ini juga." Akmal.
" Ooo, kalian pasti mau nonton kita sholwatan, ya kan. " Udin.
" Apaan, ogah banget nontonin kalian nebuhin apa itu, rebana. " salah satu teman Mufti.
Ustadz Mustafa datang dan menghampiri para anggota Syubban.
" Saya bangga sekali dengan kalian, banyak yang suka dengan kekompakan kalian,ustadz minta kalian semangat latihannya." ustadz Mustafa.
" Iya ustadz kita pasti akan semangat. " Aban.
" Benar ustadz, kita akan banggain pesantren kita,iya kan semua. " Azmi.
" Iya ustadz. " semua anggota Syubban.
"Bangga banget sih," Mufti.
" Iya tuh, gak usah sombong deh kalian,musik butut kayak gitu aja dibanggain. " salah satu teman Mufti.
" Heh.Ngomong apa kamu?, jangan hina musik para anak didik saya, karena kalian belum tentu bisa seperti mereka." sentak ustadz Mustafa.
" Ah udahlah, ayo kak kita pergi aku capek nih," Mufti.
" Kakak?, Muf, jadi ini kakak lo. " tanya salah teman Mufti.
" Kalian pulang aja, besok kita ketemuan di tempat biasa, oke. " Mufti segera masuk ke dalam mobilnya dan menutupnya dengan keras membuat para anggota Syubban kaget dan ustadz Mustafa hanya menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Ayo, sama kayak tadi duduknya biar gak rebutan. " ustadz Mustafa.
" Baik ustadz. " semua anggota Syubban.
Para anggota Syubban segera naik ke mobil dengan tempat duduk yang sama seperti sebelumnya. Azmi membuka pintu mobil Mufti dan duduk disampingnya.
" Alhamdulillah, mas Mufti ngantuk ya." Azmi kepada Mufti yang memang terlihat merah matanya.
" Peduli amat lo sama gue, ini semua gara-gara nungguin kalian." Mufti.
" Sabar mas, " Azmi.
Ustadz Mustafa mulai menjalankan mobilnya.
" Ayo jalan, ustadz Mustafa udah duluan tuh, " Ali.
" Iya, iya, tenang aja. " Mufti,ia mulai menyalakan mobilnya dan melaju mengikuti ustadz Mustafa.
" Jangan ngebut-ngebut dong," Ali.
" Santai aja, gue udah jago. " Mufti yang terus melajukan mobilnya.
Sampailah di depan gerbang pesantren, pak satpam yang masih berjaga siap membuka gerbang pesantren. Tetapi Mufti malah menghentikan mobilnya.
" Kok berhenti sih, masuk mas. " Azmi.
" Malas banget gue masuk ke pesantren. " Mufti.
"Nak, ayo cepat. " pak satpam.
" Udah masuk aja. " Ali.
Akhirnya Mufti dengan terpaksa masuk ke dalam pesantren. Rombongan ustadz Mustafa sudah turun dari mobil.Mufti menghentikan mobilnya dan para anggota Syubban turun dari mobilnya.
" Ngapain sih?,malas banget. " Mufti.
" Cepetan turun." perintah ustadz Mustafa.
Mufti terpaksa membuka pintu mobilnya dan ikut turun berdiri disamping Azmi dan Aban.
"Kalian kan belum sholat,ayo kita sholat jama'ah dulu. " ustadz Mustafa.
" Sholat?,tapi kan.... " Mufti.
" Kamu juga ikut jama'ah disini, ayo taruh dulu rebana kalian setelah itu segera wudhu dan ke Masjid. " ustadz Mustafa.
" Eh,kak....aku...." Mufti.
Ustadz Mustafa tidak mendengarkan dan terus berjalan menuju tempat wudhu.
" Kenapa mas?."Aban.
" Ayo mas, kita wudhu. " Azmi.
"Gue gak mau, siapa kalian?, nyuruh-nyuruh gue sholat. "Mufti.
" Mas, umat muslim itu wajib sholat, kalau gak sholat nanti mas dibakar di nereka ,mau mas." ucap Azmi menakuti Mufti yang tidak mau diajak sholat.
" Ya udah Ban, ayo wudhu. " ajak Azmi kepada Aban.
Aban mengangguk,Azmi dan Aban melangkah menuju tempat wudhu.
"Eh tunggu,oke ,gue ikut. " Mufti.
Azmi dan Aban saling pandang dan tersenyum.
__ADS_1
" Gitu dong mas, ayo. " Azmi.
Mufti mulai mengikuti Azmi dan Aban untuk berwudhu dan pergi menuju Masjid.Para santri yang melihat Mufti membicarakannya karena pakaiannya yang mencerminkan anak gaul.
" Ngapain lo ngelihatin gue kayak gitu?, sana pergi. " Mufti kepada santri yang memandangnya.
Santri itu segera pergi karena sentakan Mufti.
" Udah mas, mereka itu ngelihatin mas karena mas ganteng,ya kan Ban. " Azmi.
" Iya Mi, benar. " Aban.
" Ah udahlah, ayo buruan ke Masjid. " Mufti.
Sesampainya di Masjid terlihat ustadz Mustafa dan beberapa anggota Syubban lainnya yang sedang menunggu yang lain.
Ustadz Mustafa tersenyum melihat Mufti yang mendekatinya.
" Ya sudah, kita mulai, ayo. " ustadz Mustafa, mulailah mereka melaksanakan sholat isya' berjama'ah dengan khusyuk begitu juga dengan Mufti.Mereka juga berdzikir dan berdoa setelah sholat.
Selesai sholat mereka melangkah bersama turun dari Masjid.
" Ya sudah ustadz pulang dulu, selamat istitahat ya, " ustadz Mustafa.
"Ustadz saya mau nanya, dia ini beneran adiknya ustadz?." Ali yang masih tidak percaya.
Ustadz Mustafa tersenyum dan memandang Mufti yang sedari tadi tidak betah ada di pesantren.
" Iya, dia... " ustadz Mustafa.
"Bukan, dia gak akan jadi kakak gue dan kalian semua gak usah nanya-nanya hal itu lagi. " Mufti dengan sangat kesal dan pergi begitu saja.
" Mufti, kamu mau kemana?. " ustadz Mustafa.
" Pulang, " jawab Mufti sembari terus berjalan menuju mobilnya dan pulang lebih dulu.
" Tuh anak kenapa sih?, "Akmal.
" Iya, aku kan nanya baik-baik. " Ali.
" Maafkan atas perilaku Mufti, ustadz pulang dulu ya, assalamualaikum. " ustadz Mustafa.
" Wa'alaikumsalam. " semua anggota Syubban.
" Hati-hati ustadz. " Ahkam.
Ustadz Mustafa mulai menyalakan mobilnya dan pergi.
" Gak nyangka ya, kalau ustadz Mustafa itu kaya. " salah satu anggota Syubban.
" Iya, ustadz penampilannya selalu sederhana." Udin.
" Eh, tapi aku masih mikir ,masa sih anak Band rusuh itu adiknya ustadz Mustafa. " Ali yang masih bingung.
" Udahlah, mas Ali dari tadi sore mikirnya itu terus. " Aban.
" Iya,mungkin anak Band itu benar-benar adiknya ustadz. "Muhklis.
" Mendingan kita tidur yuk, aku ngantuk nih," Azmi yang menguap dan menutup mulutnya dengan tangannya.
" Ayo, aku juga ngantuk. " Udin.
Mulailah mereka berjalan bersama hendak ber'istirahat, pesantren sudah terlihat sepi dan hanya ada beberapa santri yang masih lalu lalang.
Bersambung.....
__ADS_1