Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 143. Para Santri Yang Polos.


__ADS_3

Video itu menyebar dengan sangat cepat, seluruh masyarakat sana mulai memperbincangkan keburukan tim Syubbanul Muslimin. Kali ini, lagi-lagi Azmi di fitnah ia dan Ahkam menjadi topik perbincangan utama oleh masyarakat desa.


Semua orang yang pernah mengundang mereka merasa sangat kecewa, masyarakat sekitar terutama para kaum hawa sangat gampang percaya pada berita yang belum tentu kebenarannya.


Video itupun sampai kepada Hamdi yang sedang memainkan hapenya, ia begitu kaget dengan isi video itu tapi, Hamdi tidak mudah percaya ia memberitahu ini kepada Hafsah yang sedang membersihkan kukunya.


" Dek, " panggil Hamdi.


" Hmmm, " jawab Hafsah masih asyik dengan kukunya yang hendak ia cat.


" Coba deh, kamu lihat ini, " Hamdi.


" Apaan, sih? Nanti aja deh, Kak. Kakak gak lihat apa, aku lagi ngapain? " Hafsah sama sekali tidak menghiraukan Kakaknya yang sedang berusaha membujuk dirinya untuk mau melihat video yang baru saja ia lihat.


" Ini penting, tentang tim Syubbanul Muslimin terutama Azmi, " Hamdi.


Mendengar kata grup Syubbanul Muslimin dan nama Azmi, Hafsah langsung menghentikan pekerjaannya dan langsung merampas hape milik Hamdi yang sedari tadi memang hendak di berikan untuknya.


Pandangan Hafsah sangat fokus kepada layar hape, ia sampai tidak berkedip saking penasarannya dengan apa isi video. Begitu sampai kepada Azmi dan ucapan Mufti yang menjelek-jelekkan nama Syubbanul Muslimin juga santri. Hafsah sangat terkejut ia sampai menggigit jarinya dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Setelah video itu selesai, Hafsah menatap fokus kakaknya seakan ia sangat tidak percaya dengan terus menggelengkan kepalanya.


" Gak! Mereka gak mungkin ngelakuin hal seburuk itu!" Hafsah.


" Nah, iya. Kakak juga gak percaya sama video ini. Memang sih, di situ ada video amatirnya kalau Azmi mukul si anak yang ada di video. Tapi, Azmi gak akan mukul dia tanpa sebab, " ujar Hamdi sembari memegang dahunya dan melihat komen-komen buruk tentang Azmi dan tim hadrohnya.


" Aku yakin banget, ini mereka lakuin karena mereka benci sama tim Syubbanul Muslimin yang udah terkenal di se-jawa timur dan udah diundang ke banyak tempat. Emang tuh anak Band, arghhh! Geram banget aku, " ucap Hafsah sembari bicara ia menunjukkan ekspresi yang sangat kesal dan memukul meja dengan keras membuat kaget Hamdi.


" Astagfirullah, netizen juga udah banyak yang komen buruk tentang Syubban. Nama mereka sudah jelek di mata masyarakat. " Hamdi.


" Gak bisa dibiarin, aku harus ngelakuin sesuatu, " ucap Hafsah penuh emosi yang sudah membara.

__ADS_1


___


___


___


Masyarakat yang melihat anggota Syubban yang jongkok dan ada juga yang berdiri di dekat mobil Ustadz Mustafa dan Kyai menghampiri mereka. Terlihat wajah-wajah kebencian nampak pada ibu-ibu dan sejumlah pemudi yang baru saja melihat video hoaks tentang Azmi dan tim Syubban.


" Wah, ini nih! Tim hadroh yang sudah mukulin anak-anak Band tidak bersalah. " ibu 1.


Azmi langsung berdiri wajahnya yang tidak tau apapun bingung campur kaget menatap semua warga yang terlihat geram dengannya dan teman-temannya. Seluruh tim Syubban juga dengan perlahan berdiri mereka bingung dengan apa yang dibicarakan warga tentang mereka.


" Maaf, sebelumnya ini ada apa, ya? Kami sama sekali tidak tau apapun, " Azmi ia tetap sopan walau semua masyarakat telah berkata yang tidak baik tentangnya.


" Gak usah sok polos lo, baru terkenal satu wilayah aja udah belagu banget, apalagi kalau udah terkenal satu dunia, " ucap seorang pemudi menatap sinis Azmi.


" Iya tuh, kalian ini gak pantas buat terkenal! Muka sok alim kaya kalian ini, udah gak mempan buat bohongin kita! " sambung pemudi lainnya.


" Heh, kamu kan juga udah mukulin anak Band itu, tingkah kalian itu jauh banget dari seorang santri, kalian baru di kenal sama masyarakat sekitar sini, kalian gak pantas bersikap seenaknya seperti itu, " ibu 2.


Para tim Syubban semakin bingung dengan apa yang mereka dengar, kata-kata tidak baik mereka dapat dari masyarakat yang terlihat sangat benci kepada mereka.


Kepala Azmi terasa pusing matanya buram melihat masyarakat desa setempat yang terus saja menjelek-jelekkan nama mereka.


...*****...


Setelah di berikan video hoaks itu, Kyai dan Ustadz Mustafa sangat kaget mereka tidak percaya dengan apa yang sudah mereka lihat secara seksama.


Kyai sangat percaya dengan para santrinya dan Ustadz Mustafa langsung mengarah kepada Mufti yang menjadi tokoh video sebagai orang yang telah memfitnah para anggota Syubban.


" Tidak pak, saya yakin ini hanya kesalahpahaman. Santri-santri saya tidak mungkin melakukan hal seperti itu, mereka selalu dalam pengawasan saya. " jelas Kyai berusaha membuat bapak pemilik acara percaya kepadanya dan bukan kepada berita hoaks yang telah tersebar.

__ADS_1


" Saya tidak bisa mengatakan apapun tentang hal ini, Kyai. Saya sangat kecewa dengan tim Syubban, dan sebelum ada kebenaran yang menyatakan mereka tidak bersalah, saya tidak akan menghubungi kalian untuk mengisi acara-acara selanjutnya, " pemilik acara dengan nada lirih ia juga bingung dengan apa yang sudah ia lihat.


" Pak, kita akan segera menyelesaikan masalah ini, " ucap Ustadz Mustafa.


Pemilik acara mengangguk pelan beberapa kali dan kembali menatap Kyai dan Ustadz Mustafa.


" Maaf Kyai, Ustadz, saya ingin kalian segera pulang karena tidak baik jika kalian ada di sini terlalu lama, video ini sudah beredar dan akan membahayakan kalian, " pemilik acara.


Kyai bisa mengerti ia sungguh merasa lemas masih tidak mempercayai hal buruk akan terjadi kepada para anggota Syubban dan ini adalah masalah yang kesekian kalinya. Kyai dan Ustadz Mustafa akan segera mengurus masalah ini mereka tidak ingin para anggota Syubban terus di jelek-jelekkan.


Baru saja mereka pamit, terlihat sejumlah warga yang mengerumuni para anggota Syubban tidak hanya itu, mereka yang sudah sangat geram kepada anggota Syubban sampai menyerang anggota Syubban.


Tim Syubban tidak bisa berbuat apapun jika mereka bertindak pasti nama mereka akan semakin buruk, sejumlah santri polos yang tidak bersalah itu terus jongkok dengan menutupi wajah mereka dengan kedua tangan karena terus menerima serangan oleh masyarakat dengan di pukuli bahkan ada yang sampai mencubit karena saking geramnya dan ada juga seorang gadis yang malah memvideokan mereka.


Ustadz dan Kyai segera menyelamatkan para santrinya yang malang. Dengan tegas Ustadz Mustafa menyerobot kerumunan masyarakat dan menyuruh mereka untuk berhenti. Kyai juga memeluk para santrinya beliau sangat sedih melihat santri-santrinya yang sudah terluka karena pukulan dari masyarakat ganas yang tidak menggunakan pikiran mereka untuk mencerna terlebih dahulu informasi yang mereka lihat.


" Saya tidak suka jika kalian melakukan hal seperti ini kepada santri-santri saya! " tegas Ustadz Mustafa.


" Tolong saya minta kalian pergi dari sini! Saya bisa saja melaporkan kalian semua kepada polisi atas kekerasan yang kalian lakukan kepada santri-santri saya, " sentak Kyai sangat geram dengan apa yang dilakukan oleh masyarakat.


Sebelum pergi masyarakat sempat menyoraki mereka terus saja berkata yang di anggap mereka benar.


" Kalian semua tidak apa-apa? Ada yang terluka? " tanya Kyai sangat khawatir memandang satu-persatu para santrinya.


Anggota Syubban hanya bisa menggelengkan kepala mereka dengan keadaan yang sudah lemah.


" Kita bicarakan ini di pesantren nanti Kyai, anak-anak, ayo masuk ke mobil dulu, " Ustadz Mustafa.


" Baik Ustadz, " jawab para anggota dengan nada lemas.


Setelah semua anggota masuk, Kyai dan Ustadz Mustafa juga ikut masuk, kali ini Kyai menyetir mobilnya sendiri dengan keadaan masih bingung dan tidak percaya dengan apa yang ia alami.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2