
Seperti perintah ustadz Mustafa, setelah melaksanakan sholat maghrib berjama'h para tim Syubband sudah bersiap dengan seragam hitam putihnya mereka semua terlihat keren dan tampan apalagi Azmi yang duduk bersama Aban dengan pecinya yang jomplang sembari mengecek suara dan melantunkan sholawatnya.
Suara klakson mobil mengagetkan semua tim Syubban yang seketika memandang ke arah mobil itu tidak lain adalah mobil ustadz Mustafa.
" Ayo anak-anak, kesini semua." teriak ustadz Mustafa dari dalam mobil sembari melambaikan tangannya.
Dengan segera para anggota Syubban melangkah menghampiri ustadz Mustafa.
" Ustadz,Kyai hadir?. "tanya Firman.
" Iya, tadi Kyai bilang bisa untuk melihat penampilan kalian." ustadz Mustafa.
Tibalah mobil mewah Kyai dan mulai mendekat berhenti di samping mobil ustadz Mustafa.
Para tim Syubban mulai menunduk untuk menyambut kedatangan Kyai begitu juga dengan ustadz Mustafa yang keluar dari dalam mobil dan berdiri disamping Aban.
" Assalamualaikum. " ucap Kyai.
" Wa'alaikumsalam. " jawab semua.
Dimulai dari ustadz Mustafa satu-persatu dari mereka mulai menyalam tangan Kyai.
" Kita langsung berangkat saja Kyai." ustadz Mustafa.
" Baik, baik,bagaimana anak-anak sudah makan semua?. " Kyai.
" Sudah Kyai. " jawab semua santri dengan suara yang pelan.
" Alhamdulillah, ini saya punya roti untuk kalian,pak tolong rotinya. " Kyai meminta pak sopir untuk mengambilkan roti yang dibungkus kardus, roti itu cukup banyak sehingga semua tim Syubband dapat bagian.
" Terimakasih Kyai ," ucap semua tim Syubband.
" Iya, ayo masuk makannya di mobil saja. " Kyai sembari tersenyum.
" Baik Kyai, " ucap semua tim Syubband.
Azmi, Aban, Ahkam ,Muhklis ,Akmal dan Ali berada satu mobil di mobil Kyai dan sisanya naik di mobil ustadz Mustafa. Berangkatlah para tim Syubband. Pak satpam yang ramah menyapa Kyai dan ustadz Mustafa yang keluar dari pesantren.
Azmi mulai membuka bungkus roti dan memakannya dengan sangat menikmati roti itu.
" Enak banget Ban, kamu gak makan?." Azmi sembari mengunyah rotinya.
" Iya Mi, aku lagi deg-degan nih, " Aban.
" Ya elah Ban, santai aja, tarik nafas... Buang... ingat bismillah sebelum melakukan suatu pekerjaan. " Azmi.
" Pintar Azmi, semuanya denger yang di bilang Azmi. " Kyai yang sedari tadi mendengarkan ucapan Azmi.
" Dengar Kyai, " ucap semuanya yang juga mendengarkan pembicaraan Azmi dan Aban.
" Nak Aban, kamu harus tanamkan rasa percaya diri dan harus tunjukkan yang terbaik untuk semuanya, dan kalian semua jangan lupa sebelum melakukan apapun itu ucapkan bismillah terlebih dahulu agar apa yang akan kita kerjakan menjadi barokah ,mengerti semuanya. " Kyai.
" Mengerti Kyai. " ucap semuanya.
__ADS_1
"Nih Ban, udah aku bukain, ayo makan. " Azmi menyodongkan roti milik Aban yang telah ia buka bungkusnya.
" Azmi, perhatian banget sama Aban, " Ali.
" Iya, udah kayak kakak adik aja, aku aja sama Ali gak pernah kayak gitu, jadi ngiri lihatnya. " Akmal yang duduk di belakang bersama Ali saling pandang dan kembali memandang Azmi dan Aban sembari memberikan senyumnya .
Aban tersenyum sembari menerima roti dari Azmi dan mulai memakannya secara perlahan sementara Azmi hanya tersenyum sembari sedikit menunduk.
" Emang tuh, Azmi sama Aban best friend banget dah, kemana-mana aja selalu bareng. " Ahkam.
" Semoga persahabatan kalian terus kayak gini," Muhklis.
" Aamiin. " ucap semuanya .
Kyai hanya tersenyum mendengarkan para santrinya yang sangat asyik berbincang.
Di tengah perjalanan terlihat anak Band yang sedang berkumpul di depan cafe yang tidak jauh dari Masjid.
Ketika mobil Kyai lewat mereka hanya memandanginya tetapi ketika mobil ustadz Mustafa lihat Mufti kaget dan seketika bangun dari motornya.
" Kenapa bro?." tanya teman Mufti.
" Itu mobil kakak gue, gue yakin dia pasti nganterin para anggota rebana kampungan itu. " Mufti.
" Ya udahlah Muf, biar aja mereka tampil. " ucap salah satu teman.
" Emang lo mau ngapain bro ?." tanya teman Mufti yang sedari tadi berdiri disamping Mufti.
" Kalau gitu,ayo kita masuk." teman Mufti sembari menepatkan tangannya pada pundak Mufti. Mufti menoleh dan mengangguk para anak Band itu segera masuk ke dalam cafe.
Semua anggota Syubban sudah berkumpul berdiri di depan mobil Kyai. Azmi mulai merapikan rambut dan pecinya.
" Semua sudah siap, ayo kita masuk. " Kyai.
" Baik Kyai. " ucap semuanya.
Pengajian itu tidak diadakan di dalam Masjid melainkan diluar Masjid yang sudah di pasang tenda yang sangat besar memenuhi halaman Masjid yang cukup luas itu. Baru saja tim Syubband ingin memasuki Masjid ada beberapa perempuan yang terpesona melihat mereka.
" Eh itu tim hadrohnya kan. " cewek 1 menunjuk ke arah tim Syubban yang sedang berjalan.
" Kayaknya iya deh, " cewek 2 membenarkan kaca matanya memandang kembali mereka yang masih berjalan.
" Widih, ganteng-ganteng banget, samperin yuk. " cewek 3 yang seketika menarik tangan kedua temannya sembari berlari dan meneriaki anggota Syubban.
" Maaf ini tim hadronya ya, " cewek 3.
" Iya, ada apa?. " ustadz Mustafa.
Mendengar itu ketiga cewek itu sangat kaget dengan wajah gembira mereka saling pandang satu sama lain.
" Masya Allah, ganteng banget. " cewek 2 tercengang memandangi para anggota Syubban.
" Astagfirullah, ujian apa lagi ini tuhan?. " Azmi memalingkan wajahnya dari tatapan gadis yang terus menatapi tim Syubband.
__ADS_1
" Maaf ya semuanya , kita harus buru-buru, ayo anak-anak. " Kyai memerintahkan para anggota Syubban untuk kembali melanjutkan langkah mereka.
Ketiga gadis itu masih tercengang memandang mereka mengikuti langkah tim Syubban yang sudah masuk.
" Sumpah, baru pertama kali ini aku ngelihat tim hadroh seganteng itu. " cewek 1.
" Iya bener, mukanya adem banget. " cewek 2.
" Ayo kita masuk, biar dapet tempat duduk paling depan. " cewek 3.
" Iya, iya, ayo. " cewek 1, mereka segera masuk ke acara itu.
" Assalamualaikum. " ucap Kyai bersama tim Syubban kepada pemilik acara tersebut yang tidak lain anak dari pemilik Masjid yang sudah lama meninggal.
" Wa'alaikumsalam. " jawab pemilik acara.
" Ini tim hadroh yang katanya pak Shomat itu ya," pemilik acara.
" Iya benar-benar, aku ingat sekali ini yang adzan dan ini yang qhamat, suara mereka bagus sekali pak, " ucap pak Shomat yang tiba-tiba datang sembari menunjuk Azmi dan Aban menunjukkan ekspresi kagumnya.
Azmi dan Aban hanya tersenyum sembari menunduk setelahnya.
" Masya Allah, ayo semuanya duduk dulu disini, nanti kalian akan dipanggil. " pemilik acara menunjukkan kursi yang sudah ia siapkan.
" Untuk ustadz dan Kyai, boleh kita berbincang dulu di sana. " pak Shomat.
" Tentu pak, " Kyai.
" Mari Kyai, saya antarkan. " pemilik acara.
Kyai tersenyum dan mengangguk, Kyai dan ustadz Mustafa mengikuti langkah pak Shomat dan pemilik acara merekapun duduk bersama keluarga dari pemilik acara itu.
" Ayo duduk, masa kita mau berdiri aja, " Udin.
" Ayo, " Akmal.
Para tim Syubband duduk di kursi yang telah disiapkan.
Tiba-tiba sejumlah kaum hawa yang melihat mereka mengambil video dari tim Syubband.
" Assalamualaikum ,akhi noleh dong. " cewek 1.
" Ya Allah genteng banget mereka, " cewek 2.
Mereka sangat asyik berdiri untuk melihat tim Syubban yang hanya menunduk .Seorang ibu yang melihat sejumlah kaum hawa yang memandangi tim Syubband merasa geram dan segera menghampiri mereka.
" Astagfirullah, apa-apaan kalian, ayo duduk dibangku wanita yang sudah disiapkan. " ucap seorang ibu memerintahkan mereka untuk pergi.
Dengan segera mereka pergi dari sana.
Ibu itu tersenyum menoleh ke arah anggota Syubban yang sedari tadi menunduk dan menutupi wajah mereka dengan kedua tangan untuk menghindari sejumlah kaum hawa yang terpesona dengan mereka.
Bersambung.....
__ADS_1