Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 66. Pasti Bisa


__ADS_3

Bel pulang sekolah sudah berbunyi, ustadz Ridwan memperbolehkan para siswa untuk kembali ke pondok.Azmi dan Aban menjadi orang yang terakhir menyalam tangan ustadz Ridwan karena mereka ingin berbicara. Setelah mencium tangan ustadz Ridwan Azmi dan Aban masih berdiri disana mereka berebut dan saling suruh siapa yang akan berbicara. Azmi terus saja mendorong Aban, Aban membalikkan itu kepada Azmi dia juga menyenggol Azmi.


" Ada apa Azmi,Aban,kalian tidak kembali kepondok, ingat nanti kalian latihan. " ustadz Ridwan.


Aban memiliki kesempatan, ia mendorong Azmi yang terdiam, terpaksa Azmi harus berbicara dihadapan ustadz Ridwan.


" Iya Azmi, ayo bicara. " ustadz Ridwan.


" Heee ,iya ustadz,ini....Emmm... Begini ustadz. " Azmi merasa canggung dan menggaruk lehernya pelan juga menoleh ke arah Aban yang menyuruhnya berbicara.


" Ayo Azmi, jangan diam saja, sebentar lagi mau jama'ah. " ustadz Ridwan.


" Iya ustadz, saya sama Aban mau minta, bisa gak latihannya ba'da ashar soalnya nanti saya gak dapat istirahat, ba'da ashar biasanya jam kosong ustadz, " Azmi memberanikan dirinya tetapi juga melibatkan Aban.


Ustadz Ridwan tertawa dengan apa yang Azmi katakan.


" Ba'da ashar benar jam kosong Azmi, " ustadz Ridwan.


" Enggak sih, eh maksud saya iya ustadz ,kan cuman ngaji dan hafalan, saya bisa setor malam. " Azmi.


" Azmi, Aban, kalian jangan takut tidak dapat istirahat, apa kalian lupa nabi itu juga pernah mencari ilmu sampai tidak istirahat, apa kalian juga lupa nabi beribadah sampai bengkak kakinya itu karena tidak istirahat, lagi pula ini cuman sebentar sampai 4 hari saja, ustadz hanya mau yang terbaik untuk penampilan kalian nanti, banyak juga kok kakak kelas kalian yang ikut latihan. " ustadz Ridwan menjelaskan semuanya kepada Azmi dan Aban.


" Iya Mi, ustadz benar, iya ustadz saya mau latihan. " Aban.


" Masya Allah, bagus Aban, bagaimana Azmi ?." ustadz Ridwan kepada Azmi yang masih terdiam.


"Tapi ustadz, saya tidak bisa ceramah seperti yang ustadz bilang, saya belum pernah melakukan itu. " Azmi.


Ustadz Ridwan kembali tersenyum mendengar perkataan Azmi.


" Azmi, ini sudah dibicarakan, bukannya setiap akhir bulan ada penilaian ceramah, dan saya sangat suka pembahasan kamu ketika ceramah,saya ingin kamu yang mewakilkan pesantren kita.Tidak perlu takut Azmi, menang kalah soal biasa yang penting kamu sudah berusaha, belajar saja sama mas Ahkam nanti, ya. " Ustadz Ridwan menaruh tangannya di pundak Azmi yang berdiri dihapannya.


" Iya ustadz, kalau gitu saya mau dan saya akan berusaha menjadi yang terbaik. " Azmi.


" Alhamdulillah, kalau begitu kalian cepat kambali ke pondok ,sudah adzan dan sebentar lagi sholat jama'ah. " ustadz Ridwan.


" Iya ustadz, salim lagi. " Azmi mencium tangan ustadz Ridwan lagi begitu juga dengan Aban.


" Assalamualaikum. " ucap Azmi dan Aban, mereka melangkah keluar kelas dan akan segera berwudhu untuk melaksanakan sholat duhur berjama'ah.


" Azmi, Azmi, " ucap Ridwan yang masih teringat ucapan dan wajah Azmi ketika berbicara dengannya sembari menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


Sholat duhur berjama'ah sudah selesai,Azmi dan Aban sudah bersiap mengganti seragamnya dengan baju koko mereka.

__ADS_1


" Azmi, Aban, mau kemana?. " Muhklis yang baru datang dengan Ahkam melihat penampilan Azmi dan Aban yang hendak pergi.


" Kita mau latihan bang, " jawab Azmi.


" Latihan apa Mi?, " tanya Ahkam duduk dikasurnya memandang ke arah Azmi dan Aban.


" Ini mas Ahkam, bentar lagi ada lomba.Nah ,aku sama Azmi di pilih untuk mewakilkan pesantren kita ." Jawab Aban.


" Wishh hebat kalian, iya aku ingat antar MTS dan santri, semangat dah buat kalian, good luck. " Ahkam.


" Iya mas Ahkam, makasih, aku juga nanti mau belajar sama mas. " Azmi.


" Bagus Mi, belajar juga sama Ahkam dia juga juara dulu waktu masih MTS ," Muhklis.


Azmi tersenyum memandang Ahkam yang hanya tersenyum kecil ketika di puji oleh Mukhlis .


" Iya, sana cepat, gak baik buat ustadz nunggu. " Ahkam.


" Iya mas, ya udah, kita latihan dulu ,assalamualaikum, ayo Ban. " Azmi mengajak Aban untuk pergi


" Ayo, assalamualaikum bang, mas. " Aban.


" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarkatuh. " Ahkam dan Muhklis bersamaan.


" Yang serius jangan main-main. " teriak Ahkam ikut menambahkan.


" Iya mas ." jawab Azmi yang masih belum jauh dari sana.


Ahkam dan Muhklis tersenyum kecil mendengar sahutan Azmi.


" Anak MTS aja ya Klis, " Ahkam.


" Iya Kam, habis ini libur terus 2 bulan lagi kita kemah. " Muhklis.


" Kemah itu kan, 2 minggu sebelum pulangan kan, " Ahkam.


" Iya Kam..." Jawab Muhklis.


" Eh cepat banget lo,gak kerasa udah mau pulang aja, " Ahkam.


" Tapi kita belum tentu pulang, gak ingat kata Kyai yang suruh tinggal di pesantren untuk pelatihan, pulangnya habis sholat Id mungkin, " Muhklis.


" Serius Klis?. " Ahkam kaget dan langsung duduk.

__ADS_1


" Serius,udah tenang aja Kam,kita rame-rame kok, orang kamu juga sering disini pas bulan puasa. " Muhklis.


" Iya sih, ya udah lihat nanti aja, " Ahkam.


" Iyaaa," Muhklis.


Ahkam mulai melepas pecinya dan merebahkan dirinya begitu juga dengan Muhklis yang sudah lelah.


Azmi dan Aban sudah berada di Masjid dimana menjadi tempat latihan untuk semua siswa atau santri yang dipilih ikut serta dalam perlombaan yang ada di pesantren sebelah tepatnya pesantren Al-Hidayah.


Azmi dan Aban duduk bersama sembari menunggu kedatangan ustadz Ridwan.


" Ban ," ucap Azmi berbisik kepada Aban.


" Hmmm, " jawab Aban tetapi pandangannya fokus dengan Al -Qur'an yang ia pegang.


" Aku takut Ban, aku tuh gak pernah ikutan lomba dakwah kayak gini. " Azmi.


" Ya Allah Mi, kamu itu takut mulu, udah serius aja latihannya nanti, aku yakin kamu bisa. " jawab Aban menutup Al-Qur'annya dan memandang ke arah Azmi.


" Bukan gitu ,tapi... " Azmi mencoba menjelaskan.


" Ya elah, Azmi, Azmi, kenapa sih ustadz milih kamu yang wakilin pesantren kita?, yang ada malu-maluin, ya gak. " ucap salah satu kakak kelas yang sedari tadi duduk tidak jauh dari Azmi dan mendengar pembicaraan Azmi dan Aban.


" Iya benar tuh,yang ada dia dakwah pakek cengkoknya lagi. " tambah kakak kelas lainnya.


Sedangkan Azmi tidak bisa diam saja dia hendak berdiri dan menghampiri kakak kelas yang meremehkan dirinya itu tapi ia berhenti ketika mendengar ucapan kakak kelas lainnya yang membela dirinya.


" Heh, ngomong apa kalian?. Emang kalian udah ngerasa lebih hebat gitu dari Azmi, aku yakin kok dia menang nanti. " Kakak kelas yang mendukung Azmi.


" Orang kayak dia itu, cuman bisa sholawatan pakek suaranya yang pas-pasan," kakak kelas yang tidak suka dengan Azmi.


Azmi mulai sangat kesal dan tidak bisa menahan emosinya walau Aban sudah menenangkan dirinya.


" Sabar Mi, " Aban.


Melihat kakak-kakak kelas yang mentertawakan dirinya, Azmi maju dan menghampiri mereka.


" Kalian tenang aja, aku pasti menang kok dan aku bakal buktiin ke kalian. " Azmi.


" Waduh, ada yang mulai panas nih," kakak kelas lainnya


" Ada apa ini?. " Ustadz Ridwan yang datang dan melihat Azmi ditertawakan oleh kedua kakak kelas itu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2