Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 200 Saat Azmi Sudah Tiba


__ADS_3

Fitri sudah bicara kepada Aisyah tapi ia tidak bicara secara kesuluruhan tentang acara yang rutin dilakukan di Masjid Ar-Rahim, dimana disana adalah Masjid utama atau Masjid yang paling besar yang ada didesa mereka. Fitri hanya memberitahu kalau waktu acaranya pindah selesai taraweh, ia juga mengatakan kalau ada tim hadroh yang akan tampil setelah mereka untuk meramaikan acara.


Tapi, Fitri tidak mengatakan kalau tim hadroh itu tidak lain adalah para tim hadroh yang sedang viral "tim hadroh Syubbanul Muslimin" dengan tiga vocal yang kini telah menjadi idol para kaum muda.


Saat Aisyah sudah siap dengan semuanya barulah ia menyadari poster besar yang ada di depan Masjid.


" Oh, iya. Itu poster apaan, sih? Besar banget, tadi aku kan, lewat sana. Jadi, gak tau, apa isi poster itu. Lihat bentar, ah. Juga gak ada masalah." Aisyah rasa penasarannya mulai timbul saat tambah banyak orang berdatangan dan banyak ibu-ibu yang bertugas menyiapkan makanan.


Sungguh suasana malam ini sangat berbeda dari sebelumnya, sangat ramai dan sangat meriah, banyaknya orang dewasa, tua, ataupun anak-anak yang mondar-mandir menambahkan nuansa Masjid yang begitu ramai.


Langkah Aisyah semakin dekat pada gerbang Masjid, ia melangkahkan kakinya dengan sangat pelan mengingat yang ia hendak hampiri itu adalah gerbang untuk laki-laki.


Fitri yang sedari tadi mencari Aisyah dan menanyakan keberadaannya pada semua orang seketika menghentikan langkahnya saat melihat Aisyah yang sudah hendak melangkah keluar gerbang.


" Aisyah!" teriak kencang Fitri yang membuat Aisyah berhenti melangkah dan menoleh kebelakang dimana Fitri sudah ada dan sedang mengawasi dirinya.


" Fitri, " ucap Aisyah yang akhirnya tidak melanjutkan niatnya untuk melihat poster besar itu dan memilih membalikkan tubuhnya untuk menyambut Fitri yang semakin mendekat kearahnya.


" Aisyah, kamu bikin aku khawatir aja tau, gak? Acaranya udah mau dimulai, semuanya udah siap. Eh, kamu malah mau keluar gerbang, lewat gerbang cowok pula, mau ngapain, sih, Aisyah?" Fitri.


" Maaf kalau bikin kamu khawatir, Fit. Tapi aku cuma pengen lihat apa isi poster itu, aku penasaran banget. Siapa, sih, tim hadroh yang mau tampil habis kita? " tanya Aisyah yang sudah sangat penasaran dengan wajahnya yang sangat antusias menunggu jawaban dari Fitri.


Melihat wajah Aisyah yang menanyakan seseuatu yang sulit untuk dijawab Fitri, ia sangat bingung harus mengatakan apa pada sahabatnya, Fitri memalingkan wajahnya sambil mencari jawaban yang tepat.


" Fit, hai! Kok kamu malah diam, sih? Ada apa? " tanya Aisyah.


" Hah? Emmmm, enggak. Aku... Aku, aku juga gak tau siapa tim hadroh itu, soalnya jadi rahasia, biar kejutan gitu, katanya." jawab Fitri yang akhirnya mendapatkan jawaban yang cukup tepat untuk membuat Aisyah tidak lagi bertanya ataupun curiga.


" Harap semuanya segera masuk, sebentar lagi acara segera dimulai," suara itu terdengar keras dan jelas dari dalam Masjid tidak lain itu adalah suara seorang remaja yang bertugas sebagai seorang Mc.


" Nah, udah mau mulai acaranya, ayo cepetan kesana, " Fitri tampak jelas ia tergesa-gesa menarik tangan Aisyah melangkah menuju Masjid.

__ADS_1


" Alhamdulillah deh, sampai saat ini Aisyah belum tau kalau Azmi yang bentar lagi akan tampil. Untung aku udah mempersiapkan segalanya dengan matang, " ucap Fitri dalam hati sambil terus menggenggam tangan Aisyah bersama mereka melangkah sampai Masjid.


Persiapan Fitri agar Aisyah tidak tau kalau Azmi yang akan datang,


Fitri bicara pada semua teman-temannya kalau Aisyah tidak boleh tau kalau tim Syubbanlah yang akan mengisi acara bersama mereka.


" Heh, Fitri. Emangnya kenapa, sih kok Aisyah gak boleh tau tentang ini? " tanya salah seorang teman Fitri.


" Pokoknya ini harus rahasia, oke.Biar nanti Aisyah yang tau sendiri." jelas Fitri.


" Okelah kalau begitu, kita pasti akan bantu kamu, "


Teman-teman Fitri mau membantu mereka bekerja sama mencopot poster yang ada di berbagai tempat masuk dan keluarnya perempuan dan tempat-tempat lainnya yang mudah untuk Aisyah lihat.


Semuanya sudah Fitri siapkan dengan matang sampai-sampai ia juga bicara dengan pak Rt dan remaja Masjid, ibu-ibu, bapak-bapak dan warga lainnya agar bisa bekerja sama dengannya.


Walau wajah Fitri kini sedikit lebih tenang ia tidak tau apa yang akan terjadi nanti saat Aisyah melihat wajah Azmi nanti. Yang terpenting bagi Fitri saat ini ia hanya terus berdoa dan berusaha agar trauma Aisyah tidak datang kembali menghantui hidup sahabat terbaiknya.


***


" Sek, sek. Ini jalan-jalan dekat rumah aku lho, kita mau ngisi acara kemana, mas Hamdi? " tanya Azmi kepada Hamdi yang duduk disebelahnya.


" Ee, kita mau ngisi acara di Masjid Ar-Rahim, Azmi." jawab Hamdi menoleh ke arah Azmi.


" Nah, itu Masjid dekat rumahku." Azmi begitu semangatnya.


" Iya, iya, " Ahkam.


" Wah, benaran, Mi? Jadi, nanti kita bisa mampir dulu, kerumah Azmi." Aban.


" Gampanglah, Ban itu." Azmi mengacungkan jempolnya.

__ADS_1


Aban mengangguk dan tersenyum kepada Azmi.


Malam ini terlihat banyak sekali orang yang bergerombol agar bisa datang melihat penampilan anggota Syubban.


Sesampainya mereka di Masjid Ar-Rahim yang begitu mewah juga lapangannya yang sangat luas.


Mata semua orang mengarah pada dua mobil mewah yang masuk ke dalam Masjid dengan sangat hati-hati mengingat banyaknya orang yang berjalan masuk menuju Masjid.


" Aisyah, Fitri, dimulai aja dulu." ucap salah seorang remaja yang tidak lain merupakan pembawa acara ini.


" Baik, Kak. Ayo, Syah." ajak Fitri.


Aisyah yang tengah bicara pada Mc perempuan menoleh ke arah Fitri dan memberikan anggukan kepadanya.


Acara segera dimulai, malam ini memang tidak biasa dari malam-malam sebelumnya dimana malam ini, malam yang begitu ramai, malam yang begitu terang dan meriah, ada cahaya dimana-mana.


Mata Aisyah juga bersinar ia sudah mulai terlihat gugup melihatnya kini banyak orang yang mengarahkan pandangan mereka kepada kedua gadis muda yang kini sudah naik ke atas panggung.


Pasangan Mc itu juga naik segera naik ke panggung mengumumkan apa saja rangkaian acara yang akan terlaksana malam ini.


Dengan dikawal para remaja Masjid juga petugas keamanan, semua anggota Syubban berjalan rapi beriringan dengan tegaknya menyusuri semua jama'ah yang seketika minggir atas perintah keras dan tegas para remaja juga para petugas yang sangat berhati-hati sangat menjaga keamanan tim Syubban.


Aisyah sudah mulai mengangkat mikrofonnya dengan beberapa seorang remaja yang memainkan musik mengiringi Aisyah dan Fitri.


" Man ana, man ana... Man ana laulakum, " suara indah Aisyah terdengar jelas ditelinga semua orang juga Azmi yang terus berjalan semakin mendekati panggung.


Aisyah dan Fitri menunjukkan suara lembut dan indah mereka yang membuat orang terkagum-kagum mengarahkan semua pandangan mereka kepada kedua gadis cantik dan manis itu yang begitu sopan membawakan lagu "Man ana" yang belum lama viral.


Azmi, Aban dan Ahkam sudah bersiap mata mereka juga menyaksikan Aisyah dan Fitri yang terus melantunkan lirik demi lirik.


Entah apa yang dibisikkan Ahkam yang membuat Azmi seketika tertawa dan menunduk, melihat Azmi yang seperti itu membuat para jama'ah wanita sungguh histeris apalagi Azmi terus menunjukkan senyuman manisnya menimbulkan banyaknya kaum hawa yang semakin berteriak histeris hingga membuat Aisyah bingung kepalanya perlahan menoleh ke arah dimana disana sudah ada anggota Syubban yang berdiri.

__ADS_1


Begitu terkejutnya Aisyah ketika melihat Azmi, saat itu juga ia mulai canggung terlihat jelas ekspresinya yang gugup dan gelisah ia langsung memalingkan pandangannya ke arah jama'ah dan kini Fitri yang masih menunjukkan suara indahnya tidak tau kalau Aisyah sudah melihat kedatangan Azmi.


Bersambung...


__ADS_2