Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
214 Permintaan Kecil Fitri


__ADS_3

Sekarang Azmi sudah bersama dengan keluarganya dan juga dirumah keluarga Aisyah. Mereka semua sedang membicarakan sesuatu sementara Aisyah dan Ibunya menyiapakan makanan untuk Azmi dengan keluarganya.


" Dimakan semuanya, " ucap Ibu Aisyah sembari menyiapkan beberapa cemilan dan teh hangat sama dengan yang dilakukan Aisyah dengan perlahan ia menata beberapa cemilan dengan kepala yang tetap tertunduk.


" Aisyah, terima kasih sekali kamu udah menyelamatkan Azmi. Ummi gak tau kalau gak ada kamu tadi, " Ummi Azmi memandang Aisyah dalam.


Aisyah berdiri saat sudah menyelesaikan pekerjaan dan ia mengangguk atas ucapan Ummi Azmi.


" Iya, Ummi. Sama-sama, " jawab Aisyah.


" Mas Azmi, Mas udah bilang makasih sama Mbak Ais?" tanya Rara yang membuat Azmi spontan mengangkat kepalanya yang sedari tertunduk langsung menatap Aisyah, Rara dan yang lainnya secara bergantian.


Aisyah menundukkan kepalanya dan semuanya tersenyum mendengar ucapan Rara.


Azmi terdiam untuk beberapa saat matanya kembali melirik Aisyah yang sudah menunduk dan kembali memalingkan pandangan tajamnya kepada Ummi, Abah dan kedua orangtua Aisyah.


" Aaaaa?? Sudahlah. Aisyah datang, Mas langsung bilang makasih sama dia. Iya, kan?" Azmi ia memelankan suaranya di akhir kalimatnya dan sempat menatap Aisyah sekilas lalu kembali memandang Rara.


" Iya, Rara. Azmi udah bilang makasih." jawab Aisyah memandang ke arah Rara.


" Assalamualaikum, " ucap Fitri yang datang kerumah Aisyah secara tiba-tiba dan hanya seorang diri.


" Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, " jawab semuanya.


Mata Fitri terkejut saat melihat Azmi yang duduk anteng di sofa dengan makanan yang sudah terpampang dihadapannya.


Pandangannya lalu mengarah kepada Aisyah yang tengah berdiri.


" Aisyah, kamu darimana aja, sih? Aku daritadi cariin kamu keliling kampung, " ucap Fitri ia langsung menghampiri dan memarahi sahabatnya itu tanpa menghiraukan orangtua, kedua Adik Azmi dan Azmi yang ada disana.


" Fitri, kamu kok malah marah-marah sama Aisyah bukannya salaman sama tante, ada orangtuanya Azmi lagi, " tegur Ibu Aisyah yang sedaritadi geleng kepala akan perbuatan Fitri.


" Tau nih, malah marah-marah gak jelas sama aku, " sambung Aisyah.


" Eh, iya. Lupa tante maaf, " Fitri tersenyum manis dan ia mulai menyalam tangan Ibu, Ayah Aisyah.

__ADS_1


Fitri juga melangkah perlahan dengan tubuh yang sedikit ia bungkukkan untuk menyalam tangan Ummi dan Abah Azmi.


" Fitri minta maaf Ummi, Abah. Selamat hari raya, " ucap Fitri sembari menyalam tangan Ummi dan Abah Azmi.


" Iya, nak. Sama Kami juga minta maaf lahir batin, " Ummi Azmi.


Fitri tersenyum dengan jawaban Ummi Azmi.


" Kamu kenapa sendirian, Fitri?" tanya Aisyah.


" Iya, orangtuaku lagi sibuk bicara sama orangtua juga. Karena aku bosan makanya aku kesini." jawab Fitri yang membuat Aisyah mengangguk.


Saat melihat Azmi yang hanya diam dengan kepala yang sedikit tertuduk tanpa menatap dirinya dan asyik memakan camilan. Fitri dengan sengaja mendekati Azmi dan menjulurkan tangannya sontak saja hal itu membuat Azmi yang sedang mengunyah camilan kaget dengan apa yang sedang dilakukan Fitri.


" Ngapain kamu? " tanya Azmi kepada Fitri.


" Mau salim, " ucap Fitri dengan mata genitnya membuat Azmi geli akan hal itu dan segera memalingkan pandangannya.


" Astagfirullah, " ucap Azmi sembari memalingkan pandangannya.


" Iya, tante. Aku bercanda kok, lagian aku sama Azmi kan udah temenan dari kecil, ya, gak, Azmi? " Fitri.


Azmi mengangkat kepalanya menatap Fitri dan hanya bisa tersenyum karena ucapan Fitri.


" Ya udah, mohon maaf lahir batin ya, Mi. Oh ya, aku doain semoga kamu sukses terus, followesrnya nambah banyak, subcribers keluarga Aznovara juga. Chanelnya Syubbanul Muslimin juga sukses terus." Fitri.


" Aamiin, aamiin. Makasih, Fit. Sama, aku juga minta maaf atas kesalahan yang disengaja atau gak disengaja, " Azmi.


" Hmmmm, iya, iya. Tapi kamu folback aku dulu, ya. Please, kita kan best friend. " Fitri memohon kepada Azmi sambil menyatukan tangannya berharap Azmi mau mengabulkan permintaan kecilnya.


Semuanya tertawa kecil mendengar permintaan Fitri yang sampai memohon seperti itu kepada Azmi. Sementara Aisyah tercengang sembari geleng kepala melihat tingkah Fitri.


" Fitri, " tegur Ibu Aisyah sambil memandang Fitri.


" Kenapa, tante? Azmi, please.. Kamu kan, baik banget terus ganteng lagi terutama kamu sekarang udah jadi artis, ya, kan? " Fitri dengan gaya bicaranya yang terlalu berlebihan.

__ADS_1


" Iya, iya. Bereslah itu, nanti aku follow akun kamu, " ucap Azmi.


" Yessss! Serius, kan kamu?" Fitri mencoba meyakinkan agar Azmi tidak berbohong kepada dirinya.


" Subhanllah, iya, " Azmi.


" Horee! Makasih Azmi, makin sayang deh, ama kamu." Fitri ucapannya itu membuat Azmi kaget, wajahnya begitu spontan terkejut lalu ia menundukkan kepalanya sambil geleng-geleng kepala.


Aisyah yang sudah sangat malu dengan perilaku Fitri segera menarik tangan Fitri untuk membawanya pergi darisana.


" Syah, kenapa, sih? " ucap Fitri yang kaget saat Aisyah menarik tangannya.


" Udah, ayo tolongin aku, " jawab Aisyah.


" Permisi semuanya, " Aisyah.


Semuanya mengangguk dan kedua orangtua Azmi melukis senyum mereka memandang Aisyah.


" Syah, kamu gak bisa tunggu dulu apa? Aku masih pengen ngomong sama Azmi, emang kamu gak kangen apa sama dia? " tanya Fitri.


" Ishhh! Kamu apaan, sih? " Aisyah yang geram langsung mencubit lengan Fitri dengan keras.


" Aw, sakit. Kamu kok, malah nyubit, sih? Fitri ia merengek kesakitan sambil memegangi lengan kanannya yang habis dicubit Aisyah.


" Ya, salah kamu. Pakai ngomong kaya gitu. Kamu gak malu apa ngomong lebay gitu sama Azmi? Norak tau, " tegur Aisyah.


" Biarin, jangan-jangan kamu syirik lagi. Hayo, ngaku." Fitri ia malah meledek Aisyah sambil menunjuk-nunjuk wajah Aisyah yang cemberut ketika mendengar pertanyaan Fitri.


"Enggak, ngapain syirik? Kamu tuh, yang lebay. " jawab Aisyah.


" Ciee, bilang aja kamu udah gak marah lagi sama Azmi. Iya, kan? Udah mulai sayang, ya? Cieee, ciee, " Fitri ia semakin membuat wajah Aisyah memerah akan ucapannya itu.


" Astagfirullah, Fitri. Kamu makin ngelantur tau ngomongnya. Udahlah, mending aku kerjain pekerjaanku aja, " Aisyah yang kesal langsung meninggalkan Fitri melangkah ke dapur untuk menyelesaikan pekerjaannya.


" Eh, Syah. Kita belum maaf-maafan lho, kamu udah marah aja. Syah, cieee." Fitri tersenyum kecil melihat Aisyah dan segera mengejar langkah Aisyah.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2