Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 41. Penjelasan.


__ADS_3

Zakir dan Helmi saling pandang dan kompak memberikan senyuman kepada Sihin.


"Kenapa lihatin aku?. " tanya Sihin bingung.


"Tumben, pintar nih anak. " Helmi.


"Hmmm, kayaknya kita harus buat rencana supaya Azmi di dis dari perlombaan besok." Zakir sembari tersenyum licik.


"Iya benar,tapi sekarang kita ngaji dulu, entar dihukum lagi kalau telat. " Sihin.


"Oh iya, ya udah, ayo. " Zakir.


Mereka bergegas menuju kelas mengaji kitab mereka.


Setelah mengaji kitab, Azmi dan Aban berjalan bersama menuju kamar mereka. Ahmad yang melihat Azmi dan Aban segera mempercepat langkahnya dan meneriaki nama Azmi yang membuat Azmi dan Aban menghentikan langkahnya. Azmi dan Aban berhenti mengetahui Ahmad ingin menghampiri mereka.


"Ada apa Mad?. "tanya Azmi.


"Di gangguin lagi sama Zakir?. " tanya Aban menambahkan.


"Enggak kok, aku cuman mau bilang makasih, karena udah nolongin aku tadi, bisa-bisa aku babak belur kalau gak ada kalian. " Ahmad.


"Iya Mad,santai aja, ini udah kewajiban seorang muslim menolong teman yang sedang kesusahan,ya kan. " Azmi.


"Iya Mi," Ahmad.


"Ya udah kita ke kamar dulu Mad,entar lagi mau sekolah. " Aban.


Azmi menganggukkan kepalanya memandang Ahmad.


" Iya Ban,Mi, sampai ketemu di sekolah, assalamualaikum. " Ahmad.


"Wa'alaikum salam. " Aban dan Azmi bersamaan.


Ahmad pergi meninggalkan Azmi dan Aban. Azmi dan Aban melanjutkan langkah mereka menuju kamar.


Sesampainya Azmi dan Aban dikamarnya,Azmi dan Aban mengucap salam walau tidak ada orang dikamar mereka. Azmi meletakkan kitabnya dan duduk dikasurnya.


"Ban, ini mas Ahkam sama bang Muhklis mana ya?. " Azmi.


"Ya mana aku tau Mi, aku kan datangnya sama kamu, mungkin belum selesai kali pelajarannya mereka. " Aban.


" Bisa jadi Ban, mereka kan calon ustadz." Azmi.


Aban menoleh ke arah Azmi sembari tertawa kecil. Aban menghampiri Azmi dan duduk disampingnya.


"Mi, " Aban.


"Hm. " jawab Azmi singkat sembari menoleh ke arah Aban.


"Aku boleh nanya gak?. "Aban.

__ADS_1


" Nanya apa Ban?." Azmi.


"Kamu kenapa sih, ngasih tabungan kamu itu ke mas Akmal?." Aban.


Mendengar perkataan Aban membuat Azmi terdiam seketika dan memalingkan wajahnya dari Aban.


"Azmi, aku tau Mi, kamu ngasih tabungan kamu ke mas Akmal, tapi Mi, itu kan buat...." Aban.


"Ban, gak papa kok, aku ikhlas ngasihnya ke mas Akmal. " Azmi.


"Tapi Mi, itu uang Mi, selama ini kamu hemat-hemat pakai uang kiriman ayah dan ibu kamu,karena kamu bilang mau pakai uang itu untuk hadiah ayah dan ibu kamu kan Mi, kalau kita udah pulang nanti." Aban.


Azmi menoleh ke arah Aban.


"Ban, pulangan masih lama, aku masih bisa nyisihin uang aku lagi kok. " Azmi.


"Azmi, bukan itu,masalahnya itu uang Mi, dan itu lumayan banyak. " Aban.


"Aban, aku tau itu uang,orang tua aku pernah bilang kalau kita bersedekah kepada orang yang membutuhkan,maka Allah pasti akan memudahkan jalan rezeki kita." Azmi.


Mendengar perkataan Azmi ,membuat Aban terdiam.


"Aku benar kan Ban, lagi pula mas Akmal itu lebih butuh uang tabungan aku, aku yakin aku gak bakal rugi ngasih sebagian uang aku ke mas Akmal. " Azmi.


"Tabungan kamu masih ada Mi?." Aban.


"Masih ada Ban. " Azmi.


"Nah, gitu dong, sekarang kita ganti seragam,entar telat lagi. " Azmi.


Aban menganggukkan kepalanya.


Mereka pergi bersama menuju kamar mandi untuk mengganti seragam.


"Azmi memang baik banget, aku beruntung bisa sahabat sama orang kayak dia. "ucap Aban didalam hati sembari melangkah memandang Azmi.


*******


Ketika istirahat tiba, hal biasa yang dilakukan Azmi, Aban dan Rifki adalah nongkrong dikantin sembari sarapan. Mereka terlihat tertawa sembari membicarakan sesuatu.Dari kejauhan Zakir dan kedua temannya datang duduk di bangku mereka dan melihat tawa manis Azmi dan Aban yang membuat Zakir semakin iri.


"Mereka selalu aja, ketawa kayak gitu, entah apa yang mereka omongin. " Helmi.


"Iya, kita aja gak pernah seceria Azmi,Aban dan Rifki, bikin ngiri aja. " Sihin.


Mendengar perkataan kedua temannya membuat Zakir kesal.


"Kalian berdua bisa diam gak,tenang aja, aku akan buat Azmi, Aban dan Rifki gak bisa ketawa lagi. " Zakir.


"Emang mau ngapain Kir?. " Helmi.


"Kalian lihat aja nanti. " Zakir.

__ADS_1


Helmi dan Sihin terlihat bingung dan saling pandang.


"Alhamdulillah, kenyangnya. " Azmi.


"Iya Mi, enak banget, jadi pengen nambah." Rifki.


"Emang ya, kamu Ki, tapi aku heran kenapa kamu masih kurus aja padahal makannya banyak banget?. " Aban.


"Hati-hati cacingan Ki," Azmi.


"Bisa jadi Mi, lihat aja nih, tangannya." Aban memegangi tangan Rifki yang kurus.


"Apaan sih Ban, ini emang udah aku aja yang susah gemuk." Rifki dengan wajah kesal. Membuat Azmi dan Aban tertawa kecil.


Bel masuk kelas berbunyi...


Para siswa segera masuk begitu juga dengan Azmi,Aban ,dan Rifki.Sesampainya di kelas terlihat sudah banyak siswa yang datang dan duduk di kelas mereka.Tidak lama kemudian ustadz Ridwan datang dan memulai pelajaran.


Waktu pulang sekolah telah tiba, ustadz Ridwan menutup pelajaran dan membolehkan siswa untuk kembali ke pondok.


Siswa Mts dan Ma pulang bersamaan. Akmal yang terlihat mencari-cari Azmi ditengah keramaian para santri.


"Mal, nyari siapa?. " Udin.


"Azmi, mana ya?. " Akmal yang mencari-cari Azmi.


"Itu Azmi," Ali menunjuk ke arah Azmi dan Aban yang sedang berjalan.


"Iya Mal, itu Azmi. " Firman.


"Azmi, Aban, tunggu. " teriak Akmal.


"Kalian duluan aja, aku mau nyamperin Azmi. "Akmal,ia berlari menghampiri Azmi dan Aban.


"Akmal kok buru-buru gitu ya?." Firman.


"Ya, biarin aja, kita ke kamar yuk. " Ali.


Firman dan Udin mengangguk, mereka berjalan bersama menuju kamar mereka.


"Ada apa mas Akmal?. " tanya Azmi.


Akmal mengeluarkan amplop dari kantongnya.


"Ini Mi, " Akmal menyodongkan amplop itu.


Azmi dan Aban kebingungan dan saling pandang. Azmi kembali terdiam memandang Akmal yang terus saja menyodongkan amplop itu kepada Azmi.


Bersambung..........


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

__ADS_1


Assalamualaikum para pembaca ❣️, terus baca cerita author ya 😉.Jangan lupa setelah membaca like, comen, rate dan vote ya 😊. Jangan bosan bacanya dan tunggu episode keren berikutnya....Daaaa 🤗🤗🤗🤗🤗.


__ADS_2