Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 46. Bau obat.


__ADS_3

Azmi, Aban dan juga Rifki sudah selesai makan. Azmi terdiam dengan pandangan kosong, Aban dan Rifki yang melihat Azmi melamun segera menegurnya.


" Azmi, kenapa kamu?,dari tadi melamun aja. " tanya Aban.


Seketika Azmi menoleh ke arah Aban.


" Hah?,ini Ban, aku mau bilang kalau tadi itu aku ngantuk, terus kalau gak ada mas Akmal bisa-bisa aku di dis karena ketiduran di kamar. " ucap Azmi terus terang.


"Apa Mi?,kamu ketiduran ?,kok bisa ?." ucap Rifki penuh tanya.


"Kenapa Mi, kamu ngantuk?." Aban.


" Nah itu dia Ban, aku tiba-tiba aja tadi ngantuk banget kayak udah gak kuat dibuat buka mata. " Azmi.


"Hmmm, seingat aku nih ya, dulu waktu aku sakit,aku dikasih obat terus aku jadi ngantuk banget sampai ketiduran nah,pas aku bangun, pusing ku udah hilang Mi, " jelas Rifki.


"Jadi menurut kamu, aku minum obat buat orang sakit gitu Ki," Azmi.


" Ya, bisa jadi." Rifki.


" Tapi, Azmi kan gak minum obat apa-apa." Aban.


" Iya, Aban benar. " Azmi.


Adzan duhur berkumandang dari Masjid pesantren, serentak semua santri yang ada di ruang makan pergi untuk mengambil air wudhu.


" Ya udah, kita wudhu dulu yuk, " Azmi.


Aban dan Rifki menganggukkan kepala mereka secara bersamaan.Mereka pergi membawa hadiah mereka masing-masing dan menaruhnya di kamar mereka.


Sesampainya mereka di tempat wudhu, terlihat banyak santri yang memenuhi tempat wudhu .


Azmi, Aban dan Rifki segera mengambil air wudhu.


Setelah sholat duhur berjama'ah.


Azmi dan Aban hendak turun dari masjid setelah mereka menyelesaikan doa mereka.


Saat Azmi dan Aban terus melangkah,Zakir dan kedua temannya datang dan menghentikan langakah Azmi dan Aban.


" Halo Azmi, "ucap Zakir.


" Kir, kamu kebiasaan banget sih, kalau kita ketemu sesama muslim itu harusnya ucapkan assalamualaikum bukan halo, gak sekalian aja whatsapp guys. " ucap Azmi memandang Zakir yang berdiri dihadapannya.

__ADS_1


Helmi dan Sihin malah tertawa mendengar ucapan Azmi.


" Hel, Hin, kok malah ketawa. " Azmi.


" Enggak Mi, kamu ternyata bisa ngelawak juga ya, " Helmi.


"Hush, kalian bisa diam gak, " bisik Zakir kepada kedua temannya.Seketika Helmi dan Sihin menghentikan tawanya dan terdiam.


" Oh iya, kita belum bilang assalamualaikum Azmi, Aban. " Zakir diikuti oleh Helmi dan Sihin yang juga mengucapkan salam.


" Wa'alaikumsalam. " jawab Azmi dan Aban bersamaan.


"Heh Kir, kamu mau ngapain sih?." Aban.


" Aku mau bilang selamat buat kalian semua atas kemenangan kalian," Zakir memberikan jabatan tangannya kepada Azmi.


Aban hanya menatap Zakir dengan pandangan malas.


Azmi mau menerima jabatan Zakir, Azmi memberikan senyumannya kepada Zakir yang juga tersenyum kepadanya.


" Makasih Kir," Azmi.


" Iya sama-sama, Ban kamu selamat juga ya, " Zakir memberikan jabatan tangannya kepada Aban.


"Sombong banget sih Aban, " Helmi mendekati Zakir.


" Udah biarin aja, aku gak ada masalah sama Aban tapi sama sahabatnya. " Zakir memandang langkah Azmi dan Aban yang sudah menjauh.


" Tapi Kir,rencana kita itu gak pernah berhasil." Sihin.


"Siapa bilang gak pernah berhasil? ,pernah kok tapi hampir. " Zakir .


"Ya udah Kir,kita pikirin aja besok mendingan kita istirahat aja. " Helmi.


Zakir mengangguk kan kepalanya dan pergi begitu saja,Helmi dan Sihin mengikuti Zakir.


Sesampainya Azmi dan Aban di kamar, terlihat Ahkam dan Muhklis sudah duduk bersantai di kasur mereka.


" Assalamualaikum. " ucap Azmi dan Aban bersamaan.


" Wa'alaikumsalam. " jawab Ahkam dan Muhklis.


Azmi dan Aban pergi duduk di kasur mereka masing-masing. Azmi melepas pecinya dan menyenderkan tubuhnya.

__ADS_1


" Mi, ini minuman siapa kok bau obat?. " tanya Ahkam sembari mencium minuman yang ia pegang.


" Masa si mas, itu tadi Azmi sama Aban di kasih Zakir. " Azmi.


"Punya kamu mana Ban?. " tanya Ahkam kepada Aban yang sudah bersiap untuk tidur.


Aban mengangkat kepalanya memandang Ahkam.


" Punya ku,ini mas. "Aban mengambil minuman pemberian Zakir yang ia letakkan di atas lemari bajunya kepada Ahkam.


Ahkam menerima botol minuman yang berisi minuman setengah dari botol itu.Ahkam mencium minuman Aban dan membandingkannya dengan minuman Azmi.


"Aneh, punya Aban gak bau obat, punya Azmi kok bau obat. " Ahkam.


"Wah jangan-jangan Zakir, naruh obat lagi Mi, "ucap Muhklis.


Merasa penasaran Azmi bangun dan menghampiri Ahkam.


"Coba mas ,Azmi lihat."Azmi mendekati Ahkam.


" Nih, coba kamu cium sendiri. " Ahkam.


Azmi mengambil minuman miliknya dan mencium baunya. Setelah Azmi mencium bau minumannya ia memandang Ahkam.


" Gak tau mas, aku gak nyiumin bau obat mas. "Azmi menaruh minumannya di atas lemarinya.


" Masa sih Mi, orang jelas banget kok baunya, "Ahkam.


"Tidur Kam, Mi, ingat nanti kita latihan buat acara besok. "Muhklis.


"Benar mas, mending kita tidur. " Azmi.


"Tapi Mi, "Ahkam.


"Aku mau tidur mas, udah ngantuk. "Azmi pergi ketempat tidurnya.


"Ya udah, "Ahkam ,ia juga pergi ketempat tidurnya.


Seketika Azmi terdiam memandang Ahkam yang sudah memejamkan matanya.


" Berarti Zakir yang buat aku jadi ngantuk, tapi aku gak boleh bilang sama mas Ahkam pasti dia bakal marah sama Zakir, "ucap Azmi ,ia mulai memejamkan matanya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2