
Para anggota Syubban sangat semangat berlatih untuk acara maulid nabi besok, di bimbing oleh ustadz Mustafa dan juga Kyai yang ikut melihat bagaimana anggota Syybban berlatih.
Azmi, Aban, Ahkam dan Akmal berlatih dengan kompak dan semangat, mereka melantunkan sholawat yang ustadz Mustafa ajarkan dengan suara khas mereka masing-masing.
Di tengah-tengah latihan tiba-tiba datang anggota Band sembari memainkan alat musik mereka yang jauh lebih keras dan bising dibanding tabuhan rebana dari para anggota Syubban.
Serentak semua anggota Syubban menghentikan tabuhan rebana mereka, para vokalis juga berhenti bersholawat.
"Kenapa sih, mereka datang lagi?. " Ahkam dengan tatapan tajam memandang para anggota Band itu.
" Iya, gak ada habis-habisnya mereka gangguin kita. " Akmal.
" Kyai, kita harus hentikan mereka. " ustadz Mustafa.
"Sabar, kita lihat saja apa yang akan mereka lakukan setelah ini. " ucap Kyai menenangkan ustadz Mustafa.
"Baik Kyai. " ustadz Mustafa.
"Berisik banget suaranya, sakit telinga ku." Firman.
"Ada masalah apa kita sama mereka?." Azmi memandang ke arah Ahkam.
" Gak tau tuh, emang gak jelas mereka. " Akmal.
Setelah cukup lama anggota Band itu akhirnya menghentikan musik keras mereka dan melangkah maju.
"Gimana?, lebih gaul musik kita kan, "ketua anggota Band dengan sombongnya memandang para anggota Syubban.
"Mau di dengar dari jauh, musik kita lebih berkualitas dari mereka, benar gak guys. " salah seorang anggota.
"Benar, apaan musik rebana kayak gitu?,kampungan. "anggota Band yang lainnya.
Semua anggota Band ikut mentertawakan para anggota Syubban.
Azmi dan Aban saling berpandangan, para anggota Syubban sudah mulai marah.
"Sudah kalian tidak perlu emosi, dan mendengarkan mereka, ayo latihan lagi. " ucap Kyai yang melihat kemarahan para anggota Syubban.
"Iya anak-anak, ayo latihan lagi. " ustadz Mustafa.
Para anggota Syubban mulai tenang,Azmi mulai membaca sholawatnya, Ahkam, Akmal, dan Aban mengikuti Azmi.
Para anggota Syubban kembali menabuh rebana dengan sangat semangat menunjukkan kemampuan mereka kepada anggota Band rusuh itu.
"Kok mereka gak marah sih, "ketua anggota Band.
"Ah, kita dari tadi ngomong gak ada yang nganggepin dong, " salah seorang anggota Band.
"Eh tapi, suaranya mereka bagus juga ya, adem, " anggota Band yang sangat menikmati sholawat para anggota Syubban.
"Hushh, ini gak bisa dibiarin kita harus buat mereka semua berhenti sholawat. " ketua anggota Band.
" Udah lah kita pergi aja, " salah seorang anggota Band.
"Ayo kita pergi. " anggota Band lainnya mengajak ketua Band.
Semangatnya anggota Syubban,membuat Kyai dan ustadz Mustafa sangat senang dan tersenyum memandang Para anggota Syubban.
__ADS_1
Hingga akhirnya adzan maghrib berkumandang...
" Sudah cukup latihannya, jawab adzan dulu. " ustadz Mustafa.
Para anggota Syubban berhenti menabuh rebana dan bersholawat, mereka semua menjawab adzan yang terdengar dari Masjid pesantren.
Adzan Maghrib selesai.....
"Ya sudah, kalian pergi wudhu,ingat besok pakai seragam yang sudah Kyai berikan kepada ustadz Abdullah, nanti kalian akan dapat. " ustadz Mustafa.
" Baik ustadz," semua anggota.
" Ya sudah, kalian segera wudhu dan melaksanakan sholat maghrib ber'jama'ah." Kyai.
" Baik Kyai. " semua anggota Syubban,satu-persatu dari mereka menyalam ustadz dan Kyai sembari mengucap salam.
Para anggota Syubban mulai melangkah masuk ke dalam pesantren. Kyai dan ustadz tersenyum memandang langkah mereka.
" Saya sangat senang dengan semangat mereka, semoga mereka semua bisa sukses dan selalu istiqomah. " Kyai.
" Aamiin, iya Kyai,saya lihat mereka semua semakin bagus saja, " ustadz Mustafa.
" Alhamdulillah, saya ingin kamu melatih mereka dengan sabar dan semangat supaya mereka tidak menyerah karena perkataan anak-anak Band itu. " Kyai.
"Baik Kyai,saya pasti akan terus melatih mereka dan membawa mereka menang dalam setiap perlombaan nanti, " ustadz Mustafa.
Kyai mengangguk dan tersenyum.
Para anggota Syubban....
Mereka sangat bersemangat sembari bercanda gurau menuju tempat wudhu.Kebahagian mereka membuat Zakir yang berpapasan dengan mereka kesal dan iri. Zakir terdiam memandang kembali para anggota syubban dan akhirnya kemhbali melanjutkan langkahnya.
" Makasih mas Udin. " Azmi.
" Suara Aban juga adem, bagus Ban." Firman.
" Terimakasih mas," Aban.
" Ya elah, yang di puji cuman Azmi sama Akmal doang, aku sama mas Ahkam enggak, " Akmal cemburu.
"Iya, emang suara kita gak bagus. " Ahkam.
Para anggota Syubban saling pandang dan tersenyum.
" Mal, mas Ahkam, kalian kan udah sering di puji ,jadi sekarang Azmi sama Aban yang kita puji. " salah anggota Syubban.
"Bener tuh, "Udin.
Para anggota Syubban tertawa kecil begitu juga dengan Akmal dan Ahkam.
" Bisa aja, " Akmal.
Mereka melanjutkan langkah mereka menuju tempat wudhu.
Setelah wudhu mereka kembali ke kamar mereka masing-masing.
Azmi merasa sangat senang, senyuman manis selalu ia lukiskan di wajah tampannya.Azmi bersiap pergi ke Masjid,ia menyisir rambutnya dan memasang pencinya.
__ADS_1
" Mi, minuman kamu mana?. " Muhklis.
" Udah habis bang, dari tadi. " Azmi.
"Bang, minta punya Aban aja, nih. " Aban memberikan botol minumannya.
" Kamu tau aja Ban, terimakasih, " Muhklis.
" Iya bang, habisin aja, aku gak terlalu suka minuman itu. " Aban.
" Oke. " Muhklis.
" Ayo, berangkat. " Ahkam.
Azmi mengangguk. Muhklis dengan cepat menghabiskan minumannya dan pergi bersama temannya menuju Masjid.
Sesampainya di Masjid, para santri sudah merapatkan shaf mereka dan bersiap untuk sholat jama'ah.
Azmi, Aban, Ahkam, dan Muhklis segera berbaris dan merapatkan shaf mereka.
Para santri melaksanakan sholat dengan sangat khusyuk. Seperti biasa setelah sholat Maghrib mereka hafalan di Masjid, mendengarkan ceramah ustadz Abdullah hingga waktu isya' tiba.
Sholat berjama'ah sudah selesai, para santri beramai-ramai turun dari Masjid.
******
Di kamar......
Azmi duduk meletakkan sajadah dan Qur'annya begitu juga yang dilakukan oleh Aban.
" Assalamualaikum. " ucap Ahkam dan Muhklis bersamaan.
" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. " jawab Azmi dan Aban.
" Ini seragamnya Azmi, ini punya Aban. " Ahkam memberikan seragam Syubban mereka.
" Alhamdulillah, jadi juga. " Azmi.
" Alhamdulillah. " Aban.
"Besok pakai seragam itu ya Mi, Ban. " Muhklis.
" Iya bang,aku pasti makin ganteng pakai ini." Azmi.
" Iya Mi, " jawab Ahkam.
Aban dan Muhklis ikut tertawa kecil.
Azmi melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 08.00 malam.
Teng... Teng... Teng.....
Bel mengaji kitab berbunyi, para santri sudah bersiap menuju Masjid membawa kita mereka.
" Ayo mas berangkat. " Azmi.
" Iya Mi, " Ahkam.
__ADS_1
Dengan semangat mereka berangkat bersama ke Masjid untuk mengaji kitab yang diajarkan langsung oleh Kyai.Azmi,Aban ,Ahkam dan Muhklis sangat serius mendengarkan Kiai dan memaknai kitab mereka.
Bersambung.....