
Entah dengan siapa Akmal berbicara dengan suara pelan sehingga tidak jelas didengar oleh Zakir dan kedua temannya yang penasaran dengan sosok wanita yang ada di balik gerbang pesantren. Zakir sudah tidak tahan lagi ia menyipitkan matanya terus-menerus rasa penasarannya semakin menjadi.
"Mas Akmal ngomong apaan sih, kecil banget suaranya."Zakir.
"Iya tuh,aku juga gak bisa denger."Helmi.
"Siapa ya cewek yang ada di balik gerbang itu?."Sihin.
"Iya, aku juga pengen tahu."Zakir.
Tidak lama kemudian Akmal selesai berbincang terdengar ucapan salam yang sangat halus dari balik gerbang. Mengetahui Akmal sudah selesai berbincang Zakir segera mengajak kedua temannya menghampiri Akmal dan menghadangnya.
"Ehem, habis ngomong sama siapa mas Akmal."tanya Zakir yang menghadang Akmal penuh penasaran.
"Hah? enggak kok gak ngomong sama siapa-siapa."Akmal canggung dan memalingkan wajahnya.
"Bohong tuh, jelas-jelas kita lihat tadi kalau mas Akmal ngomong sama santriwati"Helmi.
"Hayo mas, siapa tuh ?pacarnya ya, siap-siap kita aduin mas."Sihin.
Akmal bingung memandang Zakir ,Helmi dan Sihin yang tersenyum kepadanya dan memaksa Akmal untuk mengakui.Akhirnya Akmal mulai pasrah dan berkata yang sebenarnya.
"Iya ,aku memang ngomong sama santriwati tapi itu.. "Akmal.
"Nah kan, gak nyangka mas Akmal kayak gitu."Zakir.
"Iya, ckckckck mas Akmal, mas Akmal."Helmi .Sementara Sihin hanya menggelengkan kepalanya berulang kali.
"Tunggu dulu dong ,dengerin itu adik mas, kalian jangan macem-macem ngaduin ke ustadz"ucap Akmal pelan.
"Massa sih ,itu adik mas."Zakir.
"Iya ,emang mas punya adik?." tanya Sihin.
"Ah, mas Akmal pasti bohong kan biar gak kita aduin, ngaku aja mas."Helmi.
"Kalian kok gak percaya sih,mas emang ngomong sama adik mas dia seumur kalian."Akmal.
"Kalau itu adik mas, emang tadi mas ngomong apa sama dia?."Zakir.
"Kepo kamu Kir,udahlah mendingan aku ke kelas assalamualaikum."Akmal melangkah pergi meninggalkan Zakir dan kedua temannya.
Zakir dan kedua temannya menjawab salam Akmal dengan pelan hingga akhirnya meneriaki Akmal.
"Mas Akmal , kok pergi sih kita belum selesai ngomong nih." teriak Zakir.
"Udah ,kamu gak usah kepo." jawab Akmal sembari terus berjalan.
"Mas , nama adiknya siapa mas?." teriak Sihin.
Sedangkan, Akmal sudah menjauh dan tidak membalas pertanyaan dari Sihin.
__ADS_1
"Hmmm, jadi penasaran sama yang tadi diomongin mas Akmal sama adiknya."ucap Zakir memegang dagunya.
"Iya Kir,aku juga penasaran, mas Akmal halus banget ngomongnya tadi, aku sih dengar dikit."Helmi.
"Emang apa yang diomongin tadi ?"Zakir.
Helmi terlihat sedang berpikir. Zakir dan Sihin juga sangat antusias menunggu. Seketika Helmi tertawa kecil menatap Zakir dan Sihin.
"Hehe lupa Kir."ucap Helmi nyengir.
"Haduh,udah nungguin juga."Zakir.
"Iya nih Helmi,tapi kalau aku sih lebih penasaran sama wajah adiknya mas Akmal."Sihin.
"Sama Hin,pasti cantik mas Akmal aja ganteng,ya gak."Helmi.
"Hushhhh kalian malah ngomongin cewek, ya udah pokoknya kita harus menyelidiki mas Akmal terus ,sekarang kita pergi yuk."Zakir.
Mereka melangkah pergi dari tempat itu.
Zakir dan kedua temannya pergi menuju kelas. Sesampainya disana sudah terlihat Azmi, Aban, dan Rifki yang sedang berincang-bincang. Zakir hanya melihat Azmi sebentar tanpa mengatakan apapun ia segera duduk dibangkunya. Tidak lama bel masuk berbunyi .Ustadz Ridwan datang dan memulai pelajaran.
Sehabis duhur para anggota Syubband sudah berkumpul ditempat latihan mereka menunggu Akmal yang belum datang.
Terlihat sebuah pick-up yang menghampiri para anggota Syubband ada juga mobil mewah yang berjalan di belakang pick-up tidak lain itu adalah Kyai.
Kyai turun menghampiri para anggota Syubband dan mengucap salam.Mereka menjawab salam dan satu persatu dari mereka menyalam tangan Kyai.
Rebana diturunkan oleh dua pekerja dari pick-up itu. Para anggota Syubband tercengang melihat rebana-rebana yang bagus itu.
"Belum datang Kyai,tadi saya sudah panggil katanya sebentar lagi."Firman.
"Ya sudah, kalau gitu kita tunggu Akmal."Kyai.
"Baik Kyai."jawab semua anggota.
Tidak lama Akmal berlari menuju tempat latihan dan meminta maaf pada Kyai atas keterlambatannya.
"Tidak apa-apa ,ya sudah kalian mulai latijannya,ustadz ayo ajarkan mereka."Kyai.
"Baik Kyai."ustadz Mustafa(pelatih para anggota Syubband).
"Saya masuk ke pesantren dulu, yang semangat latihannya."Kyai.
"Baik Kyai."jawab para anggota.
"Baik ,ayo kita mulai latihannya."ucap ustadz.
"Iya ustadz."jawab semua anggota.
Mereka mulai latihan tidak lupa ustadz mengajarkan Azmi dan Aban dalam latihan menjadi vocal. Ustadz Mustafa sangat kagum dengan suara mereka. Namun, ketika mereka mulai latihan bersama Akmal sama sekali tidak fokus liriknya salah-salah sehingga ditegur oleh ustadz.
__ADS_1
"Cukup Akmal, kamu kenapa? yang serius latihannya dari tadi salah terus."ustadz Mustafa.
"Maaf ustadz."Akmal.
Latihan dimulai lagi Akmal tetap saja tidak fokus.Azmi,Ahkam ,dan Aban juga bingung dengan sikap Akmal. Ustadz Mustafa berkali-kali menegur Akmal hingga waktu latihan sudah habis.
"Akmal, kamu kenapa kok gak seperti biasanya?."ustadz .
"Maaf ustadz, saya sedikit pusing."Akmal.
"Ya sudah, minggu depan kita latihan lagi kalau kamu masih saja tidak fokus vocalnya hanya Azmi, Aban, dan Ahkam,mengerti?."ustadz Mustafa sangat tegas.
"Mengerti ustadz."jawab Akmal dengan suara pelan.
"Kita tutup latihan hari ini, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."ustadz.
"Wa'alaikuksalamm warahmatullahi wabarakatuh."jawab semua anggota.
Ustadz Mustafa pergi meninggalkan kelas. Para anggota terdiam dan memandang Akmal.
"Mas Akmal kenapa?sakit ya mas."tanya Azmi.
Akmal menoleh ke arah Azmi sembari memberikan senyumnya.
"Gak papa, bukannya kamu senang ya,karena bentar lagi kamu yang jadi vocalnya."Akmal, ia menunjuk Azmi dan pergi begitu saja.
"Mas Akmal ."teriak Azmi segera berdiri dan mengahampiri Akmal .Anggota Syubband lainnya ikut berdiri dan mengejar Akmal. Tetapi Akmal terus berlari meninggalkan mereka.Sifatnya sungguh aneh dan tidak seperti biasanya.
"Akmal kenapa sih?."Firman.
"Iyo ,enek opo toh karo Akmal."Udin.
Azmi menghela nafasnya dan menundukkan kepalanya melihat itu Ahkam segera menghampiri Azmi.
"Udah Mi, kamu gak usah ambil hati perkataan Akmal tadi."Ahkam.
"Iya Azmi,Aban juga, mungkin Akmal lagi banyak pikiran."Ali .
Azmi mengangguk pelan begitu juga dengan Aban.
Disisi lain Akmal masuk ke kamarnya yang tidak ada orang ,ia memukul -mukul tembok dengan keras dan duduk dikasurnya.
"Haduh pusing aku,gimana aku mau bayar uang pesantren dan juga biaya sekolah." keluh Akmal .
Zakir yang tidak sengaja melintas mendengar perkataan Akmal segera menghampirinya.
"Mas Akmal butuh uang?."tanya Zakir.
"Bukan urusan kamu."jawab Akmal.
"Aku cuman mau bilang. Aku kan orang kaya, aku dikirim uang banyak dan aku bisa kasih mas berapa aja, asal mas mau nyerang Azmi sampai babak belur."Zakir.
__ADS_1
Mendengar itu Akmal menoleh ke arah Zakir yang mau memberikannya uang jika Akmal mau melakukan apa yang Zakir mau.
Bersambung......