Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 59. Gagal.


__ADS_3

" Emang kita mau ngapain sih?. " salah satu anggota Band.


" Kalian ikutin aja gue, " Mufti.


" Tapi kasihan lo mereka, " salah satu anggota Band.


" Ngapain sih di kasihanin?,ingat mereka itu musuh kita. " jawab anggota Band lainnya.


" Kenapa ,kalian gak suka ikutin gue?, sana ikut mereka aja. " Mufti.


" Enggak Muf, oke gue ikut aja. " jawab salah satu anggota.


Mufti tersenyum mendengar jawaban temannya dan kembali memandang ke arah anggota Syubban yang akan berangkat.


Mobil Kyai datang dan berhenti tepat di sebelah mobil ustadz Mustafa.


" Udah siap semuanya." Kyai membuka kaca mobilnya.


" Sudah Kyai. " jawab semua anggota.


" Ayo naik, tempatnya jauh, jadi kita harus cepat. " Kyai.


" Baik Kyai. " ucap semua anggota.


Mulailah para anggota Syubban naik ke mobil.Ahkam, Aban, Azmi, Akmal ,Ali dan dua anggota Syubban lainnya naik di mobil Kyai sedangkan yang lain naik di mobil ustadz Mustafa.


" Saya minta kalian semangat dan kompak nanti ya, ingat jangan gerogi," Kyai.


" Iya Kyai. " jawab semua anggota Syubban.


" Oh iya, Akmal, kamu sudah baikkan nak?." tanya Kyai kepada Akmal.


" Alhamdulillah, saya sudah tidak apa-apa Kyai. " Akmal.


" Alhamdulillah, ayo pak kita berangkat. " Kyai kepada sopirnya.


" Nggih Kyai, alamatnya ini ya, Kyai." pak sopir menunjukkan kertas yang berisikan alamat tempat acara tersebut.


" Iya benar ini, ayo berangkat. " Kyai.


" Siap Kyai, " pak sopir.


" Ayo semuanya, baca bismillah. " Kyai.


" Bismillahirrahmanirrahim. " semua anggota Syubban.


Mulailah sopir menyalakan mobil dan berjalan keluar pesantren diikuti mobil ustadz Mustafa.


" Ayo guys, ikutin mereka. " Mufti.


Para anggota Band itu mulai naik ke motor ninja mereka dan melaju mengikuti kedua mobil anggota Syubban.


Dengan senangnya para anggota Syubban yang bisa keluar pesantren. Azmi dan Aban asyik bercanda sembari menunjuk ke arah luar.Kyai yang mengetahui betapa senangnya Azmi segera menegurnya.


"Azmi, ingat jaga pandangan. " Kyai.


" Oh, iya Kyai, maaf. " Azmi yang kaget dan seketika berhenti memandang keluar.


Semuanya tertawa kecil melihat tingkah Azmi.

__ADS_1


" Daripada lihat keluar, ayo kalian sholawat, kebetulan sekali vocalnya ada disini semua. " Kyai.


" Baik Kyai. " Azmi .


Azmi, Aban dan Ahkam saling tunjuk untuk siapa yang membaca sholawat duluan sedangkan Akmal hanya tertawa kecil melihat tingkah mereka.


" Abeh, duli eh, Kyai pakon sholawat (Ayo cepetan, Kyai suruh sholawat)." salah satu anggota Syubban yang duduk dibelakang.


" Ayo mas, sholawat. " Azmi kepada Ahkam.


" Ayo, masa malu sama Kyai. " Kyai.


" Iya Kyai, " Azmi.


" Ayo Mi, duluan Mi, kasih lihat sama mas-masnya. " Kyai.


Azmi seketika kaget dan terdiam, semuanya tertawa kecil melihat Azmi yang kaget.


" Ayo Mi, Azmi, " salah satu anggota Syubban.


" Iya mas, ehem, ..." Azmi, mulailah Azmi melantunkan sholawat dengan suaranya yang merdu, Ahkam, Aban dan Akmal mulai mengikuti Azmi dengan suara indah mereka. Kyai senang mendengar sholawat dari mereka.


" Bagus sekali Kyai, suara mereka. " pak sopir yang sangat menikmati.


" Iya, alhamdulillah, saya juga sangat senang mendengar mereka sholawat. " Kyai.


Tiba-tiba segerombolan anggota Band itu berhenti di depan mobil Kyai, mereka yang sedari tadi mengikuti mobil Kyai akhirnya memutuskan untuk menghentikan mereka di tengah jalan yang sepi. Mobil Kyai berhenti mendadak membuat semuanya kaget.


" Astagfirullah, siapa mereka?. " Kyai.


Para anggota Band itu mulai memutari mobil Kyai dan mobil ustadz Mustafa dengan mengendarai motor mereka dengan sangat ngebut membuat para anggota Syubban hanya terdiam dan tidak bisa melakukan apapun.


Tetapi anggota Band yang berjumlah 5 orang ditambah dengan teman dekat Mufti 3 orang semakin melajukan motor mereka dan terus memutari kedua mobil yang sudah sangat terburu-buru.


" Itu pasti anggota Band rusuh. " Ali.


" Gak ada habis-habisnya mereka, bikin kesal aja. " Ahkam.


" Kyai,kita harus lakukan apa? ." Akmal.


" Pak sopir, coba di stater saja mobilnya. " Kyai.


" Baik Kyai, saya akan lakukan. " pak sopir, mulailah ia mengegas mobil Kyai yang membuat anggota Band itu takut.


Mereka memutari mobil ustadz dan Kyai cukup lama, pak sopir terus mengebel begitu juga yang dilakukan ustadz Mustafa memerintahkan mereka untuk pergi.


" Berani juga nih orang. " Mufti.


" Mufti ,hentikan. " ustadz Mustafa meneriaki nama Mufti dari dalam mobil.


Seketika Mufti menghentikan motornya dan menyuruh semua untuk menghentikan motornya. Tiba-tiba ada mobil polisi yang datang dan membuat mereka semakin takut.


" Ayo guys, cabut. " Mufti mengajak semuanya untuk pergi.


" Alhamdulillah, ayo pak lanjut jalan. " Kyai.


" Baik Kyai. " pak sopir, mulailah ia menjalankan mobil begitu juga yang dilakukan oleh ustadz Mustafa yang ada di belakang.


" Sial, kenapa ada polisi segala?. " Mufti yang bersembunyi bersama teman-temannya.

__ADS_1


" Gagal dong kita. " salah satu anggota.


Mufti hanya terdiam memandang kedua mobil yang sudah berangkat menuju tempat acara.


Sesampainya disana acara sudah di mulai, pemilik acara tersebut berdiri menunggu para anggota Syubban. Satu-persatu dari mereka turun dari mobil. Mereka melihat para anggota Hadroh lain yang sudah mengisi acara tersebut.


" Kyai, ini kenapa sudah ada tim Hadroh lain?." ustadz Mustafa.


" Iya benar, mungkin kita sudah terlambat. " Kyai.


" Assalamualaikum, " pemilik acara tersebut menghampiri Kyai dan para anggota Syubban.


" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabatakatuh." jawab Kyai, ustadz Mustafa dan semua anggota Syubban.


" Maaf kalian sangat terlambat, untung saja ada mereka yang bisa menggantikan kalian. " pemilik acara tersebut.


" Tapi pak, kenapa gak nunggu kita?,kita kan gak terlambat banget. " ustadz Mustafa sudah mulai emosi.


" Tidak terlambat, kalian sudah membuat semuanya menunggu dan saya tidak ingin mengecewakan tamu -tamu saya,dengar ya, kalian itu cuman tim hadroh biasa masih banyak yang berkualitas daripada kalian. ." pemilik acara dengan nada tinggi.


Mendengar itu membuat anggota Syubban kesal dan memandang pemilik acara tersebut.


Ustadz Mustafa ingin membela diri dan untung saja berhasil dihentikan oleh Kyai dengan memegangi pundak ustadz Mustafa yang hendak mendekati pemilik acara.


" Baik pak, kalau gitu saya minta maaf,sudah membuat kalian semua menunggu. " Kyai.


" Ya sudah, saya masuk dulu. " pemilik acara, ia pergi dengan ekspresi wajah kecewa dan kesal.


" Yah, gak jadi tampil. " salah satu anggota Syubban.


"Kalian yang sabar ya, mungkin ini belum rezeki kita." Kyai coba menenangkan para anggota Syubban.


Para anggota Syubban merasa sedih dan menundukkan kepala mereka.


" Kalau gitu kita istirahat saja di Masjid itu, kita latihan disana,gimana?." ustadz Mustafa yang melihat Masjid besar dan indah tidak jauh dari tempat acara.


Azmi menoleh ke arah Masjid besar itu dan tersenyum.


" Iya ustadz, kita latihan saja disana. " Azmi.


Sedangkan para anggota Syubban lainnya masih merasa sedih.


" Ayo anak-anak. "ajak Kyai kepada semuanya.


Mulailah mereka melangkah mengikuti Kyai dan ustadz Mustafa. Masjid itu sangat indah dan sepi karena belum tiba waktu sholat.


" Wishh, bagus banget Masjidnya, " Ali.


" Iya Li, sejuk banget. " Firman.


" Ustadz, kita boleh latihan disini?. " Akmal.


" Boleh, silahkan latihan. " ustadz Mustafa.


" Tunggu apalagi rek,ayo masuk. " Udin.


Semua anggota Syubban mulai masuk ke Masjid itu dengan semangat mereka memainkan rebana mereka. Para vocal juga mulai melantunkan sholawat dengan suara indah mereka. Ustadz Mustafa dan Kyai merasa senang melihat anggota Syubban yang tidak bersedih lagi.


Tanpa disengaja ada beberapa orang yang mendengar mereka latihan, orang-orang itu sangat menikmati lantunan sholawat mereka dan mengintip dari pintu Masjid.

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2