Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 92. Mulai Di Kenal


__ADS_3

Assalamualaikum, hai para raeders, maaf ya, baru bisa up soalnya Authornya gak ada kuota 😅........


Langsung aja kita lanjut lagi 👇😉


...***********************...


Setelah mengaji di sore hari, para anggota Syubband berkumpul di tempat latihan. Di sisi lain, Zakir dan kedua temannya mengintip dari depan gerbang pesantren. dengan rasa yang sangat penasaran, Zakir berusaha mengawasi Azmi dari balik lubang gerbang yang tertutup rapat sesekali Zakir juga mendongakkan kepalanya ke atas.


Sementara Helmi dan Sihin hanya bisa diam memandang Zakir yang sedari tadi terlihat sibuk dengan urusannya sendiri.


" Kir, kamu mau ngapain, sih? " tanya Helmi dengan perasaan heran.


Zakir menoleh ke arah Helmi dan menatapnya.


" Aku lagi lihatin mereka, " jawab Zakir kembali fokus pada tim Syubband yang terlihat sangat asyik berbincang.


" Haduh Kir, kamu kayak gak ada kerjaan banget, sih. Udahlah kita balik aja ke kamar. " ucap Sihin yang sudah malas untuk berdiri dan menunggu Zakir.


" Iya Kir, mendingan kita istirahat aja di kamar.Aku udah capek, nih. " keluh Helmi.


Mendengar keluhan sahabatnya, Zakir menjadi kesal dan marah ia seketika membalikkan tubuhnya dan memandang kedua sahabatnya itu.


" Kalian mau istirahat, hah?, " tanya Zakir sinis.


Helmi dan Sihin hanya membalas dengan anggukan pelan. Zakir kembali sekilas melihat Azmi yang terus tertawa meladeni para anggota Syubband, Zakir terlihat memikirkan sesuatu sembari memegangi dagunya.


" Hmmmm, ya udah, ayo!, biar aku cari solusi lain nanti. Tapi kalian harus bantuin aku, oke. " ucap Zakir.


" Iya, iya, aku pasti bakal cari solusi nanti. " jawab Helmi sementara Sihin hanya diam.


" Ayo, kita ke kamar!. " ucap Zakir yang hendak melangkah.


Helmi dan Sihin segera mengikuti langkah Zakir yang sudah jalan lebih dulu.


_


_


_


_


_


" Mana sih, ustadz Mustafa?. " tanya Ali kepada semua sembari mengepai baju kokonya ia merasa kepanasan.


" Iya nih, lama banget datangnya.Ini udah jam 5 lebih ." tambah Firman yang duduk di samping Ali melihat jam dinding.


" Sabar, bentar lagi ustadz, pasti datang. " jawab Ahkam memandang Ali dan Firman.


" Uhuk,uhuk,uhuk ...." Akmal batuk sembari menutupi mulutnya ia terus menerus batuk dengan sangat keras membuat semua anggota Syubband mengawasi ke arahnya.


Azmi segera mengambil air minum yang sudah tersedia di sana.


" Ini mas Akmal, minum dulu. " ucap Azmi menyodongkan segelas air putih kepada Akmal.

__ADS_1


Akmal segera menerimanya dan meminum air itu dengan perlahan.


" Makasih Mi, " ucap Akmal memandang Azmi sembari mengusap mulutnya.


" Sama-sama mas, " jawab Azmi memberikan senyumnya.


Mobil ustadz Mustafa mulai terlihat dan semua anggota Syubband tertuju pada mobil ustadz Mustafa yang mulai berhenti tepat di depan tempat latihan.


Melihat semua berdiri, Azmi dan Akmal juga ikut berdiri untuk menyambut kedatangan ustadz Mustafa.


Satu-persatu anggota Syubband menyalam tangan ustadz Mustafa.


" Maaf ya semuanya, kalian jadi nunggu lama. " ucap ustadz Mustafa memandang satu-persatu anggota Syubband.


"Iya ustadz gak papa, " jawab Ahkam mewakili semua temannya.


" Hari ini kita tidak latihan, saya akan memberitahu kalian sesuatu, ayo!. " ustadz Mustafa mulai melangkah dan duduk di tempatnya. Semua anggota Syubband mengikuti ustadz Mustafa dan duduk dengan rapi siap mendengarkan ustadz Mustafa.


" Ada apa, ustadz? " tanya Ali yang sudah tidak sabar.


" Iya ustadz, apa kita di undang lagi? " tambah Firman.


" Sebentar ya, " ustadz Mustafa meminta mereka untuk tenang dan mau menunggu.


Ustadz Mustafa melihat kembali handphonenya dan membaca pesan-pesan yang terkirim untuknya.


Semua anggota Syubband hanya bisa melihat dan menunggu ustadz Mustafa hingga selesai.


" Alhamdulillah anak-anak semua, besok kita dapat undangan." ucap ustadz Mustafa kepada semuanya.


" Dan bukan besok saja, saya sangat bersyukur sekali karena sekarang jadwal kita mulai padat.Banyak orang yang melihat sholawat kalian lewat sosial media "facebook", ada yang mempostingnya lewat sana. " ustadz Mustafa.


" Berarti, kita terkenal ustadz, " Udin menunjukkan wajah gembiranya.


" Ya enggak Din, paling video itu cuman di lihat orang jawa timuran aja, " jawab Ali.


" Tapi kenapa bisa banyak yang ngundang kita, ustadz?. " tanya Ahkam.


" Benar ustadz, padahal kemarin itu acaranya gak sampai selesai. " tambah Muhklis.


" Nah, itu semua gara-gara arek-arek Band seng meler iku," sambung Udin.


Mereka mulai berdebat sementara Azmi dan Aban hanya bisa terdiam memandangi mereka.


" Tenang-tenang, itu kan waktu kalian sholawat untuk kedua kalinya. Lagi pula mereka suka dengan pembawaan sholawat kalian karena kalian memang berbakat, kalian semua hebat, saya sangat bangga sekali dengan kalian. " Ustadz Mustafa.


" Tapi ustadz, jadwal kita kapan aja?. Kita kan juga harus belajar, ustadz. " ucap Azmi yang membuat semua menoleh ke arahnya.


" Kenapa mas-mas lihatin aku?, aku bener, kan?" Azmi.


" Azmi, kita gak usah belajar lebih enak jalan-jalan, ya kan. " bisik Udin.


" Hush, ngomong apa sih Din?, Azmi itu benar. " jawab Firman.


Ustadz Mustafa terlihat berpikir dan mengecek kembali handphonenya.

__ADS_1


" Jadi gimana, ustadz?. " tanya Azmi lagi membuat ustadz Mustafa memandang dirinya.


" Iya Azmi, kamu benar. Tujuan kalian semua mondok di sini adalah mencari ilmu agama, jadi ustadz akan tanya Kyai untuk undangan-undangan yang mengganggu aktivitas kalian, " ustadz Mustafa.


" Baik ustadz, " jawab semuanya.


" Uhuk, uhuk,uhuk ,"Akmal kembali batuk dan menutup mulutnya.


Ustadz Mustafa juga baru menyadari keadaan Akmal.


Ahkam segera mengambilkan air dan memberinya kepada Akmal yang terus-menerus batuk keras.


" Akmal, kamu gak papa? " tanya ustadz Mustafa kepada Akmal yang baru saja selesai minum.


" Iya ustadz, saya gak papa. " jawab Akmal dengan nada pelan.


" Mas Akmal, kalau sakit bilang aja mas, gak usah di paksain. Takutnya, mas kenapa-kenapa. " Azmi.


" Iya mas Akmal, mas istirahat aja, " tambah Aban.


" Akmal, apa ustadz perlu bawa kamu ke rumah sakit untuk mengecek keadaanmu?" tanya ustadz Mustafa.


" Tidak ustadz, saya gak papa kok, dan saya masih bisa jadi vocal untuk tim kita. " jawab Akmal dengan suara yang serak.


Semua anggota Syubband mulai mengkhawatirkan keadaan Akmal.


" Kalau begitu, kita latihan nanti malam saja, sehabis kalian semua mengaji kitab. " uatadz Mustafa.


" Baik ustadz, " jawab anggota Syubband serentak.


......***************************......


Dari tadi Zakir berpikir bagaimana untuk membuat Azmi di benci oleh Rifki dan Aban tapi rencana yang ia berikan sama sekali tidak ada yang benar dan tidak ada yang di setujui oleh Helmi dan Sihin.


" Udahlah Kir, mereka itu udah best friend, mau ngelakuin apa juga, mereka pasti bakal lengket terus. " Helmi.


" Emang kenapa sih Kir?, kamu itu cuman gak suka sama Azmi, kenapa sekarang mau buat persahabatan mereka hancur? " tambah Sihin.


Tapi Zakir sama sekali tidak mau mendengarkan ucapan teman-temannya ia terus saja memandang ke luar jendela dan melihat anggota Syubband yang baru saja pulang dari tempat latihan.


" Aku tau, kita fitnah aja si Azmi, " Zakir


Mendengar hal itu membuat Helmi dan Sihin kaget dan saling pandang.


Sihim segera bangun dan berdiri di samping Zakir.


" Astagfirullah, Kir!, itu sama sekali gak benar. Fitnah orang itu lebih buruk dari bunuh orang!." jelas Sihin dengan tegas.


" Benar kata Sihin, itu sama sekali gak baik Kir! " tambah Helmi.


" Terus kalian mau buat apa, hah?. Dari tadi diam aja, kasih aku solusi dong!. Gini ya, kita fitnah dulu si Azmi itu nanti kita taubat deh, gampang, kan?. " Zakir.


Tetapi tetap saja itu adalah perbuatan dosa yang membuat Helmi dan Sihin enggan melakukan hal itu.


Mereka saling pandang dan hanya bisa terdiam melihat Zakir yang terus mengawasi Azmi yang tengah berjalan menuju kamar bersama teman-temannya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2