Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 185 Berjumpa Lagi


__ADS_3

Pesawat Azmi telah mendarat dengan mulus dan aman, kini Azmi harus melangkah sendiri dengan penampilan yang berbeda bersamaan dengan itu seluruh anggota Syubban sudah menunggu di sudut lain dimana banyak orang yang juga ada disana untuk menunggu mendaratnya kerabat mereka.


Luasnya Bandara membuat Azmi kesulitan mencari teman-temannya dari balik kaca matanya hitammya, mata Azmi terus mencari dimana keberadaan temannya.


" Arek-arek endi'e? Oh iya, aku coba telepon aja, " Azmi ia segera membuka handphonenya karena nama Aban berada di chat paling atas Azmi langsung menghubungi Aban.


Mendengar deringan dari handphonenya, Aban segera melihat siapa yang menghubungi.


" Ini Azmi, vc." ucap Aban kepada semuanya.


Lantas saja semuanya menoleh ke arah Aban.


" Ya sudah, cepat diterima, " Kyai.


" Baik, " jawab Aban tanpa berlama-lama ia menerima panggilan video dari Azmi.


Ahkam sudah sangat antusias ia langsung mendekati Aban begitu juga dengan anak-anak yang lain yang ikut berkumpul disamping dan dibelakang Azmi mereka semua ingin melihat wajah Azmi. Ustadz dan Kyai hanya bisa tersenyum senang melihat kebahagiaan santrinya yang selalu kompak.


" Mii, dimana kamu? " Muhklis.


" Gaya'e rek, pakai kaca mata sama sorban," Udin.


Azmi tertawa mendengar ucapan Udin dan ia menoleh ke arah kanan-kirinya.


" Iya, Mas. Ini disuruh Ummi sama Abah, biar gak dikenal orang, kalian dimana? " tanya Azmi.


" Kita di tempat tunggu, Mi." jawab Aban.


" Iyeh, se bedeh ( yang ada) tempat duduknya itu Mi, " Ahkam.


" Itu kamu dimana, Mi? " tanya lagi Aban.


" Aku baru aja turun dan masuk Bandara," jawab Azmi.


" Maaf, Kyai, Ustadz. Azmi baru saja turun kayanya dia bingung nyari kita, " Ali.


" Kalau gitu, suruh Azmi diam saja disana, kita semua pergi menghampiri Azmi," Kyai.


" Nggih, Kyai. Azmi, kamu tunggu aja disana. Kita otw ke tempat kamu, " Aban.


" Seng anteng, Mi." Ahkam.


" Oh, oke, siip kalau gitu." Azmi.

__ADS_1


" Tunggu lo Mi, jangan kemana-mana," Muhklis.


" Iya bang, " Azmi.


" Ayo semuanya, " ajak Kyai.


Setelah bicara dengan Azmi mereka semua kembali menggendong atau ada juga yang menenteng koper berjalan bersama menuju Azmi.


Dan benar saja terlihatlah Azmi yang masih memakai kaca mata dan berkerudung sorban dan yang pertama kali melihat Azmi adalah Aban ia segera memberi tahu yang lain.


" Eh, Mas. Itu Azmi, " tunjuk Aban kepada Azmi yang sedang menunggu menoleh sana-sini ia juga terlihat sempat mengecek handphonenya.


" Kasihan banget mukanya lihat tuh, " Ahkam ia tengah asyik mentertawakan Azmi sontak saja membuat semuanya ikut tertawa.


" Hushhh, gak boleh seperti itu. Ayo, kita harus segera menghampiri Azmi." tegur Kyai menyebabkan semua anggota tertunduk dan mengangguk.


Mereka kembali melangkah bersama terus sampai pada Azmi. Para anggota Syubban yang mulai tampak dihadapan Azmi bersama Kyai dan Ustadz mulai membuat Azmi lega dan menampilkan senyuman manisnya.


Azmi segera mencium tangan Kyai dan Ustadz yang sudah berada di hadapannya dengan penuh adab lalu ia mulai menyalam tangan teman-temannya tidak terkecuali Aban. Mereka berjabat tangan dan mencium tangan kanan mereka yang habis berjabat itu.


" Ganteng banget anakku, " canda Ahkam.


" Epakon Ummi nikah ( disuruh Ummi ini)." ucap Azmi menggunakan bahasa Madura.


" Halo pak Ustadz, " sambung Ali.


" Alhamdulillah, nggih, Kyai." jawab Azmi sembari mengangguk.


Ustadz Mustafa yang terlihat baru saja menerima pesan matanya seakan mencari sesuatu dan saat melihat mobil mewah ia langsung memberitahu Kyai.


" Mohon maaf, Kyai. Mobilnya sudah sampai, itu, disana," Ustadz Mustafa sambil menunjuk dengan jempolnya ke arah mobil mewah panjang berwarna hitam dan satu lagi berwarna putih yang berukuran sedang.


" Alhamdulillah, ayo semuanya." ajak Kyai kepada semuanya.


Semua anggota Syubban segera melangkah menuju kedua mobil mewah itu. Saat mereka semua melangkah ada salah satu orang yang mengenali mereka dan ia memberitahu semua temannya.


" Hey, Syubbanul Muslimin tuh, " tunjuk seorang wanita kepada anggota Syubban yang terus melangkah.


Hal itu membuat semua orang memanggil-manggil mereka apalagi para cewek-cewek yang sangat histeris terus meneriaki Azmi.


Anggota Syubban tetap melangkah dan terus menunduk langkah mereka mulai semakin cepat hingga akhirnya sampai pada kedua mobil itu.


Satu-persatu mereka masuk kedalam mobil sudah semuanya masuk barulah mobil kembali berangkat menuju hotel tempat penginapan mereka.

__ADS_1


Azmi yang sudah tidak nyaman langsung melepas kaca mata dan sorbannya.


" Huh, lega." Azmi.


" Mi, kenapa dibuka? Kamu ganteng lo kalau pakai itu," Udin.


" Gak nyaman, Mas. Ribet, lagian aku sudah sama kalian, sudah aman." Azmi.


" Udin mau minjam itu, Mi. Tapi dia gak berani bilang, " Ali.


" Heh, ngawur ae. Enggak kok, Mi." Udin sambil melambaikan tangannya tanda ia tidak mau.


" Ini, mas, gak papa kok. Mau nyamar juga," Azmi sambil tertawa kecil memberikan sorban dan kaca mata miliknya.


" Enggak, Mi. Siapa juga yang tengen sama aku? Mereka itu taunya Aban, mas Ahkam terutama kamu, " Udin.


" Yah, enggaklah mas, " Azmi.


" Azmi jadi rebutan cewek-cewek, " tambah Ahkam.


" Orang ganteng itu biasa direbutin cewek-cewek, apalagi Azmi suaranya bagus. Kaya aku dikampung aku paling ganteng tidak ada satupun yang mengalahkan kegantengan aku. Apalagi aku santri, soleh, ibu-ibu semuanya ngantri minta aku jadi mantunya, " Ali dengan sangat percaya diri dan menyombongkan diri.


" Serius, mas? " tanya Azmi begitu antusias.


" 2 rius malah, Mi." Ali.


" Gayamu iku lo, ojo sombong sek akeh yang lebih dari kamu kok." Udin menampar pelan wajah Ali hingga ia memalingkan wajahnya.


" Jangan takabur, Li. Ingat


وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ


Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. Q.S. Al-Luqman ayat 18." ujar Ahkam dengan jelasnya dan dengan suaranya yang khas Ahkam melantunkan ayat suci Al-Qur'an yang terdengar indah hal itu membuat Ustadz Mustafa melukis senyum diwajahnya Ustadz Mustafa yang sedari tadi mendengarkan dan duduk disamping sopir.


" Yak lah, Ustadz Ahkam mengocol dalil ( melepas dalil)." Aban sambil tersenyum manis menoleh ke arah Ahkam.


" Kedingagi (dengarin) tuh Mas Ali, mantap Mas Ahkam. 100 buat Mas, " Azmi sambil mengacungkan jempolnya pada Ahkam.


Ali hanya bisa tersenyum sambil menunduk sudah sadar akan kesalahannya.


" Iya, Mas. Syukron sudah diingatkan, " Ali.


Mereka semua bercanda dan tertawa di dalam mobil seakan tidak ada pikiran yang berat semuanya sudah hilang saat Azmi sudah berjumpa kembali dengan temannya.

__ADS_1


Mereka semua berjalan bersama sampai pada hotel mewah yang dimana disanalah mereka akan menginap sampai acara di aceh selesai.


Bersambung....


__ADS_2