
Anggota Band terlihat semakin menjauh seketika ketua Band itu menggenggam tangannya menatap kembali anggota Syubband sembari tersenyum licik hingga akhirnya melanjutkan langkahnya menuju tempat parkir motor mereka. Dengan sengaja para anggota Band itu melaju melawati Kyai, satpam dan para anggota Syubband.
"Dasar gk punya sopan santun."ucap Firman kesal.
"Sudah tenang, bagaimana yang terluka sudah tidak sakit nak."Kyai.
"Iya Kyai gk papa sudah diobati sama teman-teman."Aban .
"Alhamdulillah. "Kyai tersenyum pada Aban.
Sementara Akmal dan Ali saling dorong berdebat siapa yang akan memberitahu kerusakan rebana-rebana mereka. Kyai yang sedari tadi melihat Akmal dan Ali saling debat segera menegur mereka.
"Ali, Akmal, ada apa kenapa kalian ribut?."tanya Kyai memandang Ali dan Akmal.
Akhirnya Akmal berani maju dan coba menjelaskan pada Kyai dengan nada pelan.
"Maaf Kyai semua rebana hancur tadi akibat anggota Band itu."Akmal.
"Jadi ,kita gak bisa latihan sekarang."ucap salah satu anggota.
Kyai melangkah menuju rebana-rebana yang hancur juga buku-buku shalawat yang berserakan. Kyai berusaha sabar mengelus -ngelus dadanya. Para anggota Syubband ikut sedih melihat keadaan tempat latihan mereka.
"Ya sudah, terpaksa kita tidak latihan dulu sekarang. Insya Allah saya akan membelikan kalian rebana yang baru besok sebaiknya kalian rapikan ini semua,setelah itu ikut sholat maghrib berjama'ah saya mau masuk menemui ustadz Abdullah dulu."ucap Kyai kepada para anggota Syubband.
"Baik Kyai."jawab anggota Syubband kompak.
Kyai pergi mengucap salam kepada para anggota Syubband menyalam tangan Kyai dan menjawab salam dari Kyai .Kyai melangkah menuju pesantren bersama pak satpam.
Akmal merasa kesal ia menendang sesuatu yang ia tidak tau itu adalah batu besar yang ada dihadapannya.Akmal menendang batu itu dan seketika ia terdiam merasa kesakitan.
"Aduhh... Nih batu kok bisa disini sih buat makin kesal aja."ucap Akmal wajahnya sangat kesal memegangi kakinya yang sakit.
"Udah mas sabar aja ,mendingan kita bersihin semua ini."Azmi.
"Benar tuh kata Azmi ,ayo biar cepat selesai."Ahkam.
"Ya udah ,ayo."Akmal.
Dengan cepat mereka bekerja sama membereskan batu-batu yang membuat rusak rebana. Mereka menaruh rebana dan buku shalawat itu dengan rapi walau rebana sudah hancur semua.
Selesailah pekerjaan mereka terlihat langit yang sudah mulai gelap menunjukkan hampir masuk waktu maghrib. Tampak wajah mereka yang letih dan lesu dengan kompak mereka duduk bersama memandangi rebana-rebana yang telah hancur.
"Gini amat nasib kita, belum apa-apa tempat ini udah kayak gini."ujar salah satu anggota dengan wajah yang lesu.
"Iyo betul, aku udah ra sanggup maneh ngelanjutin latihan iki."Udin.
__ADS_1
"Hushh.. Mas Udin gk boleh kayak gitu kita harus semangat buat bukti'in ke mereka kalau kita hebat.Semangat semuanya!."Azmi mencoba menyemangati teman-temannya.
Akmal menoleh ke arah Azmi dan memberikan senyumnya.
"Iya ,benar kata Azmi kita harus bisa ngasih pelajaran ke anak -anak Band itu ,ya gak."Akmal.
"Tapi, anak -anak Band itu lebih gaul ,di jaman sekarang ini banyak orang yang lebih suka musik Band dari pada musik kita."Ali.
"Iya juga, anak-anak jaman sekarang udah bosan sholawat."Ahkam.
Mereka semakin bingung dan ingin rasa mereka berputus asa. Wajah-wajah mereka terlihat kusam melamun dan kompak memandangi tempat latihan.Begitu juga Azmi dan Aban yang sudah letih.
Tidak lama kemudian terdengar adzan dari Masjid pesantren ,mereka terdiam tidak sadar akan adzan maghrib yang berkumandang.
Adzan maghrib selesai ,masih saja mereka melamun tidak ingin pergi dari tempat itu ,untung saja ada ustadz Abdullah yang datang.Melihat anggota Syubband yang melamun dengan kompak ustadz Abdullah segera menghampiri mereka.
"Assalamualaikum."ustadz Abdullah.
Para anggota Syubband kaget dan segera menyalam dan menjawab salam dari ustadz .
"Kalian tidak dengar adzan ,ayo masuk kita akan sholat jama'ah."ustadz Abdullah.
"Lah,wes adzan toh.Kok aku gak rungu."Udin .
"Iya ,kapan adzan ?aku juga gak sadar."Firman.
"Sudah-sudah lebih baik kalian segera wudhu dan pergi ke Masjid jangan sampai tidak ikut jama'ah."ustadz Abdullah.
"Baik ustadz,kalau gitu kita pergi dulu."Ahkam.
Satu-persatu dari mereka menyalam tangan ustadz Abdullah dan mengucap salam.Ustadz Abdullah menjawab salam mereka dan tersenyum memandang langkah anggota Syubband yang hendak masuk ke dalam pesantren.
Mereka sangat tidak bersemangat bersama-sama mereka melangkah menuju tempat wudhu setelah itu mereka kembali ke kamar mereka masing-masing.
Sesampainya Azmi di kamar ia segera duduk mengusap wajahnya dengan kedua tangannya yang masih basah dengan air wudhu.Azmi melihat Aban yang duduk meringis kesakitan memegangi pinggiran mata kirinya yang sudah di beri hansaplas.
"Ban, kamu gak papa Ban? ."tanya Azmi khawatir.
"Enggak, aku gk papa cuman sakit dikit aja."Aban.
"Beneran gk papa soalnya tadi aku lihat batu yang dilempar gede banget,ya kan Azmi,Ahkam."Muhklis.
"Iya benar sampai bunyi gitu pas kena Aban."Ahkam.
Azmi hanya mengangguk dengan wajah khawatir memandang Aban.
__ADS_1
"Emang tuh mas, mas Band tega banget ngelakuin itu untung gak sampai bolong dan untung gak tepat kena matanya Aban."Azmi kesal.
Qhamat terdengar..
"Nah ,udah qhamat kita ke Masjid yuk."Aban.
"Ayo Ban."Azmi.
Azmi,Aban,Ahkam,dan Muhklis pergi bersama menuju Masjid yang sudah dipenuhi oleh para santri. Sholat jama'ah di mulai para santri melaksanakan sholat dengan khusyuk setelah itu tidak lupa mereka mengaji dan menghafal -hafalan mereka.
Azmi berusaha untuk fokus begitu juga dengan Aban yang duduk bersama Azmi mengahafal-hafalannya.
Pelajaran ngaji kitab malam selesai lebih awal. Azmi, Aban,Ahkam dan Muhklis asyik nongkrong didepan kamar mereka sembari berbincang-bincang.
Saat sedang asyik berbincang Zakir dan kedua temannya datang menghampiri Azmi.
"Hai Azmi,gimana latihannya seru ya?"tanya Zakir tersenyum licik menatap Azmi yang memasang wajah malas.
"Emang kamu gak tau Kir,"Azmi.
"Ada apa Mi, aku sama sekali gak tau."Zakir.
"Lah, bukannya tadi mas Ali bilang kalau ada anak Band yang bikin rusuh. Ya kan."Sihin dengan wajah lugunya.
"Hin.Bisa diam gak."Sentak Helmi yang ada disebelah Sihin.
"Udahlah , kamu gak usah buat masalah lagi sama Azmi dan Aban."Ahkam.
Zakir tidak menjawab dan menatap Ahkam sinis ia juga memandang Azmi yang terlihat letih .Tiba-tiba Akmal datang membawa anggota Syubband menghampiri Azmi,Ahkam,Aban ,dan Muhklis.
"Assalamualaikum bro."ucap Akmal.
Semuanya menjawab salam Akmal. Melihat situasi yang pas Zakir tersenyum licik dan merencanakan sesuatu.
"Mas, mas, tau gak kenapa bisa kejadian kayak gitu tadi sore."Zakir.
"Ya ,karena ada anak-anak Band itu yang bikin rusuh."Ali.
"Bukan. "Zakir.
"Hah? emang kamu tau anak-anak Band itu."tanya Akmal.
"Enggak mas saya gak kenal tapi saya yakin Azmi, sama Aban adalah penyebabnya kenapa saya bilang gitu ,karena mereka itu pembawa sial, sebelum ada mereka kan baik-baik aja"ucap Zakir dengan penuh percaya diri.
Mendengar itu Azmi dan Aban menoleh ke arah Zakir.
__ADS_1
Bersambung.....