
Zakir semakin kaget ketika ia melihat wajah jelas Aisyah yang berdiri disampingnya begitu juga dengan Aisyah yang teringat akan Zakir yang pernah mengikutinya saat ia lari dari acara dimana saat itu ada Azmi bersama timnya.
Mereka menunjukkan ekspresi kagetnya setelah saling mengingat.
" Kamu! " ucap Zakir dan Aisyah secara bersamaan membuat Dimas dan Fitri terdiam bingung dan heran.
" Syah, kamu kenal sama ini orang?" tanya Fitri yang masih belum ingat siapa Zakir.
" Emmmmm, " Aisyah menoleh ke arah Fitri dan belum bisa menjawab hingga Fitri ingat sendiri siapa Zakir.
" Oooo, iya. Orang ini yang waktu itu ikut ngejar kamu yang lari dari acara itu. Iya, kan? Ngapain kamu kesini, ada perlu apa? Belum puas jelek-jelekkin Aisyah dan juga ngefitnah Azmi.
Zakir menggelengkan kepalanya beberapa kali dengan gerakan pelan dan ekspresi wajah yang coba mengelak dan hendak bicara.
" Memang Zakir pernah bicara sama kalian? Kir, kamu kenal sama mereka? Iya, aku juga ingat. Kamu ini, kan yang lari wakti acara itu, kan?" Dimas.
Aisyah, Fitri dan Zakir dengan kompak menatap Dimas. Aisyah masih terdiam ia sempat menundukkan kepalanya sementara Zakir melirik Aisyah lalu menoleh ke arah Dimas untuk menjawab semua ucapan Kakak sepupunya.
" Ehem! Iya, aku emang pernah ngejar dia waktu itu. Tapi, aku minta maaf banget sama kalian kalau ucapan aku buat kalian gak nyaman." Zakir.
" Bilang aja kamu pasti iri sama Azmi. Atau jangan-jangan kamu yang pernah nyebarin foto Azmi sama Aisyah." Fitri.
" Fitri, kamu gak boleh ngomong kaya gitu. Jangan seudzon. Kalian mau apa kesini, " tegur Aisyah kepada Fitri lalu kembali menoleh kepada Dimas dan juga Zakir untuk bertanya kenapa mereka menghampiri dirinya dan juga Fitri.
" Eee.. Kita.. " Zakir terlihat gugup dan bicara dengan terbata-bata hingga Dimas yang bicara mendahului Zakir.
" Jadi gini kami cuma mau tanta rumahnya Azmi dimana, ya? Soalnya kami ada urusan penting banget sama Azmi. Kalian tau, gak rumahnya Azmi? " tanya Dimas.
" Wah, tadi kayanya aku lihat Azmi didalam mobil. Dia kaya mau pergi gitu tapi sendirian. Emang kalian mau ngapain ke rumah Azmi? Punya rencana jahat buruk lagi? " ucap Fitri yang terlihat sangat tidak suka dengan Zakir dan Dimas tatapannya juga begitu sinis kepada kedua saudara sepupu itu.
" Fitri, kamu bisa, gak, diam aja? Gak boleh kaya gitu, tahan emosi kamu itu." Aisyah kembali menegur Fitri.
" Benar tuh, kami gak mau apa-apain Azmi. Nih, aku mau balikin sorban punya Azmi. Kasihan dia pasti nyariin ini." Zakir.
" Sorban Azmi? Itu punya Azmi? Kok bisa ada di kamu? " tanya lagi Fitri yang lagi-lagi memasang curiga tapi kali ini lebih tajam tatapannya kepada Zakir yang baru saja menunjukkan sorban bercorak hitam putih milik Azmi.
" Oke, aku sama sahabat aku akan antar kalian ke rumah Azmi. Ayo, " ajak Aisyah mengalihkan dan tidak menghiraukan pertanyaan-pertanyaan Fitri.
" Alhamdulillah, ternyata gak sia-sia aku sama Zakir ngehampirin kalian." Dimas.
__ADS_1
" Ya udah, kalau gitu ayo, kita kerumah Azmi." ucap Zakir dengan nada ketus dan sudah memasang wajah malas dan juga sinis akibat Fitri yang selalu saja bicara buruk tentangnya.
Aisyah mengangguk dan mulai jalan sembari menggenggam tangan Fitri mengajaknya untuk mau membantu Dimas dan Zakir.
Sampailah mereka dirumah Azmi, Aisyah memencet bel sembari mengucap salam.
Tidak butuh waktu lama pintu dibukakan oleh Naufal yang diperintahkan Ummi yang tengah ada urusan.
" Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabaraktuh, Mbak Aisyah, ada apa, Mbak? " tanya Naufal.
" Eeee... " entah kenapa mulut Aisyah seperti terkunci untuk bicara membuat Zakir yang menjawab pertanyaan Naufal.
" Kami mau ketemu sama Azmi. Azmi mana? " ucap Zakir.
" Wah, kalian telat datangnya. Mas Azmi sudah berangkat ke pondok." jawab Naufal yang membuat Aisyah, Fitri, Zakir dan Dimas kaget setelah mendengar jawaban itu hingga Ummi datang untuk mengecek siapa yang bertamu kerumahnya.
" Naufal, siapa yang datang? Suruh masuk tho le," Ummi sambil melangkah dan menghentikan langkah kakinya saat sudah berdiri di samping Naufal lalu melihat siapa yang datang.
" Ummi, " Aisyah langsung menghampiri Ummi dan mencium tangannya diikuti oleh Fitri.
Sebelumnya Zakir dan Dimas sempat saling dorong dan berdebat hingga akhirnya mereka mau menyalam tangan Ummi Azmi.
Ummi tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan sebelum mulai bicara.
" Iya, Fitri. Baru saja Azmi berangkat tapi kami gak bisa ikut karena ada acara keluarga, " jawab Ummi.
" Maaf, tante. Eh, Ummi. Mmmm, memangnya kenapa Azmi buru-buru banget berangkat ke pondok, kenapa dia gak ikut juga acara keluarga itu? " tanya Dimas.
" Iya, emang Azmi mau tidur sendirian di pondok. Sekarang belum ada yang balik, kan? " tambah Zakir.
" Memang hari ini belum balik'an pondok. Tapi, besok akan ada acara di pesantren yang di meriahkan Syubban. Katanya mereka mau buat karya baru sekarang dan besok mereka tampil dengan acara itu." jawab Ummi.
Setelah mendengar penjelasan dari Ummi mereka semua paham dan mengerti dengan menganggukkan kepala mereka.
" Umminya Azmi, kalau gitu ini, kami mau kembaliin sorbannya Azmi." ucap Dimas yang merampas sorban Azmi begitu saja dari tangan Zakir sementara Zakir masih berpikir.
" Eh, Kakak apaan, sih?" Zakir menarik kembali tangan Dimas menghentikan Dimas yang hendak memberikan sorbam itu kepada Ummi Azmi.
" Kenapa, Kir? Kita kesini mau mgembaliin sorban Azmi, kan?" Dimas.
__ADS_1
" Ya, emang. Tapi, aku mau kasih langsung sama Azmi karena aku juga mau minta maaf sama dia. Maaf Umminya Azmi tapi gak papa, kan saya kembaliin sendiri sorban ini kepada Azmi? " Zakir.
" Ribet banget, sih kamu. Apa bedanya kembaliin sorban Azmi langsung ke Ummi Azmi, lagian masalah kamu sama Azmi juga bisa bisa diselesaikan di pesantren." Fitri.
" Kamu gak usah ikut campur, aku lagi nanya sama Umminya Azmi bukan kamu, " Zakir.
" Sudah-sudah, jangan ribut. Kalau itu memang maunya kamu, Nak. Ya, tidak apa-apa." Ummi.
" Kamu mau nunggu balik'an pondok, Kir?" tanya Dimas.
" Emmm, gimana besok kita ke pesantren aja? Kita bisa ngelihat acara itu dan pas udah selesai kita bisa ketemu sama Azmi." Zakir.
" Ummi, besok kita juga ke pesantrennya Mas Azmi, kan?" Naufal.
" Iya, Nak. Insya Allah, " Ummi.
" Ya udah deh, Kir. Aku ikut kamu aja, " Dimas.
" Umminya Azmi, terima kasih atas informasinya. Kami mau pamit dulu. " Zakir.
" Gak mau masuk dulu," Ummi.
" Gak usah, kami mau pulang aja," Zakir ia mendekati Ummi Azmi dan menyalam tangan Umminya diikuti oleh Dimas setelahnya.
" Oh, iya. Buat kalian, terima kasih udah nganterin kami kesini." Zakir.
" Sama-sama, " jawab Aisyah dengan anggukan pelan satu kali.
" Pamit dulu, Bu. Assalamualaikum, " Zakir dan Dimas mulai pamit dan melangkah pergi dari sana.
" Wa'alaikumussalam, " jawab semuanya.
" Aisyah, Fitri. Mau masuk dulu, ayo, Nak." Ummi.
" Gak usah, Ummi. Kami juga pulang aja, " jawab Aisyah mendahului Fitri yang baru saja hendak menjawab " Ya" dengan ekspresi yang senang.
" Assalamualaikum, Ummi." ucap Aisyah setelah mencium tangan Fitri dan dengan terpaksa Fitri hanya bisa mengikuti Aisyah.
" Wa'alaikumussalam, " jawab Ummi dan Naufal.
__ADS_1
Bersambung...