
" Aisyah, ini wilayah santri putra, ayo kembali sebelum kamu kena hukuman. " ustadzah Lily.
" Tapi ustadzah.... " Aisyah.
" Ayo ikut ustadzah, kakak kamu pasti akan baik-baik saja. " ustadzah Lily.
" Baik ustadzah. " Aisyah akhirnya mau menuruti ustadzah Lily.
Tiba-tiba terdengar bunyi klakson mobil, dan benar saja saat Aisyah dan ustadzah Lily menoleh terlihat mobil Avanza berwarna silver yang ingin memasuki pesantren. Akmal yang melihat adiknya yang sedang berdiri dipegangi tangannya oleh ustadzah Lily meminta berhenti.
" Ustadz ,bisa berhenti dulu, saya mau ketemu adik saya. " Akmal.
" Itu benar kan adik kamu?." ustadz Ridwan.
" Wan, iya lah, masa Akmal bohong, kelihatannya juga masih kecil kok. " ustadz Ridwan.
" Iyo mas, ya sudah Mal ,sana temuin adiknya dulu, kita masuk dulu." Akmal.
" Jangan lama-lama Mal, " ustadz Abdullah .
" Iya ustadz,terimakasih." Akmal, ia turun dari mobil dan menyalam tangan ustadz Abdullah dan ustadz Ridwan.
Akmal datang untuk menghampiri adiknya yang sudah menangis mengkhawatirkan keadaannya.
" Wan, ayo masuk, " ustadz Abdullah kepada ustadz Ridwan yang memberikan senyumnya pada ustadzah Lily.
" Heh, ayo masuk,mari ustadzah," ustadz Abdullah menepuk pundak ustadz Ridwan.
" Iya mas, mari ustadzah, assalamualaikum. " ustadz Ridwan.
" Iya, wa'alaikumsalam. " ustadzah Lily.
Mulailah ustadz Ridwan kembali menjalankan mobilnya masuk menuju pesantren.
" Udah dek , jangan nangis,kakak gak papa kok. " Akmal berusaha menenangkan adiknya yang terus menangis di pelukannya.
" Kakak kenapa bisa pingsan?. " Aisyah.
" Kakak gak papa kok, " Akmal.
" Aisyah, khawatir sama keadaan kakak, aku gak mau kakak kenapa-napa. " Aisyah.
" Iya, kamu tenang saja, gak usah mikirin keadaan kakak, kamu belajar aja yang giat." Akmal membangunkan adiknya dari pelukannya dan menghapus air mata Aisyah.
Ustadz Abdullah dan ustadz Ridwan baru saja memakirkan mobilnya mereka turun dan melangkah menuju Masjid.
" Assalamualaikum ustadz, Akmal di mana ustadz?, dia gak papa kan?. " Ali.
" Iya ustadz, mas Akmal dimana?, " Azmi.
" Mas Akmal masih dirawat ustadz. " Aban.
" Hushh, berisik banget sih kalian," Zakir yang merasa risih.
" Sudah-sudah, Akmal tidak apa-apa, sekarang dia masih bersama adiknya diluar. " ustadz Abdullah.
" Iya, kalian tenang saja." ustadz Ridwan.
" Alhamdulillah," ucap Azmi, Aban dan Ali bersamaan.
__ADS_1
" Tapi, ustadz minta sama kalian semua untuk menjaga Akmal, jangan buat di kecepek'an dan jangan sampai Akmal kedinginan. Ali ,kamu juga harus ingatkan Akmal untuk meminum obatnya 2 kali setelah makan. " ustadz Abdullah.
" Kenapa ustadz?, kalau kayak gitu berarti mas Akmal sakit serius. " Zakir.
Ustadz Abdullah dan ustadz Ridwan terdiam dan bingung apa yang harus mereka katakan.
" Tidak Zakir, bukan seperti itu, ini demi kebaikan Akmal, supaya dia tidak mengalami kejadian seperti tadi. " ustadz Ridwan.
" Zakir ngomong apa sih,baik ustadz, saya akan menjaga Akmal, dia kan teman baik saya. " Ali.
" Saya sama Aban juga ustadz, pokoknya kita semua pasti akan jagain mas Akmal. " Azmi.
" Iya ustadz,kita semua akan menjaga mas Akmal. " Aban.
Mendengar perkataan Ali, Azmi dan Aban membuat ustadz Abdullah dan ustadz Ridwan lega dan senang mereka tersenyum.
" Bagus,kalian memang sangat baik, kalau gitu ustadz sama ustadz Ridwan sholat dulu, ayo Wan, assalamualaikum. " ustadz Abdullah mengajak ustadz Ridwan.
" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. " Azmi, Aban, Ali dan Zakir bersamaan.
Di sisi lain,
" Sudah Aisyah, ayo kita istirahat. " Ustadzah Lily.
" Iya dek, ustadzah benar, kamu harus istirahat, kakak juga gak enak kalau lama-lama juga ada ustadzah disini. " Akmal.
Aisyah mengangkat kepalanya dari pelukan Akmal dan menoleh ke arah ustadzah yang tersenyum kepadanya. Aisyah juga tersenyum menghapus air matanya dan kembali memandang Akmal .
" Ya udah, kalau gitu kakak istirahat aja, jangan sampai kejadian kayak tadi," Aisyah.
" Iya dek, kamu tenang aja. " Akmal.
" Benar kata ustadzah, sana gih ,kamu juga istitahat. " Akmal.
Aisyah tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Aisyah menyalam tangan Akmal.
" Assalamualaikum. " ucap Aisyah dengan suaranya yang lembut.
" Akmal, kamu juga istirahat ya, assalamualaikum. " ustadzah Lily.
" Baik ustadzah,wa'alaikumsalam. " Akmal.
Akmal masih saja memandang langkah Aisyah dan ustadzah yang sudah menjauh menuju kawasan santri putri. Tidak lama kemudian Akmal melangkah masuk ke pesantren. Sesampainya di sana terlihat masih ada Azmi,Ali dan Aban yang menunggunya duduk di tangga Masjid.Saat melihat Akmal, Ali segera meneriakinya dan menyuruh Akmal berhenti.
" Akmal, tunggu. " teriak Ali, ia mengajak Azmi dan Aban untuk menghampiri Akmal.
" Kalian ngapain masih di Masjid aja?. " Akmal.
" Kita dari tadi nungguin kamu Mal," Ali.
" Iya mas, mas ngapain tadi diluar?. " Azmi.
" Iya, tadi Aisyah nangis,biasa lah adik cewek, khawatir mulu kebawaannya. " Akmal.
" Aisyah, Aisyah, emang adik kamu itu perhatian banget, coba aja aku punya adik cewek. " Ali dengan wajah melas.
" Mas Ali, ada-ada aja, mendingan cari pasangan mas, biar di perhatiin. " Aban.
" Bisa aja kamu Ban. " Ali yang tertawa dengan ucapan Aban begitu juga dengan Akmal yang tak henti menahan tawanya.
__ADS_1
" Aban, Aban, pintar kamu. " Akmal.
Sedangkan Azmi hanya tersenyum kecil seperti sedang memikirkan sesuatu.
" Mi, bengong aja, ayo kita pulang. " Ali.
" Iya mas. " Azmi.
" Hati-hati Mi, jangan ngelamun tok , nanti kesambet. " Akmal.
" Iya mas. " Azmi.
" Ya udah, mas Akmal istirahat, kita mau ke kamar." Aban.
" Iya Ban, " Akmal.
" Assalamualaikum. " Aban.
" Duluan mas Akmal, mas Ali, assalamualaikum. " Azmi.
" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. " Akmal dan Ali.
" Ayo Mal, kamu juga harus istirahat. " Ali.
" Iya, ayo. " Akmal.
Mereka berjalan bersama seketika Akmal menghentikan langkahnya karena teringat bahwa dirinya belum sholat.
" Kenapa Mal?. " Ali.
" Aku belum sholat Li, " Akmal.
" Ya udah, aku tungguin kamu sholat. " Ali.
" Emang deh, kamu sahabat paling baik. " Akmal.
" Sa ae Akmal. " Ali.
Akmal tertawa kecil dan melangkah untuk wudhu setelah itu ia pergi ke Masjid untuk sholat. Ali menunggu Akmal di depan Masjid .Pesantren sudah sangat sepi karena waktu para santri untuk istirahat .
...Keesokan harinya............
Seperti yang ustadz Mustafa katakan kemarin pada hari ini para anggota Syubban akan pergi ke acara peringatan Maulid Nabi hari ke 20 di Masjid yang cukup jauh dari pesantren. Tepat pukul 08.00 pagi di saat semua santri sudah memakai seragam silat mereka dan bersiap untuk berlatih silat dengan ustadz Fathur. Sedangkan, para anggota Syubban duduk bersama dengan menggunakan seragam mereka dan terlihat wajah mereka yang berseri-seri.
Azmi yang terlihat segar sehabis mandi dengan peci yang ia pasang dengan memperlihatkan sedikit rambutnya yang rapi.
" Syubban, Syubban, ayo. " teriak ustadz Mustafa yang sudah datang dengan mobilnya.
Para anggota Syubban segera menghampiri ustadz Mustafa dan Azmi segera membenarkan pecinya melangkah menuju ustadz Mustafa.
" Tunggu Kyai ya, nanti ada yang sama Kyai. " ustadz Mustafa.
" Baik ustadz." semua anggota Syubban.
Di tempat lain yaitu di balik pohon, yang merupakan tempat Mufti dan teman Bandnya mengintip para anggota Syubban.
" Kita gak akan biarin mereka sampai ke acara itu. " Mufti memandang para anggota Syubban yang akan berangkat.
Bersambung.....
__ADS_1