Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 43. Ngantuk.


__ADS_3

Hari ini perlombaan akan di laksanakan.Sekolah diliburkan, para senior sibuk menyiapkan perlombaan dan beberapa dari mereka dipilih untuk menjadi panitia. Tepat pukul 08.00 pagi setelah semua santri melaksanakan sholat duha Azmi menyiapkan dirinya untuk perlombaan. Azmi merapikan pecinya di cermin sembari mengecek suaranya.


"Azmi, suara kamu udah bagus. " ucap Aban yang sedari tadi memandang Azmi.


Azmi menoleh ke arah Aban sembari tersenyum.


"Iya Ban, terimakasih, aku takut aja nanti suaraku malah hilang. " Azmi.


"Udah Mi, kamu itu terlalu banyak pikiran,aku yakin nanti semua orang terpesona dengar suara kamu. " Aban.


"Bisa aja kamu Ban, " Azmi.


Sementara Zakir sudah menyiapkan rencananya, ia membelikan Azmi dan Aban minuman.Zakir juga menaruhkan obat ke salah satu botol yang ingin ia berikan kepada Azmi.


"Kir,kamu yakin mau ngasih itu ke Azmi."Sihin.


"Sihin, kamu tenang aja Azmi gak bakal kenapa-napa, dia cuman bakal ketiduran waktu perlombaannya dimulai. " ucap Zakir sembari tersenyum licik.


"Iya Hin, ngapain juga kamu khawatir sama Azmi." Helmi.


"Hushhh, kalian jangan ribut, ayo kita mulai rencananya. " Zakir.


"Ayo Kir, " Helmi.


Zakir dan kedua temannya mulai melangkah menuju kamar Azmi dan Aban.


"Assalamualaikum. " ucap Zakir diikuti oleh Helmi dan Sihin.


"Wa'alaikumsalam. " jawab Azmi dan Aban dengan kompak mereka menoleh ke arah Zakir dan kedua temannya.


"Wishhh ganteng banget kamu Mi, pakai sorban segala. " Zakir melangkah mendekati Azmi.


"Makasih Kir, " Azmi memberikan senyumnya.


"Aban juga ganteng, pakai baju kokonya, keren banget Ban. " Zakir menoleh ke arah Aban. Aban hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Zakir, kamu ngapain kesini?."tanya Azmi.


"Oh iya, nih Mi, biar gak haus nanti ,aku kasih kamu minuman, ayo minum. " Zakir memberikan minuman berupa teh yang ia beli dikantin.


Tanpa berpikir apapun Azmi mengambil minuman itu.


"Kamu ngasih buat aku aja,buat Aban?. " Azmi.


"Tenang aja Mi,nih Ban, aku bawain kamu juga, semoga menang ya, " Zakir.


"Makasih Kir,tumben baik. " Aban sembari menerima minuman itu.


"Untuk para peserta di harapkan segera kumpul di halaman pesantren. " suara Ahkam terdengar.


"Ya udah,kita duluan Mi, Aban, minum dulu dong. " Zakir.


"Iya Kir, pasti aku minum,aku juga lagi haus nih. " Azmi,ia membuka tutup botol minuman itu dan meminumnya,Zakir yang masih berada di sana merasa senang dan memberikan senyuman liciknya.


"Ya udah, Ban,ayo kita kumpul. " Azmi.

__ADS_1


"Iya Mi, " Aban yang terlihat juga sudah meminum minuman pemberian Zakir.


"Ayo ,kita bareng aja. "Helmi.


"Iya, ayo Mi,Ban," Zakir.


"Ayo. " Azmi.


Mereka berjalan bersama menuju tempat perlombaan. Terlihat sudah banyak santri yang berkumpul. Sesampainya Azmi dan yang lainnya disana mereka segera berbaris. Para ustadz sudah ada disana untuk menjadi juri. Kyai juga sudah datang dan duduk bersama para ustadz.


"Maaf Kyai ,bisa kita mulai acaranya. " ustadz Abdullah.


"Tentu Abdullah, silahkan. " Kyai.


"Baik para santri harap tenang. " ucap ustadz Abdullah menggunakan mikrofon.


Serentak semua santri terdiam dan memandang ustadz.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. " ustadz Abdullah.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. " ucap seluruh santri dengan kompak dan sangat semangat.


"Alhamdulillah, kita bisa melaksanakan perlombaan ini, terimakasih untuk semua santri yang berpartisipasi dalam perlombaan ini, ustadz minta kalian jujur dan sportif selama perlombaan karena kalah menang adalah hal yang biasa dalam perlombaan. " ustadz Abdullah.


"Baik ustadz." semua santri.


"Kyai, silahkan." ucap ustadz Abdullah kepada Kyai tanpa menggunakan mikrofonnya.


"Baik. " Kyai, ustadz Abdullah memberikan mikrofonnya kepada Kyai dengan sangat sopan.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. "jawab semua santri dengan kompak.


"Dalam rangka memperingati hari lahirnya baginda nabi Muhammad saw, saya bersama para ustadz mengadakan lomba di mana kalian semua bisa menunjukkan bakat kalian masing-masing, saya ingin melihat kemampuan kalian semua,saya harap dalam perlombaan ini tidak ada yang berperilaku curang, baiklah saya tidak akan banyak bicara, kita akan segera mulai perlombaannya, wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh." Kyai.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. " jawab semua santri.


"Abdullah, silahkan ,langsung saja. " Kyai.


" Baik Kyai. " ustadz Abdullah.


"Semua santri silahkan menulis nama kalian dengan tertib ya, untuk lomba adzan tulis namanya sama Ahkam,untuk lomba tartil tulis namanya sama Sofyan, untuk lomba kaligrafi tulis namanya sama Muhklis dan untuk lomba pidato tulis namanya sama Fauzi, ingat yang tertib dan jangan ada yang saling dorong. " ustadz Abdullah.


"Baik ustadz," semua santri. Sesuai arahan ustadz para santri dengan tertib pergi kepada panitia sesuai lomba mereka.


"Mi, kita pisah nih, " Aban.


"Ya udah Ban, sana gih ,semangat Ban, " Azmi.


"Iya, kamu juga semangat, aku ke mas Sofyan dulu. " Aban.


"Oke Ban, " Azmi.


Aban pergi meninggalkan Azmi.Azmi mulai merasakan efek ngantuk dan ia menguap beberapa kali.


"Aku kok ngantuk banget sih, Azmi kamu harus semangat. " Azmi melebarkan matanya dan pergi menghampiri Ahkam.

__ADS_1


"Mas Ahkam, nomer ku mas. " Azmi.


"Oh iya Mi, ini tulis nama kamu disini. " Ahkam.


" Iya mas. " Azmi,ia mulai menulis namanya walau matanya terlihat mengeluarkan air.


"Azmi, kamu kenapa?. "tanya Ahkam.


"Enggak papa mas, ini mas. " Azmi memberi nomer absennya.


Ahkam menerima dan mengecek kembali.


"Oke, ini nomer kamu, pasang di baju Mi, " Ahkam.


"Iya mas, makasih mas." Azmi, ia melangkah perlahan.


Karena rasa kantuk yang sangat berat Azmi menabrak seorang santri yang sedang berbaris.


"Azmi, kamu kenapa sih?. "ucap santri itu.


"Eh maaf-maaf, aku gak sengaja. " Azmi.


"Iya Mi, pelan-pelan. "santri itu.


Azmi mengangguk dan kembali melanjutkan langkahnya. Zakir yang sedang berbaris melihat Azmi sembari tersenyum licik.


Lomba adzan segera dimulai, para peserta duduk dibangku mereka masing-masing menunggu panggilan dari ustadz.


Azmi duduk disamping Akmal yang juga ikut lomba adzan.


"Azmi, kamu ikut lomba adzan juga. " Akmal.


"Iya mas Akmal. "jawab Azmi menahan kantuknya.


"Azmi, mata kamu merah,kamu ngantuk Mi, " Akmal.


"Hah?,enggak kok mas,aku gak ngantuk." Azmi.


Satu-persatu peserta lomba adzan sudah menunjukkan suaranya mereka.Panggilan untuk Azmi masih cukup lama, Azmi mendapat nomer 30.


"Aku kok ngantuk banget sih,"ucap Azmi, mengusap-ngusap wajahnya.Azmi berdiri dan memilih untuk pergi sebentar.


"Azmi, mau kemana?. "tanya Akmal.


"Bentar mas, " Azmi.


"Cepetan balik Mi, " Akmal.


"Iya mas. " Azmi.


Azmi meminta izin kepada ustadz Abdullah ,setelah diberi izin Azmi melanjutkan langkahnya.Azmi menahan rasa kantuknya dan terus mengusap -ngusap wajahnya sampai ia berada didepan kamarnya.


"Lah, kok ada dikamar,"ucap Azmi membuka pintu kamar.Azmi duduk dikasurnya sembari terus melebarkan matanya. Tetapi rasa kantuknya semakin berat dan membuat Azmi tertidur duduk di senderan kasurnya.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2