Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 191 Hadiah Dari Fans


__ADS_3

Anggota Syubban makin digemari banyak remaja, mereka menjadi panutan para pemuda yang kini mencintai sholawat sebab lagu-lagu bernuansa sholawat yang berbeda. Banyak sekali lagu mereka yang sangat digemari anak-anak milenial yang bahkan sampai hafal semua lagu mereka seperti, cinta dalam istikhoroh, ayo move on, cinta palsu, oy adek berjilbab biru dan tentunya masih banyak lagi.


3A yang kini makin semangat sangat mengundang perhatian banyak remaja kepada mereka. Azmi yang memiliki wajah tampan, dan sikap yang mencerminkan seorang santri yang sangat lekat pada dirinya membuat kaum hawa semakin terpesona dengannya.


Saking banyaknya orang yang menyukai mereka, kemanapun mereka pergi pasti ada saja polisi atau bahkan tentara untuk melindungi anggota Syubban.


Hari ini anggota Syubban harus menghadiri acara di pesantren yang ada di Jakarta. Dengan kompak para anggota Syubban mengenakan seragam keren mereka.


Anggota Syubban duduk di belakang panggung pesantren. Azmi dengan wajah tampannya dan gayanya duduk bersama Aban dan Ahkam sembari mempersiapkan diri.


" Santri putra aja, kan ini? " tanya Azmi.


" Gak tau, tapi kayanya tadi ada santri putri juga deh, ada pembatasnya tadi." jawab Aban menoleh ke arah Azmi.


" Ya udah, kita lihat aja nanti." Ahkam.


Azmi mengangguk dan kembali membenarkan pecinya.


" Anak-anak, ayo naik panggung udah waktunya." ucap Syafiq yang menghampiri mereka untuk memanggil anggota Syubban.


" Iya, mas. Siap, " Ahkam.


" Ayo rek," Udin.


Mereka semua mengangguk dan secara bersamaan bangun untuk melangkah menuju panggung.


Dari para santri yang tadinya ramai menjadi seketika sunyi, semua santri terdiam saat anggota Syubban berjalan bersama menaiki panggung. Senyuman Azmi membuat santriwati terpanah mereka semua secara serentak terfokus pada wajah Azmi yang tengah melukis senyum manisnya sembari menerima mikrofon dari MC.


Azmi menoleh ke belakang untuk berdiskusi tentang bagaimana mau dimulainya sholawat.


Ahkam terlihat menjelaskan semuanya, dan terlihat juga para anggota Syubban mengangguk paham termasuk Azmi.


Azmi mengangkat kembali mikrofonnya untuk bersiap menujukkan suara emasnya, tidak lupa Azmi membaca bismilah dalam hati sebelum memulai semuanya.


Untuk menyiapkan suaranya Azmi sempat berdeham beberapa kali yang membuat Ahkam dan juga Aban menoleh sambil tertawa kecil karena gaya Azmi.


" Allahumma Shalli 'Ala Muhammad Ya Rabbi Shalli 'Alaihiwassalim," Azmi dengan memelankan nada suaranya membuat suasana sangat hening fokus kepada Azmi.


Tek... Drung, Drung, tek.. Tek..


Rebana mulai dimainkan dengan perlahan dan kembali berhenti saat Azmi mengangkat kembali mikrofonnya menepatkan tepat pada depan mulutnya.


Mulailah Azmi memulai lantunannya dengan tim hadroh yang berhenti terlebih dahulu.


Oi adek berjilbab putih...


Ini abang jomblo bersedih...


Bolehkan adek abang pilih..


Akan ku jadikan kekasih...


Lirik irama itu sungguh mengejutkan semua santri dan membuat mereka senyam-senyum juga baper dan menyoraki Azmi dengan penuh semangat dan histeris yang membara.


Setelah selesai melantunkan lirik pertama Azmi langsung menoleh ke arah Ahkam dan kembali menundukkan kepalanya dengan senyuman karena sebenarnya ia sedikit gerogi untuk menyampaikan sholawat baru ini.


Oi adek berjilbab merah


Maukah kau diajak menikah


Abang tunggu lulus sekolah

__ADS_1


Ku pinang kau dengan alfiyah


Sungguh para santri khususnya santriwati makin histeris atas lirik yang dibawakan Ahkam membuat mereka tak bisa mengendalikan diri, ada yang berteriak tapi ada juga yang hanya menutup mulut mereka saking sudah tidak tahan lirik yang membuat semuanya histeris.


Maulayaa sholli wasallimda iiman abadaa


'Ala habibika khoiril kholqiqullihimi.


Sholawat diiringi tabuhan rebana yang terdengar indah penuh semangat yang membara membuat acara semakin meriah dan semua santri mulai berdecak kagum.


Atas semua itu Azmi dan Ahkam saling toleh dengan tawa mereka membiarkan Aban yang mulai beraksi dan mulai mengangkat mikrofonnya menatap ke arah semua santri.


Oi adek berjilbab biru


Cantik manis semanis madu


Dapat salam dari ayah ibu


Siapkah kau jadi menantu


" Aaaaa!"


" Mauuuuu!!"


" Siappppp!"


Semakin menjadi dan histerisnya mereka semua karena Aban yang suaranya adem membuat baper berjama'ah.


Maulayaa sholli wasallimda iiman abadaa


'Ala habibika khoiril kholqiqullihimi


Semakin meriahnya sholawat yang dibawakan oleh anggota Syubban. Secara bergantian mereka bersholawat menunjukkan suara indah dan khas mereka masing-masing.


Lihat abang yang tak laku laku


Kalu adek serius mau


Besok kita pergi ke penghulu


Maulayaa sholli wasallimda iiman abadaa


'Ala habibika khoiril kholqiqullihimi


Oi adek berjilbab hitam


Ayo langsung ke pelaminan


Menjalin cinta dalam islam


Setelah nikah kita pacaran


Maulayaa sholli wasallimda iiman abadaa


'Ala habibika khoiril kholqiqullihimi


Oi adek berjilbab cokelat


Hati abang sungguh terpikat


Maukah kau diajak akad

__ADS_1


Ku pinang kau dengan sholawat


Maulayaa sholli wasallimda iiman abadaa


'Ala habibika khoiril kholqiqullihimi.


Selesailah sholawat mereka, Azmi dan semuanya akhirnya lega semua santri ikut kagum dan terkesima dengan penampilan mereka.


Tepukan tangan hadir untuk mereka, sorak-sorak kagum terus hadir untuk anggota Syubban yang perlahan turun dari panggung.


Azmi dan juga yang lain tetap menundukkan kepala mereka saat semua mata mengarahkan pandangan kepada mereka. Sungguh hari ini adalah hari yang melelahkan tapi juga mengasyikkan bagi mereka karena dapat mengunjungi beberapa daerah di Jakarta.


" Alhamdulillah, " ucap Azmi duduk bersila sambil melepas pecinya dan menyenderkan tubuhnya di tembok.


" Azmi, " panggil Hamdi dari depan pintu kamar para anggota Syubban.


" Iya, Mas." jawab Azmi langsung menoleh ke arah Hamdi.


" Sini, Aban sama Ahkam juga, " Hamdi membuat Aban dan Ahkam juga menoleh ke arahnya.


" Siap, mas." Ahkam.


Mereka bertiga mengangguk dan segera bangun berdiri untuk menghampiri Hamdi, Hamdi juga mengangguk dan menunggu mereka di depan kamar.


" Hayo, ada masalah apa kalian? " Firman menakut-nakuti ketiga vocalis.


Azmi yang sedang memasang kancing baju seragamnya karena tadi ia sempat membukanya tapi Azmi sudah mengenakan kaos pendek didalam menoleh ke arah Firman.


" Kita gak buat masalah lho, " Azmi sambil terus mengancing bajunya dan memasang pecinya.


" Udah, dipanggil itu belum tentu ada masalah." Ahkam.


" Ya udah, ayo Mi, mas Ahkam." ajak Aban.


Azmi mengangguk kepada Aban.


" Ayo, " Ahkam.


Mereka bertiga segera melangkah untuk menghampiri Hamdi.


" Ada apa, mas? " tanya Azmi.


" Kalian ikut mas, ayo, " ajak Hamdi.


Ahkam, Azmi dan Aban mengangguk cepat dan mengikuti langkah Hamdi sampai pada kamar Hamdi dan Syafiq dimana sudah terlihat disana kalau Syafiq juga sedang menunggu mereka.


" Nah ini dia, penggemarnya anak muda sekarang. Ayo, sini." Syafiq.


Wajah ketiga vocal itu langsung terlihat bingung dengan sebenarnya apa yang mau ditunjukkan kepada mereka. Mereka sempat saling toleh hingga kembali melangkah.


" Ini ada banyak hadiah untuk kalian, Azmi, Ahkam, Aban dan juga ada khusus untuk anggota Syubban." Hamdi ia menunjuk hadiah yang tertata rapi terbungkus kertas kado dan jumlahnya juga tidak sedikit.


" Dari siapa, mas? " tanya Aban.


Syafiq dan Hamdi saling pandang dan malah tersenyum kepada Aban yang bingung.


" Ya, dari fans kalian. Ayo, ambil." Syafiq.


" Alhamdulillah, ternyata kita punya fans lo, gak nyangka." Ahkam yang bicara sambil menoleh ke arah Azmi dan Aban.


Azmi juga mengucap hamdalah sambil mengusap wajahnya. Tak tau harus bagaimana menunjukkan perasan itu, masih ada ekspresi bingung tidak menyangka walau Azmi tersenyum sambil mengambil satu-persatu hadiahnya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2