Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 37. Penuh kebencian.


__ADS_3

Ustadz Abdullah sudah bicara panjang lebar menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan hanya meminta Akmal untuk mencium tangan ibunya meminta maaf dan berjanji tidak akan membuat ibunya kecewa lagi.


"Saya hanya meminta Akmal mencium tangan ibu dan meminta maaf ,saya tidak akan menghukum Akmal terlalu berat. " ustadz Abdullah.


"Baik ustadz,saya minta maaf." Akmal menunduk tidak berani menatap ustadz Abdullah.


"Pak ustadz, saya sebagai ibu Akmal sangat kecewa sekali dengan sifat Akmal. Tolong buat Akmal jera ustadz,supaya dia tidak melakukan hal itu lagi." ibu Akmal.


"Baik bu, Akmal, silahkan lakukan yang ustadz suruh. "ustadz Abdullah.


"Iya ustadz. " Akmal menganggukkan kepalanya.


Akmal mulai mencium tangan ibunya dan mengucapkan maaf berulang kali. Akmal juga telah berjanji untuk tidak melakukan hal seperti itu lagi. Ibu Akmal memaafkan Akmal dan membangunkannya.


"Sudah Akmal, ibu maafkan. " ibu Akmal.


Akmal bangun dan berhenti mencium tangan ibunya. Akmal merasa sangat sedih karena membuat ibunya kecewa.


"Maaf ustadz, tapi bagaimana saya harus mengembalikan uang ustadz. " ibu Akmal.


Ustadz Abdullah tersenyum.


"Tidak usah dikembalikan bu, saya ikhlas memberinya. Lagi pula Akmal adalah anak yang hebat dan sudah banyak memberikan prestasi di pesantren ini. " ustadz Abdullah.


"Saya merasa tidak enak pak ustadz, terimakasih sekali dan sekali lagi saya minta maaf atas kelakuan Akmal. " ibu Akmal.


"Iya bu, sudah saya maafkan.Emm..Akmal kalau kamu masih kekurangan uang bilang sama ustadz ,jangan melakukan hal seperti itu lagi ." ustadz Abdullah.


"Tidak ustadz, saya tidak mau merepotkan pak ustadz lagi, biar saya saja yang berusaha untuk membayar uang pesantren. " ibu Akmal.

__ADS_1


"Baiklah, tapi saya akan selalu ada untuk santri saya yang membutuhkan saya. " ustadz Abdullah .


Akmal dan ibunya mengangguk dan tersenyum. Mereka sangat senang kepada ustadz Abdullah yang mau membantu biaya Akmal.


"Baiklah, kalau begitu masalah ini sudah selesai, hukumannya nanti malam ya Akmal. Inu dan Akmal boleh kembali,terimakasih ibu telah datang kesini. " ustadz Abdullah.


"Sama-sama ustadz, assalamualaikum." ibu Akmal.


Akmal segera mencium tangan ustadz Abdullah dan juga mengucap salam.


"Wa'alaikumsalam. " ustadz Abdullah.


Akmal dan ibunya pergi meninggalkan ruangan. Ibu Akmal berajalan sanagt pelan karena ia masih memikirkan ucapan yang dikatakan ustadz Abdullah saat menceritakan kejadian yang sebenarnya. Akmal yang mengetahui ibunya masih bersedih menghentikan langkahnya.


"Ibu,Akmal minta maaf. " Akmal berdiri dihadapan ibunya.Karena ibu Akmal masih diam Akmal segera mencium tangam ibunya, agar mau memaafkan dirinya.


"Iya Akmal, " ibu Akmal membangunkan Akmal. Akmal bangun memandang ibunya.


" Iya bu, Akmal minta maaf karena Akmal gak berguna dan selalu buat ibu susah. " Akmal.


" Tidak Akmal, kamu anak yang pintar, ibu bangga sama kamu. " ibu Akmal memberi senyumnya.


" Akmal janji sama ibu, kalau nanti Akmal akan buat ibu dan ayah bangga. " Akmal.


" Aamiin ,iya Akmal anak ibu yang ganteng, ya sudah ibu pulang dulu.Dan..Kamu ingat, belajar yang serius." ibu Akmal.


"Siap, ibu. " Akmal.


Ibu Akmal tersenyum. Akmal mengantarkan ibunya hingga ke gerbang pesantren.Tidak lupa Akmal mencium tangan ibunya sebekum ibunya pulang.

__ADS_1


Ibu Akmal mulai melangkahkan kakinya keluar pesantren. Akmal sangat sedih melihat ibunya pergi. Akmal membalikkan tubuhnya dan ia dikagetkan oleh Azmi yang ada dihadapannya sembari tersenyum manis.


" Mas Akmal." Azmi sembari tersenyum kepada Akmal.


" Azmi, ngagetin aja sih kamu. " Akmal.


" Masa gitu aja kaget mas, muka Azmi kan gak kayak hantu. " Azmi bercanda.


" Muka kamu emang gak kayak hantu, tapi kedatangan kamu yang kayak hantu. " Akmal.


" Maaf mas, udah mas jangan sedih lagi, kan ada Azmi yang selalu buat mas bahagia. " Azmi.


"Kamu Mi, bisa aja," Akmal.


Mereka tertawa kecil. Seketika Akmal terdiam.


" Kenapa mas?. " tanya Azmi.


"Mas kagum sama kamu, walau mas udah mukulin kamu sampai berdarah, tapi kamu tetap aja baik sama mas. " Akmal.


" Mas Akmal, Azmi tau kalau mas Akmal ngelakuin itu semua karena terpaksa, lagian Azmi kuat kok." Azmi.


" Makasih ya,Azmi." Akmal.


" Nah, gitu dong mas Akmal. Sekarang kita sahabat kan. " Azmi memberikan jabatan tangannya. Akmal tersenyum memandang tangan Azmi dan mau berjabatan dengan Azmi. Mereka saling memberikan senyuman.


Sementara Zakir yang melihat kejadian itu sangat kesal.


" Bisa-bisanya mas Akmal sama Azmi jabatan tangan kayak gitu, pakai senyum-senyum segala. Lihat aja, kalian akan nerima akibat karena udah buat aku dimarahin abah,dan dihukum ustadz. " ujar Zakir penuh kebencian.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2