Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 49. Siapa, Aisyah?.


__ADS_3

Wajah Azmi terlihat sedang memikirkan sesuatu ketika mendengar nama Aisyah yang melantunkan sholawat itu.


" Emang kenapa Mi?,kamu kok tiba-tiba diam, kamu kenal sama adiknya mas Akmal. " tanya Aban penasaran.


Semua anggota Syubban terdiam memandang Azmi begitu juga dengan Akmal.


" Hah?, adiknya mas Akmal?,enggak, aku gak tau. " Azmi.


"Udahlah, cepetan makan, bentar lagi mau berdoa. " Ahkam.


Azmi mengangguk, begitu juga dengan Akmal sedangkan,Aban masih bingung dengan tingkah Azmi.


Seperti apa yang ustadz Abdullah bilang, setelah makan para santri kembali melanjutkan acara Maulid Nabi, yaitu membaca doa dan bersholawat khusus untuk Nabi Muhammad saw setelahnya.


Dengan bimbingan Kyai yang memimpin doa, para santri sangat khusyuk mengaminkan doa, setelah berdoa mereka juga bersholawat dengan sangat bersemangat hingga acara selesai.


" Alhamdulillah, acara sudah selesai dan berjalan dengan lancar, setelah ini ustadz minta kalian kerja bakti membersihkan Masjid dan setelah Masjidnya bersih,baru kalian boleh istirahat dikamar kalian masing-masing. " ustadz Abdullah.


" Baik ustadz." jawab semua santri.


" Acara hari ini saya tutup, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. " ustadz Abdullah.


" Wa'alaikumsalam warahmatulahi wabarakatuh. " jawab semua santri, para ustadz dan juga Kyai.


Saat Kyai berdiri dan hendak pergi dengan cepat para santri ikut berdiri dan berbaris memberi jalan kepada Kyai sembari menunduk, hal itu merupakan bentuk tawadhu' semua santri kepada Kyai.


Kyai dan ustadz Abdullah sudah turun dari Masjid.


" Ayo anak-anak, bersih-bersih dulu biar cepat selesai. " ustadz Ridwan.


"Baik ustadz, " ucap semua santri.


Dengan dibantu para ustadz yang berada disana para santri membersihkan Masjid secara gotong -royong.


Begitu juga dengan Azmi dan Aban yang membantu mengambil sampah bekas makanan yang berserakan.


" Mi, Azmi itu ambil dong."ucap Zakir yang berada dihadapan Azmi.


"Ngapain kamu nyuruh-nyuruh Azmi?,ambil aja sendiri. " Aban yang merasa kesal.


" Aku nyuruh Azmi, kok kamu yang marah Ban, " Zakir.


" Udah ,cuman bersihin itu doang, nih aku ambil. "ucap Azmi menenangkan Aban yang sangat kesal dengan Zakir.


Azmi melangkah maju dan membersihkan tempat yang Zakir tunjukan, melihat Azmi ,Aban datang dan membantu Azmi hingga selesai.


Akmal yang melihat kejadian itu segera menyuruh Zakir untuk membantunya.


" Zakir, diam aja kamu , sini bantuin aku. " ucap Akmal.


" Tapi mas," Zakir hendak mengelak.


" Udah ayo sini ,"perintah Akmal sekali lagi,dan akhirnya Zakir menghampiri Akmal dengan terpaksa.


Setelah cukup lama, kerja gotong- royong membersihkan Masjid selesai.Para santri mencuci tangan mereka dan kembali ke kamar mereka.


" Alhamdulillah," ucap Azmi merebahkan dirinya di kasurnya.


" Mi, tadi aku lihat kamu waktu dengar nama Aisyah ,kamu kayak mikir sesuatu, ada apa sih Mi, sama Aisyah. " ucap Aban yang duduk dikasurnya memandang Azmi.

__ADS_1


Mendengar ucapan Aban ,Azmi segera duduk.


"Aisyah, gak kok Ban, gak ada apa-apa." Azmi.


" Masa sih Mi, tapi muka kamu itu kayak gimana gitu, waktu dengar nama Aisyah." Aban.


"Enggak Ban, paling itu cuman perasaan kamu aja, " Azmi.


" Ya udah , kalau gak ada apa-apa. " Aban merasa bingung.


" Assalamualaikum." ucap Ahkam dan Muhklis yang baru datang.


" Wa'alaikumsalam. " ucap Aban dan Azmi.


Terlihat wajah Ahkam yang sangat gembira dan berseri-seri tidak seperti biasanya.


" Mas Ahkam, kenapa mas?, senyum-senyum terus." Azmi.


"Kalian belum tau Mi, Ban?." Muhklis.


Azmi dan Aban melukiskan wajah bingung dengan apa yang dikatakan oleh Muhklis, mereka saling berpandangan dan saling bertanya.


" Emang ada apa bang?. " Azmi.


Saat Muhklis ingin menjawab, tiba-tiba Ahkam menjawab lebih dulu.


" Nanti kita keluar pesantren Mi, Ban, " ucap Ahkam dengan sangat senang.


" Kita?, keluar pesantren?, " Aban bingung.


" Maksudnya, nanti kita ke acara Maulid Nabi buat sholawatan. " Ahkam.


" Di,dimana ya?, lupa aku Mi, Klis kamu ingat gak?. " Ahkam.


" Di...Kalau gak salah di Masjid, heheh aku juga lupa Kam, " Muhklis yang berusaha mengingat.


"Berarti kita keluar, Alhamdulillah." Aban sangat senang begitu juga dengan Azmi yang tersenyum memandang Aban yang sangat senang.


" Iya, nanti habis duhur kita latihan. " Ahkam.


" Asyik nih mas, selama ini aku belum pernah keluar pesantren." Azmi.


"Oh iya ,Azmi waktu itu kan gak ikut gara-gara... " Muhklis seketika menghentikan ucapannya ketika Ahkam memandangnya tajam.


"Kita harus semangat,biar ustadz Mustafa dan Kyai bangga sama kita. " Aban.


" Benar Ban, " Ahkam.


Azmi hanya tersenyum dan memandang jam dinding yang menunjukkan pukul 11.


" Azmi,Aban ,kalian ganti dulu seragamnya, soalnya nanti mau dipakai lagi. " Muhklis.


"Iya mas, ayo Ban. " Azmi mengajak Aban.


" Ayo, " Aban.


Mereka pergi untuk mengganti pakaian mereka.


Setelah selesai menganti pakaian, terlihat Rifki datang dan ingin menghampiri Azmi dan Aban.

__ADS_1


" Azmi, Aban. "ucap Rifki sembari mengatur nafasnya.


" Ada apa Ki?," tanya Azmi.


"Gak ada apa-apa Mi, cuman pas aja ketemu kalian. " ucap Rifki dengan santainya.


" Kamu Ki ngagetin aja, aku kira ada apa, " Aban.


" Iya ,bikin khawatir aja,ehh. " Azmi geram.


" Maaf....Kalian kok ganti seragam?. " Rifki.


" Iya, nanti malam Syubannul Muslimin di undang ke acara Maulid Nabi dan harus pakai seragam ini, "jelas Azmi.


" Kalau gitu, kalian istirahat aja, bentar lagi duhur. " Rifki.


" Iya Ki, kita duluan assalamualaikum." Azmi.


" Duluan Ki, assalamualaikum." Aban.


" Wa'alaikumsalam. " Rifki.


Azmi dan Aban pergi meninggalkan Rifki, sesampainya dikamar baru saja Azmi ingin merebahkan tubuhnya, suara adzan duhur terdengar dari Masjid pesantren yang membuat Azmi tidak jadi merebahkan dirinya.


"Cepat banget sih, belum aja aku istirahat." Azmi.


" Sabar Mi, gak boleh gitu. " Ahkam yang tertawa melihat Azmi.


" Sudahlah ayo wudhu, " ajak Muhklis.


Azmi hanya menganggukkan kepalanya dan pergi wudhu bersama teman sekamarnya.


Terlihat banyak santri yang hendak pergi ke Masjid.Panasnya terik matahari membuat Azmi merasa haus.


" Ban, aku haus banget nih, ke kantin bentar yuk, "ajak Azmi.


" Ya udah ayo, aku juga haus." Aban.


Azmi dan Aban pergi ke kantin untuk minum, terlihat Zakir dan kedua temannya yang juga sedang asyik membeli minuman dingin.


"Heh Mi, kamu gak jama'ah. " Zakir.


" Lah, kamu sendiri ngapain disini Kir?."Azmi.


Mendengar jawaban Azmi membuat Zakir terdiam.


Qhamat terdengar dari Masjid yang menandakan sholat jama'ah segera dimulai.


Seketika Azmi dan Aban segera pergi ke Masjid. Sedangkan Zakir dan kedua temannya belum beranjak pergi.


" Zakir, ayo. " Helmi.


" Iya, bentar. " Zakir ,ia bergegas menuju Masjid.


Akmal yang juga yang belum pergi ke Masjid melihat sesuatu yang ditinggalkan Zakir karena terburu-buru. Akmal dengan cepat menghampiri meja Zakir dan melihat obat itu.


" Bungkus obat, masih ada dikit obatnya, Zakir ngapain bawa obat. " ucap Akmal membolak-balik obat yang tinggal sedikit dan mulai merasa curiga, ia mengantongi obat itu dan segera berlari menuju Masjid.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2