
Di sisi lain, Akmal berjalan dengan sangat lemas ia masih memikirkan perkataan Azmi tadi. Seketika Akmal menghentikan langkahnya dan dadanya terasa sangat sakit ,ia memutuskan untuk duduk di sebuah bangku di depan kamarnya.
Akmal merasa kesakitan sembari memegang dada kirinya ia juga batuk dan tiba-tiba darah keluar dari mulutnya yang batuk. Akmal memegang mulutnya dan melihat banyak darah di tangannya ia kembali batuk dengan keras dan berusaha ia tutupi karena darah terus mengalir. Ali keluar dari kamarnya dan melihat keadaan Akmal yang sangat lemas.
" Astagfirullah, Akmal," Ali segera mendekati Akmal yang sudah sangat lemas sembari menyenderkan kepalanya di tembok.
" Akmal, sebentar ya, aku ambil air dulu. " ucap Ali dengan wajah panik dan Akmal hanya membalas dengan anggukan.
" Ini Mal, pelan-pelan aja minumnya. " Ali menyodongkan air minum kepada Akmal Akmal menerimanya dan juga meminumnya dengan perlahan.
Selesai Akmal minum, ia menoleh ke arah Ali dan memandang Ali dengan tatapan serius.
" Akmal, kamu kenapa?, mau minum lagi?. " tanya Ali kepada Akmal yang terus saja memandang dirinya dengan pandangan yang tidak biasa.
" Aku mau kamu bilang,aku sebenarnya sakit apa Li?. " tanya Akmal dengan suara bergetar.
Mendengar hal itu Ali tidak bisa menjawab dan malah memalingkan wajahnya dengan ekspresi ketakutan.
" Mmmm, Mal aku ambil tisu basah dulu ya, itu tangan kamu ada darahnya." ucap Ali mengalihkan pembicaraan dan segera masuk ke kamarnya untuk mengambil tisu basah.
Akmal kembali melihat tangan kanannya yang ada darahnya sembari menunduk menahan rasa yang amat sakit didadanya ,Akmal menunduk sembari memejamkan matanya ia berusaha untuk menahan rasa sakitnya.
Ali keluar dari kamarnya dan melihat kondisi Akmal yang sangat lemas ia segera melangkah dan duduk di samping Akmal.
" Mana tanganmu,biar aku bersihin." Ali yang baru datang membawa tisu basah dan duduk di samping Akmal.
Dengan keadaan yang sangat lemas Akmal memberikan tangannya yang penuh darah dan dengan lembut dan penuh perhatian Ali membersihkan tangan sahabatnya itu.
" Ali, kamu belum jawab pertanyaan aku, sebenarnya aku sakit apa?, " tanya Akmal dengan pandangan serius.
" Emmmm... Eng... Enggak kok Mal, kamu itu baik-baik aja. " Ali terbata-bata tanpa berani memandang Akmal.
__ADS_1
Akmal segera melepas tangannya dari genggaman Ali yang masih membersihkan tangannya.
" Udah Li,kamu gak usah bohong lagi, aku tadi gak sengaja denger semuanya dari Azmi kalau aku itu sakit, aku sakit apa Li?. " tanya Akmal dengan suaranya yang tegas tetapi Ali masih takut untuk menjawab, Akmal segera memegang kedua pundak Ali.
" Ali, kamu sahabat aku kan, tapi kenapa kamu gak jujur?, ayo bilang aku sakit apa?. " ucap Akmal dengan suaranya yang serak tapi berusaha ia keraskan dengan mata yang berkaca-kaca akhirnya Ali mau menatap wajah Akmal yang berada tepat dihapannya sembari menunduk Akmal merasa sangat sedih wajahnya juga sangat pucat.
" Iya Mal, sebenarnya kamu sakit. " Ali.
Seketika Akmal kembali menoleh ke arah Ali yang menatap dirinya dan berusaha tegar.
" Aku sakit apa Li?. " tanya Akmal sekali lagi dengan suara yang ia kecilkan dan tidak keras seperti tadi.
" Kamu menderita penyakit Pneumonia dan Bronkitis. " ucap Ali terus terang.
Mendengar itu Akmal menjadi sangat sedih ia kembali menyenderkan kepalanya ditembok melepas pecinya dan air mata mulai jatuh membasahi pipinya. Melihat Akmal yang sedih dan sangat lemas Ali menjadi tidak tega ia tidak ingin sahabatnya terlalu memikirkan penyakitnya itu.
" Tapi Mal, kamu tenang aja, aku yakin kalau kamu bisa sembuh. " ucap Ali berusaha menahan tangisnya sembari meletakkan tangannya di atas tangan Akmal yang masih menangis.
Akmal menoleh ke arah Ali yang berusaha tegar dan menyemangatinya.Akmal melukiskan senyumnya kepada Ali.
" Pasti Mal, kita kan sahabat. " Ali membalas senyuman Akmal.
" Nah ,sekarang jangan sedih lagi ya Mal,kamu harus strong, oke. " Ali menepuk pundak Akmal.
Akmal hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya secara perlahan.
" Uhuk.. Uhuk... Uhuk.... " Akmal kembali batuk dan menutup mulutnya dengan tangannya saat ia kembali melihat tangannya ada sedikit bercak darah ditangannya yang membuat Akmal kembali merasa sakit dan Akmal merasa semakin sedih. Ali yang tidak tega melihat sahabatnya segera mencari solusi agar Akmal tidak larut dalam kesedihannya.
" Sini Mal, biar aku bersihin lagi darahnya. " ucap Ali menarik pelan tangan Akmal dan membersihkan sedikit bercak darah dengan tisu basah.
" Udah nih, ayo Mal, kita istirahat, udah makin malam nih. " Ali.
__ADS_1
" Iya, " jawab Akmal dengan suaranya yang sangat lemas dan wajahnya yang sangat pucat.
Ali dan Akmal mulai bangun dan melangkah menuju kamar mereka.
" Li, " ucap Akmal yang berada di belakang Ali.
Ali menoleh ke arah Akmal yang sangat pucat wajahnya.
" Iya Mal, ada apa?, sakit ya, dadanya atau tenggorokannya sakit banget ya, kamu mau minum lagi . " Ali mengkhawatirkan keadaan sahabatnya dan mendekati Akmal sembari memegang pundak Akmal.
Akmal menggelengkan kepalanya.
" Tolong jangan bilang ya, sama siapapun kalau aku sebenarnya udah tau penyakit aku, aku gak mau yang lain terlalu khawatir sama aku, dan aku juga gak mau nyusahin mereka. " Akmal.
Setelah diam sebentar memandang Akmal dan memikirkan perkataan Akmal, Ali memilih untuk tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.
" Iya Mal, aku gak akan bilang sama siapa-siapa, ayo kita tidur,huwaaaa...Aku udah ngantuk banget nih, " Ali sembari menguap dan menutup mulutnya dengan tangan kanannya.
Akmal masuk ke dalam kamar sedangkan Ali matanya mulai berkaca-kaca ia tidak tega melihat keadaan sahabatnya yang sudah merebahkan dirinya di kasurnya. Tanpa ia sadari air mata jatuh dan membasahi pipinya.
" Li,ngapain berdiri terus?,cepat tidur. " ucap Akmal dalam kegelapan ia melihat Ali yang masih berdiri di depan pintu kamar.
Ali menghapus air matanya.
" Iya Mal, ini aku mau tidur. " Ali menutup pintu kamar dan melangkah menuju tempat tidurnya.
Sebelum memejamkan matanya ia kembali memandang Akmal yang sudah tertidur pulas.
Ali menghela nafasnya sembari mengucap doa setelahnya.
" Ya Allah hamba mohon sembuhkanlah penyakit Akmal, aamiin." ucap Ali sembari mengusap kedua wajahnya setelah berdoa.
__ADS_1
Ali mulai memejamkan matanya dan tertidur pulas.
Bersambung....