Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 60. Ganas.


__ADS_3

Para warga yang mengintip anggota Syubban yang sedang berlatih sangat menikmati sholawat mereka. Mereka mengikuti sholawat itu dengan sangat semangat sehingga para vocal Syubban menghentikan lantunan sholawat mereka.


" Kenapa berhenti?, ayo lanjutkan. " salah seorang perempuan yang sedari tadi mengintip mereka.


" Iya, suara kalian bagus sekali, lagi dong." ucap perempuan lainnya.


" Kalau gitu, ayo kalian masuk saja. " ustadz Mustafa.


" Nah ,benar tuh,ayo semua masuk. " ucap salah satu perempuan mengajak semua temannya juga ikut masuk.


Masuklah begitu banyak warga dari pemuda, pemudi, tante-tante, om-om, ibu-ibu bahkan bapak-bapak semuanya masuk dan duduk di Masjid itu mereka tidak sabar untuk mendengarkan anggota Syubban bersholawat.Para anggota Syubban terdiam dan kaget dengan apa yang mereka lihat.Kyai terdiam dan memandangi para warga yang sedari tadi mendengarkan anggota Syubban berlatih.


" Ayo dong sholawat lagi, kita dari tadi dengerin dari luar. " salah seorang pemuda.


" Iya, kenapa kalian saja yang tampil di acara itu?,ya gak semua." salah seorang perempuan.


" Iya benar. " jawab semuanya dengan kompak. Mereka tidak henti menyuruh anggota Syubban untuk memulai sholawat mereka.


" Ayo, kalian mulai saja. " Kyai.


" Iya, sesuai latihan, oke. " ustadz Mustafa kepada semua anggota Syubban.


" Ini, biar suaranya tambah jelas. " seorang wanita memberikan 4 mikrofon kepada ustadz Mustafa.


" Oh, iya terimakasih. " ucap ustadz Mustafa menerima mikrofon tersebut.


" Abang ganteng ,ayo cepetan mulai. " ucap salah perempuan yang duduk didepan dan sedari tadi memandang Azmi.


" Uuuuuuuuu. " sorak semua perempuan yang juga senang memandangi para vocal Syubban.


" Ayo, mulai, bismillah. " Kyai.


" Iya Kyai, bismillah. " Azmi yang menjadi vocal satu siap untuk bersholawat,walau Azmi sempat gugup memandang banyak orang yang sudah tidak sabar menyaksikan penampilan mereka. Mulailah Azmi memegang mikrofonnya dan bersholawat.


Padang Bulan


Allahuma Sholli wa salim ala (Azmi) .


Sayyidinaa wamaulanaa Muhammadin (Akmal).


A'da dama fii ilmillahi sholatan (Aban).


Da'imatan bidawaa mi mulkillahi (Ahkam)


Mereka kembali membaca lirik tersebut secara bersama dan kompak hingga tiga kali.Semua warga terlihat senang dan mengikuti sholawat dengan sangat semangat. Tim hadroh juga sangat kompak memainkan rebana mereka.


Mulailah Azmi sendiri..


Padhang bulan, padhange koyo rino...


Rembulane seng awe-awe.....


Ngelingake, ojo turu sore....

__ADS_1


Kene tak critane kanggo sebo mengko sore 2 kali...


Dengan suara Azmi yang indah membuat senang para warga.


Di lanjutkan dengan Aban.


Lamun wong tuwo 2kali, keliru mimpine.


Alamat bhakal 2 kali, getun mburine.


Wong tuwo loro kundur ing ngarso pangeran.


Anak putune rame-rame rebutan warisan.


Anak putune podho ora gelem tahlilan.


Tidak kalah dengan Azmi ,suara Aban sangatlah indah dan lembut membuat kagum para warga.


Mulailah Akmal dan Ahkam membaca sholawat arab secara bersama dan kompak. Namun Akmal terlihat mulai sakit dadanya dan darah tiba-tiba mengalir dari hidungnya tapi tidak ada yang mengetahui hal itu hingga Akmal menghapus darah dari hidungnya dengan tangannya. Ahkam juga mulai membaca lirik keempat dan Akmal membaca lirik kelima.


" Suaranya bagus banget. " cewek 1.


" Aduh adem-adem banget mukanya. " cewek 2.


" Iya, ini dari tadi aku videoin mereka, kasep pisan eu. " cewek 3.


" Hushh, ingat kita kasini buat sholawat. " cowok 1.


" Iya, malah mgomongin muka para vocal itu. " cowok 2.


" Yee, kalian iri ya, " cewek 1.


" Ho'oh, bilang aja kalian iri sama mereka. " cewek 2.


" Siapa bilang?,enggak kok. " cowok 1.


" Udah bro, cewek itu selalu benar, kita diam aja lah. " cowok 2 menenangkan cowok 1.


" Emang ,kalian diam aja. " cewek 3.


Ketiga cewek itu terus berteriak histeris dan ikut bersholawat dengan sangat semangat mengikuti para vocal Syubban yang menunjukan semua pesona mereka.


Sementara ditempat acara sangat sepi dan hanya ada tukang bersih-bersih yang membersihkan sampah makanan dan minuman.


" Lo, kemana semua orang?. " tanya pemilik acara tersebut kepada tukang bersih-bersih.


" Kurang tau saya pak, semenjak tadi emang udah gak ada orang. " jawab tukang bersih-bersih.


Pemilik acara tersebut terus melangkah hingga melihat keramaian di Masjid besar yang tidak jauh dari tempat acaranya. Para hadroh yang tampil tadi sudah hendak pulang dan menghampiri pemilik acara.


" Mau kemana kalian?. " tanya pemilik acara.


" Kita mau pulang, acaranya kan sudah selesai. " jawab salah anggota hadroh.

__ADS_1


" Iya pak, mereka lebih suka sama tim hadroh sebelah,itu yang ada di Masjid. " tim hadroh lainnya.


" Memang mereka lebih berkualitas pak, lihat aja sendiri. " salah anggota hadroh yang ikut menambahkan.


" Kita pulang dulu pak, assalamualaikum. " tim hadroh itu pergi begitu saja meninggalkan pemilik acara sendiri.


Pemilik acara tersebut memutuskan untuk pergi menuju Masjid yang sangat ramai. Sesampainya di sana ia menerobos keramaian mendekati anggota Syubban yang sedang bersholawat.Pemilik acara tersebut sangat kaget ketika melihat tim Syubban yang menunjukkan bakat mereka kepada semua orang dan membuat semua orang kagum. Tidak lama kemudian anggota Syubban selesai bersholawat.Para warga memberikan tepukan tangan yang sangat meriah.


" Uuuuu, hebat, " teriak para pemudi yang dari tadi terpesona.


" Sudah cukup, terimakasih sudah mendengarkan sholawat dari kami. " Kyai.


"Sama-sama. " jawab semua warga.


" Kalau begitu acara selesai dan kalian semua bisa pulang. " ustadz Mustafa.


Para warga itu mau untuk beranjak pulang. Para pemudi yang kurang lebih berjumlah 10 orang memilih untuk menghampiri para vocal dan meminta foto.


" Mas ganteng, foto bentar aja, boleh ya. " seorang cewek mendekati Akmal dan bersiap untuk berfoto.


" Hah?. " Akmal yang kaget dan serasa tidak bisa berkutip didekati oleh para wanita itu.


Tidak hanya Akmal, mereka juga menghampiri Aban, Ahkam dan Azmi.Dengan keganasan mereka, ada yang sampai menarik-narik tangan Azmi .


" Heh, sudah-sudah, ayo sana pergi. " sentak Kyai .


" Iya pak,ayo guys kita pulang. " ucap salah seorang cewek.


" Ya udah, ayo ,daaa. " ucap cewek yang terus saja memandang Azmi.


" Ayo cepetan pergi, " sentak ustadz Mustafa.


Kelima cewek itu pergi atas sentakan ustadz Mustafa.


" Astaghfirullah. " Azmi yang masih tercengang mengingat keganasan para cewek-cewek itu kepadanya.


" Ya Allah ,ampuni hamba. " Akmal yang juga masih terdiam.


" Astagfirullah,mimpi apa semalam, " Aban tercengang begitu juga dengan Ahkam yang masih tidak percaya dengan apa yang di alaminya tadi.


" Ckckckkckck, ganas banget tuh cewek-cewek. " Ali.


" Iya, padahal kita santri bukan artis." Firman.


" Gak kebayang yo,lek kita-kita terkenal. " Udin.


" Hushhh, udah,kalian jangan mikir macem-macem,kita cukup berusaha menjadi yang terbaik dan ingat tugas kita untuk terus bersholawat dan mengajak umat muslim untuk bersholawat. " Kyai.


" Iya, yang tadi itu gak usah di ingat-ingat,yang perlu kalian ingat,kalian itu santri dan seorang santri harus berprilaku layaknya seorang santri,mengerti." ustadz Mustafa.


" Iya ustadz, mengerti." jawab semua anggota Syubban.


" Assalamualaikum. " pemilik acara yang masih ada di tempat.

__ADS_1


Para anggota Syubban menoleh ke arah pemilik acara yang mendekati Kyai dan ustadz Mustafa. Para anggota Syubban terlihat ketakutan mereka berpikir pemilik acara tersebut akan memarahi mereka.


Bersambung.....


__ADS_2