
Zakir juga pergi meninggalkan tempat itu. Aban yang masih terkejut dengan apa yang ia dengar segera melangkah perlahan menghampiri Azmi.
Sementara Akmal berhenti tepat dihadapan Azmi begitu juga dengan Zakir yang berada di belakang Akmal.Mereka terdiam, Zakir terlihat takut jika Akmal akan jujur saat itu juga.
"Mas Akmal,halo, kok diam aja mas. "tanya Azmi yang melambaikan tangannya di hadapan wajah Akmal.
Akmal menoleh ke arah Azmi yang memberikan senyum manis kepadanya. Tidak lama kemudian Aban datang dan berdiri di samping Azmi.
"Mi, kamu ngapain?. "tanya Aban menatap sinis Akmal dan Zakir.
"Hah?.Enggak ada Ban, "Azmi.
"Ooo, jadi dia belum ngomong yang sebenarnya sama kamu Mi,"ucap Aban menunjuk Akmal. Akmal kaget mendengar ucapan Aban yang terlihat sangat marah dengannya.
"Ada apa sih ?.Kok aku jadi bingung. "Azmi terlihat kebingungan memandang Akmal dan Zakir bergantian.
"Gak ada apa-apa Mi,"jawab Zakir santai.
"Mi, orang yang mukulin kamu itu mas Akmal, orang yang paling kamu banggain itu. "ucap Aban memandang Akmal dan melangkah ke hadapan Akmal.
Mendengar itu Azmi kaget dan menggelengkan kepalanya berulang kali.
"Gak mungkin Ban, kamu jangan fitnah mas Akmal kayak gitu. "Azmi.
"Azmi, aku dengar sendiri tadi ,kalau yang mukulin kamu itu mas Akmal dia disuruh Zakir.Mas Akmal ayo ngomong. "Aban menyuruh Akmal untuk berbiacara.
"Udah Ban,mungkin kamu salah dengar."Azmi .
Aban menggelengkan kepalanya dan hendak mengatakan sesuatu tapi berhasil didahului Akmal.
"Iya Mi, yang Aban bilang itu benar. Mas yang udah mukulin kamu waktu itu. "ucap Akmal matanya menatap tajam Azmi yang berada di hadapannya.
Seketika Azmi terdiam ia memandang Akmal dengan tajam.
"Maaffin mas ya Azmi, itu mas lakuin karena mas terpaksa.Waktu itu mas butuh duit. " jelas Akmal kepada Azmi sembari mendekati Azmi.
Zakir hanya bisa terdiam menyaksika kejaidan itu wajah malasnya sudah terlihat.
"Kenapa mas Akmal ngelakuin itu?,apa mas gak suka juga sama Azmi? . "tanya Azmi.
__ADS_1
"Bukan Azmi, enggak kayak gitu. "Akmal ingin menjelaskan sesuatu.
"Udahlah Azmi, gak usah cengeng gitulah.Mas Akmal itu butuh duit dari aku."ucap Zakir dengan sombongnya.
"Kenapa mas Akmal gak bilang sama kita?,pasti kita bantuin kok, ya kan Azmi."Aban.
"Iya mas, kita pasti bantu.Azmi.
Beberapa santri yang sedang melintas di depan Masjid mendengar semua itu.
"Oh ,jadi mas Akmal yang mukulin Azmi."ucap santri 1.
"Wah ,harus kita laporin nih ke ustadz Abdullah. "santri 2.
Mereka pergi neninggalkan tempat.
"Gawat nih, bisa dihukum aku. "Zakir.
Akmal hanya menunduk.
"Ayo, kita sekarang ikutin mereka. "Azmi.
Akmal menganggukkan kepalanya.
"Zakir, kamu juga harus ikut. "Azmi.
"Iya, iya, aku tau. "Zakir dengan nada malas.
Akhirnya mereka pergi bersama menuju ruangan para ustadz.Ahkam dan Muhklis yang sedang berjalan bersama melihat Azmi, Aban, Akmal dan Zakir yang bergegas pergi menuju ruangan para ustadz.
"Klis,mereka mau kemana tuh,rame-rame gitu. "Ahkam.
"Kita ikutin aja Kam. "Muhklis.
"Iya, ayo. "Ahkam.
Ahkam dan Muhklis segera mengikuti Azmi dan teman-temannya.
Sesampainya Azmi dan yang lain diruangan ustadz kedua santri itu lebih dulu memberi tahu apa yang nereka dengar kepada ustadz Abdullah yang hanya berada di sana.
__ADS_1
"Assalamualaikum ustadz. "ucap Azmi diikuti Akmal, Aban dan Zakir setelahnya.
"Wa'alaikumsalam warahmatullah, kalian boleh ke kamar ya, syukron laporannya."ustadz Abdullah kepada kedua santri itu.
"sama-sama ustadz, assalamualaikum." kedua santri itu menyalam tangan ustadz Abdullah dan pergi meninggalkan tempat.
"Wa'alaikumsalam. "ustadz Abdullah.
"Ayo duduk. "ustadz Abdullah memerintahkan Azmi, Zakir, Aban, dan Akmal untuk duduk.
Mereka duduk di kursi panjang bersamaan.
Saat ustadz Abdullah ingin berbicara Ahkam dan Muhklis datang dan mengucap salam. Semuanya menoleh dan menjawab salam dari Ahkam dan Muhklis.
"Maaf ustadz, saya tadi lihat mereka kesini buru-buru ada apa ustadz?. tanya Ahkam.
"Baiklah, kalian boleh duduk juga. "ustadz.
"Iya ustadz,terimakasih. "Ahkam.
Ahkam dan Muhklis duduk di samping Azmi.
"Akmal,kenapa kamu diam saja?. Ayo bicara. "perintah ustadz.
"Emmmm. "Akmal yang canggung.
"Akmal, ayo bicara kenapa kamu memukuli Azmi? .tanya tegas ustadz Abdullah.
Mendengar itu Ahkam kaget dan hendak berdiri untung saja berhasil dihentikan oleh Azmi.
"Maaf ustadz, semuanya, saya sudah gak tau harus ngapain lagi. Saya benar-benar terpaksa ustadz. "Akmal menunduk.
"Terpaksa?. Ustadz tidak mengerti,ayo jelaskan. "ustadz.
"Jadi saya melakukan itu kerana saya membutuhkan uang ustadz ,waktu itu Zakir bisa membantu saya, asal saya memukuli Azmi."jelas Akmal.
Mendengar itu Zakir terdiam dan menatap Akmal dan Azmi sinis.
Bersambung....
__ADS_1