Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 39. Amplop


__ADS_3

Azmi terdiam memandang langkah Zakir yang sudah menjauh. Azmi melangkah mengambil amplop yang di jatuhkan Zakir.


"Ini mas. " Azmi memberikan kembali amplop itu kepada Akmal.


" Iya Azmi, terimakasih ya, " Akmal menerima amplop itu dan tersenyum kepada Azmi.


" Sama-sama mas. " Azmi.


"Huwaaaa, ayo Mi pulang, aku ngantuk banget nih. " keluh Aban sembari menutup mulutnya yang menguap.


Azmi menoleh ke arah Aban dan menghampirinya.


"Ya udah ,ayo Ban.Mas Akmal kita duluan, assalamualaikum. " Azmi.


"Duluan mas, assalamualaikum. " Aban.


"Iya,wa'alaikumsalam. " Akmal.


Azmi dan Aban melangkah pergi meninggalkan Akmal.Sementara Akmal, memandang amplop yang Azmi berikan padanya.


"Kira-kira apa ya,isi amplop ini. " Akmal sembari berjalan memandang amplop itu.


Sesampainya di depan kamar, Akmal dikagetkan oleh Ali yang tiba-tiba keluar dari kamarnya.Mereka sama-sama kaget ketika berhadapan dan membuat ekspresi wajah yang lucu.


"Mal, ngagetin aja sih. " ucap Ali membenahi pecinya.


"Aku juga kaget Ali, " Akmal.


Ali melihat amplop yang ada di tangan kanan Akmal.


"Apaan tuh Mal?. " tanya Ali penasaran dengan amplop yang Akmal pegang.


"Ini, itu tadi Azmi ngasih ini, katanya bukanya dikamar aja. " Akmal.


"Ooo gitu,ya udah buka sekarang aja. " Ali.


"Oke, aku buka. " Akmal,ia segera membuka amplop itu. Seketika Akmal terdiam melihat isi amplop itu. Ali yang bingung melihat Akmal terdiam segera menegurnya.


"Mal, diam aja, Azmi ngasih apaan?. " tanya Ali.


" Azmi ngasih ini Li,"Akmal memberi amplop itu.Ali segera mengambil amplop yang Akmal berikan padanya dan melihat isi amplop itu, terlihatlah sejumlah uang berwarna merah dan biru yang cukup banyak.


"Mal, ini bener dari Azmi?. " tanya Ali seakan tidak percaya.


"Iya, masa aku bohong sih. " Akmal.

__ADS_1


"Wishh banyak banget uangnya, Azmi dapat darimana ya?. " Ali membolak-bolikkan sejumlah uang berwarna merah itu.


"Maksud kamu apa sih?." Akmal


Ali menoleh ke arah Akmal yang terdiam menatap dirinya.


"Mal, Azmi baik banget ya, baru kali ini aku nemuin orang kayak dia. " Ali.


"Iya, aku jadi merasa bersalah banget sama Azmi. " Akmal menundukkan kepalanya. Melihat temannya yang bersedih, Ali mendekati Akmal dan merangkulnya.


"Udah bro,kalau Azmi bisa ngasih kamu uang sebanyak ini, kamu juga harus ngasih sesuatu dong buat Azmi. " Ali.


"Sesuatu ,apaan?. tanya Akmal bingung.


"Udah,entar aku kasih tau." Ali.


"Tapi Li,besok aku harus nanyain kenapa Azmi, ngasih uang yang lumayan banyak ini ke aku. " Akmal.


"Iya, yaudah masuk yuk ,aku udah ngantuk nih. " Ali.


Akmal menganggukkan kepalanya. Ali dan Akmal masuk ke kamar mereka dan segera tidur.


Di tengah malam, Ahkam terbangun dari tidurnya. Ahkam segera duduk untuk menenangkan dirinya sembari mengusap-ngusap wajahnya. Akan melangkah untuk menyalakan lampu.


Azmi terbangun dan melihat Ahkam yang hendak keluar kamar sembari memasang pecinya


"Mas Ahkam. " ucap Azmi setengah terpejam duduk dikasurnya.


"Azmi, sudah bangun kamu. " Ahkam.


"Iya mas, Azmi ikut dong. " Azmi malas dan berusaha membuka matanya lebar.


"Iya, ayo. "ajak Ahkam.


Azmi melangkah mengambil pecinya dan memasangnya dengan salah. Melihat tingkah Azmi membuat Ahkam tertawa kecil.


"Eh Mi, kamu bangunin Aban juga, biar aku bangunin Muhklis, kalau mereka gak dibangunin bisa marah entar."Ahkam.


"Iya mas. " jawab Azmi malas.


Azmi segera menuju kasur Aban dan menggoyang-goyangkan tubuh Aban dengan keras membuat Aban kaget dan terbangun.


"Apaan sih Mi?,aku masih ngantuk nih. " Aban.


"Ayo Ban, kita tahajud. " Azmi.

__ADS_1


Aban terduduk dan melihat Muhklis dan Ahkam yang sudah bersiap untuk mengambil air wudhu.


"Ya udah, ayo. " Aban.


Mereka berjalan bersama menuju tempat wudhu.Terlihat masih ada beberapa santri yang juga berwudhu untuk melaksanakan sholat tahajud, begitu juga saat mereka sampai di Masjid bahkan sudah ada yang membaca Al-Qur'an dan tidak lain itu adalah Akmal dan Ali. Azmi juga melihat Ahmad yang sedang berdoa dan mengeluarkan air mata,melepas kaca matanya.


"Ban, ban, itu Ahmad kan?. "tanya Azmi kepada Aban yang sudah bersiap untuk sholat tahajud. Aban menoleh dan melihat Ahmad yang memang sedang menangis.


"Iya Mi, kok dia kayak nangis gitu ya, "Aban.


"Hushhhh, malah ngomong sendiri kalian. " Ahkam.


"Lah, kita ngomong berdua mas." Azmi.


"Ah terserah, ayo tahajud, keburu subuh. " Ahkam.


"Ayo Aban, Azmi,kita sholat biar masih bisa dzikiran. " Muhklis.


"Iya bang Muhklis, ayo Ban. " Azmi.


Mereka melaksanakan sholat tahajud dengan khusyuk, walau Azmi masih memandang Ahmad dengan rasa kasihan sebelum ia melaksanakan sholat sunnahnya.


Ali yang sedari tadi memperhatikan Azmi, menyelesaikan bacaan Qur'annya dan memandang Akmal. Merasa di pandang oleh Ali, Akmal juga menghentikan bacaan Qur'annya.


"Kenapa sih kamu Li,lihatin aku kayak gitu?."Akmal.


" Itu ada Azmi, gak mau bilang makasih kamu. " Ali.


Akmal memandang Azmi yang sedang khusyuk berdoa.


"Azmi lagi berdoa, nanti aja lah. " Akmal.


"Ya udah, terserah kamu. " Ali.


Ustadz Abdullah datang, karena ia melihat Akmal lebih dulu, ustadz Abdullah segera memerintahkan Akmal untuk Adzan.


"Akmal, ayo adzan. " ustadz Abdullah.


"Baik ustadz." Akmal, ia segera meletakkan Qur 'annya dan melangkah menuju tempat adzan.Akmal segera mengumandangkan adzan.


Semua santri yang ada di Masjid menjawab adzan Akmal. Begitu juga dengan Azmi, ia juga memandang Ahmad yang berada tidak jauh darinya. Sedangkan Ahkam masih saja memandang Akmal dengan pandangan yang tidak mengenakkan.


Para santri mulai berdatangan dan merapatkan shaf.Akmal juga diperintahkan untuk Qhamat. Zakir yang baru datang, tiba-tiba berdiri di samping Azmi bersama kedua temannya. Azmi dan Zakir saling pandang.Azmi memberikan senyum pada Zakir, tetapi Zakir tidak membalasnya dan malah memalingkan wajahnya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2