Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 94. Kejadian Yang Begitu Cepat.


__ADS_3

Seketika semua menghampiri Akmal, Ahkam coba pelan-pelan mengangkat kepala Akmal dan merangkulnya.


" Azmi, bantu Ahkam bawa Akmal ke mobil saya, ayo! " ustadz Mustafa.


Azmi menganggukkan kepalanya dan segera membantu Ahkam untuk membawa Akmal menuju mobil ustadz Mustafa. Semua anggota Syubband merasa sangat khawatir mereka juga mengikuti langkah Ahkam dan Azmi dari belakang. Ustadz Mustafa segera membukakan pintu untuk Ahkam dan Azmi yang masih memegangi Akmal dengan erat.


" Ayo masuk, pelan-pelan. " ustadz Mustafa.


Dengan perlahan Azmi dan Ahkam membawa Akmal masuk ke dalam mobil. Para anggota Syubband masih berdiri di depan mobil mengawasi Akmal yang sudah masuk ke dalam mobil.


" Kalian istirahat saja ya, jangan lupa kabari Kyai!" perintah ustadz Mustafa.


" Baik ustadz, " jawab Ali mewakili semua teman-temannya.


Ustadz Mustafa menatap sekilas anggota Syubband sembari menganggukkan kepalanya dan menutup pintu mobil.


" Assalamualaikum, " ucap ustadz Mustafa sebelum menyalakan mobil dan mulai berangkat menuju rumah sakit.


Setelah ustadz Mustafa berangkat para anggota Syubband masih terdiam mereka masih mengingat kejadian dimana Akmal tiba-tiba pingsan dengan darah yang sudah mengalir di hidung dan mulutnya. Mata Ali mulai berkaca-kaca tubuhnya lemas ia menutup kedua wajahnya dengan kedua tangannya. Udin yang melihat itu segera mendekati Ali.


" Wes Li, kita doain aja yang terbaik buat Akmal, " ucap Udin sembari memegangi pundak Ali.


Ali hanya menoleh ke arah Akmal sembari mengangguk dan kembali memalingkan pandangannya.


"Kita harus lapor ke Kyai tentang kejadian ini, " Aban.


" Iya Ban, ayo, biar aku sama Aban yang lapor ke Kyai! " Muhklis.


Aban dan Muhklis segera masuk ke gerbang pesantren untuk melaporkan kejadian ini.


" Ayo Li, kita istirahat. " ajak Firman yang sedari tadi memandang Akmal.


" Iya Li, kita doain aja, semoga Akmal baik-baik saja, " tambah salah satu anggota Syubband.


Ali mengangguk mulai membalikkan tubuhnya dan melangkah pergi. Semua anggota Syubband juga ikut pergi masuk ke dalam pesantren, pak satpam juga sudah tidak terlihat di sana. Udin menutup pintu gerbang saat ia memandang tempat latihan ia menghela nafasnya dan kembali mengingat Akmal.


" Din, ayo, " Firman.


" Ayo, ayo, " Udin segera balik badan dan melangkah pergi untuk ber'istirahat.


_


_


_

__ADS_1


_


_


Aban dan Muhklis sudah berdiri di depan pintu kamar Kyai yang biasa di tempati Kyai untuk tidur di pesantren. Baru saja Aban ingin mengetuk pintu seketika ia mengurungkan niatnya.


" Kenapa Ban?, ayo ketuk pintunya, ini amanah dari ustadz. " Muhklis.


Aban membalikkan tubuhnya dan memandang Muhklis.


" Iya sih bang, tapi ini kan udah malam....Takutnya, Kyai tidur lagi, " Aban.


Setelah mendengar ucapan Aban, Muhklis mulai memikirkan sesuatu.


" Tapi, ini perintah ustadz....Kalau gitu biar aku coba Ban, ketuk pintunya, " Muhklis.


" Oke bang, bismillah. " Aban mulai mundur memberi tempat untuk Muhklis.


Muhklis menatap pintu yang sudah ada di hadapannya dengan penuh keyakinannya ia mulai mengetuk pelan pintu Kyai.


" Assalamualaikum, Kyai,tok tok tok tok, " Muhklis berulang kali melakukan itu hingga akhirnya Kyai mau membukakan pintu.


" Wa'alaikumsalam, ada apa ini? , kenapa malam-malam begini kalian datang kepada saya? " tanya Kyai kepada Aban dan Muhklis yang berdiri di hadapannya sembari menunduk.


aban menyenggol Muhklis agar mau bicara.


" Astagfirullah, kalau begitu saya akan segera kesana, terimakasih anak-anak sudah memberitahu." Kyai.


" Ada apa Kyai?. " tanya ustadz Abdullah yang sedari tadi melihat mereka ketika sedang berbincang.


" Abdullah, untunglah kamu ada di sini. Ayo, antarkan saya kerumah sakit, Akmal pingsan tadi. " ucap Kyai ia mulai khawatir dengan keadaan Akmal.


" Astagfirullah, baik Kyai, " ustadz Abudullah.


" Anak-anak, saya pergi dulu. Kalian istirahat saya ya, assalamualaikum. " Kyai yang hendak melangkah pergi.


" Jangan lupa doakan Akmal ya, assalamualaikum. " ustadz Abdullah segera melangkah mengikuti Kyai.


" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. " jawab Aban dan Muhklis memandang Kyai dan ustadz Abdullah yang melangkah cepat menuju mobil.


Aban menghela nafasnya dan memandang Muhklis yang juga terlihat khawatir.


" Bang, kita ke kamar yuk, kita berdoa aja semoga mas Akmal gak papa, oke. " Aban.


Seketika Muhklis menoleh ke arah Aban dan memberikan senyumnya.

__ADS_1


" Iya Ban, semoga Akmal baik-baik aja ya, " Muhklis.


" Aamiin. " Aban.


" Ayo, kita istirahat. " Muhklis.


" Ayo bang, " Aban.


Muhklis dan Aban berjalan bersama menuju kamar mereka.


...****************************...


Akmal sudah di bawa keruangan, ustadz Mustafa merasa sangat sedih ia masih berdiri di depan pintu dan memandangi pintu itu. Ahkam segera menghampiri ustadz Mustafa begitu juga dengan Azmi yang mengikuti Ahkam.


" Ustadz, kita duduk dulu, kita berdoa aja semoga Akmal gak papa. " ucap Ahkam dengan nada pelan.


Ustadz Mustafa menoleh dan menganggukkan kepalanya ia melangkah untuk duduk kursi panjang yang ada di sana.


" Ayo Mi, " ajak Ahkam kepada Azmi yang juga terlihat khawatir dengan wajah yang kelelahan.


Azmi membalas dengan anggukan sembari tersenyum setelahnya mulailah mereka duduk bersama.


Ustadz Mustafa sangat bersedih sembari menutup wajahnya dengan kedua tangan. Azmi dan Ahkam juga tidak bisa melakukan apapun mereka juga tidak bisa berpikir saat itu yang mereka harapkan semoga Akmal bisa sembuh dari penyakitnya.


Datanglah Kyai dan ustadz Abdullah di rumah sakit mereka segera masuk dan menanyakan di mana ruangan Akmal, dengan ramah suster yang berjaga memberi tahu ruangan Akmal. Setelah diberitahu, Kyai dan ustadz Abdullah kembali melanjutkan langkah mereka dengan jalan cepat.


Mulailah mereka semakin dekat dengan kamar Akmal, Azmi dan Ahkam sudah terlihat di depan mata Kyai dan ustadz Abdullah.


" Assalamualaikum, " ucap Kyai yang sudah berdiri dihadapan Azmi yang sedang menunduk diikuti ustadz Abdullah yang juga mengucap salam.


" Wa'alaikumsalam. " ucap ustadz Mustafa, Ahkam dan Azmi yang kaget seketika melihat Kyai yang sudah berdiri di hadapannya.


Mereka segera berdiri dan menyalam tangan Kyai, Azmi dan Ahkam juga menyalam ustadz Abdullah yang ada di samping Kyai.


" Bagaimana keadaan Akmal?, bagaimana kejadiannya sampai dia bisa pingsan seperti itu?" tanya Kyai yang sangat khawatir.


" Kejadiannya begitu cepat Kyai, ketika kita sedang latihan tiba-tiba saja Akmal pingsan dan mengeluarkan banyak darah di hidung dan mulutnya." jelas ustadz Mustafa kepada Kyai.


" Astagfirullah, semoga Akmal baik-baik saja, " ucap Kyai.


" Aamiin... " jawab semuanya.


" Azmi dan Aban pulang saja ya, biar ustadz Abdullah yang mengantarkan kalian. Ada saya dan Mustafa yang akan menjaga Akmal, ini juga sudah sangat malam, kalian harus istirahat, " ucap Kyai sembari meletakkan tangannya di pundak Ahkam.


" Iya anak-anak, kita pulang saja, ayo, " ajak ustadz Abdullah.

__ADS_1


Azmi dan Ahkam mau mendengarkan perkataan Kyai dan ustadz Abdullah mereka pamit dan pulang dari rumah sakit untuk ber'istirahat.


Bersambung....


__ADS_2