
Setelah mengaji kitab, Azmi dan Aban sudah berjanji untuk latihan.Azmi tidak ingin putus asa dan menyerah begitu saja ia melihat Ahkam yang sedang duduk santai sembari membaca buku.
" Azmi, gimana ?,kamu mau bilang sama ustadz soal kertas itu. " Aban.
" Kayaknya gak usah deh Ban, aku tau solusinya. " Azmi.
" Apa?, " Aban dengan ekspresi yang bingung dengan apa yang di ucapkan Azmi.
Azmi hanya memberikan senyuman kepada Aban dan segera menghampiri Ahkam duduk di sampingnya.
" Mas Ahkam, Azmi mau minta tolong. " ucap Azmi yang duduk tepat di samping Ahkam.
" Iya, bilang aja Mi, " Ahkam.
" Mas, ajarin aku dakwah mas, " Azmi.
" Iya, sini biar aku dengerin dakwah kamu, nanti aku koreksi. " Ahkam.
" Bukan itu masalahnya mas, " Azmi dengan wajah murung dan memalingkan wajahnya.
" Ada apa toh Mi?, " Muhklis yang sedari tadi mendengarkan dan duduk di samping Aban yang juga sedang memperhatikan Azmi.
" Kenapa Mi?. " Ahkam berhenti membaca bukunya dan mulai memandang Azmi.
" Gini mas, eeeemmmm....Kertas dakwah yang ustadz kasih hilang.Aku tau mas ini salah aku, makanya aku minta tolong sama mas buatin aku dakwah,aku sama sekali belum hafal teks yang dikasih ustadz Ridwan, ya....Cuman dikit sih, yang aku ingat. " Azmi menjelaskan semuanya kepada Ahkam.
" Kok bisa hilang Mi, makanya kamu itu jaga barang yang di kasih sama ustadz. " Ahkam.
" Azmi, Azmi, gimana sih kamu?, kok bisa hilang gitu kertas dakwahnya. " Muhklis.
" Subhanallah, kalian semua jangan kayak gitu ,harusnya kasih aku semangat. " Azmi.
" Ya, salah kamu sendiri Mi, " Ahkam.
" Mas Ahkam, tolong Azmi mas, buatin aku dakwahnya, mas gak mau dapat pahala?. " Azmi terus memohon agar Ahkam mau membuatkan Azmi tema dakwah sembari dengan duduk di bawah Ahkam dan memegang kedua tangan Ahkam.
" Hmmmmm," Ahkam terlihat berpikir sembari memandang Azmi.
" Kasihan Kam, kasih aja lah. " Muhklis.
" Iya, aku buatin ," Ahkam.
" Alhamdulillah, makasih mas, " Azmi berdiri merasa sangat senang.
" Tapi Mi, gimana kamu mau hafalinnya?, lombanya kan besok. " Aban.
" Aku usahain Ban, aku yakin, kalau aku pasti bisa, " Azmi dengan sangat percaya diri.
" Aku temenin Mi, "Ahkam menepuk pundak Azmi sangat senang dengan semangat Azmi.
" Makasih mas, " Azmi.
" Semangat Mi, aku dukung kamu. " Muhklis.
" Azmi aja, aku?. " Aban menunjuk dirinya.
__ADS_1
" Iya kamu juga Ban, " Muhklis merangkul Aban yang ada di sampingnya itu.
" Udah bang, aku gak bisa nafas. " Aban.
" Maaf Ban, kamu kurus banget sih, " Muhklis.
" Bukan Aban yang kurus,bang Muhklis yang kelebihan. " ledek Azmi dengan wajah datar tidak merasa bersalah sedikitpun.
" Azmi, udah aku dukung tadi. " Muhklis.
" Heheh, maaf bang, " Azmi tertawa kecil.
" Udah, udah ,ayo Mi, latihan di kelas aja biar kamu bisa fokus. " Ahkam.
" Di mana mas?, " tanya Azmi.
" Di kelas ustadz Abdullah, aku megang kuncinya, ayo. " ajak Ahkam.
" Iya mas, " Azmi.
" Aban, kamu gak latihan juga. " Muhklis.
" Aku udah latihan bang, saatnya istirahat. "Aban.
"Iya Ban, kamu istirahat aja sama aku. " Muhklis.
" Iyaaaa, ayo mas, kita latihan." jawab Azmi.
" Ayo Mi, " Ahkam.
" Mi, biasa, udah ditunggu, tapi dia malah ninggalin, ya udah Klis, Ban, aku ngajarin Azmi dulu, assalamualaikum. " Ahkam.
" Wa'alaikumsalam. " jawab Aban dan Muhklis.
" Azmi, Azmi, kenapa teks dakwahnya bisa hilang sih Ban?," tanya Muhklis kepada Aban.
" Gak tau aku bang, emang si Azmi aja ceroboh." Aban.
" Semoga aja Azmi besok gak canggung supaya Azmi bisa membawa piala untuk pesantren kita sama kamu juga Ban, semangat ya. " Muhklis.
" Aamiin, terimakasih bang Muhklis. " Aban.
" Sama-sama, sudah kamu tidur sana." Muhklis.
" Iya bang, ini mau tidur, tapi aku jadi kepikiran sama Azmi, kasihan dia. " Aban.
" Udah Ban, ada Ahkam juga kok, kamu tenang aja. " Muhklis.
" Iya bang, " Aban memandang Muhklis dan memberi senyumnya yang manis itu.
Azmi dan Ahkam.......
" Tema nya apa Mi?. " tanya Ahkam kepada Azmi.
" Tema?, terserah mas ajalah. " jawab Azmi dengan santainya.
__ADS_1
Melihat itu Ahkam merasa geram sembari menggelengkan kepalanya.
" Azmi, kamu jangan santai-santai gitu, aku mau kamu yang nentuin tema nya, nanti aku buatin teksnya, ayo pikir. " protes Ahkam yang tidak suka dengan sikap santai Azmi.
" Iya mas, bentar aku pikir. " Azmi, ia mulai berpikir memegangi dahinya Azmi mulai mengingat kemampuannya dalam sholawat dan saat dia latihan dengan anggota Syubban.
" Ha,aku tau mas, gimana kalau tema nya semangat sholawat untuk baginda nabi Muhammad? , gimana mas?, nanti aku maunya sholawat dulu sebelum memulai dakwahnya. " ucap Azmi.
" Bagus, pintar juga kamu ya, ya sudah aku buatin teks dan dalil yang aku tau, tapi kamu janji, harus semangat, oke. " Ahkam.
" Siap mas Ahkam, " Azmi.
Ahkam mulai menulis teks dakwah untuk Azmi dengan kemampuan Ahkam yang juga pandai dalam merangkai kata-kata dan menjadi pemenang berturut-turut dalam berceramah.
Tidak lama kemudian 🕘......
" Ini Mi, udah jadi. " Ahkam kepada Azmi yang sedari tadi mengantuk dan memejamkan matanya sembari mengangguk-ngangguk.
" Udah jadi mas, " Azmi.
" Kamu ngantuk Mi, " Ahkam.
" Enggak kok mas, mana ada aku......Huwaaaa. " Azmi menguap segera menutup mulutnya.
" Nguap kayak gitu bilang gak ngantuk.Udah lah Mi, besok aja, kamu udah capek gitu kok ." Ahkam kepada Azmi yang terus melebarkan matanya agar tidak tertidur.
" Enggak mas ,aku harus latihan sekarang, kalau gitu aku wudhu dulu ya mas, tunggu bentar. " Azmi, ia mengusap wajahnya dan segera pergi untuk mengambil air wudhu.
" Iya, hati -hati Mi, entar nabrak lagi. " teriak Ahkam kepada Azmi yang sudah melangkah keluar.
" Iya mas," jawab Azmi berteriak.
Ahkam tersenyum kecil setelah mendengar jawaban Azmi.
" Azmi, Azmi, kasihan tuh anak. " Ahkam kembali membaca teks yang sudah ia buat untuk Azmi.
Tidak lama kemudian Azmi datang dengan wajah yang masih di basahi air wudhu dan peci yang terpasang salah dengan memperlihatkan bagian depan rambutnya.
" Ayo mas, kita latihan. " Azmi berdiri di hadapan Ahkam yang sedari tadi menunggunya.
" Ayo, nih, kamu baca dan hafalin dulu, gampang kok ini ," Ahkam.
" Siap mase, mas kalau ngantuk tidur dulu deh, nanti aku bangunin kalau udah hafal. " Azmi.
" Iya, iya, sana hafalin dulu. " Ahkam.
" Oke, laksanakan. " Azmi menerima teks yang di berikan Ahkam.
Azmi duduk dan sangat fokus menghafalkan teks itu.Sudah satu jam setengah berlalu ,Azmi sudah menghafal semuanya karena dakwah yang di buat tidak terlalu panjang dan sangat mudah untuk di hafal.
" Alhamdulillah, hafal juga, mas Ahkam... Aku udah......" Azmi berhenti bicara ketika melihat Ahkam yang sudah tertidur pulas.
" Kasihan mas Ahkam, aku jadi gak tega bangunin dia. " ucap Azmi memandang Ahkam yang tertidur pulas dengan kepala yang ber'alas meja.
Azmi melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 12:30 ,Azmi memutuskan untuk latihan lagi. Azmi melakukan itu hingga lancar dan rasa kantuknya mulai datang. Azmi merasa lelah, ia duduk di samping Ahkam dan menempatkan kepalanya di atas meja. Tidak lama kemudian Azmi tidur dengan sangat pulas di samping Ahkam.
__ADS_1
Bersambung.......