Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 89. Bukan Salah Kalian.


__ADS_3

Tim Syubband bergotong royong membantu merapikan tempat acara. Azmi menyatukan kursi-kursi yang berjatuhan bersama dengan Aban, Ahkam dan Muhklis membereskan sampah makanan hingga bersih. Sementara Akmal yang mencoba membantu terhenti akibat rasa sakit di dadanya yang amat sangat tiba-tiba ia menghentikan langkahnya sembari memejamkan matanya mencoba menahan rasa sakitnya.


Azmi yang sudah menyelesaikan pekerjaannya melihat Akmal yang terdiam dengan wajahnya yang pucat, Azmi segera menghampiri Akmal.


" Mas Akmal, mas kenapa?. " tanya Azmi dengan wajah khawatir.


Akmal menoleh ke arah Azmi menunjukkan wajahnya yang seolah tidak apa-apa sembari tersenyum kepada Azmi dan meletakkan satu tangannya di pundak Azmi.


" Aku gak papa kok Mi, " Akmal.


" Yang bener mas, yakin, gak papa?. " tanya Azmi lagi ia merasa khawatir.


" Iya, aku gak papa kok. " jawab Akmal memandang Azmi dalam.


" Anak -anak, ayo, kita makan dulu. " istri pemilik acara.


" Iya bu, " jawab Ahkam yang dekat dengannya.


" Ayo semuanya, ibu yakin kalian pasti lapar. " istri pemilik acara.


Para tim Syubband menganggukkan kepala mereka dan melangkah mengikuti ibu itu.


" Ayo mas, " ajak Azmi kepada Akmal.


" Iya, ayo, " Akmal melukiskan senyumnya kepada Azmi, mereka melangkah bersama.


" Nah, ini dia, ayo semuanya makan dulu, bapak sudah menyiapkan makanan yang sangat enak untuk kalian, ayo, ayo. " pemilik acara dengan sangat ramah menunjukkan berbagai makanan yang sudah tersedia di meja makan.


Para anggota Syubband terlihat takut mereka menunduk dan tidak berani menatap pemilik acara.


" Lho, kalian kenapa toh?, kok diam semua. " pak Shomat yang ada di sana duduk bersama Kyai dan ustadz Mustafa.


Melihat semua diam, Azmi memberanikan dirinya untuk berbicara.


" Saya dan teman-teman mau minta maaf sebanyak-banyaknya pak, mas-mas Band itu emang gak suka sama kita tapi mereka malah buat keributan di sini. " ucap Azmi tegas memandang pemilik acara dan istrinya dengan pandangan yang dalam.


" Benar pak, anak-anak Band itu melakukan ini semua karena mereka gak suka sama kita. " tambah Muhklis.


Pemilik acara dan istrinya saling pandang, pemilik acara kembali memandang anggota Syubband yang masih tertunduk. Pemilik acara tersenyum dan mendekati tim Syubband.


" Tidak nak, kenapa kita harus marah sama kalian?, kalian semua anak-anak yang hebat, kalian luar biasa, anak-anak nakal itulah yang seharusnya meminta maaf, bukan kalian. " pemilik acara berdiri di hadapan Ahkam sembari meletakkan tangan kanannya di pundak Ahkam.


Tim Syubband terus terdiam membisu bingung harus bicara apa.


Kyai terharu melihat para santrinya yang berhasil menunjukkan sopan santun dan adab sebagai seorang santri yang sesungguhnya. Kyai tersenyum memandang tim Syubband. Sementara Ustadz Mustafa masih memikirkan adiknya yang menjadi dalang kagaduhan semua ini.

__ADS_1


" Sudah anak-anak, kalian tidak perlu merasa bersalah atas kejadian ini, ini bukanlah kesalahan kalian, ayo makan dulu, " ajak istri pemilik acara dengan suaranya yang lembut berdiri di samping suaminya.


" Ayo semua, makan dulu, kasihan nasinya dari tadi manggil-manggil lho, " canda pak Shomat dengan ekspresi lucunya.


Semuanya tertawa kecil setelah mendengar ucapan pak Shomat.


" Ayo nak, makan dulu, " pemilik acara.


" Baik pak, " jawab anggota Syubband dengan nada pelan.


" Nah gitu dong, ibu sudah masak enak buat kalian. " istri pemilik acara.


Tim Syubband mulai berjalan menuju meja makan yang telah di siapkan untuk mereka. Tanpa malu-malu mereka mulai mengambil nasi dan lauk pauk dengan perlahan dan tertib.


Mulailah mereka makan dengan lahap, semuanya tersenyum melihat para anggota Syubband.


" Masya Allah Kyai, saya sangat kagum dengan anak-anak ini, tidak hanya berbakat dalam bersholawat dan bermain rebana saja , tapi mereka sangat sopan dan beradab sekali. " pemilik acara yang duduk di samping Kyai sembari memandang anggota Syubband sekilas dan kembali memandang Kyai.


" Alhamdulillah, saya juga sangat bangga dengan mereka semua, mereka tidak pernah mengeluh ataupun menyerah ketika latihan. " Kyai sembari tersenyum kepada pemilik acara.


Sementara ustadz Mustafa terlihat gelisah wajahnya, ia masih memikirkan Mufti sembari menaruh jari telunjuknya dekat mulutnya mencerminkan wajah kecewa dan memikirkan sesuatu.


" Benar Kyai, saya sangat bangga sekali dengan mereka, saya doakan semoga mereka bisa menjadi anak-anak yang sukses dan bisa mengharumkan nama pesantren. " tambah istri pemilik acara.


" Ustadz, kok diam aja dari tadi ? ." Pak Shomat yang melihat Ustadz Mustafa hanya terdiam.


Seketika ustadz Mustafa menoleh ke arah pak Shomat sembari melukiskan senyuman kecil.


" Enggak kok pak, " jawab ustadz Mustafa sembari tersenyum kecil.


......******************......


" Alhamdulillah, enak banget lho makanannya, " Udin.


" Iya nih, alhamdulillah, dari tadi emang aku belum makan. " tambah Firman.


Akmal hanya tersenyum memandang teman-temannya yang terlihat bahagia.


" Sudah selesai anak-anak, ayo, sholat dulu, baru setelah itu kita kembali ke pesantren." ucap Kyai menghampiri mereka.


" Baik Kyai, " jawab semua anggota Syubband.


Pak Shomat, pemilik acara dan istrinya tidak bisa berhenti tersenyum sembari memandang para anggota Syubband yang melangkah menuju tempat wudhu dan segera melaksanakan sholat isya'.


Azmi sudah selesai wudhu, ia mengusap wajahnya yang masih basah karena air wudhu sembari merapikan rambutnya dan kembali memasang pecinya.

__ADS_1


" Azmi, " ucap Aban yang tiba-tiba datang dan berdiri di samping Azmi.


Azmi yang tengah memasang pecinya seketika menoleh ke arah Aban.


" Iya Ban," jawab Azmi memandang Aban.


" Aku gak nyangka banget deh, kalau mas-mas Band itu bakal ngelakuin hal seburuk itu, tapi untung aja gak ada yang kena merecon itu, kan bahaya Mi, " Aban.


" Iya Ban, mereka emang gak pernah suka sama kita dan kita gak akan pernah tau apa yang akan mereka lakukan selanjutnya, yang penting kita fokus ke sholawat kita aja, " Azmi.


Aban tersenyum kecil setelah mendengar ucapan Azmi.


" Ayo semuanya!, kita jama'ah!." teriak Kyai yang sudah berdiri di tempat imam bersama pemilik acara dan pak Shomat yang sudah siap melaksanakan sholat berjama'ah.


" Ayo Mi, " ajak Aban.


Azmi menganggukkan kepalanya dan melangkah bersama Aban. Para anggota Syubband yang lain juga segera melangkah masuk ke Masjid.


Sholat jama'ah dimulai, semuanya melaksanakan sholat jama'ah dengan khusyuk begitu juga ketika Kyai membacakan doa.


...*************************...


Setelah semuanya selesai, para anggota Syubband hendak pamit pulang mereka sudah siap berada di depan mobil di temani pak Shomat, pemilik acara dan istrinya.


" Saya dan anak-anak, pamit pulang dulu pak, bu, " Kyai.


" Iya pak, terimakasih untuk semuanya. " pemilik acara.


" Sama-sama pak, ayo semuanya , salim dulu!." Kyai .


Satu-persatu tim Syubband menyalam tangan pak Shomat, pemilik acara dan istrinya.


" Kita pamit dulu pak, bu, assalamualaikum. " Kyai.


" Assalamualaikum. " anggota Syubband.


" Wa'alaikumsalam. " jawab pak Shomat, pemilik acara dan istrinya.


" Hati-hati Kyai, " pemilik acara.


" Iya pak, mari, " Kyai yang sudah ada di dalam mobil.


Mobil Kyai dan mobil Ustadz Mustafa mulai berjalan menuju pesantren.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2