Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 28. Surat.


__ADS_3

Azmi semakin melangkah maju dan Akmal berusaha mentupi lubang itu agar Aisyah tidak terlihat.Melihat tingkah Akmal,Azmi semakin curiga dengan apa yang ada di balik lubang itu.


"Mas Akmal, kalau gak ada apa-apa biar Azmi lihat dong."Azmi.


"Emmmm. "Akmal mulai ketakutan.


"Kok mas Akmal malah kayak takut gitu sih. "Aban.


"Wah, jangan-jangan benar lagi dugaan kita. "Rifki.


"Siapa yang ketakutan?.Azmi,kalau gak percaya silahkan dilihat. "Akmal mulai menyingkir dari lubang itu.


Azmi mengangguk dan semakin mendekat ke arah gerbang sementara, Akmal memalingkan wajahnya hanya bisa berharap Aisyah sudah pergi dari tempat itu. Azmi mulai melihat ke arah lubang dan benar saja tidak ada siapa-siapa.Tapi yang sebenarnya Aisyah berada tepat dibawah lubang itu dan Azmi tidak bisa melihat Aisyah. Saat Aisyah mendongak dan melihat wajah Azmi seketika Aisyah kaget dan tercengang.Aisyah berbisik menyebut nama Azmi.


Bel masuk kelas berbunyi dengan sangat keras.


"Nah, gimana?. Gak ada apa-apa kan, Azmi."Akmal.


Azmi membalikkan tubuhnya memandang ke arah Akmal.


"Iya mas, gak ada apa-apa.Emmm...Maaffin kita ya mas udah salah sangka."Azmi menunduk merasa bersalah.


"Iya, curiga itu wajarlah apalagi, mas emang ditempat yang sebenarnya terlarang ini. "Akmal.


"Mas Akmal,aku minta maaf mas. "Aban.


"Iya mas, Rifki juga. "Rifki.


"Iya gak papa. "Akmal.


"Ya udah mas, kita masuk kelas duluan,mas gak mau masuk. "Azmi.


"Iya, kalian duluan saja. "Akmal.


"Baik mas, assalamualaikum. "Azmi diikuti dengan Aban dan Rifki yang mengucap salam. Akmal menjawab salam mereka memandang langkah Azmi dan kedua temannya sehingga tidak terlihat.


Akmal kembali mendekati lubang di gerbang itu.


"Kak Akmal. "suara berbisik dari Aisyah.


"Aisyah, ternyata kamu masih disini."Akmal.


"Iya, dari tadi Aisyah masih disini,kak tadi itu... "Aisyah.


"Ya udah kita ngobrol besok aja,kakak mau masuk."Akmal memotong pembicaraan Aisyah. .


"Iya kak."Aisyah.


"Assalamualaikum. "Akmal.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam. "Aisyah.


Akmal pergi meninggalkan Aisyah, sedangkan Aisyah masih memikirkan Azmi yang tadi mengintip dari lubang itu.


"Ah udahlah,mending aku masuk."Aisyah,ia berjalan menuju kelasnya.


Sementara selama pelajaran Azmi masih melamuni kejadian tadi, ia penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Azmi juga bergumam kalau Akmal menyembunyikan sesuatu.


Adzan duhur berkumandang para santri segera mengambil air wudhu.Azmi duduk di kasurnya terlihat wajahnya yang dibasahi dengan air wudhu.


"Azmi, ayo berangkat.Ngelamun terus."Ahkam yang sudah siap menuju Masjid.


"Iya mas Ahkam,ini juga mau berangkat."Azmi.


"Mi, kamu masih penasaran gak sih, tadi itu mas Akmal ngapain ya,aku masih gak percaya soalnya. "Aban.


"Nah itu Ban,tapi aku tadi lihat sendiri kalau dibalik gerbang gak ada siapa-siapa."Azmi.


"Kalian lagi ngomongin siapa sih?."Muhklis yang sedari tadi menguping duduk dikasurnya bersama Ahkam.


"Itu bang, tadi kita ngelihat kalau mas Akmal bisik-bisik di gerbang batasnya santriwan dan santriwati itu mas."Azmi.


"Ooo mungkin sama adiknya kaliii. "Ahkam.


"Adik?."Azmi.


"Namanya siapa mas?. "Azmi.


"Siapa yaa,"Ahkam terlihat berpikir.


"Lupa aku."Ahkam.


Qhamat terdengar dari Masjid pesantren.Ahkam dan Muhklis mengajak Azmi dan Aban pergi bersama, akhirnya mereka berangkat bersama menuju Masjid pesantren. Para santri melaksanakan sholat dengan khusyuk.


Jarum jam menunjukkan pukul 05.00 sore Azmi dan Aban duduk didepan kamar mereka sepulang mengaji mereka asyik berbincang sehingga Akmal ,Firman,Ali dan Udin menghampiri mereka.


"Assalamualaikum. "ucap Akmal dan ketiga temannya bersamaan.


"Wa'alaikumsalam. "jawab Azmi dan Aban.


"Ada apa mas?."Azmi.


"Kita cuman mau ngasih tau hari Jum'at dan Sabtu nanti kita latihan. "Firman.


"Kasih tau mas Ahkam sama mas Muhklis juga ya."Akmal.


"Iya mas, tapi kalau boleh tau kenapa latihannya dipindah mas?."Azmi.


"Iya, senin nanti kita harus ke Masjid sebelah dan hari Minggu kita ber'empat mau lomba silat."Ali menerangkan.

__ADS_1


"Wishhh keren, semoga menang ya buat mas Akmal, mas Ali, mas Firman dan juga mas Udin."Azmi.


"Iya mas aku juga pasti dukung kalian."Aban.


"Kesuun Azmi karo Aban kalian harus doain kita, oke."Udin.


"Iya mas. "Azmi dan Aban sembari tersenyum dan mengangguk.


"Ya sudah kalau gitu kita lanjut ya. "Akmal.


"Iya mas. "Azmi.


"Assalamualaikum. "ucap Akmal bersama ketiga temannya.


"Wa'alaikumsalam."jawab Azmi dan Aban.


Akmal bersama teman-temannya melangkah pergi meninggalkan Azmi dan Aban.


"Hebat ya mereka."Aban.


"Iya Ban, aku juga kagum sama mereka. "Azmi.


"Oh iya mas Ahkam sama bang Muhklis kemana ya?."tanya Aban.


"Biasa calon ustadz mulai sibuk. "Azmi.


Aban dan Azmi tersenyum bersama.


"Ya udah Ban, kita masuk yuk."ajak Azmi.


Aban mengangguk mereka melangkah menuju kamar mereka.


Sementara saat Akmal duduk santai bersama teman-temannya terlihat seorang santri yang menghampiri mereka.


"Assalamualaikum."ucap santri itu.


"Wa'alaikumsalam. "jawab Akmal dan teman-temannya.


"Ini buat Akmal"santri itu menyodongkan sebuah surat kepada Akmal.


Akmal menerima surat itu dan seketika Akmal terdiam.


"Makasih ya. "Akmal.


"Sama-sama. "santri itu.


Ketiga teman Akmal saling pandang melihat Akmal yang nampak sedih membaca surat itu.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2