Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 88. Kegaduhan


__ADS_3

Greng.... Greng.... Greng.....


Suara mesin dari anggota Band yang melaju menuju Masjid membuat keributan.Sesampainya di Masjid mereka kembali membuat keributan dengan terus membunyikan klakson motornya.


Tin... Tin.... Tin...


Suara itu semakin keras tetapi tim vocal juga mengeraskan suara mereka.


" Itu siapa, pak?. Mereka semua membuat keributan. " istri dari pemilik acara.


" Iya, tapi mereka percuma saja melakukan itu karena para jama'ah sangat asyik melantunkan sholawat mereka. " pemilik acara.


Istri dari pemilik acara tetap khawatir bagaimanapun juga anggota Band itu terus memicu keributan.


" Kenapa mereka gak ada takut-takutnya sama kita? ." Mufti.


" Ini gak bisa dibiarin Muf, mereka tetap asyik sholawatan. " protes teman Mufti yang ada di sampingnya.


" Pakai ini aja Muf, gue yakin mereka semua akan ketakutan. " salah satu anggota sembari menunjukkan sebuah merecon kecil kepada semua anggota Band.


" Nah, mantep tuh, tunggu apalagi?. Nyalain dong !. " seru anggota Band yang sangat tidak sabar.


Mufti turun dari motornya dan mendekati temannya yang membawa merecon dan korek api.


" Lo emang penyelamat bro, sini ,gue yang bakal ngelempar merecon ke acara itu." Mufti mengambil merecon dari tangan temannya.


" Tenang, gue masih ada banyak nih, gue itu emang suka main merecon buat ngerjain orang, dan juga bentar lagi ada acara di rumah gue. " anggota Band yang membawa merecon itu mulai mengeluarkannya sejumlah merecon yang cukup banyak dari kantong jaket dan celana jeansnya.


" Tunggu apalagi?, ayo kita pesta!. " anggota Band yang lain dengan sangat senangnya.


Mufti mulai tersenyum licik, para anggota Band itu satu-persatu menyalakan dan melempar merecon itu ke arah acara. Para jama'ah berlarian karena takut terkena merecon yang terus di lempari ke arah mereka.


Para anggota Syubband menghentikan sholawat mereka dan segera pergi untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


Mc meminta jama'ah untuk tenang tapi, percuma saja mereka sudah sangat ketakutan. Para jama'ah hanya bisa berlarian takut, mereka tidak bisa melawan anggota Band yang berdiri tidak jauh dari tempat acara itu.


Sementara anggota Band terlihat asyik melempar merecon ke tanah dekat acara sembari tertawa gembira melihat para jama'ah yang mulai berlarian keluar acara.


" Gak bisa di biarin nih, kita harus pergi ke sana!. " Azmi sudah tidak tahan ia hendak menghampiri anggota Band yang terlihat bahagia , tapi Akmal berhasil menarik tangan Azmi.


" Jangan Mi, bahaya! ." tegas Akmal.


" Tapi mas, jama'ahnya pada ketakutan, kalau ada yang kenapa-napa, gimana?. " protes Azmi yang bersih keras ingin pergi ke sana.

__ADS_1


Kyai, Ustadz Mustafa, pak Shomat, pemilik acara beserta istrinya menghampiri anggota Syubband.


" Kalian tenang dulu, jangan terburu-buru mengambil keputusan. " Kyai.


" Benar, ini sangat berbahaya. Mereka berjumlah banyak dan terus melempari merecon itu. " Ustadz Mustafa.


" Tapi , masa kita harus diam saja? anak-anak nakal itu harus kita beri pelajaran, Kyai." pemilik acara.


" Tidak pak, kita biarkan saja mereka, itu sangat berbahaya.Bagaimana kalau mereka melempar merecon itu ke arah kita?." istri dari pemilik acara.


Pemilik acara yang tadinya sangat emosi dan ingin menghampiri anggota Band itu mengurungi niatnya setelah mendengar perkataan istrinya.


Semua jama'ah telah pergi, suasana tempat acara sangat berantakan. Sedangkan , anggota Band mulai menghentikan serangan mereka karena mereconnya telah habis.


" Habis nih, bro. " keluh anggota Band kepada Mufti.


" Gak papa, yang penting kita udah berhasil ngehancurin acara ini ." Mufti dengan tatapan tajamnya dan senyuman licik.


Azmi yang sudah sangat marah segera melangkah menghampiri anggota Band itu, para anggota Syubband yang lain bersama-sama mengejar Azmi.


" Pak, anak-anak." istri pemilik acara.


" Ayo kita segera kesana! ,sebelum terjadi keributan. " Kyai.


Mereka semua segera melangkah cepat menghampiri anggota Band itu.


" Kalian mau ngapain sih ?, kenapa kalian ngelakuin itu?, apa kalian gak tau akibat dari semua ini?, kalau bencinya sama kita, lawan kita aja!, gak usah ngelibatin orang lain! ." Azmi dengan amarahnya menatap tajam anggota Band itu.


Tetapi anggota Band malah menertawakan Azmi, melihat Azmi yang jauh lebih kecil dibanding anak-anak Band itu.


" Halah.... Anak kecil gak usah ikut campur!, entar yang ada babak belur lagi sama kita." Mufti sembari tertawa gembira bersama teman-teman Band yang lain.


Ahkam memegangi tangan Azmi dan mencoba menenangkan Azmi sementara, anggota Band itu hanya tertawa dan tidak merasa bersalah sedikitpun.


" Heh!, kenapa diam aja kalian?, gak bisa ngomong?... Atau... Kalian semua pada bisu?." Ali yang juga sangat marah.


" Jangan ketawa terus dong!. " tegas Ahkam.


Kyai datang bersama semuanya dan segera menghampiri anggota Band dan tim Syubband.


" Sudah, sudah, kalian semua sabar. " Pak Shomat.


" Anak-anak nakal !, maksud kalian apa? , kenapa kalian ngelemparin merecon kayak gitu?. " pemilik acara dengan wajahnya yang memerah karena amarah.

__ADS_1


Suasana semakin panas tetapi, anggota Band itu hanya terdiam sembari cengar-cengir tanpa merasa bersalah sedikitpun. Ustadz Mustafa memandang Mufti ia merasa sangat kecewa dengan perilaku adiknya itu.


" Ayo jawab, kenapa kalian melakukan hal itu?, kita bisa saja membawa kalian ke kantor polisi atas tindakan kriminal ini!." Sentak pak Shomat matanya melotot kepada para anggota Band itu.


Mendengar hal itu para anggota Band terlihat mulai ketakutan.


" Santai pak, kita cuman mau meriahin acara ini aja, kok. " salah satu anggota Band membuat Mufti menoleh ke arahnya dengan ekspresi yang menakutkan.


" Mau memeriahkan acara ini?, apa seperti itu caranya?, kalian ini memang sudah sangat keterlaluan! ,kalian tidak berpikir apa yang akan terjadi akibat perbuatan kalian ini?." istri pemilik acara dengan matanya yang berkaca-kaca dan suaranya yang bergetar.


" Semua ini kita lakuin karena tim hadroh rebana kampungan ini, semua orang datang ke acara ini dan gak ada yang mau ngelihat penampilan kita. " Mufti memandang ibu itu.


Ustadz Mustafa terlihat sangat kecewa ia menggelengkan kepalanya berkali-kali sembari tertunduk dan memegangi dahinya.


" Ayo Muf, kita pergi aja dari sini!, " ajak teman Mufti mendekati Mufti.


" Iya benar, sebelum kita di laporin ke kantor polisi. " teman lainnya.


" Jangan pergi kalian!, " pemilik acara.


Tetapi para anggota Band itu segera menaiki motor mereka dan melaju dengan sangat cepat meninggalkan tempat. Pemilik acara yang berusaha mengejar mulai berhenti karena kelelahan.


Para anggota Syubband juga ikut mengejar tapi apa daya, anak-anak Band itu melaju dengan sangat cepat.


" Mereka pengecut banget sih!, kita gak bisa diam aja !. " Azmi yang sangat kesal.


" Anak-anak Band itu sudah ngehancurin acara ini, maksud mereka itu apaan, sih ?." Ahkam.


" Cuman gara-gara benci sama kita, mereka semua ngelakuin tindakan kriminal kayak gitu. " Udin.


" Semuanya udah pergi mas, sekarang kita harus bantu beresin tempat acara. " Aban.


Para anggota Syubband sudah kelelahan mereka sama sekali tidak menduga akan kejadian seperti ini.


Di sisi lain, Akmal tidak mengeluarkan pendapatnya sedikitpun karena ia berusaha menahan rasa sakit yang semakin parah.


" Anak-anak, ayo kembali !. " teriak Kyai.


Anggota Syubband menoleh ke belakang dimana semuanya masih berada di sana.


" Baik Kyai, " ucap semua anggota Syubband.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2