Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 26. Foto Akmal.


__ADS_3

Akmal bangun dan melangkah menuju Zakir yang tersenyum berharap Akmal mau.


"Gimana mas,mau kan."Zakir.


"Apa kamu bilang?.Aku harus ngelukain Azmi,gitu."Akmal.


"Iya mas, nanti aku kasih deh berapa aja yang mas mau."Zakir.


Akmal menjauh dari Zakir memalingkan wajahnya dan tersenyum.


"Zakir,Zakir ,aku gak akan nuruttin apa yang kamu mau dan aku gak akan ngelukain Azmi,dia gak punya salah apa-apa."Akmal.


"Ya udah,gak papa kalau mas gak mau tapi, aku akan tetap nungguin mas karena aku yakin mas pasti butuh aku."ucap Zakir sangat percaya diri.


Akmal hanya mengangguk pelan beberapa kali. Zakir memandang Akmal hingga akhirnya ia melangkah pergi.


"Zakir,Zakir, tuh anak gak ada habis-habisnya mau ngerjain Azmi."ucap Akmal kembali duduk ditempat tidurnya.


Sementara Azmi melamun duduk di depan kamarnya setelah melaksanakan sholat ashar berjama'ah.Sejadah terselempang di pundaknya. Aban dan Ahkam yang melihat Azmi segera menghampirinya.


"Hayo,ngelamun aja dari tadi kenapa sih Azmi?."Ahkam yang mengejutkan Azmi dari samping.


Azmi menoleh ke arah Ahkam dan Aban yang berdiri tepat disampingnya.


"Azmi, kamu masih mikirin mas Akmal yaa."Aban duduk disamping Azmi diikuti dengan Ahkam.


"Iya nih, aku masih kepikiran sama mas Akmal ,dia kenapa ya?."Azmi.


"Udah lah Mi, gak usah dipikirin paling dia lagi pusing tadi."Ahkam.


"Benar tuh Mi, mendingan kita siap-siap buat ngaji ,yuk."ajak Aban.


"Ayo, ayo, semangat Mi, "Ahkam berdiri mengajak Azmi untuk segera bersiap-siap.


Azmi mengangguk dan mulai mengikuti Aban dan Ahkam untuk mengaji.


Bel berbunyi keras selama 5 kali yang artinya pelajaran mengaji segera dimulai. Para santri mempercepat langkah mereka menuju kelas mereka masing-masing.


Azmi dan Aban mengikuti pelajaran yang diajarkan oleh ustadz dengan baik hingga pelajaran selesai dan ustadz menutup pelajaran.


Azmi dan Aban berjalan bersama menuju kamar mereka. Dari kejauhan terlihat sesuatu yang jatuh dari buku Akmal yang sedang berjalan cepat. Azmi yang menyadari akan hal itu segera berlari dan mengambil sesuatu itu ia juga meneriaki Akmal. Akmal berhenti mendengar teriakan Azmi. Melihat Akmal yang berhenti Azmi melanjutkan langkahnya menuju Akmal begitu juga dengan Aban yang mengikuti Azmi.


"Mas Akmal, ini mas tadi aku lihat ini jatuh dari buku mas. "Azmi menyodongkan sebuah foto yang terbalik.


"Oh iya, makasih ya Azmi, ini foto mas sama adik mas."ucap Akmal mengambil foto itu dari tangan Azmi.


"Iya mas, sama-sama."Azmi.


"Mas Akmal ,boleh lihat gak foto mas."ucap Aban yang penasaran dengan foto itu.

__ADS_1


"Boleh,nih."Akmal memberikan foto itu kepada Aban. Azmi yang penasaran juga melihat foto itu .Seketika Azmi kaget dengan foto seorang wanita cantik yang berdiri disebelah Akmal memberikan senyum manisnya dan mengenakan seragam SD.


"Ngomong-ngomong, maaffin mas ya Azmi, tadi mas gak bisa mikir, jadinya marah-marah gak jelas sama kamu,maaf ya."Akmal.


"Oh iya mas gak papa, tapi mas ini siapa?."tanya Azmi menunjuk ke arah wanita yang ada di foto itu.


Akmal segera melihatnya dan tersenyum.


"Iya, ini adik mas ,cantik kan."Akmal.


"Iya cantik, namanya siapa mas?. "tanya Azmi sekali lagi.


"Azmi,Azmi,tau ada cewek cantik aja langsung nanya-nanya."Aban.


"Bukan gitu,tapi aku pengen tau ,gak papa kan mas."Azmi.


Akmal tertawa kecil memandang wajah Azmi yang sangat penasaran.


"Namanya..... "


"Akmal, ada yang nelfon tuh."teriak Ali dari kejauhan.


"Iyaaa...Azmi,Aban,udah ya nanti kita ngobrol lagi"Akmal.


"Iya mas, ini fotonya"Aban memberikan foto itu.


Azmi masih terdiam memikirkan sosok wanita cantik yang ia lihat.


"Azmi, bengong aja, yuk."ajak Aban.


"Iya, yuk."Azmi.


Sesampainya di kamar,Azmi duduk termenung di kasurnya.Melihat itu Muhklis memberi tahu Aban.Aban menoleh ke arah Azmi yang terlihat melamun sembari memegangi pecinya.


"Azmi, dari tadi melamun aja, mikirin apa sih? ."ucap Aban yang duduk di kasurnya.


"Aku itu mikirin cewek yang ada di fotonya mas Akmal."Azmi.


"Masih aja mikirin itu,emang kamu kenal Mi, "Aban.


"Iya, aku kenal dia itu.... "


"Assalamualaikum."ucap Ahkam yang baru datang.


"Wa'alaikumsalam."jawab Azmi, Ahkam, dan Aban bersamaan.


"Baru pulang mas."Azmi.


"Iya, tadi ada urusan bentar. "Ahkam.

__ADS_1


"Eh Kam,kita jadi di undang di acara kampung sebelah besok?. "tanya Muhklis.


"Kalau itu aku sih masih kurang tau, kita tunggu pengumuman aja."Ahkam.


"Oke kalau gitu,Azmi sama Aban ingat 2 latihan lagi ,habis itu kita harus ke kampung sebelah buat ngisi acara, siap Azmi,Aban."Muhklis.


"Iya bang. "jawab Azmi dan Aban bersamaan.


*****Di tempat lain.


Akmal terlihat asyik menelpon di dalam ruangan. Zakir dan kedua temannya yang melintas dan melihat Akmal segera menghentikan langkahnya dan mengintip di jendela.


"Zakir, kita ngapain sih?."tanya Sihin yang bingung.


"Iya,ngapain malah ngintipin mas Akmal yang lagi nelpon."Helmi.


"Husshhhh.Kalian diam aja."Sentak Zakir.


Mereka mulai menyimak pembicaraan Akmal di telefon.


**Pembicaraan Akmal dengan ibunya.


"Akmal ,ibu sudah kirim uang, uangnya semua 500.000 kalau kamu masih kurang bilang aja nanti ibu usahain,adik kamu juga udah ibu kirimin.Ibu cuman mau bilang kamu disana yang rajin belajarnya gak usah mikirin ibu sama ayah kamu. Ibu akan kerja keras buat ayah kamu yang lagi dirawat dirumah sakit sekarang.Akmal ,nak udah cukup uangnya?. "ibu Akmal.


Akmal melihat uang itu yang ia pegang sembari meneteskan air mata. Akmal berusaha tegar mendengar apa yang ibunya ucapkan ia tidak ingin menyusahkan ibunya.


"Iya bu, udah cukup kok.Ibu baik-baik ya disana ,Akmal janji bakal buat ibu sama ayah bangga dan ibu gak susah-susah kerja keras lagi."ucap Akmal dengan suara bergetar.


"Iya nak, doa ibu akan selalu buat kamu, ya sudah ibu tutup, assalamualaikum."ibu Akmal.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. "Akmal, ia meletakkan telefon pesantren itu dan mengusap air mata yang membasahi wajahnya. Akmal berusaha tegar walau uang yang dikirim itu masih kurang. Akmal pun keluar dari ruangan itu.


"Mas Akmal, masih kurang ya,uangnya."Zakir yang menghadang Akmal.


"Apaan sih kamu, uang ini cukup kok."Akmal.


"Udah lah mas, kita tadi dengar. Uang 500.000 mana cukup buat biaya pesantren ,dikit banget.Ya gak Hel,Hin."Zakir.


"Iya itu mas, aku aja sebulan satu juta, apalagi mas Akmal belum bayar 3 bulan."Helmi.


"Wah,kurang duit banyak dong mas."tambah Sihin.


"Ah,udahlah kalian gak usah ngurusin aku."ucap Akmal meninggalkan Zakir.


Zakir tersenyum licik memperhatikan langkah Akmal.


"Lihat aja mas Akmal, kamu pasti bakal butuh bantuan aku."Zakir sembari terus tersenyum licik.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2