Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 174. Sopo Seng Nabrak?


__ADS_3

Tadarus berlangsung cukup lama, karena Ummi Azmi masih mengurus pak sopir menyiapkannya makan dan minumnya sembari istirahat sejenak sebelum kembali melanjutkan perjalanannya.


" Permisi bu, saya pamit dulu bu, sebelum hari semakin malam, " sopir menghampiri Ummi Azmi yang sedang menyimak bacaan Qur'an salah satu anak.


" Yang lainnya disimak dulu, ya." Ummi Azmi ia berdiri untuk menghormati pak sopir.


" Oh, iya, pak. Azmi dari tadi kok belum turun'e, " Ummi Azmi.


" Paling mas Azmi masih sholat taraweh Ummi," jawab Rara.


Ummi hanya tersenyum dan mengangguk dan kembali mengarah kepada pak sopir.


" Sekali lagi saya terimakasih, pak. Karena bapak sudah mengantarkan Azmi dengan selamat, " Ummi Azmi.


" Iya bu, sama-sama. Itu sudah amanah dari Kyai, saya permisi ya, bu." Pak sopir.


" Baik pak, hati-hati, " Ummi.


" Assalamualaikum, mari, " Pak sopir.


" Wa'alaikumsalam warahmatullah," Ummi Azmi ia kembali duduk untuk menyimak bacaan Qur'an yang dibaca.


" Fitri, tolong ambilkan buku sama pulpen di meja Ummi, Nak. Di kamar, Ummi, " Ummi.


" Maaf Ummi, bukannya Fitri gak mau, tapi kaki Fitri kesemutan, aduh, sakit Ummi, " Fitri merengek kesakitan sembari memijat-mijat kaki kanannya.


" Kalau gitu, Aisyah, " Ummi Azmi.


" Iya, Ummi." jawab Aisyah menoleh ke arah Ummi Azmi.


" Tolong ambil buku sama pulpen Ummi, Nak. Ada di kamar, Rara gak tau kemana dia. Tolong, ya. " Ummi Azmi.


" Baik Ummi, " Aisyah sebelum menjawab ia sempat tersenyum dan mengangguk.


Aisyah mulai melangkahkan kakinya keatas menuju kamar Ummi. Bersamaan dengan itu, Azmi baru saja selesai melaksanakan ibadahnya ia keluar kamar dalam keadaan sangat rapi dan segar sembari memanggil Umminya.


" Ummi!" teriak Azmi sambil terus berteriak.


Tanpa sengaja Aisyah yang terlihat terburu-buru dengan mukena yang ia pakai terasa sangat ribet sampai ia tidak sengaja menabrak Azmi.


" Astagfirullah, " Azmi.


Sementara Aisyah terhenti hingga ia kaget menoleh ke arah Azmi.


" Azmi, kamu ngapain, sih ada disini? Wudhuku jadi batalkan, " ucap Aisyah dengan nada kesal.


" Kenapa anda menyalahkan saya, sopo seng nabrak?" Azmi.


Aisyah tak bisa menjawab dengan pertanyaan Azmi yang seperti itu bola matanya berputar dengan kepala yang tertunduk.


" Mau nyari apa kesini?" tanya Azmi.


Tanpa menjawab Aisyah langsung melangkah menjauhi Azmi agar tidak semakin membara kekesalannya.

__ADS_1


" Salah aku opo'e? Ditanyain malah jutek gitu, Subhanallah, " Azmi ia kembali melanjutkan langkahnya turun untuk menemui Umminya.


Setelah turun para gadis yang melihat Azmi seketika terarah pandangan mereka fokus kepada Azmi dan berhenti menyimak bacaan Qur'an.


" Azmi, Masya Allah, seger banget mukanya," cewek 1.


" Adem banget Ya Allah, semoga dia jodohku, " cewek 2.


" Gak usah ngarep kalian. Dari tahta, jabatan dan juga good lookingnya jelas dia jodoh akulah, " cewek 3.


" Hushhhhhhh, Ummi natap ke kalian tuh," Fitri.


" Ono opo toh, Mas? Gak lihat Umminya masih nyimak ini lho, " Ummi Azmi.


" Maaf Mmi, Azmi gak tau kalau masih tadarus, ya udah lanjutin aja, " Azmi.


" Kalau laper di meja makan udah ada semua buat kamu, sana makan yang banyak, " Ummi.


Sebelum menjawab Azmi tersenyum manis kepada Umminya merasa bersalah atas kesalahan yang terus memanggil Umminya.


" Nggih, Ummi." Azmi ia melangkah menuju meja makan.


" Dadaaa imamku, " salah satu cewek pandangannya terus saja mengarah kepada Azmi.


" Ehem, ayo disimak temannya, " Ummi Azmi.


Serentak semuanya kembali fokus menyimak.


Berpapasan dengan itu, Aisyah datang dengan membawa buku dan pulpen permintaan Ummi dengan segera ia langsung menghampiri Ummi.


" Makasih, Nak." Ummi Azmi.


" Sama-sama Ummi, " jawab Aisyah.


Aisyah kembali ke tempat duduknya dan dengan ketidaktahuan, Fitri langsung menyodongkan Al-Qur'an milik Aisyah yang ia titipkan kepada Fitri sontak saja, Aisyah langsung menjauh.


" Duh, aku gak punya wudhu, Fit. Kamu pegangin aja, ya. Aku minta tolong," Aisyah.


" Aduh, kok bisa, sih? Terus yok pie aku megangnya, Aisyah cantik, " Fitri.


" Hmmm, gimana, ya?" Aisyah sembari mencari tempat untuk meletakkan Qur'annya hingga ia menemukan meja yang tak jauh dari mereka.


" Disitu aja, Fit. Heheh, tolong, ya, Fitri manis," Aisyah sambil tersenyum manis kepada Fitri.


" Iya, oke, oke." Fitri.


Selesailah tadarus pada malam itu, Aisyah dan Fitri melangkah bersama dengan teman-teman yang lain untuk pulang ke rumah mereka.


" Syah, kamu kenapa bisa gak punya wudhu, sih?" tanya Fitri penasaran.


Aisyah yang terlihat kesal waktu itu tanpa sadar ia menjawab dengan ekspresi kesalnya.


" Gara-gara, Azmi nih, " ucap Aisyah membuat teman-teman yang lain terkejut menghentikan langkah mereka dan semua pandangan mereka tertuju pada Aisyah.

__ADS_1


" Gara-gara, Azmi, kamu ngapain Syah? " teman 1.


" Kalian jangan mikir aneh-aneh deh, aku cuma gak sengaja nabrak dia, " jawab Aisyah.


" Berarti itu bukan salah Azmi, salah kamu, Syah. Kan kamu yang nabrak dia, " teman 2.


" Emang kulit kamu sama kulit Azmi bersentuhan, ya? Kalau ada penghalang, ya gak batal, Syah." Fitri.


" Ya, aku ngerasa kena tangannya. Lagian aku ragu-ragu, entar malah dosa, kan." Aisyah.


" Syah, kamu suka, ya? Bisa nabrak Azmi, " teman 3.


" Hush, ngomong apa, sih kamu? Ya, enggaklah, " jawab Aisyah ngegas sambil memalingkan wajahnya.


" Gak usah jual mahal deh, Azmi itu orang yang ganteng, apalagi sekarang dia terkenal, masa kamu gak suka, sih?" teman 1.


" Bener banget tuh, idaman banget tau, cowok kaya Azmi jarang ditemukan, " sambung teman 2.


" Astagfirullah, gak usah berlebihan lagian kalian kenapa malah ngomongin soal cowok, sih? Udahlah, ayo, Fit. Kita lanjut jalan, "ajak Aisyah terburu-buru menarik tangan Fitri meninggalkan ketiga temannya yang terus saja membahas dan memuji Azmi.


" Dia kenapa, sih? " tanya teman 3 dengan wajah bingung.


" Gak tau, aku juga gak ngerti sama tuh, anak." teman 1.


Mereka semua kembali melangkah bersama mengejar Aisyah dan Fitri.


...*******...


" Alhamdulillah, " ucap Azmi setelah selesai menghabiskan makanannya.


" Assalamualaikum, " ucap Abah dan Naufal yang baru datang.


" Wa'alaikumsalam, " jawab Ummi, Rara dan Azmi.


Azmi yang mendengar suara Abahnya segera bangun dan menyalam tangannya. Abah Azmi tersenyum melihat putranya yang sudah sampai dan sedang mencium tangannya. Naufal juga ikut menyalam tangan Azmi.


" Kapan sampai, mas? " tanya Naufal.


" Habis taraweh baru nyampai," jawab Azmi.


" Azmi, ingat mau dirumah atau dipondok, apa yang sudah kamu dapatkan dipondok harus diterapkan, " Ummi.


" Nggih Ummi, Insya Allah, " Azmi sambil mengangguk.


" Mas Azmi wes dadi orang terkenal, tadi aja mbak-mbak yang ada disini, heboh banget pas Mas datang." Rara.


Azmi hanya tertawa kecil menatap Rara sekilas ia menunduk dan kembali menatap Abahnya.


" Alhamdulillah, Nak. Abah bangga sama kamu, hanya satu pesan Abah jangan sampai kamu sombong, tetap istiqomah di jalan Allah, semua yang kamu dapatkan sekarang adalah kuasa Allah, " Abah ia menepatkan tangan kanannya pada pundak Azmi dan tersenyum di akhir kalimat.


" Nggih Abah, Azmi pasti akan selalu ingat pesan Abah, " Azmi mengangguk begitu juga dengan Naufal dan Rara yang ingin menjelankan juga apa kata Abahnya.


Ummi dan Abah Azmi terus menyematkan senyum mereka kepada anak-anaknya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2