Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 158. Membuat Jama'ah Berdecak Kagum.


__ADS_3

Mufti hanya bisa terdiam tak menyangka bahwa orang yang selama ini ia benci menjadi tameng pelindungnya dengan sangat berani walau umur Azmi yang jauh lebih muda dibanding Mufti. Mufti dan Hafsah berdiri dibelakang Azmi, mengawasi Azmi dari belakang.


Sementara para anggota Syubban, Kyai, Ustadz Mustafa tidak bisa berkata apa-apa pandangan mereka semua tertuju kepada Azmi.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, " ucap Azmi tegas mengarah kepada semuanya.


" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, " jawab semuanya hingga menggema.


" Saya sebagai vocalis Syubbanul Muslimin sangat mohon kepada seluruh jama'ah yang hadir di sini untuk tidak menghujat mas Mufti bersama anggota Bandnya. Saya tidak mau mas Mufti merasakan apa yang saya dan tim hadroh saya rasakan. Jujur saya sangat kecewa dengan sikap masyarakat yang seenaknya menghujat orang, yang seenaknya menghakimi orang, yang seenaknya bicara jelek tentang mereka tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi. Kyai saya pernah mengajarkan bahwa janganlah kalian sebagai umat Rasulullah menghakimi orang lain, karena serendah-rendahnya orang ialah yang mengurus masalah orang lain tanpa memperbaiki diri mereka sendiri." Azmi.


Kata-kata Azmi begitu indah terdengar ketelinga semua orang yang ada di sana. Azmi mampu menggerakkan hati masyarakat dengan ucapannya yang singkat tapi padat dan mengandung banyak isi.


" Tapi, dia sama aja udah fitnah kamu sama tim hadroh kamu. Video yang dia buat juga mengandung unsur kebencian dan itu juga hoaks ini seharusnya bisa dituntut! " ucap salah satu jama'ah membuat jama'ah lain ikut-ikutan kembali menyerbu Mufti.


" Iya, saya tau. " ucap Azmi tenang menghentikkan kegaduhan masyarakat.


" Tapi, saya dan semua teman-teman saya sudah memaafkan apa yang telah dilakukan mas Mufti. Saya tau kalau itu sangat salah tapi saya tidak ingin mas Mufti dituntut karena tanpa mas Mufti yang sudah mau bicara seperti ini, kalian juga akan tetap menghina saya dan tim hadroh saya. " Azmi.


Seketika jama'ah tidak bisa lagi berdebat dengan Azmi ketika dengan tegas ia mengatakan hal itu dengan tegas dan tetap tenang walau dirinya menjadi pusat perhatian semua orang.


" Azmi, benar-benar tuh, anak. Nyalinya gede juga, buat ngomong didepan banyak orang," Ali yang kagum dengan aksi Azmi.


" Iya Li, kelihatannya Azmi pendiam, tapi kalau udah bicara kaya gini, buuhhh! Mantap! 2 jempol buat Azmi, " sambung Firman yang berdiri disebelah Ali menunjukkan rasa bangganya kepada Azmi.


Tidak hanya Ali dan Firman seluruh anggota Syubban sangat salut dengan keberanian Azmi yang berani ambil resiko.


" Jadi saya mohon, maafkan mas Mufti. Malah ini harus jadi pelajaran buat kalian semua termasuk saya sendiri jangan sampai kita mudah tertipu dengan video yang beredar di media sosial. Jangan langsung menilai orang seenaknya karena kita gak akan pernah tau seperti apa orang itu hanya dengan sekilas mata memandang. Jadilah warga yang bijak dalam menerima informasi," Azmi.


Para jama'ah akhirnya membenarkan ucapan Azmi dan mereka mengapresiasi apa yang telah dilakukan Azmi membuat mereka sadar atas kesalahan mereka.


" Dia benar, kita harus bijak menerima informasi!" jama'ah 1.


" Saya mewakili teman-teman saya minta maaf karena sudah berbuat tidak baik para tim Syubban. " jama'ah 2.


Seluruh jama'ah juga meminta maaf kepada Azmi dan seluruh anggota Syubband.


" Alhamdulillah, " ucap Azmi akhirnya masalahnya selesai dan ia menoleh ke arah Mufti yang sedang tersenyum kepadanya.


Azmi tersenyum lebar kepada semua jama'ah dan mundur perlahan untuk berdiri disebelah Mufti. Mufti yang sangat terharu segera merangkul Azmi dengan penuh perhatian.


" Hebat, lo. Gue bangga sama lo, Mi. " ucap Mufti dengan tangannya yang masih merangkul Azmi.


" Biasa aja, mas. Terimakasih. " Azmi memberikan senyuman dan tatapan dalamnya kepada Mufti.


" Kalau gitu sekarang bagaimana kalau kita beri kesempatan tim Syubbanul Muslimin untuk tampil? Apalagi sekarang tim Syubanul Muslimin sudah menciptakan lagu baru, dan lagu ini sangat beda dengan yang lain, ada nuansa sholawat, tapi kekinian dan pasti ada pesan-pesannya, mau dengar? " Hafsah.


" Mauuu.. " jawab para jama'ah.


" Oke, langsung saja kita sambut, tim hadroh Syubbanul Muslimin, silakan maju, " Hafsah.

__ADS_1


Sorakan dan tepukan yang sangat meriah ditunjukkan kepada anggota Syubban yang satu-persatu naik keatas panggung dengan tertib dan menunjukkan pesona mereka.


Hafsah dan Mufti turun bersama memberi kesempatan untuk tim Syubban. Mereka menonton dari bawah bersama Kyai, Ustadz Mustafa dan Hamdi.


Azmi, Aban dan Ahkam sudah siap memegang mikrofon mereka masing-masing. Ketiga vocal itu sudah duduk didepan dan saling bersebelahan mereka juga terlihat sedang berdiskusi satu sama lain.


Setelah cukup berdiskusi dengan tim hadroh yang lain, mulailah Ahkam mengangkat mikrofonnya.


" Assalamualaikum warahmarullahi wabarakatuh, " Ahkam.


" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, " ucap para jama'ah dengan serentak begitu juga dengan anggota Syubban.


" Kami akan bersholawat dengan nuansa berbeda yang berjudul " Cinta Dalam Istikhoroh " tolong didengarkan dengan baik," Ahkam.


Semua jama'ah mulai antusias termasuk Kyai, Ustadz Mustafa, Hamdi, Hafsah dan Mufti.


Sesuai perintah Ahkam tadi, Azmi mulai bersiap dengan miknya menatap ke arah jama'ah sebelum bersuara ia menoleh ke arah Ahkam dan Aban. Ahkam mengangguk dan Aban tersenyum barulah Azmi memulai sholawatnya tidak lupa ia membaca bismillah sebelum melantunkan sholawat.


Inilah lagu persembahan Syubbanul Muslimin yang berjudul " Cinta Dalam Istikharah" . Hamdi sudah siap dengan handphonenya untuk merekam penampilan dari Syubbanul Muslimin.


...****...


Jangan Turuti Nafsu.. Tanamkan di Hati Iman yang Kokoh


Pacaran Tidak Perlu.. Temukan Cinta Dalam Istikhoroh


Minta Restu Orang Tua.. Datangilah Rumahnya.


Suara Azmi begitu indah dan lantang membuat seluruh jama'ah berdecak kagum dan siap merekam dengan hape mereka masing-masing.


Iringan rebana dari tim hadroh juga sangat kompak membuat tampilan mereka semakin bagus membuat semua jama'ah terpesona.


Bila putus Cinta.. Di Tinggal Kekasih


Sudah Tak Mengapa.. Janganlah Bersedih


Cinta Yang Sejati.. Mengajak Yang Halal


Tak Kan Jauh Pergi.. Pasrahlah Tawakkal


Ahkam melanjutkan lirik Azmi suara juga tak kalah merdu dari Azmi. Para jama'ah masih merekam tampilan mereka.


Kembali pada bait pertama, semakin meriah karena para jama'ah semakin semangat membuat senang tim Syubban.


Jangan Turuti Nafsu


Tanamkan di Hati Iman yang Kokoh


Pacaran Tidak Perlu

__ADS_1


Temukan Cinta Dalam Istikhoroh


Cinta Itu Anugrah


Pelihara Serta Kuasailah


Cinta di Jalan Allah


Menjauhkanmu Dari Segala Fitnah


Bila Kau Jatuh Cinta


Ingin Memilikinya


Minta Restu Orang Tua


Datangilah Rumahnya


Aban mulai menunjukkan suara indah dan ademnya. Perhatian kini menuju kepada Aban yang sedang fokus melantunkan sholawatnya.


Cinta Karna illahi


Abadi Selamanya dalam Hati


Tak kan Bisa Terganti


Dengan Manisnya Cinta Yang Tak Suci


Banyak Sudah Terjadi


Gara-gara Cinta Tak Di Restui


Akhirnya Gantung Diri


Akal Fikiran Sudah Tak Berfungsi


Benarkah itu Cinta


Bila Lewat Sengsara


Apalagi Sampai Lupa


Pada Allah Ta'ala.


***


Ketiga vocal dan para tim hadroh Syubban berhasil membuat para jama'ah terkagum-kagum dengan suara indah mereka apalagi dengan lagu yang mereka bawakan sangat menarik dan mengandung banyak pesan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2