Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 51. Pesona Tim Syubban.


__ADS_3

Setelah adzan ashar berkumandang, ustadz Mustafa mengizinkan para anggota Syubban untuk berwudhu dan melaksanakan sholat jama'ah. Satu-persatu dari anggota Syubban menyalam tangan ustadz Mustafa sembari mengucap salam setelahnya.


" Ingat, nanti malam tepatnya ba'da maghrib segera kumpul disini ya, " ustadz Mustafa kepada Azmi yang menjadi orang terakhir yang menyalam tangannya.


" Baik ustadz, saya akan kasih tau ke teman-teman, saya pergi dulu ustadz assalamualaikum. " Azmi.


" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabaraktuh." ustadz Mustafa.


Azmi segera mengejar teman-temannya yang sudah pergi jauh meninggalkannya.


" Mas, nanti habis maghrib langsung ke tempat latihan. " Azmi memberi tau semua anggota Syubban.


" Iya Azmi,"Akmal.


Terlihat Ali yang seperti memikirkan sesuatu, Akmal yang memandang temannya itu segera menegurnya.


" Li, kenapa kamu?," tanya Akmal menyenggol Ali yang melamun.


" Enggak, aku masih kepikiran aja, kata-kata ustadz Mustafa yang mau ngelaporin anggota Band rusuh itu ke orang tua mereka,apa ustadz Mustafa memang beneran dekat sama salah satu orang tua mereka. " Ali.


" Iyo,aku juga mikir gitu Li," Udin.


" Udahlah ,kita gak usah mikirin itu, ayo cepat ,keburu mulai sholat jama'ahnya. " Ahkam.


Semua anggota Syubban terdiam dan mulai mempercepat langkah mereka menuju tempat wudhu.


Sholat ashar berjama'ah segera dimulai,ustadz Abdullah sudah berada di tempat imam siap mengimamkan. Para santri melaksanakan sholat berjama'ah dengan sangat khusyuk begitu juga ketika membaca doa setelah sholat.


...********************************...


Azmi dan Aban terlihat sudah mandi, mereka memakai seragam yang akan digunakan untuk sholawatan nanti.Wajah Azmi dan Aban terlihat sangat segar. Mereka duduk bersama di depan kamar sembari membaca sholawat yang akan mereka bawakan nanti. Ahkam yang baru datang membawa handuk dan juga memakai seragamnya,Ahkam baru saja selesai mandi, wajahnya juga terlihat segar. Ahkam segera menghampiri Azmi dan Aban dan duduk disamping Aban.


"Ingat ya, intinya nanti kita harus kompak, gak ada yang gerogi, oke. " Ahkam.


" Iya, mas Ahkam tenang aja. " Azmi.


" Iya mas,kita janji bakal kompak nanti, ya kan, Azmi. " Aban.


" Iya." Azmi.


" Bagus,kalau gitu aku masuk dulu, semangat latihannya. " Ahkam sembari menepuk pundak Aban dan masuk ke kamarnya.


Azmi dan Aban kembali membaca sholawatnya. Dari kejauhan Zakir terlihat kesal memandang Azmi, ia segera menghampiri Azmi dan Aban.


" Assalamualaikum, Azmi,Aban." Zakir.


" Wa'alaikumsalam. " Azmi dan Aban sembari menoleh ke arah Zakir yang sudah berdiri dihadapan mereka.


" Wishh, bentar lagi keluar nih, " Zakir.


Azmi hanya tersenyum, sedangkan Aban yang tidak pernah suka dengan Zakir memandangnya malas.


" Kalian semangat ya, sholawatannya. " Zakir.


"Assalamualaikum. " terlihat Akmal yang datang ingin menemui Ahkam sudah berdiri didepan pintu.


" Wa'alaikumsalam. " jawab Azmi, Aban dan Zakir yang duduk didepan kamar.


Akmal menoleh mendengar suara mereka dan kaget ketika melihat Zakir.


" Zakir, kamu ada disini. " Akmal.


" Iya mas, emang kenapa?. " Zakir.


" Ada apa Mal?, " Ahkam yang keluar dari kamarnya.

__ADS_1


" Mas Ahkam, ini mas uang dari ustadz Abdullah. " Akmal.


" Buat apa Mal?." Ahkam bingung menerima uang dari Akmal.


" Katanya itu buat tim Syubban, buat beli peralatan yang masih kurang,kata ustadz ,mas disuruh nyiapin semuanya. " Akmal.


" Oh gitu ya udah,makasih Mal. " Ahkam.


"Sama-sama mas. " Akmal.


" Kalau gitu aku masuk dulu. " Ahkam.


" Iya mas. " Akmal.


Akmal kembali memandang Zakir.


" Zakir, aku mau nanya tadi kamu ninggalin obat di kantin, siapa yang sakit?." tanya Akmal kepada Zakir yang masih duduk manis disamping Azmi.


Mendengar itu Zakir terdiam dan kaget.


Allahu Akbar.... Allahu Akbar....


Adzan mahgrib sudah berkumandang, Zakir tersenyum karena menemukan alasan untuk tidak menjawab pertanyaan Akmal.


"Alhamdulillah, udah maghrib mas, aku duluan ya, Azmi,Aban,assalammualaikum." Zakir pergi begitu saja.


" Wa'alaikumsalam. "jawab Azmi,Aban dan juga Akmal.


Melihat tingkah Zakir membuat Akmal semakin curiga.Sementara Azmi sudah tau apa yang sebenarnya Zakir sembunyikan.


...Ba'da Maghrib........


Para anggota Syubban sudah berkumpul di tempat latihan sesuai apa yang ustadz Mustafa perintahkan.Mereka berbincang sembari tertawa,entah apa yang di bicarakan Udin yang membuat semuanya tertawa terpingkal -pingkal termasuk Azmi.


" Ustadz, "Ali tercengang.


Para anggota Syubban tidak mengira kalau ustadz Mustafa membawa mobil mewah karena selama ini dia selalu berpakaian sederhana dan mengendarai motor biasa.


"Kenapa kalian bengong?, gak mau salaman sama ustadz." ustadz Mustafa.


" Hehe, iya ustadz, lupa. " Ali, ia mulai mencium tangan ustadz diikuti oleh anggota Syubban lainnya.


" Kyai tidak bisa ikut karena ada urusan lain, ayo naik sebagian lagi naik di mobil itu ya, tenang saja itu saudara ustadz. " ustadz Mustafa.


" Baik ustadz. " semua anggota.


Mulailah dari mereka naik ke mobil ustadz Mustafa, tetapi Azmi, Aban ,Ali dan beberapa anggota Syubban lainnya tidak mendapatkan tempat duduk.


" Ayo Azmi, disana aja, ayo semua. " Ali mengajak Azmi dan anggota lainnya yang tidak dapat tempat.


Mulailah mereka menuju mobil mewah yang berada dibelakang mobil ustadz Mustafa.


Saat semua anggota Syubban melihat sopir dari mobil itu, serentak semua kaget dengan wajah yang malas memandang mereka, tidak lain itu adalah ketua Band yang sombong.


" Ayo cepetan, " ucap ketua Band itu.


Para anggota Syubban tidak percaya, termasuk Ali yang memasang wajah bingung.


"Ya udah, ayo teman-teman naik. " Ali.


Satu persatu dari mereka mulai naik dan duduk di mobil mewah itu, tetapi mereka tetap saja bingung.


" Kamu kenapa gak naik?. " ketua Band itu kepada Azmi yang tersenyum kepadanya.


" Udah penuh mas, aku di depan ya, " Azmi.

__ADS_1


Ketua Band itu menoleh ke belakang dan benar saja tempatnya sudah penuh.


" Iya, iya, ayo naik. " ketua Band itu dengan sangat terpaksa.


Azmi mulai membuka pintu mobil itu dan duduk disamping ketua Band yang terus saja memasang wajah malas.


"Gimana dek?, udah siap kan. "ustadz Mustafa menghampiri ketua Band itu.


" Adek? ."para anggota Syubban merasa bingung.


" Iya... " jawab ketua Band malas.


" Kamu ikutin kakak aja, ingat jangan buat rusuh. " ustadz Mustafa.


" Iya, " ketua Band.


Ustadz Mustafa tersenyum dan melangkah menuju mobilnya.


Mulailah mereka berangkat menuju tempat acara.


" Mas, mas siapanya ustadz Mustafa?." tanya Azmi.


"Bukan urusan lo," jawab ketua Band dengan sangat cuek.


" Masa sih, orang kayak dia adeknya ustadz Mustafa, beda banget." Ali.


" Iya, gak ada mirip-miripnya. " salah satu anggota.


" Kalian bisa diem gak ,udah untung gue anterin. " ketua Band itu mulai kesal.


" Sabar mas, gak baik marah-marah terus, nanti cepat tua. " Azmi.


Semuanya tertawa mendengar ucapan Azmi termasuk Aban yang duduk disamping Ali.


" Mimpi apa gue, jadi sopirnya mereka kayak gini. " ketua Band itu menahan amarahanya.


Sampailah mereka ditempat tujuan, sambutan yang sangat meriah untuk anggota Syubban yang baru datang.


Para anggota Syubban turun dari mobil mereka dan membuat cewek-cewek yang ada di acara itu berteriak karena pesona mereka.


" Ayo, Emmm, Mufti kalau kamu gak mau masuk, kamu diam disini aja." ustadz Mustafa.


" Iya, kakak sana deh, mendingan aku disini dari pada lihat mereka sholawatan. " Mufti, nama dari ketua Band itu.


"Ayo anak-anak, lihat banyak yang nunggu kalian. " ustadz Mustafa.


Para anggota Syubban mulai masuk dan naik ke panggung.


Saat mereka mulai bersholawat,semua para jama'ah sangat senang dan menikmati, sholawat madura yang di bawakan oleh Aban, Azmi, Akmal dan Ahkam dengan sangat semangat.


Ustadz Mustafa yang duduk bersama pemilik acara itu sangat senang melihat anggota Syubban bisa kompak.


" Ganteng banget hadrohnya. " cewek 1.


"Vocal nya aduh, adem semua mukanya. " cewek 2.


" Jarang -jarang ada acara sholawatan yang vocalnya ganteng kayak gitu, apalagi suaranya bagus banget. " cewek 3.


" Hushh.. Udah, kita kesini buat sholawatan, bukan buat lihat cowok ganteng. " cewek 1.


Semua jama'ah sangat semangat untuk melantunkan sholawat.


" Apa sih bagusnya?, kenapa semua cewek-cewek itu semangat banget sampai teriak-teriak kayak gitu?. " Mufti yang berada diluar mobil dan merasa sangat kesal.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2