Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 50. Melawan anggota Band.


__ADS_3

Para anggota Syubban sudah berkumpul di tempat latihan, mereka menunggu kedatangan ustadz Mustafa. Sembari menunggu mereka berlatih bersama.


Di tengah-tengah latihan terdengar suara motor yang sangat bising dan mendekati mereka.


Ngung....Ngung.... Ngung.....


Suara motor bising datang mendekati para anggota Syubban yang sedang berlatih, dengan beberapa anggota motor itu semakin mendekati tempat latihan dan berhenti tepat di depan tempat latihan.


"Ini siapa lagi?, nyari masalah aja. " ucap Ali kesal dan maju menghampiri pengendara motor itu.


Semua anggota Syubban ikut berdiri.


" Buka helmnya, maksudnya kayak gitu apa hah?. " Ali dengan sangat kesal memukul salah satu kepala motor yang ada dihadapanya itu dengan tangannya.


Akmal, Ali dan Firman ikut maju menghampiri mereka.


" Jangan buat masalah dong, ini pesantren. " Firman.


" Heh, buka dong helm kalian, lama banget." Akmal.


" Oke guys buka helm kalian. " ucap salah satu pengendara yang menjadi ketua.


Mereka mulai membuka helm mereka dan terlihatlah wajah mereka yang dikenali oleh para anggota Syubban ,tidak lain mereka adalah anggota Band yang selalu mencari masalah.


" Kalian mau ngapain lagi, gak ada capek-capeknya gangguin kita. " ucap Ahkam yang mulai kesal.


Ketua Band itu maju dan mendekati Akmal.


" Tampilan kayak gini, sok-sok'an mau nantangin gue. " Ketua Band itu mengambil peci milik Akmal.


" Heh!,kembaliin peci ku. " Akmal sangat kesal dan berusaha menahan emosinya.


" Mau ini, ambil aja, kalau bisa. " Ketua Band itu dengan sangat licik dan mulai melempar peci milik Akmal kepada teman-temannya.


Para anggota Syubban mulai kesal mereka sangat tidak suka dengan perlakuan anggota Band yang sombong itu.


" Gak usah kayak gitu ,mending kita duel aja. " Ali.


Mendengar perkataan Ali, ketua Band itu mendekatinya.


" Nantangin lo,siapa takut?." Ketua Band.


" Mas Ali, tenang mas, gak usah berantem,"Azmi yang berusaha menenangkan.


"Iya benar Ali, kita gak usah ngeladenin mereka. " Akmal.


" Alah, bilang aja kalian gak berani. " ucap salah anggota Band itu.


" Mas,mas ,aku minta tolong sama mas-mas Band yang ganteng untuk pergi dari sini , kita mau latihan mas. " Azmi.

__ADS_1


"Ini lagi bocah, emang gue pikirin kalian mau latihan, mau enggak." Ketua Band.


"Kita punya masalah apa sih sama kalian?, kenapa kalian selalu bikin rusuh disini. " Ahkam.


" Masalah, ya elah pakai nanya, jelas masalah kita sama kalian itu banyak. " salah anggota Band.


" Kalau gitu apa?, kita gak pernah ngerusuhin tempat latihan kalian. " Firman


" Masalahnya, kita gak suka sama musik gak jelas kalian, udah deh kalian gak usah mimpi, kalau semua orang bakal suka dengan sholawatan kalian." Ketua Band.


" Eh denger ya, kalian gak pantes ngomong kayak gitu,kalau suatu saat kita terkenal kalian mau apa?, " Muhklis.


"Kebanyakan halu tuh, " salah anggota Band.


" Benar-benar, rebana jelek kayak gitu aja dibanggain. "anggota Band yang lain.


Ketua Band itu hanya bisa tersenyum licik kepada Ali yang berada tepat di hadapannya.


Ali yang sedari tadi sangat kesal tidak bisa lagi untuk menahan emosinya satu pukulan keras ia hantamkan ke wajah ketua Band yang sedari tadi berlagak sombong dihadapannya. Ketua Band itu terjatuh semua anggota Band tidak terima dan berdiri.


" Oh jadi mau ngajak tarung beneran ,oke." ketua Band itu berdiri dan memberi isyarat kepada semua anggotanya.


Udin, Akmal dan Firman ikut membantu Ali yang mulai diserang oleh ke 5 anggota Band itu.


" Mas, ini gak bisa dibiarin. " Aban.


" Ya udah, ayo. " Ahkam mengajak Azmi dan Aban untuk melapor ke satpam pesantren.


Sementara para anggota Syubban lainnya tidak bisa melakukan apa-apa, mereka hanya bisa melihat pertengkaran itu walau Muhklis sudah mencoba menghentikan, tetapi tetap saja mereka bertengkar.


"Assalamualaikum, pak. " ucap Azmi, Aban dan Ahkam sembari mengatur nafas mereka.


" Ada apa?," pak satpam yang bingung.


"Ada yang berantem pak disana." ucap Aban.


" Siapa yang berantem?." tanya ustadz Mustafa yang baru datang.


" Ustadz. " Ahkam, mereka segera menyalam tangan ustadz Mustafa secara bergantian.


"Ada apa ini?. " ustadz Mustafa.


" Itu ustadz,anggota Band bikin rusuh lagi, sekarang mereka lagi berantem sama Akmal, Ali, Udin,dan Firman. " Ahkam.


" Astagfirullah, kalau gitu ayo, kita cepetan kesana. " ustadz Mustafa.


" Saya ikut ustadz. " pak satpam.


"Baik, ayo. " ustadz Mustafa.

__ADS_1


Mereka bergegas menuju tempat latihan karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan.


" Berhenti, " ustadz Mustafa berteriak dan membuat Akmal ,Ali dan Firman dan Udin menghentikan serangan mereka.


" Kok berhenti sih, ayo lanjut. " ketua Band.


Sementara Akmal, Ali, Firman dan Udin tidak menjawab dan menunduk mengetahui ustadz Mustafa yang marah kepada mereka.


"Kalian pergi dari sini, " ustadz Mustafa.


" Yah bapak gak seru banget sih, " salah anggota Band.


" Gak sopan banget kalian, ayo pergi. " pak satpam.


"Saya minta kalian pergi, atau saya akan melaporkan ini ke orang tua kalian. " ustadz Mustafa.


" Emang pak ustadz tau orang tua kita," salah anggota.


" Iya, laporin aja sana. " anggota lainnya.


" Hushh, dia tau siapa orang tua gue," ketua Band itu.


" Hah?, emang dia siapa?. " salah anggota Band.


" Ayo,pergi ,mau saya laporkan. " ustadz Mustafa.


" Ayo guys, kita pergi. " ketua Band itu pergi dan berhenti sebentar menatap tajam ustadz Mustafa yang ada di sampingnya.


Akhirnya mereka pergi atas perintah seseorang yang merupakan ketua di dalam Band tersebut.


Ustadz Mustafa menggelengkan kepalanya menatap ketua Band itu yang mengegas motornya diikuti dengan anggota Band yang lain.


" Ustadz, ustadz kenal sama mereka?. " Ali.


" Sudah, itu tidak perlu dibahas, ayo kita segera latihn. " ustadz Mustafa.


" Baik ustadz. " Ali.


" Tunggu, ustadz minta kalau ada mereka lagi tolong jangan ditanggapi dan tunggu ustadz datang atau segera lapor ke satpam. " ustadz Mustafa.


" Iya betul, terus gunanya saya di sini sebagai satpam apa." pak satpam.


" Iya ustadz,saya dan teman-teman saya minta maaf. " Akmal.


"Ya sudah, ayo kita latihan." ustadz Nyatakan.


Para anggota Syubban mulai berlatih dengan bimbingan ustadz Mustafa, walau ustadz Mustafa masih terlihat sedih.


Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2