Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 77. Piala Paling Berharga


__ADS_3

Azmi memejamkan matanya sembari mengucap doa dari lisannnya yang ia tutupi dengan kedua tangannya. Semua santri sangat tegang akibat pembawa acara yang tidak cepat memberitahu.


" Siapa ustadz?," ucap salah satu santri yang duduk di depan rasa penasarannya sudah tidak bisa ia tahan lagi.


" Baik, juara 1 lomba dakwah antar pesantren di menangkan oleh Muhammad Ulul Azmi Askandar Al-Abshor dari pondok pesantren Nurul Qadim, pemenang silakan maju. " pembawa acara.


" Panjang banget namanya. " ucap santri yang tadi bertanya.


Semua santri memberikan tepukan tangannya.


Seketika Azmi membuka matanya serasa ia tidak percaya dan menanyakannya lagi kepada temannya.


" Mi, maju. " ucap teman 1.


" Aku kan mas ," Azmi menunjuk dirinya.


" Iya, kamu." teman 2.


" Alhamdulillah,aku maju ya mas, " Azmi menepuk pundak temannya yang duduk di sampingnya.


Azmi segera melangkah maju sembari membenarkan pecinya dan terus melangkah naik kepanggung.


Sedangkan Dimas merasa sangat kaget ia menatap Azmi yang hanya berjarak oleh 2 santri yang menjadi pemenang 1 dan 2 lomba dakwah.


"Kok bisa sih Azmi menang, aku gak terima, kenapa dia bisa menang?. Aku udah lakuin hal jahat biar Azmi itu gak menang.Aku gak suka kalau dia pemenangnya. " ucap Dimas dalam hati terus memandang Azmi dengan tatapan tajam penuh rasa benci.


Azmi mendapatkan piala dan hadiah dari ustadz yang menjadi juri dakwah.


" Selamat ya, " ucap ustadz itu, Azmi segera mencium tangannya.


" Terimakasih ustadz. " Azmi.


" Sama-sama. " ustadz itu.


Azmi menoleh ke arah ustadz Abdullah dan ustadz Ridwan yang berdiri dan memberi kedua jempol mereka untuk Azmi.Azmi membalasnya dengan anggukan dan senyuman.Azmi juga menoleh ke arah Dimas yang tidak jauh darinya tapi Dimas malah memalingkan wajahnya.


" Berikan tepukan yang meriah untuk para pemenang, Masya Allah. " pembawa acara.


Para santri kembali bertepuk tangan dengan sangat meriah.


" Kyai silahkan maju, untuk menyampaikan nasihat atau pidato Kyai, " pembawa acara.


Kyai mengangguk pelan dan melangkah naik ke panggung dengan sangat hati-hati mengingat Kyai yang sudah sepuh.

__ADS_1


Pembawa acara meminta para pemenang untuk mundur sedikit memberi tempat pidato untuk Kyai. Serentak para pemenang mundur sebanyak 3 langkah. Dengan hormat pembawa acara memberikan mikrofon untuk Kyai dengan kedua tangannya.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. " Kyai.


" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabatakatuh. " serentak semua menjawab.


" Alhamdulillah, saya sangat bangga dengan kalian semua. para pemenang sudah diumumkan, saya sangat bangga kepada para pemenang yang berhasil memenangkan lombanya. Tapi untuk para santri yang tidak menang saya juga bangga, kenapa?,karena kalian telah berpartisipasi dalam perlombaan ini, kalian telah berusaha untuk menang tapi kalian harus lebih ikhitiar dan berdoa untuk mencapai hasil yang baik lagi karena tidak ada ilmu yang tidak berguna. Untuk semuanya teruslah berusaha,berdoa dan teruslah giat dalam menuntut ilmu di pesantren, saya sangat bangga dengan kalian.Kalian tau tidak kenapa saya bangga dengan kalian yang ada disini?.....


" Karena kita santri Kyai. " ucap seorang santri.


" Karena kita ikut lomba Kyai ," santri lainnya.


" Karena kita berusaha untuk menjadi yang terbaik. " tambah lagi salah satu santri.


Jawaban-jawaban yang beragam mulai berdatangan.


" Baik, baik, jawaban kalian semua benar tapi yang sangat membuat saya bangga adalah karena kalian santri yang berusaha untuk menjadi yang terbaik, untuk siapa?, pertama untuk orang tua ,kedua untuk diri kalian sendiri dan ketiga untuk masyarakat. Kenapa untuk masyarakat juga?.....


Semua santri tidak bisa menjawab dan hanya terdiam memandang Kyai.


" Kalian harus membuktikan kepada masyarakat luas kalau seorang santri adalah yang paling mulia daripada orang yang belajar bahasa inggris untuk bisa kuliah diluar negeri.Karena seorang santri punya banyak ujian, mereka jauh dari orangtua, jauh dari keluarga,harus hafalan setiap hari dan harus mengikuti aturan pesantren ,itulah yang membuat santri harus dihargai dan dihormati, karena santri adalah harta negara yang paling mulia.Sekali lagi jangan pernah putus asa dan teruslah menuntut ilmu di pesantren, tawadhu'lah pada semua guru, muthala'ah ilmu yang telah di beri. Istiqamah dalam beribada, dan Insya Allah jika kalian sudah melakukan hal itu, ilmu yang kalian cari akan barakah.Barakallahu fii, itu saja yang dapat saya sampaikan, wassalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh. " dengan perlahan Kyai memberikan pencerahan kepada semua santri yang sangat fokus mendengarkan.


" Wa'alailumsalam warahmatullahi wabatakatuh. " semuanya menjawab salam Kyai dengan kompak.


" Alhamdulillah, terimakasih Kyai yang sudah memberi pidatonya.Acara ini sudah selesai dan sebelum menutupnya mari kita sama-sama berdoa. " Pembawa acara.


Serentak semua berdoa di bimbing pembawa acara yang memimpin doa.


" Demikianlah acara hari ini, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, barakallahu fii. " pembawa acara.


" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. " semuanya.


Para pemenang diminta untuk menyalam tangan Kyai yang sudah duduk di kursinya. Satu-persatu dari mereka mulai melangkah dan mencium tangan Kyai. Kyai melukis senyum di wajahnya ketika satu-persatu dari mereka mencium tangan Kyai.


Selesai sudah acara hari itu,Azmi dan santri yang lain berjalan menuju mobil mereka.


" Alhamdulillah, ada 4 orang yang berhasil menang dalam perlombaan ini, saya minta yang menang pertahanan prestasi dan jangan sekali ada rasa sombong dalam hati kalian ,bagi yang tidak menang teruslah berusaha dan berdoa sampai kalian berhasil. " ustadz Abdullah.


" Baik ustadz." ucap semuanya sedangkan Dimas dengan wajah kusamnya hanya terdiam masih berpikir kenapa Azmi bisa menang.


" Dimas,kamu kenapa?. " ustadz Ridwan.


" Hah?,enggak papa ustadz. " ucap Dimas menoleh ke arah ustadz Ridwan.

__ADS_1


" Oh ya, ustadz, ini ada surat dari ustadzah Lily. " Azmi yang ingin memberikan surat itu.


Ustadz Ridwan segera menerimanya mendahului ustadz Abdullah yang juga hendak menerima surat itu. Ustadz Abdullah hanya bisa tersenyum kecil sembari menggelengkan kepalanya.


" Surat apa ini Azmi?. " tanya ustadz Ridwan yang sudah memegang surat itu.


" Katanya surat biaya dan pengumuman pesantren. " Azmi.


" Oh surat itu, udah Wan, baca nanti aja." ustadz Abdullah.


" Saya kirain surat apa Mi?. ustadz Ridwan dengan wajah kecewa memberi surat itu kembali kepada Azmi.


" Emang ustadz kira surat apa?, surat cinta?. " ucap Farist yang membuat semuanya tertawa.


" Astaghfirullah, hushh, " ustadz Ridwan kepada Farist yang terus mentertawainya.


" Kamu juga Wan, ada-ada aja, sini Mi, suratnya biar ustadz yang bawa. " ustadz Abdullah.


" Ini ustadz, " Azmi memberi surat itu kepada ustadz Abdullah.


Mereka kembali melanjutkan langkah mereka menuju mobil yang terparkir di luar pesantren.Terlihat banyak santri yang berlalu lalang menuju kendaraan mereka. Tanpa sengaja Azmi melihat para santriwati Nurul Qadim yang tertawa bahagia dengan piala yang mereka pegang.


" Santriwati Nurul Qadim, " ucap salah satu santri sembari menunjuk ke arah santriwati yang membuat para santriwati tertunduk dan segera masuk ke dalam mobil.


Azmi sempat melihat wajah Aisyah yang tersenyum masuk ke dalam mobil. Begitu juga Aisyah yang tidak sengaja melihat jelas wajah Azmi dari dalam mobil.


" Hushh, lihat santriwatinya kabur. " salah satu santri.


" Sudah-sudah, mau ustadz hukum. " ustadz Abdullah.


" Tidak ustadz, maaf. " ucap kedua santri sembari menunduk.


" Ayo,ayo ,naik, " ustadz Ridwan yang sudah berada di dalam mobil.


Mereka semua masuk ke dalam mobil atas perintah ustadz.


Azmi masih membayangkan wajah Aisyah yang baru saja ia lihat.


" Aku gak salah kan, Aisyah mondok di Nurul Qadim? ." ucap Azmi dengan suaranya yang kecil bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


" Yang tadi Azmi, dia mondok di Nurul Qadim juga?." Aisyah yang juga masih membayangkan wajah Azmi.


Secara bersamaan mobil santriwan dan santriwati mulai dinyalakan dan berangkat menuju pesantren.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2